Sistem Kekayaan : Pengembalian

Sistem Kekayaan : Pengembalian
Chapter 90 - Isana


__ADS_3

Silakan Dibaca.


Depan rumah sakit Arshna.


Ryu, Risa, Yuna, dan Alice memandang ke depan, Alice gemetar mendengar suara perempuan itu. Ia paling mengetahui suara siapa itu.


Alice menegakkan kepalanya, lurus ke depan terlihat perempuan cantik tengah tersenyum misterius terhadapnya. Senyum itu penuh akan arti, entah itu baik atau buruk.


“Kak Isana..” tubuh Alice gemetar, ia benar-benar ketakutan dengan perempuan di depannya. Ia paling mengenal karakter perempuan itu.


Ryu memandang ke arah perempuan di depannya, entah kenapa ia mengerutkan keningnya ketika melihat perempuan itu. Juga ia menjadi waspada ketika melihat Alice gemetar.


Jejak cahaya melintas di mata Isana, kemudian ia menghilang dan muncul di depan Alice sambil mengayunkan tangannya untuk menyentuh Alice.


Namun, saat ia tiba di depan Alice. Ryu tepat berada di depannya dan memegang tangannya dengan erat, serta tatapannya menajam ke arah Isana.


“Apa yang ingin kamu lakukan?” tanya Ryu dengan ekspresi dingin, aura miliknya keluar dan menyentak ke arah Isana dalam sekejap.


Isana terkejut dan mundur beberapa langkah, ia menatap ke arah Ryu dengan ekspresi setengah serius.


‘Level tiga? Namun, kenapa kekuatannya hampir sama dengan Level lima..’ batin Isana, ia sedikit terkejut ketika melihat adegan tersebut.


Namun, Isana tetaplah tenang di luar. Ia tidak terlalu menganggap Ryu serius seperti sebelumnya, namun jejak ketertarikan muncul dalam hatinya.


Alice yang melihat konfrontasi di depannya, ia benar-benar terkejut. Ia tidak menyangka Ryu dapat menahan Isana, namun Alice segera menyadari bahwa Isana masih menahan.


“Kamu laki-laki yang menarik, namun kamu memukul seseorang yang seharusnya tidak kamu pukul.” Kata Isana dengan nada ringan.


Dirinya bisa melihat bahwa potensi Ryu besar, namun sifat percaya diri dan sombong yang dimilikinya, benar-benar masalah. Apalagi sekarang memprovokasi seseorang yang tinggi.


Masa depannya jelas, tanpa cahaya.


Isana benar-benar meremehkan Ryu, dirinya belum tahu latar belakang yang dimiliki oleh Ryu. Namun, Ryu sendiri tidak ingin menggunakan kekuatan keluarga.


Ryu selalu memakai prinsip, sombonglah dengan kekuatanmu sendiri daripada sombong dengan kekuatan keluarga.


Sekarang, Ryu menatap ke arah Isana. Ia tahu bahwa Isana menahan diri saat melawan dirinya.


“Apakah kamu meremehkanku?” tanya Ryu, ia menatap tajam ke arah Isana. Baginya perempuan di depannya ini sedikit berbahaya.


‘Nafasnya hampir sebanding dengan Mantan Jendral itu.. apakah itu nafas Level lima.’ Batin Ryu, ia sendiri hafal nafas orang yang dirinya lawan sebelumnya.


Ryu juga tahu bahwa Mantan Jendral sebelumnya masih menahan diri. Bukan karena kasihan, melainkan luka di dalam tubuh yang membuatnya harus mundur begitu jauh.


Dari Level asli turun menjadi Level lima, kemudian di saat ia memaksakan diri hanya bisa berada di Level tujuh beberapa menit.


Ryu sudah meneliti hal itu semenjak bertarung dengan Mantan Jendral tersebut.


“Fufufu~ bagaimana menurutmu?” tanya Isana dengan tawa kecil sambil menatap ke arah Ryu dengan penuh ketertarikan.

__ADS_1


Ryu muram, ia benar-benar ingin memukul perempuan di depannya tersebut. Namun, banyak orang yang berada di sekitarnya sekarang.


“Apa tujuanmu?” tanya Ryu dengan tatapan tajam, perempuan di depannya benar-benar misterius. Ia tidak bisa menebak keinginan perempuan di depannya.


Ryu tahu bahwa itu terkait dengan Alice, namun dari mata perempuan itu sama sekali mengabaikan Alice dan terpaku ke arahnya.


“Apakah kau ingin menyeretku ke keluarga Arkan? Maaf, aku menolak.” Tebak dan jawab dengan tegas oleh Ryu.


Isana tidak menjawab. Melainkan ia mengawasi mereka berempat dan kemudian berbalik. “Kali ini kalian kulepaskan, selanjutnya berhati-hatilah karena keluarga Arkan bukan keluarga yang bisa kalian remehkan.”


Ryu tidak mengendurkan kewaspadaannya, sampai akhirnya perempuan itu pergi dengan taksi menuju ke suatu arah.


Alice menghela nafas panjang kali ini, jantungnya berdetak sangat kencang ketika bertemu dengan Isana.


Momentum perempuan itu sangatlah kuat, namun Ryu masih bisa mengimbanginya tanpa mengeluarkan seluruh kekuatannya.


Risa dan Yuna saling melirik satu sama lain, keduanya ketika melihat Isana yang begitu kuat. Entah kenapa dalam hati mereka ingin menjadi lebih kuat.


Meski para perempuan lebih cenderung menyerap energi laki-laki, namun keduanya tidak bisa mengatasi energi yang terus mengalir dalam tubuh mereka.


Bukan karena mereka buruk dalam menyerap, namun Ryu sama sekali tidak memberikan waktu mereka menyerap dengan sempurna.


Alhasil energi terus menumpuk dan akhirnya mereka pingsan sambil menyerap energi tersebut tanpa sadar.


Ryu sedikit melirik ke arah Risa dan Yuna, ia bisa merasakan keinginan kuat dari istrinya. Bagaimanapun juga ia terhubung dengan istrinya itu.


‘Sepertinya saat melihat perempuan itu, kedua Istriku ingin menjadi lebih kuat.’ Batin Ryu, kemudian sudut mulutnya naik sedikit.


Ia sekarang perlu meningkatkan kekuatannya sampai Level lima agar bisa melawan keluarga besar tersebut.


“Un.” Jawab Risa dan Yuna sambil mengangguk dengan patuh. Alice sendiri masih linglung, namun ia tetap mengangguk.


Mereka berempat mulai memesan taksi dan kembali ke Mansion.


***


Tiba di Mansion Ryu.


Keempat orang itu turun dari taksi. Mereka masuk dan melewati taman yang luas, kemudian masuk ke dalam rumah.


“Aturlah tempat tidurmu, aku akan keluar sebentar.” Kata Ryu, ia berbalik dan keluar dari rumahnya.


Risa dan Yuna penasaran, namun mereka mengangguk dan mulai memegang tangan Alice, lalu pergi menuju ke lantai dua.


Ryu sendiri sudah berada di luar pintu, ia sejak keluar dari rumah sakit selalu mengaktifkan persepsinya untuk mengetahui apakah ada seseorang yang mengikutinya.


Namun, Ryu tidak menemukan seseorang yang mengikutinya sama sekali. Hal itu, membuatnya menaikkan sudut mulutnya sedikit.


“Dengan begini mereka aman, mungkin besok aku akan membawa mereka menuju ke pulau beruang.” Gumam Ryu.

__ADS_1


Kemudian memandang ke arah ruang pelatihan yang sudah ditingkatkan ke tingkat di mana bisa menahan kekuatan Level tujuh.


“Waktunya pelatihan.” Ryu melangkah menuju ke ruang pelatihan, ia melangkah dengan santai dan tak butuh waktu lama tiba di depan pintu.


Ryu masuk ke dalam dan benar-benar terpana dengan ruang pelatihan kali ini. Bukan hanya ruangan semakin luas, melainkan ada beberapa fungsi baru.


“Ini ruang latihan terbaru..” Ryu benar-benar terkejut, ia melihat fungsi yang berada di tembok putih di dekatnya.


(Silakan pilih metode pelatihan.)


(- Prajurit tanpa batas.)


(- Ruang Gravitasi : Maks 30 kali.)


(- Ruang Kemampuan.)


(- Terkunci, Tingkatkan Ruang Pelatihan.)


Melihat tiga pilihan, Ryu benar-benar senang. Namun, ketika melihat pilihan keempat masih terkunci, ia mengangguk paham.


“Prajurit tanpa batas, apakah ini mengeluarkan berbagai prajurit?” gumam Ryu dengan penuh pertanyaan.


(- Prajurit tanpa batas.)


(Pelatihan dengan barisan prajurit yang kuat untuk menyerang Tuan Rumah. Prajurit memiliki kemampuan bertarung acak.)


(- Jumlah prajurit : Maks 10 Kali Peningkatan.)


(- Level : 1 sampai 5.)


Ryu melebarkan matanya, namun segera menjadi tenang ketika melihat hanya sepuluh prajurit yang bisa dikerahkan.


“Sepuluh, meski begitu kemampuan mereka acak. Sepertinya ini menarik, namun kemampuan mereka aktif jika aku memilih Level lima.” Kata Ryu.


Ia kemudian mengurungkan niatnya untuk bertanding dengan para prajurit. Ia memilih ruang gravitasi dengan ukuran dua kali dari biasanya.


Umumnya gravitasi di tempat Ryu ialah sepuluh. Satu gravitasi memiliki tekanan seberat satu kilogram.


Hal inilah yang membuat bayi yang baru lahir akan ditaruh di inkubator, selepas satu bulan. Bayi bisa di ambil kembali.


Ryu seketika merasakan berat tekanan meningkat menjadi dua puluh gravitasi. Ia sedikit tertekan, namun mencoba untuk membiasakan diri terlebih dahulu.


Dalam hati Ryu selalu terucap satu kalimat terus menerus.


‘Harus menjadi kuat..’


To be Continued.


Silakan Like, Comment, Share, Vote, dan Hadiahnya.

__ADS_1


Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.


Thank you Minna-san.


__ADS_2