
Silakan Dibaca.
Hutan Pulau.
Ryu terus berhadapan dengan Macan Hitam. Ia melayangkan serangan normal tanpa henti, sampai akhirnya Macan Hitam perlahan-lahan melambat dan kemampuannya menjadi tipis.
Macan hitam meraung dengan keras, ia melesat ke arah Ryu. Kecepatannya ditingkatkan tidak seperti sebelum-sebelumnya.
Ryu melihat hal itu tertegun, ia menahan serangan Macan hitam dan terdorong cukup jauh dari tempatnya berada.
Ryu merasakan tangannya sedikit mati rasa, meskipun tidak mendapatkan luka cakar dari macan hitam.
Ryu memandang ke arah macan hitam, ia kemudian melihat nafas macan hitam menderu sangat keras.
Detik berikutnya, macan hitam menghilang. Ryu sendiri melihat siluet macan hitam yang tengah melesat ke arahnya.
Ia melebarkan matanya dan mengepalkan tangannya dengan erat. Otot-otot miliknya berkembang dan mulai cerah kembali.
Ryu melancarkan serangan ke depan dan macan hitam muncul tepat di depannya sambil mengayunkan cakarnya.
Booom!
Dua serangan saling berbenturan satu sama lain, macan hitam terbang ke belakang dengan keras. Sampai akhirnya menabrak pohon di belakang.
Sementara Ryu, ia hanya terdorong beberapa meter. Namun, tangan kanannya sedikit mengeluarkan asap tipis.
Perlahan-lahan asap menghilang dan Ryu menatap tajam ke arah macan hitam yang terbaring bergetar di tanah.
Ryu jelas mengenali kondisi tersebut. Ia tahu bahwa macan hitam tak butuh waktu lama lagi untuk mati.
Persepsi Ryu benar, perlahan-lahan getaran tubuh macan hitam mulai berhenti. Kemudian, pupilnya melebar sebentar dan akhirnya matanya tertutup.
Ryu berjalan mendekat ke arah macan hitam, namun suara sistem membangunkan dirinya dalam sekejap.
[Selamat, Tuan Rumah memicu sebuah misi khusus.]
[+ Kalahkan Beruang Perkasa.]
[- Hadiah : Kotak Menarik.]
[+ Kalahkan Macan Bayangan.]
[- Hadiah : Kecepatan 10x, Kotak Menarik.]
[+ Kalahkan Ular Kebesaran.]
[- Hadiah : Kotak Menarik, Telur.]
[+ Dapatkan Gigi Beruang Perkasa, Kuku Macan Bayangan, Tanduk Ular Kebesaran.]
[- Hadiah : Keterampilan khusus (Acak.)]
__ADS_1
Melihat misi yang dirilis, Ryu benar-benar terkejut. Ia tidak menyangka akan memicu misi dalam sekejap.
“Apakah karena aku memasuki Hutan Pulau, membuat misi terpicu..” gumam Ryu, namun ia segera menggelengkan kepalanya dan berjalan menuju ke arah macan hitam.
Tiba di dekat macan hitam, ia melihat macan itu dan mengenali bahwa macan tersebut adalah macan bayangan.
Namun, Ryu segera mengerutkan keningnya karena misi mengalahkan macan bayangan sama sekali belum terselesaikan.
Kemudian, ia berpikir bahwa harus mengalahkan macan bayangan yang lain, agar misi tersebut akan selesai.
Ryu mengambil cakar dari macan bayangan tersebut. Kemudian, ia melihat ke arah gelangnya, di mana terdapat ruang untuk menyimpan benda mati berada.
Ryu memasukkan cakar, kemudian ia mulai berjalan kembali. Namun, langkahnya terhenti dan ia berbalik untuk mengambil macan hitam tersebut.
“Meski dengan ini, misi sudah selesai. Namun, terlalu cepat. Lebih baik, pergi hancurkan beruang perkasa itu.” Ucap Ryu, kemudian ia mulai bangkit dan melesat ke depan.
***
Beberapa menit kemudian.
Ryu tiba di lapangan yang sangat luas dengan rumput yang tumbuh melewati tubuhnya sendiri. Ia memiringkan kepalanya, namun detik berikutnya ia merasakan ada gempa di sekitarnya.
Ryu tidak panik, ia segera memanjat pohon dengan cepat dan naik ke puncak pohon.
Tiba di puncak, Ryu memandang ke sekeliling tempatnya dan akhirnya berhenti tepat lurus ke arah gunung yang meletus.
“Apakah tidak apa-apa?” gumam Ryu, lahar yang berada di gunung mengalir ke bawah. Kemudian, Ryu melihat bahwa ada berbagai pohon putih di dekat gunung berapi.
Ryu bingung harus memilih yang mana terlebih dahulu, namun deteksi bahayanya seketika menyala dan ia segera menghindar ke pohon tepat di kirinya.
Ryu melirik ke arah tempat ia berdiri sebelumnya. Terlihat sosok besar tengah melayang sambil mengayunkan cakar dengan kejam ke arah depan.
Boom!
Ryu melebarkan matanya ketika melihat pohon yang tempati sebelumnya dan pohon yang berada di sebelahnya tumbang terkena bayangan hitam tersebut.
Namun, ia segera menjadi serius ketika melihat sosok hitam tersebut berdiri tegak dengan ketinggian lebih dari tiga meter.
Sosok itu berbalik dan terlihat wujud dari sosok tersebut. Seekor Beruang dengan warna kulit Coklat dan lingkaran putih di bagian perutnya.
Beruang itu memiliki gigi runcing dan sedikit panjang, serta cakar yang besar dan terlihat tajam. Bulu yang berada di atas kepalanya, tersisir ke belakang membentuk gelombang.
Roarr!
Beruang itu meraung dengan keras ketika melihat Ryu. Sorot matanya sangat tajam, siluet cahaya melintas tepat di iris matanya yang berwarna merah.
Ryu tertegun, ia kemudian mengingat bahwa Beruang di depannya adalah Beruang Perkasa yang menjadi targetnya kali ini.
“Apakah aku beruntung?” gumam Ryu pelan, namun ia segera kembali serius ketika merasakan bahaya di depannya.
Ryu menguatkan otot-otot miliknya di kaki kanan, kemudian ia menambahkan sedikit cahaya tepat di kaki tersebut.
__ADS_1
Sosok tangan besar melintas ke arah Ryu. Hal itu sudah diketahui Ryu, ia mengayunkan kakinya membentuk tendangan sabit secara cepat.
Slash!
Tangan beruang tertebas, namun tidak terpotong. Darah segar memercik keluar dan Beruang Perkasa meraung dengan keras akibat rasa sakit tersebut.
Beruang Perkasa mundur beberapa langkah, namun Ryu segera menyerang ke depan. Ia menguatkan kedua tangannya dan otot-otot miliknya berkontraksi seketika.
Ryu mengayunkan pukulannya dengan keras ke arah perut dari Beruang Perkasa tersebut.
Boom! Boom! Boom!
Beruang Perkasa meraung semakin keras, ia terdorong ke belakang sambil terkena rentetan pukulan dari Ryu.
Pohon yang berada di belakangnya tumbang, sampai akhirnya Beruang Perkasa tertahan di batu yang besar. Namun, Ryu tidak menghentikan pukulannya sama sekali.
***
Dinding atas.
Para rombongan sebelumnya melihat Ryu yang tengah memukuli Beruang Perkasa dengan keras. Bahkan batu yang berada di belakang Beruang Perkasa retak.
“Sebenarnya, Ryu sudah bisa menang saat mengalahkan macan bayangan itu. Namun, jika Ia ingin melawan Beruang Perkasa, tidak apa-apa.” Jelas Rock.
Risa dan Yuna sedikit tertegun, keduanya tidak menyangka bahwa selain melawan Beruang Perkasa. Ryu sebenarnya sudah berhasil ketika mengalahkan macan bayangan.
Alice sendiri tetap menonton ke arah layar monitor. Clara yang berada di dekatnya, mulai bertanya. “Apakah Ryu begitu panas?”
Alice memalingkan wajahnya ke arah asal suara tersebut, ia melihat asal suara itu berasal dari Clara.
Kemudian ia menjawab. “Sebenarnya tidak terlalu. Hanya saja, aku penasaran batas yang dimiliki oleh Ryu.”
Clara mengangguk, kemudian Sanda mendekat ke arah Rock dan Emma. Lalu, ia bertanya. “Apakah itu benar-benar Beruang Perkasa?”
Rock mengangguk, namun Sanda memberinya sanggahan segera. “Rock, lihat kembali. Kau akan mengerti sesuatu.”
Rock mengerut, namun ia tetap mengangguk dan menatap ke arah Beruang Perkasa tersebut. Ia tidak menemukan sesuatu yang salah, namun saat ia melihat mata Beruang Perkasa itu, seketika Rock melebarkan matanya.
Rock gemetar seketika di saat ia melihat sosok Beruang yang dilawan oleh Ryu tersebut.
Emma yang berada di sebelahnya, memiringkan kepalanya bingung dengan tingkah Rock tersebut. Ia kemudian mengguncang tubuh Rock segera, namun sama sekali tidak ada tanggapan.
“Sayang.. Sayang..” Emma memanggil Rock, namun Rock sendiri membeku ketika melihat Beruang Perkasa tersebut. Ia tanpa sadar mengucapkan satu kalimat.
“Buruk...”
To be Continued.
Silakan Like, Comment, Share, Vote, dan Hadiahnya.
Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.
__ADS_1
Thank you Minna-san.