Sistem Kekayaan : Pengembalian

Sistem Kekayaan : Pengembalian
Chapter 55 - Ryu Vs 40 Musuh


__ADS_3

Silakan Dibaca.


Kapal Pesiar B...


Berbagai langkah kaki terdengar, kemudian dari kanan, kiri, depan Ryu muncul berbagai orang menggunakan berbagai senjata tajam.


Ryu menatap keseluruhan orang-orang tersebut, ia menghitung jumlah mereka dengan cepat. “Ada sekitar 40 orang. Sedikit lebih banyak dari sebelumnya.”


Musuh1 menatap ke arah Ryu, mereka menyeringai dengan ganas dan liar. “Nak, kau berani memprovokasi kami. Apakah kau tahu konsekuensinya?”


Ryu memandang ringan, ia hanya mengangkat bahunya seolah-olah tidak peduli. “Majulah, sampah. Aku belum puas membunuh orang-orang.”


Aura Ryu keluar, aura Raja Perang menyerbu ke arah para musuh yang mengepung Ryu tersebut.


Para musuh Ryu merasakan tekanan yang kuat dari Ryu, mereka sedikit gemetar. Namun, mereka segera mendapatkan kembali rasa takut yang tidak jelas muncul sebelumnya.


“Cih, Bunuh Bocah itu! Kita banyak, Dia sendirian!” Raung Musuh1 yang memimpin para musuh untuk menyerang Ryu dengan cepat.


Orang-orang yang menjadi musuh Ryu, mendengar raungan tersebut. Mereka melesat dengan liar menuju ke arah Ryu.


Ryu tidak peduli, ia menatap para musuhnya dengan santai. Kemudian, ia melesat menuju ke arah musuh-musuhnya tersebut dengan cepat.


Ryu tiba di Musuh2 yang terdekat darinya, ia menendang Musuh2 dan mengambil pisau yang lepas dari tangannya tersebut. Pisau berada di tangan Ryu, ia melesat dan membantai tiga orang dengan cepat.


Ryu sendiri merasakan bahaya dari berbagai arah. Matanya berkedip sebentar dan dia menerobos ke sisi bahaya yang relatif kecil. Ryu membunuh kembali, mulai dari Musuh5 sampai Musuh8.


Ryu menatap lorong kabin, ia melihat bahwa dirinya terkepung dua arah. Ryu melirik dari satu arah ke arah lainnya. Dalam sekejap, ia menyeringai dan melesat ke arah Musuh yang banyak.


Musuh yang melihat gerakan Ryu menuju ke arah mereka, tidak bisa untuk tidak terkejut. Mereka tidak mengharapkan Ryu berani menerobos ke arah yang banyak.


Semua musuh mengeluarkan pisau mereka, Ryu sendiri berkedip dan melesat lebih cepat dari biasanya. Semua musuh tersebut tidak bisa bereaksi dan berujung dibantai oleh Ryu.


Slash! Slash!


Berbagai musuh terbunuh dengan cepat oleh Ryu. Meskipun, Ryu sendiri mendapatkan luka sayatan terus-menerus dari berbagai musuhnya.


***


Beberapa menit kemudian...


Ryu berdiri di depan pintu, ia terengah-engah dan senyum menyeringai muncul di wajahnya. Tatapannya sekarang tertuju ke arah Sepuluh Musuh yang berada di depannya.


Ryu sudah membantai 30 musuh. Ia sedikit kelelahan dan nafasnya mulai terengah-engah. Pakaian yang ia miliki penuh akan noda darah, baik darahnya maupun darah musuhnya.


“Lihat, kita bisa membunuhnya dengan cepat. Ia sudah kelelahan sekarang.” Musuh1 berteriak dengan keras. Sementara sembilan musuh lainnya mengangguk, lalu mereka melesat secara bersamaan.


“Seperti kalian bisa membunuhku saja!” Ryu berkata dengan seringai lebarnya, sosok Ryu kemudian menghilang dan melesat menuju ke arah 10 musuh yang mengarah ke dirinya.


Ryu tiba tepat di depan Musuh31, ia memutar tubuhnya dan menendang leher Musuh31.

__ADS_1


Bugh!


Musuh31 terpental ke belakang, ia menabrak dua temannya yaitu Musuh32 dan Musuh33.


Ryu tidak berhenti, ia merasakan dua serangan mengarah ke dirinya dengan cepat. Ryu menunduk dan menendang dua musuh yang menyerangnya.


Bugh! Bugh!


Pisau milik kedua musuh itu terlepas, Ryu mengambil sebentar dan melemparkan ke arah Musuh31 dan Musuh32.


Pisau melesat dengan cepat, Musuh31 dan Musuh32 tidak dapat bereaksi. Mereka berdua dalam sekejap tertusuk tepat leher mereka.


Ryu tidak memandang kematian keduanya, ia mengayunkan pisaunya tepat leher Musuh34 dan Musuh35 dengan cepat.


Slash!


Musuh34 dan Musuh35 terhuyung-huyung jatuh ke lantai kabin. Namun, Ryu dengan kejam menendang keduanya ke arah Musuh36 dan Musuh37 yang masih linglung atas kematian temannya.


Bruk!


Konsentrasi Musuh36 dan Musuh37 hilang, mereka memegang mayat kedua temannya tanpa tahu, ancaman sudah berada tepat di depan mata mereka.


Ryu tiba di depan Musuh36 dan Musuh37. Ia mengayunkan pisaunya dan menusuk tepat leher Musuh36 dan Musuh37 secara bergantian.


Jleb! Jleb!


Keempat orang itu merasakan kehadiran Ryu yang perlahan-lahan mendekat. Tubuh mereka seketika menegang dan gemetar hebat.


“Iblis, jangan mendekat!”


Salah satu dari empat orang itu berteriak dengan kencang. Keempat orang tersebut tidak bisa mengontrol kaki mereka, menyebabkan mereka terduduk di lantai dan mulai merangkak mundur.


Ryu menatap dengan acuh tak acuh, ia sama sekali tidak peduli dengan keempat orang itu. Ia mengangkat pisaunya dan melemparkan tepat kepala Musuh1.


Jleb!


“Hikkk,” seru Musuh33, Musuh38, dan Musuh39 dengan horor. Wajah mereka dalam sekejap pucat dan keringat dingin terus mengucur deras.


Saat mereka akan menatap ke arah Ryu untuk minta maaf. Tiga pisau melesat dan tiba di depan mata mereka masing-masing. Tiga pisau dalam sekejap menusuk kening mereka.


Jleb!


Ketiganya mati, Ryu memandang ke sekitar dan mendengus ringan. Kemudian, ia mendengar dua langkah kaki menuju ke arahnya.


“Bocah Ryu!” Ryu mengenali pemilik teriakan tersebut. Ia kemudian berbalik dan menunggu pihak tersebut tiba di tempatnya berada.


“Banyak mayat...” Seseorang berkata dengan nada terkejut, bagaimana mereka tidak terkejut ketika melihat ada empat puluh mayat terbaring di lantai kabin.


Satu orang menatap ke arah sekeliling dan akhirnya menemukan orang yang ia cari. “Bocah Ryu!”

__ADS_1


Ryu tersenyum, ia menatap ke arah pemilik suara tersebut, yang tak lain ialah, Sanda sang Walikota. “Aku di sini, Pak Tua.”


Sanda mendekat, ia terkejut melihat berbagai darah menempel di pakaian Ryu. Sanda langsung menatap orang yang bersamanya.


“Shiku, bawa Ryu ke kamarnya!” Shiku yang masih terkejut, ia menatap ke arah Ryu. Kemudian, ia mengangguk dan muncul di sebelah Ryu.


Ryu sedikit terkejut dengan kecepatan dari Shiku tersebut. Ryu sebenarnya tidak apa-apa, hanya saja ia perlu istirahat sebentar.


Ketiganya berjalan bersama menuju ke kamar Ryu. Tidak butuh waktu lama, ketiganya tiba di depan kamar Ryu.


“Tera, buka pintunya!” Ryu berteriak dengan keras. Kemudian, pintu terbuka dan mereka bertiga masuk ke dalam kamar.


Risa dan Yuna yang tengah khawatir, melesat dengan cepat menuju ke arah Ryu. “Sayang, kau tidak apa-apa?”


Risa dan Yuna memegang satu persatu tubuh Ryu. Sementara Ryu sendiri menahan rasa sakit dari luka tusukan sebelumnya.


“Luka tusukan di tangan dan tubuh... Beruntung tidak parah. Saudari Risa, ambilkan kotak kesehatan.” Yuna dengan cepat bertindak, ia mengambil alih dan membawa Ryu ke tempat duduk.


“Sudah kubilang, aku tidak apa-apa.”


“Diamlah! Kau selalu membuat kami khawatir saja.” Risa berteriak dengan marah sambil membawa kotak kesehatan.


Ryu terdiam, ia tahu bahwa dirinya ceroboh. Ryu sendiri bisa mengatasi musuh-musuh tersebut tanpa terluka. Namun, area kabin sangat sempit membuat dirinya susah bergerak.


Ryu menundukkan kepalanya dan berkata, “Maaf, lain kali aku akan hati-hati.”


Risa yang ingin memarahi Ryu, berhenti. Ia berbalik dan duduk di tepi tempat tidur, kemudian berbaring di sana.


Yuna yang selesai merawat Ryu, menatap Ryu sebentar dan berbalik menuju ke arah Risa.


Sanda, Shiku, Tera, dan Selina tahu bahwa bukan tempatnya berada. Mereka segera keluar dan membiarkan ketiganya memiliki waktu sendiri.


Risa berbaring di tempat tidur, Yuna duduk di tepi tempat tidur. Risa tahu Yuna berada di dekatnya, ia kemudian bertanya dengan nada lirih.


“Kita benar-benar memalukan, bukan?” Yuna tertegun, ia mengepalkan tangannya dan menunduk. Risa sendiri juga mengepalkan tangannya.


“Kita sebagai istrinya, tidak bisa membantu melawan musuh semut itu.” Yuna kemudian menatap ke arah Risa, tapi sebelum Yuna menjawab, Risa bangun dan memeluk Yuna.


“Aku ingin kuat...”


“Aku ingin kuat dan tidak bersembunyi di belakang orang lain...”


[To be Continued.]


Silakan Like, Comment,, Share, Vote, dan tip koinnya.


Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.


Thank you Minna-san.

__ADS_1


__ADS_2