
Silakan Dibaca.
Hutan pulau.
Ledakan keras terjadi di hutan pulau. Angin kencang menerpa dinding yang berdiri mengelilingi hutan tersebut. Para rombongan yang berada di atas dinding menatap ke arah hutan pulau dengan mata lebar.
Terlihat kawah yang begitu besar terbentuk di tengah-tengah hutan pulau. Para monster yang berada di dekat terjadinya ledakan, berbaring di kawah tersebut.
Di tengah-tengah kawah, terlihat satu sosok orang tengah duduk di atas tubuh sosok ular yang panjang. Sosok orang tersebut tak lain ialah Ryu, ia telah berhasil mengalahkan Ular Kebesaran.
Ryu terengah-engah, ia benar-benar kelelahan karena monster ular tersebut menggunakan keterampilan ekspansi. Semacam keterampilan memperbesar tubuh sampai batas maksimal.
Ryu memandang ke arah ular kebesaran, ia tidak menyangka bahwa ular yang hanya memiliki tubuh satu meter dan panjang beberapa puluh meter, dapat berubah menjadi ular yang memiliki tubuh raksasa.
Kemudian, Ryu mengalihkan pandangannya ke sekelilingnya. Ia dapat melihat bahwa kerusakan yang dirinya buat sangatlah besar. Ia memandang kerusakan tersebut sambil tersenyum canggung. Bagaimanapun juga, ia terlalu menikmati pertarungan tanpa mengetahui lingkungan sekitarnya.
“Yah, benar-benar kacau. Nanti aku akan memberikan kompensasi terkait kerusakan ini.” Ryu bergumam pelan sambil menganggukkan kepalanya.
Detik berikutnya, Ryu merasakan kehadiran di sekitarnya. Ia melihat para rombongan yang bersamanya serta berbagai prajurit tengah berjalan ke arahnya.
“Sayang.” Ryu menatap ke arah dua perempuan yang berteriak memanggil dirinya. Ia tersenyum dan mulai berdiri dari duduk, namun saat akan berdiri. Ia merasakan bahwa kakinya tidak stabil dan akhirnya jatuh duduk kembali di tempat.
Risa dan Yuna memandang ke arah suaminya, melihat suaminya terjatuh dan duduk kembali di tempat. Keduanya segera berlari menuju ke tempat suaminya berada tersebut.
Alice yang berada di dekat Risa dan Yuna, juga ikut berlari. Ia sendiri khawatir akan keadaan Ryu, bagaimanapun juga baru kali ini dirinya melihat Ryu bertarung dengan makhluk yang lebih kuat dari dirinya.
Ketiganya segera tiba di tempat Ryu. Risa dan Yuna segera memeluk suaminya tersebut, namun Alice segera menghentikan kedua perempuan tersebut. “Berhenti dulu, biarkan aku memeriksa kondisi tubuhnya.”
Risa dan Yuna yang ditegur oleh Alice tidak marah, melainkan mereka memberikan jalan untuk Alice memeriksa kondisi tubuh suaminya tersebut.
Alice mengangguk, ia duduk di dekat Ryu. Kemudian memeriksa setiap organ tubuh Ryu, memastikan apakah ada sesuatu yang terluka atau kelainan lainnya.
__ADS_1
Tak butuh waktu lama, Alice mengangguk tanda bahwa kondisi tubuh Ryu baik-baik saja. “Dia tidak terluka, namun energi di dalam tubuhnya benar-benar terkuras habis. Perlu istirahat sebentar dan dia akan dapat bergerak kembali.”
“Terima kasih, Alice.” Ryu mengungkapkan rasa terima kasih terhadap Alice, jika tidak ada dia. Kemungkinan besar, kedua istrinya akan menjadi lebih khawatir dari sebelumnya.
“Sama-sama, itu sudah kewajibanku sebagai dokter.” Alice tersenyum menatap ke arah Ryu yang berbaring di atas ular kebesaran tersebut. Risa dan Yuna yang melihat interaksi tersebut, mulai berjalan tanpa suara menuju ke belakang Alice.
Keduanya dengan cepat memeluk dan mendorong Alice ke dalam tubuh Ryu. Sementara Ryu sendiri terkejut dan ia dengan cepat menangkap dan memeluk ketiganya. Alice terkejut, namun ketika ia merasakan tubuhnya dibungkus oleh tangan yang hangat, ia memerah seketika.
Sekelompok orang yang berjalan ke kawah melihat adegan tersebut, seketika berubah menjadi ikan asin. Para prajurit mengedutkan bibirnya ketika melihat hal itu, mereka juga melihat seluruh atasannya memiliki pasangan masing-masing.
‘Sial*an, kita menjadi bola lampu di sini,' batin para prajurit sambil menangis di dalam hati mereka masing-masing.
“Ryu, turunlah dari ular ini. Juga, jangan bermesraan terlebih dahulu,” teriak Sanda membuat Ryu melepaskan pelukannya dan mulai duduk sambil memandang ke arah para rombongan dan para prajurit di depan.
“Baik, Paman.” Ryu mengangguk, kemudian ia merasakan bahwa tubuhnya telah sepenuhnya stabil. Ia dengan cepat berdiri dan beralih memandang ke arah dua istrinya serta satu perempuan yang berada di belakangnya.
“Kalian, jangan lupa hadiahnya.” Ketiganya memerah, dua istri Ryu tahu apa hadiah yang diinginkan suaminya tersebut. Sementara, Alice yang belum tahu apakah jadi istri Ryu atau bukan, ia bingung. Ia harus bersama dengan Ryu atau pergi dari Ryu selepas situasinya stabil.
Ryu tidak peduli tanggapan ketiganya, ia turun ke bawah dan menatap ke arah Rock yang tengah berjalan ke arahnya. Ryu memiringkan kepalanya, penasaran dengan apa yang akan dilakukan oleh Rock tersebut.
Ryu mengangguk, ia kemudian memandang ke arah Sanda dan Rio, mereka berdua juga merasakan tatapan dari Ryu dan mengangguk. Rio melambaikan tangannya tanda untuk mengikuti dirinya.
Ketiganya berjalan bersama menuju ke dinding kembali. Sementara Rock, membantu para prajurit membawa ular kebesaran tersebut. Clara dan Siana memandang proses pengangkatan ular, sedangkan Risa, Yuna, dan Alice ikut berjalan menuju ke dinding.
***
Rumah sakit.
Di sebuah bangsal khusus, terbaring koma seorang laki-laki. Duduk di sebelahnya adalah seorang pria dan ada lima orang yang tengah duduk di sofa.
“Isana, apakah kau menemukan petunjuk orang yang melakukan penyerangan terhadap putraku.” Pria tersebut memandang ke arah seorang perempuan yang berada di sofa.
__ADS_1
“Yah, dia laki-laki. Juga, ini kemungkinan besar terjadi karena Alice.” Isana tidak memandang ke arah pria tersebut, ia menjelaskan masalah yang dihadapi oleh putra pria tersebut. Empat orang lainnya diam dan mendengarkan.
Tak butuh waktu lama, pria yang mendengarkan penjelasan Isana, seketika berubah menjadi gelap. Ia kemudian memandang ke arah lima orang tersebut dan berkata, “Temukan orang itu dan seret dia ke sini.”
“Maaf, tapi apakah kamu siap untuk menerima konsekuensinya, Tuan Arlan?” tanya Isana dengan tatapan serius. Ia sebenarnya sudah menyelidiki identitas orang yang di dekat Alice tersebut, kecuali keluarga. Orang yang diselidiki tersebut memiliki hubungan kuat dengan petinggi.
“Apa maksudmu, Isana?” tanya Balik Arlan, ia memandang ke arah perempuan itu dengan tatapan tidak senang. Sejak awal, ia memang kurang suka dengan perempuan di depannya tersebut.
“Orang ini tidak mudah, jika kita bertindak. Walikota Arshna kemungkinan besar akan bertindak.” Arlan mendengar hal itu, seketika mengerutkan keningnya. Ia benar-benar bingung apa hubungannya orang yang melukai putranya dengan Walikota Arshna.
“Apa hubungannya dengan Sanda?” tanya Arlan, kemudian Isana menyerahkan dokumen tentang orang yang diselidiki olehnya kepada Arlan.
Arlan membuka dokumen tersebut, kemudian ia melihat lembaran kertas terkait orang yang menyerang putranya. Arlan mengerutkan keningnya, kemudian ia membaca kembali mulai dari namanya.
“Ryu Adam..” Arlan mengerutkan keningnya dalam-dalam. Ia mencoba mengingat sesuatu terkait dengan nama tersebut.
‘Adam.. Adam..’ pikiran Arlan seketika memicu memori lamanya. Di mana ia bangun dari tidurnya dan berjalan menuju ke jendela karena ia penasaran dengan cahaya merah yang terus-menerus menyala.
Namun, saat melihat jendela luar. Pemandangan akhir dunia terlihat, berbagai lahar memenuhi kota dan air laut naik melebihi dari gedung-gedung yang pernah dirinya lihat. Lalu teriakan orang-orang di bawah semakin menjadi.
Arlan yang memegang dokumen seketika gemetar, keringat dingin membasahi tubuhnya dalam sekejap. Ingatan memori yang paling menakutkan dalam hidupnya perlahan-lahan bangkit.
Kelima orang yang duduk di sofa mengerutkan keningnya ketika melihat tuan mereka gemetar tak terkendali, mereka belum pernah melihat tampilan ketakutan tuannya tersebut.
Arlan sendiri menatap ke arah nama belakang dari orang yang melukai putranya tersebut. Nama belakang menandakan nama dari keluarga, dan keluarga dengan nama belakang yang sama dengan orang melukai putranya hanya ada satu dan tidak akan ada dua.
‘Keluarga Monster, tirani nomor satu, Keluarga Adam..’
To be Continued.
Silakan Like, Comment, Share, Vote, dan Hadiahnya.
__ADS_1
Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.
Thank you Minna-san.