
Silakan Dibaca.
“Iya, dan aku adalah instruktur kalian. Masuklah, terlebih dahulu.” Ryu berkata dengan nada ringan, kemudian berubah menjadi serius. Dua prajurit tersebut terkejut, dan mereka ingin melakukan hormat, namun Ryu sudah masuk.
“Masuk dan tutup pintunya kembali.” Dua prajurit segera masuk dan menutup pintunya, mereka awalnya sedikit ragu. Namun, melihat Ryu yang tegas, mereka tidak bisa berkata-kata kembali.
“Ikuti aku, dan kuperkenalkan kepada istriku, serta satu pengawas yang akan menjadi pengawas kalian nantinya.” Ryu melangkah maju, ke depan.
“Siap, Instruktur.” Kedua prajurit berkata secara bersamaan, Ryu merasa sedikit aneh, namun ia abaikan perasaan aneh tersebut.
Ketiganya masuk ke dalam rumah dan berjalan pergi menuju ke ruang tamu. Di sana terdapat empat orang perempuan yang tengah duduk di sofa. Keempat perempuan itu, merasakan kehadiran Ryu, mereka kemudian menatap ke arah Ryu dan beralih ke arah dua orang yang dibawanya.
“Apakah mereka yang dikirim oleh Ayah?” tanya Siana, Ryu mengangguk kemudian ia berbalik dan melihat kedua prajurit tersebut tengah menatap Siana dengan mata berbinar-binar.
“Instruktur Siana.” Keduanya berseru secara bersamaan. Siana sendiri mengangguk, ia mengenal kedua prajurit tersebut, karena keduanya merupakan prajurit yang berada di bawah pengajarannya dulu.
Namun, Siana menyerah karena ia mengetahui bahwa keduanya sama sekali tidak memiliki potensi apapun untuk menjadi prajurit.
‘Jadi ayah mengirim kedua orang ini, tapi bukankah keduanya kurang akan potensi. Apakah Ryu mengetahui potensi keduanya?’ batin Siana dengan penuh pertanyaan.
“Kalian berdua, mulailah berkenalan.” Dua prajurit saling memandang, kemudian keduanya melangkah maju dan prajurit laki-laki memperkenalkan dirinya terlebih dahulu.
“Perkenalkan namaku adalah Ivan Okma, seorang prajurit Red Star.” Kemudian, prajurit laki-laki mundur selangkah, kemudian prajurit perempuan melangkah maju satu kali.
“Perkenalkan namaku adalah Tea Sanko, seorang prajurit Red Star.” Prajurit perempuan mundur dan ia sejajar dengan prajurit laki-laki.
Risa, Yuna, dan Alice tersenyum. Mereka mulai memperkenalkan diri mereka masing-masing.
“Namaku Risa, istri Ryu Adam.” Risa memperkenalkan dirinya sambil tersenyum. Kedua prajurit menatap ke arah Risa, keduanya mengangguk dalam-dalam.
“Namaku Yuna, istri Ryu Adam.” Yuna memperkenalkan dirinya, namun respons kedua prajurit membeku, keduanya memiringkan kepalanya dan berpikir dengan keras.
“Namaku Alice, istri Ryu Adam.” Alice memperkenalkan dirinya, kedua prajurit tercengang. Tubuh mereka gemetar seketika.
__ADS_1
“Tiga-tiganya istri Instruktur!” teriak tidak manusiawi kedua prajurit, mereka benar-benar terkejut akan hal itu. Bagaimana tidak, satu orang istri adalah hal wajar. Dua orang istri sedikit wajar, karena kekuatan pria pasti kuat, namun kali ini tiga istri. Hal itu, sangatlah langka bahkan tidak ada sama sekali.
Kedua prajurit memandang ke arah Ryu, namun mereka sadar bahwa tingkah mereka memalukan. Ryu sendiri tidak mempermasalahkan hal itu, ia kemudian mengenalkan dirinya sendiri.
“Baiklah, aku adalah Ryu Adam. Instruktur kalian selama 2 bulan, ingat aku tidak menuntut kalian untuk formal, melainkan disiplin. Orang bilang kalian tidak berbakat, namun aku tidak peduli akan bakat, yang kupedulikan adalah kerja keras.”
“Tanpa kerja keras, bakat yang bagus pun akan menghilang. Maka dari itu, aku tidak ingin mendengar keluhan kalian berdua nantinya, mengerti!” Ryu dengan tegas memandang kedua prajurit di depannya.
Mendengar kalimat Ryu, dan pandangan ketegasan murni tanpa ada hal merendahkan. Keduanya benar-benar tertegun, namun mereka segera sadar dan menjawab ketegasan Ryu.
“Mengerti, Instruktur!” Ryu mengangguk puas, kemudian ia mengeluarkan dua kunci kamar dan menyerahkannya kepada kedua prajurit tersebut.
“Masuk ke dalam kamar kalian masing-masing, besok kita akan memulai pelatihan. Namun, jika kalian ingin sekarang berlatih, temui aku di halaman.” Ryu berkata dengan jelas, mereka berdua mengangguk dan menerima kunci kamar tersebut.
Keduanya segera beranjak pergi menuju ke kamarnya masing-masing, Ryu memandang keduanya, kemudian menatap ke arah ketiga istrinya. “Apakah kalian ingin istirahat atau berlatih bersama denganku?”
Risa, Yuna, dan Alice saling memandang, mereka harus segera memutuskan apa pilihan mereka. Ketiganya mengangguk bersama dan beralih memandang ke arah Ryu.
“Kami ingin berlatih sekarang,” kata Risa dengan tegas. Kemudian Yuna juga menambahi perkataan Risa.
“Suatu hari, kami tidak ingin menyusahkan dirimu terus-menerus. Terutama hanya untuk masalah kecil yang seharusnya kami dapat atasi.” Ryu memandang ketiganya dan mengangguk.
Ia paham, bagaimana rasanya tidak berdaya dan bagaimana rasanya menjadi beban dalam tim. Siana yang mendengar itu juga tersenyum.
“Bagaimana denganku, apakah aku boleh ikut?” Siana juga ingin mengikuti pelatihan Ryu, ia penasaran dengan pelatihan Ryu nantinya.
Ryu sedikit tertegun, begitu juga ketiga istrinya. Namun, Ryu tetap mengangguk, meskipun Siana berada di Level yang berbeda dengannya, namun Ryu dapat melihat bahwa Siana masih kurang efektif dalam berlatih dan menyempurnakan kekuatannya.
“Tidak masalah, kalau begitu ayo kita keluar dan pergi menuju ke halaman rumah.” Ryu berjalan terlebih dahulu, kemudian keempat perempuan itu mengikuti Ryu menuju ke halaman rumah.
***
Di sisi Ivan dan Tea, mereka berjalan bersama menuju ke kamar yang sudah diatur oleh instruktur baru mereka masing-masing.
__ADS_1
“Tea, bagaimana menurutmu tentang Instruktur baru kita ini?” tanya Ivan, ia sebenarnya sedikit gugup dan khawatir dengan hasilnya nanti.
“Instruktur Ryu kemungkinan berbeda dengan instruktur lainnya. Juga, ada Instruktur Siana yang tidak pernah memandang rendah kita, bukankah Instruktur Ryu bagus.” Tea menjawab dengan logika yang dirinya miliki.
“Kamu benar juga, sekilas memang terlihat mereka sangat akrab. Apakah Instruktur Siana adalah istri dari Instruktur Ryu?” tebak Ivan, namun ia segera dipukul oleh Tea.
“Bodoh! Instruktur Siana sudah dimiliki oleh Instruktur Rio..” Tea berkata dengan marah, bagaimana pun juga, Instruktur Siana dan Instruktur Rio sama baiknya kepada mereka.
Tea ingin melanjutkan ucapannya, namun berhenti ketika menyebut nama Instruktur Rio. Seketika ia mengingat sesuatu dan bertanya kepada Ivan.
“Ivan, apakah nama belakang Instruktur Ryu adalah Adam?” Ivan yang masih mengelus kepalanya sehabis dipukul oleh Tea, mengangguk dan sekilas ia tahu maksud dari Tea.
“Apakah maksudmu, Instruktur Ryu satu keluarga dengan Instruktur Rio?” Tea mengangguk, Ivan seketika menyadari akan hal itu.
Namun, sebelum Ivan mengatakan sesuatu. Tea memberikan kunci pintu kamarnya. “Kita sudah tiba, aku akan masuk terlebih dahulu dan mulai bersiap untuk pelatihan.”
Tanpa menunggu jawaban dari Ivan, Tea memasuki kamarnya dan mulai berganti pakaian dan menata seluruh barangnya di kamar tersebut.
Ia juga sedikit terkejut melihat kamar yang begitu bersih dan mewah. Tea sedikit ragu-ragu untuk menggunakan kamar tersebut, namun ada surat yang ditinggalkan oleh Ryu di pintu masuk.
Tea membukanya dan dalam sekejap menghela nafas lega. Ia sebenarnya takut akan menghancurkan tanpa sengaja sesuatu yang di dalam kamar. Namun, Instrukturnya mengatakan bahwa, jangan terlalu takut, barang di dalam tidak mewah.
Tea yang melihat surat itu mengangguk dalam-dalam, ia memberanikan dirinya untuk tinggal di kamar tersebut dan mencoba untuk menikmatinya.
Tea selesai menata dan bersiap untuk pelatihan, ia keluar dari kamar miliknya. Kemudian menatap ke kamar Ivan, namun pintu segera terbuka dan menampilkan Ivan dengan pakaian pelatihan.
Keduanya mengangguk dan berlari pelan menuju ke halaman rumah Ryu tersebut untuk memulai pelatihan bersama dengan instruktur baru mereka.
To be Continued.
Silakan Like, Comment Share,, Vote, dan Hadiahnya.
Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.
__ADS_1
Thank you Minna-san.