
Silakan Dibaca.
Rumah Ryu.
Pintu terbuka, keluarlah tiga orang yang tak lain, Ryu, Risa, dan Yuna. Ketiganya keluar berencana pergi menuju ke Daerah B. Di mana Event yang ingin mereka ikuti berada.
Event Lautan Misteri.
Event ini diselenggarakan setiap setahun sekali, di mana Event ini akan berlangsung tepat di atas laut. Para peserta yang mengikuti Event harus berada di Level 2 dan Level 3.
Event ini diselenggarakan menggunakan kapal pesiar yang besar. Kapal yang dapat mengangkut sekitar 340 orang. Namun, Event ini ada sekitar 12.000 orang yang mengikuti.
Tugas dari Event ini di bagi menjadi dua. Mudah dan Sulit.
Tugas yang mudah adalah menemukan beberapa alat yang sesuai dengan isi tugas tersebut. Namun, alat yang sesuai tidak sembarangan, karena akan ada tanda sendiri.
Tugas yang sulit adalah menemukan alat yang dilempar ke laut lepas, juga menemukan seseorang yang menghilang beberapa ratus tahun yang lalu.
Orang yang menghilang itu ialah perempuan, meskipun umur sekitar 145 tahun. Tubuhnya masih di bilang berumur 28 tahun.
Berbagai poster pencarian akan diberikan kepada orang-orang yang ikut dalam Event tersebut.
Kesulitan dalam Event ini ialah, setiap Event ini dilaksanakan. Ada satu orang perempuan yang akan selalu menghilang dalam sekejap.
Event ini dilarang, akan tetapi berbagai perusahaan terkaya dan terkuat selalu mendukung penyelidikan kasus hilangnya para perempuan.
***
Sekarang, Ryu dan kedua istrinya tengah duduk di mobil bersama dengan Tera dan Selina. Ke lima orang itu, akan ikut dalam Event terkenal itu.
Ryu sebenarnya sedikit khawatir. Namun, jika ada yang menyakiti kedua istrinya. Semua orang di kapal pesiar, akan Ryu bunuh tanpa ampun.
Ryu tahu bahwa kali ini, pasti akan ada penculikan kembali. Ia sendiri tertarik untuk menangkap dan menghancurkan tubuh dari penculik itu.
“Nah, Sayang... Apakah kita akan menangkap penculik perempuan itu?”
“Nanti kita lihat saja... Entah kenapa, aku juga tertarik dengan Event ini.”
Ryu tertarik karena ia juga menyukai Detektif. Ia sebenarnya berharap, bereinkarnasi di mana berbagai kasus selalu ada dan ia ikut andil dalam penyelesaian.
Namun, ia ditakdirkan di tempat yang sama. Di mana Uang dan Kekuatan bicara. Ryu masih beruntung sekarang karena adanya Sistem. Jika, tidak... Habislah dirinya.
Ryu menggelengkan kepalanya, ia kemudian memandang ke arah luar kaca mobil. Kota yang memiliki Gedung menjulang tinggi, benar-benar berbeda dari kota ia tinggal sebelumnya.
“Tuan, Perusahaan Kosmetik mulai bergerak. Mereka sudah mulai meneliti dan membuat produk yang Anda inginkan.”
Ryu tersenyum, ia mengangguk. “Baguslah, sekarang kita memiliki Restoran kecil dan Perusahaan Kosmetik. Oh, aku hampir lupa dengan Perusahaan Penerbit.”
__ADS_1
Tera fokus mengemudi, ia juga mendengarkan perkataan Tuannya. Kemudian, ia bertanya, “Tuan, bagaimana kalau kita membuat beberapa Bar. Keuntungannya juga lumayan, juga kita dapat dengan cepat memiliki Koneksi Bawah Tanah.”
Ryu mengerutkan keningnya, ia belum tahu terkait Bawah Tanah. Ia sendiri berpikir sebentar, kemudian menjawab, “Aku belum tahu, apa itu Bawah Tanah... Namun, sepertinya orang-orang yang berada di sana, relatif bukan sembarangan.”
Tera mengangguk, kemudian berkata, “Itu benar, Tuan. Bawah Tanah sendiri ada Yakuza, Mafia, Polisi Gelap, Pembunuh Bayaran, dan Organisasi Hitam.”
Ryu sedikit terkejut, ia hanya tahu Yakuza dan Mafia, untuk pembunuh bayaran, ia belum pernah bertemu sama sekali.
“Kirimkan saja dokumen terkait Bawah Tanah nanti. Sekarang, kita hampir sampai ke tempat Event berlangsung.”
Tera mengangguk, kemudian mobil bergegas pergi menuju ke arah Event berlangsung.
Tak butuh waktu lama, Tera sudah memarkirkan mobil tepat pada tempatnya. Kemudian, kelima orang yang berada di dalam mobil keluar semuanya.
Kelima orang itu, langsung menjadi sorotan berbagai orang. Hal itu karena, Ryu yang sangat tampan dan kedua istrinya yang sangat cantik, membuat berbagai orang mendapatkan ilusi.
Ryu memiringkan kepalanya, ia kemudian merasakan dua tangannya di pegang oleh Risa dan Yuna di masing-masing sisi.
“Sayang, mari pergi ke tempat pendaftaran.”
Ryu mengangguk, kemudian ia memberi isyarat kepada Tera untuk mengikuti. Tera mengangguk, kemudian Selina memegang tangan Tera.
Kelima orang itu berjalan menuju ke Kapal Pesiar Nomor tiga dari kiri, kelimanya segera mendaftar dengan cepat. Kemudian, masuk ke dalam kapal pesiar.
Namun, di saat akan masuk ke kapal pesiar. Ryu menyadari ada yang menatap kedua istrinya dengan intens. Mengisyaratkan bahwa target telah dikunci.
Risa dan Yuna menyadari perubahan Ryu sebelumnya, keduanya mengerti bahwa Ryu dalam suasana hati yang buruk.
“Sayang, apakah kamu tak apa?” Risa berbisik dengan ekspresi khawatir. Ryu mengangguk, kemudian berbisik dengan pelan.
“Kalian akan diincar, jadi... Hati-hati.” Risa dan Yuna terkejut mendengar penjelasan suaminya. Keduanya menajam, mereka juga mendapatkan keterampilan mirip dengan Ryu, tetapi masih di bawah Ryu sendiri.
Tera dan Selina menyadari perubahan suasana Tuannya. Ia tahu bahwa orang yang dimaksud penculik itu, sudah menargetkan kedua istri Tuannya.
Tera menyeringai, ia benar-benar sudah siap untuk mengacaukan acara Event ini dan membunuh berbagai orang-orang nantinya. Jika, kedua istri Tuannya di culik.
“Sayang, apa yang akan kita lakukan?”
“Tunggu, sinyal dari Tuan. Meskipun, kedua istri Tuan di incar. Kita hanya bisa mengunci pergerakan lawan, ketika berada di Pesiar.”
Selina mengangguk, ia membenci penculik perempuan. Ia tahu, bahwa penculik itu adalah orang yang ingin bermain dengan para perempuan.
Kedua penjaga Ryu dan Istri sudah bersiap-siap untuk hal yang terburuk nantinya.
***
Di atas kapal Pesiar, seorang pria tua menatap ke arah luar kaca dengan senyum tak terlukiskan. Ia benar-benar menanti, hari di mana penculik perempuan akan di tangkap hari ini.
__ADS_1
Pria tua itu yakin akan penangkapan penculik itu, ia yakin karena ada seseorang yang ia kenal ikut dalam Event terkenal ini.
Sekarang, terlihat seorang pria besar penuh otot, berjalan ke arah Pria Tua itu. Kemudian, pria besar itu menunduk dan berkata dengan jelas.
“Lapor, Walikota... Ryu Adam sudah memasuki kapal Pesiar. Ia masuk bersama dengan dua istri dan dua pengawalnya.”
Pria tua yang tak lain Walikota Arshna menyeringai. Ia mengangguk dan mengangkat tangannya. Pria berotot membungkuk dan pergi dari tempat.
Pria Tua masih memandang ke arah luar kaca, ia kemudian berbalik dan menuruni tangga sambil berkata, “Aku mengandalkanmu, Bocah...”
***
Dalam kamar VIP, terlihat seorang laki-laki dengan pakaian putih dan jas hitam tengah memakai sepatu berwarna hitam.
“Semuanya selesai... Kemudian, Pisau Naga, Pakaian, dan Topi sudah siap.”
“Aku tidak menyangka seorang Chef liar sepertiku akan mengikuti Event terkenal ini. Entah kenapa, aku tertarik dengan penculik ini...”
Pria itu mengencangkan sarung tangan putihnya dan tersenyum misterius. “Yah, juga... Pemuda itu ternyata naik ke Kapal Pesiar.”
“Semoga ia bisa melindungi kedua istrinya, Sang Chef, Joichiro... Tidak, lebih tepatnya... Ryu Adam.”
Pria itu melangkah keluar dari kamar miliknya berada. Sedikit jentikan ringan, pintu tertutup dengan rapi dan beberapa peralatan dan pakaian menghilang dalam sekejap.
***
Beberapa menit kemudian...
Hal yang ditunggu-tunggu akhirnya tiba, semua kapal pesiar mulai berlayar menuju ke tengah lautan. Di mana, lautan itu ialah misteri menghilangnya para perempuan berada.
Ryu menatap ke laut, kemudian ia berkata dalam hatinya sendiri.
“Akan kutemukan penculik itu. Kemudian, meremukkan seluruh tulangnya tanpa tersisa sama sekali.”
Kedua istrinya yang berada di sebelahnya, juga berpendapat sama dengan Suaminya tersebut.
Event Lautan Misteri...
Dimulai...
[To be Continued.]
Silakan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.
Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.
Thank you Minna-san.
__ADS_1