Sistem Kekayaan : Pengembalian

Sistem Kekayaan : Pengembalian
Chapter 64 - Sebastian Konma


__ADS_3

Silakan Dibaca.


Arena Pertandingan...


Seluruh mata para penonton, bahkan mata para peserta Grup lainnya, tertuju ke arah Arena Grup B. Mereka semua, melihat seorang tengah berdiri di sekelompok peserta yang terbaring tak sadarkan diri di Arena.


Para penonton dan sebagian peserta menahan nafas mereka ketika melihat pemandangan tersebut. Bagi mereka, mengalahkan banyak orang yang memiliki kemampuan yang begitu kuat, sangatlah mustahil.


Namun, persepsi mereka tumbang ketika melihat sosok orang itu berdiri tanpa ada luka, tanpa ada sobekan pakaian, semuanya utuh seperti saat orang itu masuk ke dalam Arena.


Mereka masih belum sadar, sampai suara robot berteriak dengan keras mengumumkan bahwa orang itu telah menang dan memasuki Turnamen nantinya.


“Pemenang dari Grup B, Ryu Adam!!”


Seluruh penonton dan sebagian peserta akhirnya sadar, mereka menatap ke arah Ryu dengan tatapan ngeri untuk peserta, sementara untuk penonton, mereka menjadi lebih meriah.


“Wooo... Siapa bilang dia tidak bisa mengalahkan seluruh Grup B?”


“Sungguh pertarungan yang menegangkan...”


“Kakak Ryu, jadikan aku muridmu...”


“Kya~ Kakak Ryu sangat tampan...”


“Ryu!!”


“Ryu!!”


Seluruh penonton bersorak dengan heboh. Mereka benar-benar menikmati pertandingan yang di bawa oleh Ryu sebelumnya.


Ryu sendiri memandang ke arah para penonton, ia tersenyum sampai membuat para perempuan panas dan pingsan sambil mengeluarkan berbagai cairan.


Ryu menyapu seluruh penonton sampai akhirnya matanya tertuju ke bangku penonton yang ditempati oleh dua istrinya dan dua pengawalnya.


Risa, Yuna, Tera, dan Selina mengetahui Ryu memandang mereka. Keempatnya tersenyum sambil melambai dengan senang. Tentu saja, Ryu membalas lambaian tangan itu, sampai membuat berbagai penonton salah paham akan lambaian tangan itu.


Ryu kemudian berbalik, ia turun dari Arena Grup B. Lalu, di sambut oleh orang-orang yang ia kenal.


“Ryu, kau sangat kuat...” Ito mengakui kekuatan Ryu, ia menyeringai dan menunggu kesempatan untuk bertarung dengan Ryu nantinya.


“Biasa saja, Arena Grup B sudah tidak terpakai. Mungkin akan dipakai oleh Grup lainnya.” Ryu mengalihkan topik tentang dirinya ke topik pertandingan.


“Kau benar, tetapi sepertinya banyak Grup yang mengajukan Battle Royale sepertimu. Selain menghemat waktu, penonton lebih menyukai hal itu.”


Ryu terkejut ketika mendengar perkataan dari Jack. Dampak yang ia bawa ternyata sangat besar, ia sendiri tidak menyadari akan hal itu. Namun, ia mengangguk senang ketika melihat seluruh Grup akan diadakan Battle Royale.


Ryu senang akan hal itu, karena waktu untuk Turnamen tidak terlalu panjang dan lama. Babak seleksi buat saja lebih cepat, kemudian babak penyisihan buat lebih menarik.


Ryu kemudian memandang ke arah papan tentang Grup. Ia sedikit tertarik akan sesuatu tentang Grup. “Aku akan ke sana terlebih dahulu, giliran kalian untuk maju, menangkan. Aku sudah tidak sabar untuk mengalahkan, kalian.”


“Oh, Baji*ngan kecil mulai berani. Tunggu saja, aku akan menyelesaikan akun kita nanti saat di Penyisihan.” Jack terbakar akan semangat, ia dengan ringan pergi dari tempat menuju ke Grup tempatnya berada.


Ito dan yang lainnya juga pergi menuju ke Grup mereka untuk memulai Pertandingan. Ryu memandang sebentar, kemudian berjalan ke arah papan Grup.


Tiba di depan papan Grup, Ryu melihat ada dua puluh Grup. Ia sedikit mengerutkan keningnya ketika melihat bahwa yang maju ke tahap selanjutnya hanya orang yang menjadi pemenang di Grup mereka berada.


Ryu menempati Grup B, jadi hanya dirinya yang akan mewakili Grup B. Begitu juga, untuk yang lainnya.

__ADS_1


Di saat Ryu tengah membaca papan Grup, sosok orang tua besar perlahan-lahan mulai mendekati Ryu. Sosok itu kekar dengan tubuh yang memiliki tinggi sekitar 6 Meter.


Ryu yang tengah membaca, sedikit mengerutkan keningnya ketika cahaya yang menjadi lampu dirinya membaca menghilang di gantikan oleh kegelapan.


“Siapa kau? Mengganggu orang yang tengah membaca.” Ryu berbalik, ia kemudian menatap perut dari orang itu, lalu kepalanya perlahan-lahan mendongak dan matanya bertemu dengan tatapan sosok itu.


Ryu sedikit mengerut ketika melihat sosok itu ialah pria tua yang memiliki tubuh yang sangat kekar. Rambut pria itu sudah putih, berbagai keriput masih terlihat di wajahnya.


Namun, untuk tubuhnya sendiri sangat kekar, bahkan tidak kurus maupun kekurangan gizi dan lainnya. Tubuh Kakek Tua itu benar-benar menentang hukum Bumi.


“Kau Ryu Adam... Bocah bau sepertimu, sungguh berani mengadakan Battle Royale. Beruntung aku tidak satu grup denganmu.”


Ryu menatap Kakek tua itu dengan aneh. Ia sendiri tidak terlalu tahu mengapa kakek tua di depannya terlihat membenci dirinya.


“Kau tahu, Ryu Adam... Kau harus menanggung dosa yang telah dilakukan oleh Ayahmu, kepadaku!!!”


Kakek tua itu mengepalkan tangannya, aura aneh keluar dari tangannya. Detik berikutnya, Ryu sedikit terkejut akan serangan dari Kakek tua itu.


Boom!


Ryu berhasil menghindar, ia kemudian menguatkan otot-otot kakinya dan ia dengan keras menendang perut samping dari kakek tua itu.


“Aku tidak tahu, apa maksudmu... Namun, karena kau ingin mati, maka aku akan memberikannya.”


Bam!


Kakek tua itu terlempar beberapa langkah ke samping, Ryu menyipitkan matanya. Ia mengetahui bahwa kakek tua di depannya bukanlah orang sembarangan.


Banyak peserta yang melihat hal itu, mereka benar-benar terkejut ketika melihat Konfrontasi Ryu dengan seorang kakek tua yang kekar.


Salah satu peserta melebarkan matanya ketika melihat kakek tua kekar itu. Tubuhnya gemetar sambil menunjuk ke arah kakek tua itu.


“Mantan Jendral Angkatan Darat...” Aura kekuatan Kakek tua itu keluar, lantai di bawah kakinya perlahan retak, sampai akhirnya hancur.


“Mata Jahat, Sebastian Konma...”


Mata semua peserta yang berada di dekat konfrontasi Ryu dan Sebastian melebar, mereka benar-benar terkejut akan identitas asli dari Kakek tua kekar itu.


Ryu sendiri tidak terlalu terkejut, ia tahu bahwa kakek tua di depannya ialah mantan seorang angkatan. Kesimpulan yang diambil Ryu adalah, tubuh yang masih kekar dan terdapat berbagai tanda sayatan dan tembakan di mana-mana.


Namun, hal yang membuat Ryu berpikir adalah, apa maksud dari Kakek tua di depannya itu. Ia sangat penasaran dengan dosa yang ditimbulkan ayahnya.


Kesampingkan itu semua, Ryu sebenarnya sangat penasaran seperti apa ayahnya. Kenapa banyak orang menganggapnya legenda hidup, bahkan ada yang menganggap ayahnya adalah orang yang paling bebas.


Namun, sekarang ada orang yang mengatakan ia harus menanggung dosa ayahnya. Ryu benar-benar pusing akan masalah yang ditimbulkan ayahnya itu.


“Hohoho, tendanganmu lumayan untuk pijat tubuhku, Bocah.” Sebastian membuka matanya, siluet cahaya melintas di matanya tersebut.


“Pak Tua, aku sama sekali tidak tahu apa yang kau maksud. Namun, jika kau ingin berkelahi, maka aku tidak akan menahan diri.”


Ryu sama sekali tidak takut akan kakek tua di depannya, ia malah sangat bersemangat ketika bertemu orang yang lebih kuat darinya.


Sebastian sendiri memandang Ryu, ia merasakan tekad aneh dari bocah yang berada di depannya itu. Namun, ketika mengingat wajah ayah Ryu yang tanpa dosa tersenyum, amarah dalam diri muncul kembali.


Sebastian menghilang dalam sekejap, Ryu mengantisipasi akan hal itu. Ia kemudian, melihat Sebastian muncul tepat di depannya sambil mengayunkan telapak tangan dengan cepat seperti seseorang yang akan menampar.


Ryu bereaksi dengan cepat. Ia tidak menghindar, melainkan menguatkan otot-otot di tangan kanannya. Kemudian, ia mengepalkan tangannya dan menyerang ke arah telapak tangan Sebastian.

__ADS_1


Booom!


Ryu terdorong mundur beberapa puluh meter, sementara Sebastian terdorong hanya dua langkah. Tatapan Ryu dan Sebastian saling bertemu, mereka berdua memperbaiki postur tubuhnya kembali.


Namun, sebelum keduanya memulai konfrontasi kembali. Sosok Robot muncul di tengah-tengah mereka.


“Ryu Adam, Sebastian Konma, jika kalian berdua melanjutkan pertarungan dan membuat tempat ini tidak nyaman, dengan berat hati, kalian berdua akan didiskualifikasi dan tidak akan diizinkan mengikuti Turnamen Jalanan kembali.”


Ryu mendengar ucapan Robot itu mengangguk, ia kemudian mengatur nafasnya kembali dan menurunkan kekuatannya, tanda ia tidak akan bertarung kembali.


Sebastian sendiri mengangguk, ia menurunkan postur bertarungnya dan berbalik. “Ingat Bocah, pertarungan kita akan dilanjutkan di atas Ring nantinya.”


Sebastian pergi dari tempat tanpa menunggu jawaban dari Ryu. Robot yang menghentikan konfrontasi keduanya menghilang kembali.


Para peserta menghela nafas lega ketika melihat konfrontasi akhirnya telah selesai, bagi mereka konfrontasi kedua monster di depannya adalah bentuk untuk mengantarkan nyawa mereka ke Yama.


Ryu hanya mendengus ringan, ia memandang ke arah tangannya yang terkepal erat. Kemudian memandang ke arah sosok Sebastian yang perlahan mulai menghilang.


“Aku harus menjadi lebih kuat.” Ryu kemudian berbalik dan pergi menuju ke arah keluar dari ruang seleksi.


Tanpa Ryu sadari, Sebastian yang telah pergi mengeluarkan darah sedikit tepatnya di sudut mulutnya.


***


Ruang pengawas...


Sanda menyeringai ketika melihat konfrontasi antara Ryu dan Sebastian. Ia tidak menyangka, Kakek tua yang sudah berumur dua ratusan tahun akan bertarung dengan seorang bocah.


“Pak Walikota, apakah tidak apa-apa tentang konfrontasi mereka?” Rock sedikit khawatir akan Ryu, bagaimanapun juga, ia tahu identitas dari Sebastian dan apa masalah Seniornya dengan Sebastian itu.


“Tenang saja, Ryu akan mengatasi masalah itu. Mungkin saja, Ryu akan menjadi instruktur baru dari Kelompok yang menurun itu.” Sanda sangat tenang, ia sebenarnya tidak terlalu khawatir akan Ryu.


Baginya, Ryu tidak akan dapat masalah apapun. Bahkan, jika ia mendapatkan masalah, Sanda akan seratus persen menjamin, Ryu akan menyelesaikan masalahnya dengan cepat.


Apalagi terkait Sebastian, Sanda memiliki keyakinan penuh akan Ryu. Masalah yang ditinggalkan Ayahnya pasti akan diselesaikan dengan cepat oleh anaknya itu.


“Kalau Anda berkata begitu, aku akan lebih mempercayainya.” Rock sendiri tak berdaya. Ia masih Level 3 dan melihat konfrontasi Ryu, ia bisa menilai bahwa Ryu memiliki kekuatan Level 3.


‘Bocah ini, bagaimana bisa Levelnya naik begitu mudah...’ Lagi-lagi Rock menghela nafas tak berdaya, melihat pertumbuhan dari Ryu.


***


Ryu sekarang tengah berjalan keluar dari ruang seleksi, ia ingin berjalan-jalan melihat-lihat tempat Turnamen berada.


“Yah, masalah apalagi yang ditimbulkan orang tuaku...”


“Huff, sepertinya selepas ini, masalahku akan terkait militer...”


“Hmm, biarkanlah takdir membawaku ke mana...”


Ryu sama sekali tidak peduli, masalah datang ia akan menyelesaikannya dengan cepat dan mudah.


[To be Continued.]


Silakan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.


Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.

__ADS_1


Thank you Minna-san.


__ADS_2