
Silakan Dibaca.
Ordolf dan Elli memandang ke arah Tiga Raja Elang Merah yang melintas menuju ke arah mereka.
“Red, kuserahkan padamu!” Ordolf berteriak dengan keras, kemudian dia melompat di ikuti dengan Elli.
“Mengaum!” Red meraung dengan keras. Kemudian, menarik nafas dalam-dalam dan cahaya dingin melintas di matanya.
Di sela-sela mulutnya mengeluarkan percikan api biru. Selepas itu, Red membuka mulutnya dengan lebar dan api biru terlepas menyerang ke arah tiga Raja Elang di depannya.
Ketiga Raja Elang menajam, mereka menghentikan langkahnya dan mengibaskan sayapnya lebih cepat.
Angin seketika muncul dan panas mulai naik bergabung dengan angin tersebut. Badai panas menerpa ke arah api biru.
Boom!
Ledakan keras terjadi ketika dua serangan saling bertemu.
Ordolf dan Elli yang terjun ke bawah, menatap ke arah ledakan dua serangan tersebut. Mereka tidak bisa untuk tidak merasakan panas yang kuat.
Ordolf segera memandang ke arah Elli dan Elli yang menyadari tatapan Ordolf, segera mengangguk.
Elli berputar di udara, kemudian bola angin tercipta mengelilingi dirinya dan Ordolf. Setelah itu, keduanya mulai mendarat dengan perlahan-lahan.
Tiba di tanah, bola angin menghilang dan Ordolf dengan cepat menepuk pasir di bawahnya. Berbagai kaca naik ke atas, kemudian mereka bersatu menjadi bola seukuran bola tenis.
Mata Ordolf menatap tajam ke arah satu Raja Elang yang tengah bertempur dengan Red. Dia melambaikan tangannya dan kaca melesat dengan ganas ke arah Raja Elang itu.
Bola kaca mulai memerah karena panas. Sinar pantulan terus-menerus bergerak ke segala arah. Panasnya tersebut berasal dari panas matahari.
Raja Elang yang diincar oleh Ordolf, merasakan nyawanya dalam bahaya. Seketika dia mengibaskan sayapnya dan menghindari ancaman tersebut.
“Kyak!” teriak Raja Elang penuh amarah. Namun, saat dirinya berteriak. Bola kaca lainnya melesat dan mengenai tubuhnya.
Raja Elang melebarkan, panas yang dia rasakan sangatlah kuat. Tubuhnya terbakar dengan hebat. Raja Elang terus berteriak penuh kesakitan, dirinya bahkan tidak bisa mengendalikan terbangnya dan perlahan-lahan mulai jatuh ke tanah.
Raja Elang lainnya melihat hal itu. Mereka marah, namun salah satu dihadang oleh Red dan satunya di hadang oleh Elli.
Red terus bergerak menyerang Raja Elang dengan ganas. Setiap serangannya sangatlah kuat, hal ini membuat Raja Elang kesulitan.
Elli sendiri bertarung dalam udara. Dia melayangkan serangan gelombang dari waktu ke waktu. Raja Elang perlahan-lahan mulai agresif ketika melawan Elli.
__ADS_1
Elli menyadari keagresifan Raja Elang. Senyum di wajahnya muncul, kemudian udara di sekitarnya mulai berubah menjadi sosok wajah Naga.
“Auman Naga!”
“Mengaum!” Naga yang dibuat oleh angin Elli melesat dengan cepat ke arah Raja Elang.
Melihat Naga kuat menyerang ke arahnya, Raja Elang merasakan bahaya yang sangat kuat. Dia mengepakkan sayapnya kuat-kuat naik ke atas langit.
Naga angin mengejar Raja Elang, dia melintas ke langit. Hal ini membuat Raja Elang takut sekaligus terkejut. Dia berhenti di puncak, sayapnya mulai menyusut kembali ke tubuh.
Raja Elang memancarkan sinar dingin di matanya dan berikutnya dia memanfaatkan gravitasi untuk menyerang Naga Angin di bawahnya.
Jatuhnya Raja Elang perlahan-lahan semakin kuat dan terlihat seperti Meteor.
Elli yang melihat hal itu, menyusutkan matanya dan tangan miliknya bergerak dengan lihai. Naga Angin yang dia kendalikan mulai membuka mulutnya.
Raja Elang terjun dan akhirnya berbenturan dengan Naga Angin. Benturan keduanya sangatlah kuat, membuat ledakan keras terjadi.
Boom!
Asap menghalangi pandangan apa yang tengah terjadi di ledakan tersebut. Sampai akhirnya, asap menghilang dan terlihat Raja Elang terjun ke bawah dengan mata memutih.
Elli menaikkan sudut mulutnya melihat Raja Elang jatuh ke bawah dengan keadaan pingsan. Elli melambaikan tangannya, kemudian sejumlah angin mulai membungkus Raja Elang.
Raja Elang tidak bisa bergerak, matanya melebar dan perlahan-lahan mulai tertutup. Tubuhnya menegang sesaat dan akhirnya melemah.
“Makanan untuk hari ini sudah ada.” Elli berkata sambil tersenyum senang. Kemudian, dia menebas kepala Raja Elang dan membalikkan tubuhnya.
Darah Raja Elang keluar sangat deras. Sampai akhirnya berhenti keluar dan mulai mengering.
Di sisi Red, dia masih bertarung dengan Raja Elang. Meski terlihat imbang, namun Red belum mengeluarkan kekuatannya sama sekali.
Red hanya ingin bermain-main dengan Raja Elang, sambil menunggu dua orang yang bersamanya berhasil membunuh dua Raja Elang lainnya.
Raja Elang yang melawan Red, matanya mulai menajam ketika menatap dua rekannya terbunuh oleh dua manusia di bawah.
Dia marah, kemudian mata emasnya mulai memerah dan darah mengalir dari rongga matanya. Detik berikutnya, Raja Elang menukik dan mengangkat kakinya ke arah depan.
Red menggeram pelan, kemudian tangan kanannya mulai mengeras. Teknik tersebut dirinya pelajari saat bersama dengan Ryu dan yang lainnya.
Raja Elang melesat dan Red mengayunkan tangan kanannya dengan cepat. Dua serangan saling berbenturan satu sama lain.
__ADS_1
Boom!
Gelombang udara menyebar ke segala arah, Raja Elang yang dilawan Red berbeda dengan Raja Elang yang dilawan Ordolf dan Elli.
Perbedaannya adalah kekuatan dan pertahanan Raja Elang yang dilawan Red lebih tinggi dibandingkan kedua lainnya.
Terlihat keduanya masih mempertahankan posisi mereka masing-masing tanpa ada yang mundur.
Red menguatkan kaki kanannya dan sayapnya mulai bergerak sekali. Raja Elang sendiri mengeraskan kakinya, namun paksaan Red sangatlah kuat.
“Mengaum!” Red menampar Raja Elang, mengirimnya terbang ke tanah. Kemudian, sebelum Raja Elang mulai menstabilkan posisinya. Red mulai mengambil nafas dalam-dalam.
Percikan api biru terlihat di sela-sela mulutnya, kemudian Red menelan apa yang ada di mulutnya. Selepas itu, dia membuka mulut lebar-lebar.
Cahaya putih mengembun di dalam mulut Red. Detik berikutnya, cahaya melintas dengan cepat menyerang ke arah Raja Elang yang sudah mendarat di tanah.
Sing!
Booom!
Raja Elang tidak sempat untuk menghindar, dia terkena telak oleh serangan Red tersebut.
Selepas ledakan keras, debu naik ke atas menghalangi penglihatan. Namun, Red masihlah melakukan gerakan kembali.
Dia mengepakkan sayapnya dan melayang naik ke puncak ketinggian. kemudian tiba di langit, sayapnya mulai meringkuk dan Red terjun dengan kuat ke arah Raja Elang.
Merasakan bahaya dari atas, Raja Elang menatap ke arah atas. Dia melihat titik merah tengah melesat ke arahnya dengan kuat.
“Mengaum!” Red bergerak lebih kuat dan dalam sekejap dia tiba di tanah, kemudian menghantam Raja Elang kuat-kuat.
Booom!
Ledakan keras terjadi kembali, cekungan kawah melebar dan berhenti tepat di dekat Ordolf dan Elli.
Gelombang angin menerpa keduanya dengan erat, membuat mereka berdua menahan kuat-kuat gelombang angin tersebut.
To be Continued.
Silakan Like, Comment, Share, Vote dan Hadiahnya.
Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.
__ADS_1
Thank you Minna-san.