Sistem Kekayaan : Pengembalian

Sistem Kekayaan : Pengembalian
Chapter 87 - Ketegasan Ryu


__ADS_3

Silakan Dibaca.


Taman.


Ryu memandang sosok perempuan cantik di depannya, sorot lampu membuat dirinya mengetahui siapa perempuan itu.


Perempuan rambut pirang panjang, dengan wajah yang begitu cantik dan tubuh yang menggoda benar-benar tidak bisa membuat Ryu melupakan perempuan tersebut.


“Tunggu, kenapa kamu menangis di sini?” tanya Ryu, ia benar-benar tidak menyangka dokter cantik yang merawatnya tengah menangis di taman.


Sebagai laki-laki yang begitu besar, mana mungkin ia menjadi orang yang begitu tega melihat perempuan menangis di depannya.


Tentu saja tidak, Ryu memandang dengan lembut dan senyum lembut menghiasi wajahnya menambah kesan tampan dalam sekejap.


Namun, dokter cantik terkejut. Ia linglung menatap ke arah Ryu, karena dirinya tidak menyangka akan ada seseorang di taman yang begitu sepi dan Ryu tiba-tiba datang seketika.


“Wahhh!” teriak dokter cantik berdiri dan segera menjauh dari Ryu, ia memandang ke arah Ryu dengan penuh kewaspadaan.


Ryu sendiri terkejut dengan teriakan dokter cantik tersebut, ia tidak tahu apa yang dipikirkan dokter cantik itu. Namun, ketika melihat wajah ketakutan dari dokter cantik, Ryu tidak bisa menahan tawanya.


“Pfft.. Ahahaha, ada apa dengan ekspresi ketakutanmu itu.” Tawa Ryu melihat dokter cantik yang begitu ketakutan.


Dokter cantik yang ketakutan menyipitkan matanya ketika melihat pemuda di depannya, ia menjadi muram ketika melihat Ryu yang tengah mengerjai dirinya.


Dokter cantik mendekat dan memberikan pukulan keras ke wajah Ryu. Namun, saat pukulan mengenai wajah Ryu, dokter cantik merasakan rasa sakit dari tangannya tersebut.


“Wuwuwu, kamu sebenarnya laki-laki atau bukan, sih.. beraninya kasar terhadap perempuan.” Tangis dokter cantik dengan keras.


Ryu tertegun, ia benar-benar tak menyangka bahwa perempuan di depannya menyalahkan dirinya.


“Huff...” Ryu menghela nafas dan mengangkat tubuh dokter cantik tersebut dan mendudukkan di kursi taman.


Dokter cantik terkejut, ia memerah ketika tubuhnya dipegang oleh Ryu. Baru kali ini, ada laki-laki yang berani memegangnya selain ayahnya.


“Kamu...” belum selesai dokter cantik menyelesaikan kata-katanya, ia melihat Ryu memandang ke arahnya dengan dekat.


Dokter cantik memerah keras sekarang, ia tidak pernah saling menatap dalam sedekat ini. Namun, kemudian ia melihat Ryu tersenyum dan duduk di sebelahnya.


“Jadi, apakah kamu ada masalah, Dokter Cantik?” tanya Ryu, sambil memandang ke arah depan. Meski pemandangan depan gelap, namun mata Ryu bisa melihat dalam kegelapan.


Dokter cantik menunduk wajahnya sekarang mulai pulih dari rasa malu sebelumnya. Ia kemudian mengingat kembali masalahnya, namun segera menggelengkan kepalanya.


“Tidak ada, juga kenapa kamu di taman?” tanya dokter cantik, ia mengerutkan keningnya ketika melihat sosok Ryu kembali.

__ADS_1


Ryu yang berada di depannya sekarang berbeda dari sebelumnya, sekarang ia tidak memakai perban sama sekali dan tubuhnya kelihatan telah pulih sepenuhnya.


“Aku..” Ryu menunjuk dirinya sendiri, kemudian ia tersenyum dan melanjutkan ucapannya. “Hanya berlatih di tempat area pelatihan taman.”


Dokter cantik seketika muram, ia memandang ke arah Ryu dan berkata dengan nada tidak senang. “Kamu masih pasien, jangan melakukan pelatihan terlebih dahulu.”


Ryu terkejut dengan peringatan itu, namun ia segera tersenyum ketika mendengar hal itu. Bagaimana pun juga, perempuan di depannya ialah seorang dokter.


Dokter cantik yang tengah menatap muram Ryu sedikit menciut ketika ditatap kembali oleh Ryu dengan senyuman yang tulus.


Dokter cantik memalingkan wajahnya, ia tersipu dan menundukkan kepalanya kembali.


‘Kenapa jantungku berdetak dengan kencang? Juga, kenapa aku harus memalingkan wajahku.. aku seketika merasa malu.. pikiranku selalu terbayang-bayang wajahnya.’ Batin dokter cantik.


Ia ingin menutup wajahnya dengan kedua tangan, namun ia tidak bisa karena sekarang masih berada di depan Ryu dan ekspresi sebelumnya ialah marah.


“Yah, aku sudah baik-baik saja. Jadi jangan khawatir.” Ucap Ryu, namun dokter cantik berteriak dengan lucu dan pipi yang memerah.


“Siapa yang mengkhawatirkanmu!” teriak lucu dokter cantik tersebut, kemudian ia segera sadar dan menutup wajahnya dengan kedua tangan.


Ryu tertawa kecil, namun segera diinterupsi oleh suara amarah dari depan mereka duduk.


“Alice!!” suara teriakan menyadarkan dokter cantik, ia segera menatap ke arah asal suara tersebut. Ryu sendiri juga menatap ke arah asal suara itu, sambil mengerutkan keningnya.


Dokter cantik yang bernama Alice, seketika muram ketika melihat laki-laki tersebut, ia kemudian bertanya dengan penuh kesal.


“Eden, kenapa kau berada di sini?” tanya Alice, membuat laki-laki yang bernama Eden tersebut berhenti dan menatap ke arah Alice.


“Kenapa aku di sini? Jelas aku di sini, karena aku adalah tunanganmu! Apakah kau melupakan hal itu!” marah Eden ketika mendengar pertanyaan Alice.


Kemudian, ia memandang ke arah Ryu dengan marah dan ekspresinya begitu merendahkan Ryu tersebut.


“Siap..” belum selesai berbicara, Ryu menghilang dan muncul di depannya dalam sekejap.


Grep!


Ryu mengangkat Eden dengan ringan, ia menatap Eden dengan datar dan dingin. Seolah-olah, dirinya sedang melihat anjing yang menggonggong di depannya.


“Kau, apa yang ingin kau lakukan, sampah! Lepaskan atau kau akan menerima masalah yang serius!” raung marah Eden, dalam hatinya ia benar-benar menciut sekarang.


“Ryu, lepas..” belum sempat Alice menyelesaikan ucapannya, ia melihat Ryu mengepalkan tangannya dan otot-otot miliknya berkontraksi.


Kemudian, ia melemparkan Eden ke atas dan Ryu memukul tepat wajah Eden dengan keras.

__ADS_1


Boom!


Eden terbang dan menabrak pepohonan yang berada di belakangnya, Alice yang melihat hal itu menutup mulutnya dengan kedua tangannya.


“Aku tidak peduli dengan urusan milikmu dan Dokter ini, namun tatapan merendahkan dan ucapanmu benar-benar membuatku kesal.” Ucap Ryu.


Impulsif, Arogan, Ryu sama sekali tidak peduli. Baginya direndahkan oleh orang lemah, benar-benar tidak terima.


Dirinya bukan karakter novel yang dihina lalu diam dan menunjukkan kekuatan agar membuat para penonton terkejut.


Ryu sederhana, jika memiliki kekuatan tunjukkan saja langsung. Biarkan mereka tahu siapa yang mereka anggap sampah dan semut itu.


Sekarang, Alice menatap Ryu dengan rumit. Ia segera memegang tangan Ryu dan menariknya untuk pergi, namun kekuatannya sama sekali tidak bisa menggerakkan tubuh Ryu.


“Cepatlah pergi atau kamu akan mendapatkan masalah! Eden bukanlah orang yang bisa kamu provokasi!” ucap Alice dengan panik.


Ryu memandang ke Alice sebentar, kemudian bergerak menuju ke arah Eden. Alice yang melihat itu benar-benar khawatir, dan terkejut.


Ryu menyeret kaki Eden, kemudian memandang ke arah Alice dengan tatapan datar dan dingin.


“Takut.. kabur.” Kata Ryu dengan datar, ia kemudian melempar santai Eden di tengah-tengah dirinya dan Alice.


Detik berikutnya, kaki Ryu membengkak penuh akan otot-otot. Kemudian, siluet cahaya melintas di iris matanya.


Di bawah tatapan Alice yang terkejut, kaki Ryu melesat ke arah kaki Eden dengan keras.


Boom!


“Maaf, aku Ryu Adam.. sama sekali tidak takut dengan ancaman maupun intimidasi seseorang.”


Di bawah sinar cahaya bulan di malam hari, Alice melebarkan matanya ketika melihat sorot mata Ryu yang begitu tegas.


Jantungnya berdebar-debar dan suhu tubuhnya seketika naik. Matanya menunjukkan kekaguman dan hanya satu kata yang bisa terukir di dalam hatinya sekarang.


Panas!


To be Continued.


Silakan Like, Comment, Share, Vote, dan Hadiahnya.


Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.


Thank you Minna-san.

__ADS_1


__ADS_2