Sistem Kekayaan : Pengembalian

Sistem Kekayaan : Pengembalian
Chapter 69 - Jack Vs Iko 1


__ADS_3

Silakan Dibaca.


Sepuluh menit kemudian...


Arena Pertandingan yang sebelumnya berkurang, kini penuh kembali. Para penonton memenuhi bangku penonton dengan cepat dan menyiapkan makanan dan minuman mereka untuk menonton jalannya pertandingan kembali.


Banyak dari mereka penasaran dengan pertarungan selanjutnya. Bagi mereka, tontonan orang bertarung dengan kekuatan yang kuat adalah sesuatu hal yang menyenangkan.


“Jadwal untuk putaran ketiga, siapa?”


“Tadi aku melihat di papan depan, bahwa sebelumnya satu lawan lima dibatalkan, serta diganti penyisihan sepenuhnya. Sedangkan, untuk putaran ketiga kali ini. Jack Santa melawan Iko Ran.”


Mendengar Jack Santa disebut para penonton gempar, mereka tidak menyangka akhirnya seorang petinju tangan besi akan melakukan putaran pertarungan.


Sementara itu, mereka juga mengingat Iko Ran. Seorang Pria dengan tubuh kekar dan memakai jaket berumbai. Tampang dan pakaiannya sudah mengidentikkan bahwa pria itu ialah Ketua Preman.


Namun, para penonton terus berpikir berasal dari Preman mana pria itu. Sampai, akhirnya satu orang penonton menyadari siapa Iko Ran sebenarnya.


“Aku tahu, Iko Ran.”


Pernyataan penonton itu membuat penonton lainnya terkejut dan sangat antusias untuk bertanya, kepada penonton yang mengajukan pernyataan itu.


“Siapa Iko Ran?”


“Berasal dari mana Iko Ran? Bagaimana kekuatannya?”


Penonton yang mengucapkan pernyataan tadi, seketika tidak kuat akan pertanyaan para penonton lainnya. Ia kemudian, menjawab dengan ringan sambil mengangkat kedua tangannya.


“Tenang! Tenang, semuanya! Aku akan jelaskan.”


Mendengar itu, semua penonton seketika diam dan menunggu penjelasan dari penonton yang mengetahui siapa Iko Ran.


“Kalian mengetahui, Daerah C kan...”


“Di sana terbagi menjadi lima penguasa yang menduduki tempat sana. Penguasa itu hanya anak jalanan dan preman, juga ada aktivitas mafia.”


“Dua Penguasa seorang Anak SMA, mereka berkuasa tepatnya Distrik 1 sampai 4. Distrik yang menampung para anak-anak muda SMA yang paling nakal dalam sejarah.”


“Nama sekolah itu...”


Namun, sebelum penonton itu selesai menjelaskan. Para penonton melihat ke arah Arena sambil berteriak dengan keras, membuat semuanya melupakan penjelasan penonton sebelumnya.


“Pertarungan akan dimulai.”


“Peserta sudah memasuki Arena.”


“Pertandingan seperti ini, semoga membara seperti sebelumnya.”


Antusias para penonton benar-benar tinggi ketika melihat satu orang terkenal yang tak lain Jack Santa, seorang petinju tangan besi.

__ADS_1


***


Arena Pertandingan...


Jack Santa memasuki Arena, ia menatap ke arah depan, di mana lawannya tengah berjalan keluar sama dengan dirinya.


Mereka berdua saling menatap dengan tajam, bukan karena keduanya tidak suka satu sama lain, bukan juga karena keduanya memiliki dendam atau benci.


Namun, tatapan tajam itu menunjukkan kekuatan mereka masing-masing. Berani menatap tajam, berarti berani menerima pertarungan satu sama lain tanpa ada kecurangan sama sekali.


Keduanya tiba di tengah arena, saling memandang. Jack sedikit lebih pendek dibandingkan Iko Ran yang memiliki tinggi sekitar 250 Cm.


Tubuhnya terbalut dengan kulit yang keras. Ia hanya memakai jaket berumbai, tanpa memakai pakaian apapun menampilkan tubuh yang proporsional.


Alis matanya tebal, iris mata coklat, garis tebasan dari pelipis kiri menuju ke pipi kanan, menambahkan kesan garang, liar, dan kejam.


Robot yang menjadi wasit seketika muncul dari lantai tepat di tengah-tengah kedua peserta itu. Ia memandang ke arah Jack, kemudian beralih ke Iko Ran.


“Sebelum dimulai pertandingan, ingat peraturan sebelumnya.”


“Tidak ada acara membunuh, jika salah satu peserta mengaku kalah, maka pertandingan selesai. Dan jika, salah satu peserta pingsan, maka peserta itu kalah, lalu pertandingan selesai.”


“Paham?”


“Memahami!” Robot mengangguk sedikit, tatapannya ke arah depan. Tangan kanan naik ke atas, kemudian ia berteriak dengan keras dan lantang.


“Pertarungan Jack Santa melawan Iko Ran...” Robot mengayunkan tangannya ke bawah secara vertikal. “Dimulai!”


Booom!


Ledakan yang sangat nyaring terdengar, lengkungan kawah terlihat tepat di bawah tempat kedua pukulan berbenturan satu sama lain.


Jack dan Iko terdorong oleh gelombang kejut mereka masing-masing. Mereka terdorong ke belakang, saling menjaga jarak dan menatap tajam satu sama lain.


“Salam yang menarik!” Jack dan Iko menyeringai ketika melihat kedua pukulan mereka imbang tanpa ada yang kalah dan ada yang menang.


Keduanya memang sengaja mengeluarkan tenaga sedikit untuk melihat kekuatan lawan mereka. Bagi keduanya, lawan yang imbang adalah syarat yang cukup untuk melanjutkan pertandingan.


“Aku mulai!” Jack melesat dengan cepat ke arah Iko.


Iko melihat tindakan Jack, menyeringai. Ia kemudian mengepalkan tangannya dengan erat. “Datanglah, Jack!”


Jack tiba di depan Iko, ia mengayunkan kepalan tangannya ke arah Iko.


Iko merasakan serangan masuk kepadanya. Ia sama sekali tidak takut dan menghindar. Kepalan tangannya, ia ayunkan dengan keras menuju ke depan.


Boom!


Ledakan kembali terjadi, namun ledakan terus-menerus terdengar dan lantai Arena perlahan-lahan mulai membentuk lengkungan kawah di mana-mana.

__ADS_1


Arena benar-benar mengalami kerusakan parah. Retakan besar, Kawah yang besar terbentuk, bahkan ujung Arena semuanya hancur.


Para penonton melebarkan mata mereka melihat pertempuran di Arena. Mereka sama sekali tidak menyangka dengan kecepatan dan kekuatan kedua peserta yang begitu tidak normal.


Para penonton terdiam, mereka benar-benar serius dan fokus melihat pertarungan kedua peserta di Arena pertandingan.


Boom! Boom! Boom!


Ledakan terus terjadi, Robot yang menjadi wasit matanya bersinar merah dengan tanda seru di tengah. Tanda bahwa pertarungan melebihi kapasitas dari ketahanan lantai.


“Perhatian! Perhatian!”


“Melihat pertarungan melebihi dari ketahanan lantai...”


“Lantai Arena akan ditingkatkan ke dalam lantai Emas...”


“Lantai Emas akan dimulai dalam sepuluh detik.”


Para penonton mendengarkan perhatian tersebut. Mereka tercengang akan perubahan lantai Arena, mereka tahu bahwa intensitas pertarungan sangatlah kuat.


“Lantai Emas...”


“Baru kali ini terjadi di Arena Pertandingan.”


“Meski begitu, memicu Lantai Emas, mengisyaratkan bahwa kedua peserta itu kuat dan berada di Level 3.”


Para penonton lainnya mengangguk, mereka setuju akan pernyataan tersebut. Lantai Emas memang hanya bisa dipicu ketika Petarung Level 3 bertemu dengan Petarung Level 3.


Namun, bukan sembarang Level 3. Hanya ada sekian petarung Level 3 yang bisa membuat kerusakan melebihi dari Level 3 rata-rata.


Para penonton memandang ke arah Arena. Sekarang Lantai putih yang hancur, berubah menjadi Lantai Emas. Mereka juga memandang ke arah peserta yang tengah bertarung satu sama lain.


***


Di Arena Pertandingan, Jack dan Iko menyadari perubahan lantai. Keduanya menyeringai dan mulai mengayunkan pukulan mengakhiri konfrontasi mereka berdua.


Booom!


Iko terdorong mundur lima meter, sementara Jack hanya terdorong mundur tiga meter. Meski dorongan Jack unggul dari Iko, ia masih tidak menganggap Iko remeh.


“Mari tingkatkan kekuatan kita!” Jack berteriak dengan keras.


Iko yang mendengar suara Jack, ia menyeringai dan mengepalkan tangannya dengan erat. Otot-otot miliknya berkontraksi.


Jack melihat hal itu, ia menyadari bahwa Iko menanggapi teriakannya. Jack menyeringai, ia mengepalkan tangannya dan melakukan posisi petinju profesional.


To be Continued.


Silakan Like, Comment, Share, Vote, dan Hadiahnya.

__ADS_1


Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.


Thank you Minna-san.


__ADS_2