Sistem Kekayaan : Pengembalian

Sistem Kekayaan : Pengembalian
Chapter 52 - Bersantai


__ADS_3

Silakan Dibaca.


Kapal Pesiar B.


Di atas Dek lantai kedua, terlihat berbagai orang tengah berenang di kolam renang tempat atas.


Di tepi Dek lantai dua, terdapat tiga orang tengah berbaring di kursi yang sama, sambil menikmati pemandangan lautan yang begitu luas.


Ketiga orang yang berbaring ialah, Ryu, Risa, dan Yuna. Mereka memilih untuk santai daripada fokus ke dalam Event yang berlangsung.


“Nikmati fasilitas yang disediakan dengan sebaik mungkin...”


Ungkapan Ryu benar-benar sesuai. Mereka ikut Event, akan tetapi bersantai adalah hal yang harus mereka lakukan untuk sekarang.


Ryu meminum es jeruk yang ia pesan sebelumnya, ia meminumnya sambil memandang ke arah laut sambil mendengarkan laporan yang di sampaikan Tera.


Risa dan Yuna yang akan menjadi target penculikan, hanya santai. Mereka tidak takut akan penculik, keduanya percaya kepada Suaminya.


“Hades, Lucas, Lucy, dan Saul... Keempat orang ini yang sebelumnya, mengikuti Event ini, mereka sekarang berada di Pesiar B seperti kita, Tuan.”


Ryu kemudian menjawab, “Coba terus selidiki keempat orang ini dengan korban sebelumnya. Oh juga, abaikan yang tidak berhubungan dengan korban.”


“Baik, Tuan.”


Ryu kemudian merasakan ada seseorang datang ke arahnya, ia melirik sebentar dan menutup matanya.


“Hai, bisakah kita berkenalan?”


Risa yang berada di dekat orang itu, ia memandang sekilas. Kemudian, memandang ke arah Ryu yang mengangguk kecil.


“Bukankah tidak sopan menanyai nama seseorang terlebih dahulu...”


Laki-laki itu tertegun, ia sedikit menahan rasa malunya dan berkata sambil tersenyum tulus.


“Namaku Lucas, aku hanya seorang mahasiswa normal. Aku juga seorang pemijat di Kapal Pesiar ini.”


“Oh... Namaku Risa.” Risa menjawab dengan acuh, ia hanya mengungkapkan namanya saja.


Lucas sedikit tidak senang, kemudian ia masih mempertahankan ketenangan dirinya. Lalu, ia mulai memuji Risa.


“Namamu sangat indah...” Risa hanya mengangguk datar. Lucas mulai tidak senang, ia kemudian izin pergi terlebih dahulu, lagi-lagi Risa mengangguk saja.


Lucas berbalik dengan geram, tatapannya menjadi sedikit liar. Namun, segera kembali ke tampilan normalnya.


Ryu yang menutup matanya, merasakan perubahan mental Lucas. Ia membuka matanya, akan tetapi pandangannya bukan ke Lucas.


Sorot mata Ryu terkunci ke arah seorang laki-laki tua yang tengah duduk di tangga. Sorot mata laki-laki tua, terus memandang ke sekitar.

__ADS_1


Ryu tidak memandang laki-laki tua itu kembali. Ia berbaring kembali dan menatap ke arah Risa. “Bagaimana menurutmu selepas di goda laki-laki lain?”


Risa mengedutkan bibirnya, ia kemudian mencubit Ryu sambil memutar cubitannya. Yuna melihat tingkah keduanya tertawa kecil, kemudian ia memandang ke arah laut kembali.


“Nah, Sayang... Apakah menurutmu barang yang hilang di laut dapat ditemukan?” Yuna mengajukan pertanyaan yang membuat Ryu berpikir sebentar.


“Aku tidak bisa menjamin. Namun, menurutku... Sama sekali tidak bisa jika tidak memiliki Alat Deteksi.”


Yuna mengangguk, kemudian memandang ke laut kembali. Ryu dan Risa juga sama-sama memandang ke laut.


Tak lama kemudian...


Terdengar suara dari dek lantai tiga, di mana ada seorang pria tua yang Ryu tatap sebelumnya.


“Semuanya, Mohon Perhatiannya...” semua orang yang tengah bermain dan bersantai di lantai satu dan dua memandang ke arah lantai tiga.


“Namaku Luke Abrian, aku adalah penyelenggara Event ini. Kalian semua pasti mengetahui, apa tujuan dari Event ini...”


“Tujuan dari Event, ialah menemukan putriku yang menghilang beberapa ratus tahun yang lalu. Juga, beberapa putri dari perusahaan-perusahaan terkenal juga menghilang...”


“Event kali ini sungguh meriah, karena kami menyewa beberapa kapal pesiar. Semoga penculikan perempuan segera di atasi...”


Luke memandang ke arah sekitar, kemudian menundukkan kepalanya sedikit, tanda meminta bantuan.


Ryu memandang Luke, ia tahu bahwa pria tua itu sebenarnya pasrah akan putrinya yang menghilang. Bagaimana tidak, seorang perempuan yang telah menghilang selama 100 tahun lebih.


‘Beruntung ini bukan Bumi, jika di Bumi, pasti perempuan itu akan mati.’


“Itu benar, sebentar lagi akan ada orang yang membagikan kita lembaran untuk melihat apa saja yang dicari.”


Ryu mengangguk dengan pengarahan Yuna. Ketiganya menunggu lembaran yang akan dibagikan nantinya.


***


Tak butuh waktu lama...


Tiga staf kapal mendekati Ryu dan kedua istrinya. Kemudian, para staf membagikan lembaran kepada ketiganya. Namun, semua diterima oleh Ryu.


Tiga staf kemudian pergi, akan tetapi ada satu staf yang sedikit kurang senang dengan aksi Ryu. Namun, ekspresi kurang senangnya tidak terlihat oleh dua staf lainnya.


Ryu sudah menyadari ada yang salah. Ia sedikit mengerutkan keningnya karena, ada berbagai orang yang ingin mengincar Istrinya.


Ryu mengambil lembaran yang di bawa oleh staf sebelumnya. Ia membalikkan lembaran dan terlihat ada Stiker aneh. Sementara, lembaran lain tidak ada sama sekali.


Ryu menghancurkan kertas yang ada stikernya dan membuangnya ke laut. Ryu kemudian memberikan dua lembaran tersisa kepada kedua istrinya.


“Ada yang menaruh hal aneh ke lembaran tadi.” Risa dan Yuna mengangguk, keduanya sebenarnya sudah tahu ketika suaminya meremas kertas sebelumnya.

__ADS_1


Ryu sebenarnya ingin menangkap staf sebelumnya. Namun, ia akan menangkapnya nanti. Sekarang, Ryu lebih fokus untuk menjelajahi kapal pesiar yang ia tumpangi.


“Ayo kita jalan-jalan,” ajak Ryu, sedangkan Risa dan Yuna saling memandang, kemudian memegang masing-masing tangan Ryu. Lalu, mereka mulai berjalan menelusuri Kapal Pesiar.


***


Ryu dan kedua istrinya tiba di belakang kapal Pesiar, mereka memandang lautan yang luas, angin yang begitu sejuk melintas.


Ryu dan kedua istrinya menikmati pemandangan di belakang kapal pesiar. Sebelumnya mereka memandang ke arah depan kapal pesiar, sekarang ganti belakang kapal pesiar.


“Yo, Nak... Apa yang kamu lakukan di sini?”


Mendengar suara pria tua, Ryu dan kedua istrinya memandang ke arah asal suara. Ryu mengerutkan keningnya ketika melihat pria tua yang ia kenal.


“Paman Sanda, kita bertemu kembali...”


“Ya, jadi apa yang kamu lakukan di sini. Apakah mengikuti Event ini?”


Ryu mengangguk, kedua istrinya juga mengangguk bersama.


“Yah, aku sebenarnya berharap kamu bisa menangkap penculik itu. Aku benar-benar tidak mengetahui sekarang keberadaan anak itu.”


Ryu mengerutkan keningnya, ia bingung harus menanggapi bagaimana. Tiba-tiba Paman datang, lalu mengeluh serta menyanjungnya.


“Nah Paman, siapa yang hilang dari anggota keluargamu?”


Mendengar pertanyaan Ryu, Sanda menaikkan alisnya. Namun, sebelum ia menjawab. Ponsel Ryu berdering menandakan ada yang menghubunginya.


“Tuan, aku sudah menyelidiki semuanya, kasus ini sebenarnya bisa dibilang rumit.”


“Apa maksudmu?”


“Bukan hanya, anak perempuan si Tua Luke saja. Namun, Putri Walikota juga terlibat akan insiden penculikan perempuan ini.”


Ryu memandang ke arah Sanda, ia entah kenapa melihat bahwa wajah Sanda menjadi serius ketika menyangkut Walikota.


“Lanjutkan...”


“Tuan, Putri Walikota sebenarnya sudah pernah kita temui. Kita juga sudah mengantar Putri Walikota ke rumahnya kemarin malam sebelum penyerangan.”


Ryu melebarkan matanya, ia kemudian tanpa sadar berkata diikuti oleh Tera.


“Melissa...”


[To be Continued.]


Silakan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.

__ADS_1


Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.


Thank you Minna-san.


__ADS_2