
Silakan Dibaca.
Lautan lepas.
Kekacauan yang dibuat Risa benar-benar sangatlah besar. Ular Kebesaran yang terpotong menjadi beberapa bagian jatuh ke lautan dengan keras.
Risa menyaksikan sebentar, kemudian membantu prajurit lainnya melawan monster tingkat rendah dan menengah.
***
Yuna sudah membunuh banyak monster lautan. Namun, targetnya masihlah jauh dari tempatnya berada sekarang.
“Risa ternyata sudah memulai, waktunya untukku tampil.” Yuna berkata dengan penuh semangat.
Dia melesat dengan cepat, memukul kepala dari monster tingkat rendah.
Dirinya kali ini memiliki rekor orang yang mengalahkan monster tingkat rendah terbanyak.
Hal ini, sejak awal berperang. Yuna hanya menemukan monster tingkat rendah. Sementara monster tingkat menengah, hanya sedikit yang bergerak ke arahnya.
Di tengah Yuna yang mengamuk, sosok monster menengah muncul dari atas udara.
Yuna menyadari hal itu, dan menatap ke arah langit. Terlihat monster Elang dengan tubuh berwarna biru laut dan iris mata merah.
Sorot mata Elang biru tersebut tajam dan mengunci mangsanya yaitu Yuna yang tengah menatapnya itu.
Yuna tergerak, kakinya sedikit menekuk. Kemudian, dia menghilang dari tempat dan muncul di atas Elang biru.
Yuna mengayunkan kepalan tangannya. Namun, Elang biru menyadari hal itu.
Elang biru dengan cepat berbalik dan mengayunkan sayapnya untuk menyerang Yuna tersebut. Sayap yang tebal, tepat mengenai tubuh Yuna.
Dentang!
Namun, kekuatan Yuna tidak kecil. Tubuhnya ramping dan keras seperti besi. Yuna sendiri juga sudah berada di Level 7, sama dengan Risa.
Elang biru sedikit terkejut dengan kekerasan fisik dari manusia di depannya. Dia dengan cepat mengepakkan kembali sayapnya, untuk terjun ke bawah dan terbang kembali menstabilkan tubuhnya.
Namun, semua itu sudah dibaca oleh Yuna. Dia dapat membaca seluruh gerakan dari Elang biru, karena dia sudah melihat trik yang sama dengan Elang biru tersebut.
Yuna yang melihat Elang biru melakukan trik yang sama, dia mengalirkan auranya dan menghilang dari tempat.
Sejak awal, dia tidak pernah serius untuk melawan monster rendah maupun monster menengah. Targetnya untuk serius hanyalah monster tingkat tinggi.
Dia mengunci target tersebut, karena dia yakin. Hanya dengan bertarung dengan monster tingkat tinggi. Dia akan berkembang sangat jauh.
Elang biru dalam sekejap merasakan bahaya di belakang. Dia ingin menghindari bahaya tersebut, namun rasa bahaya terus mengikutinya.
Hal ini membuatnya sedikit gelisah. Dia dengan cepat naik ke ketinggian, kemudian memutar tubuh di atas langit dan pandangannya beralih ke bawah.
__ADS_1
Elang biru melebarkan matanya ketika tidak menemukan perasaan bahaya di depannya. Melainkan, dia merasakan bahaya tepat di belakangnya.
Yuna tiba di belakang elang biru, kemudian kepalan tangannya berayun ke depan dan memukul tepat punggung dari elang biru tersebut.
Booom!
“Kyakk!” Elang biru berteriak penuh akan rasa sakit. Dia dengan keras terhantam ke bawah dan menabrak monster yang berada di lautan.
Yuna menatap Elang biru tersebut. Namun, dia segera mengerutkan keningnya ketika merasakan ada bahaya di sampingnya.
Yuna segera menghilang dan muncul beberapa meter dari tempat dia sebelumnya berada.
Terlihat seekor ikan dengan kulit merah kehitaman dan taring yang begitu mirip dengan harimau, melintas dengan kejam tepat di depan Yuna.
Hal ini membuat Yuna melebarkan matanya. Namun, Yuna segera menjadi serius dan mulai menghilang kembali, lalu muncul tepat di sebelah kanan Ikan tersebut.
Yuna mengepalkan tangannya, aura keluar dan melilit tangannya tersebut. Cahaya berwarna hijau melapisi tangan kanannya dan dia melancarkan serangannya dengan cepat.
Bang!
Yuna merasakan sendiri, pukulannya tertahan. Dia mengerutkan keningnya, ketika merasakan betapa kerasnya kulit dari ikan di depannya itu.
“Sangat keras. Lebih baik menjauh terlebih dahulu!” Yuna dengan cepat menghilang dari tempatnya.
Dia kemudian melihat, bahwa ikan mulai mengayunkan ekornya menyerang tempat dirinya berada sebelumnya.
Yuna yang berada di atas memperhatikan lautan tersebut, kemudian lautan membelah diri membuat sebuah pusaran yang sangat besar.
Dia tahu bahwa pusaran itu sangatlah bahaya, dia juga melihat ikan Harimau berenang mengikuti lintas arus pusaran.
“Ikan ini, mau menyerangku dengan pusaran?” tanya Yuna pada dirinya sendiri. Apa yang dipikirkan, menjadi kenyataan dalam sekejap.
Pusaran yang terbentuk akibat ikan itu, mulai semakin melebar. Air yang berada di seberang pusaran, perlahan mulai naik dan terus naik.
Pusaran besar yang tercipta seketika berubah menjadi air dengan bentuk ular di mana-mana. Fenomena tersebut membuat semuanya tahu, apa yang ingin dilakukan oleh Ikan Harimau.
Yuna terkejut dengan fenomena yang dibuat oleh Ikan Harimau. Fenomena ular laut sangatlah jarang, karena fenomena ini diperlukan arus balik yang kuat.
“Sepertinya aku harus mengaktifkan kekuatanku!” Yuna akhirnya melepaskan kekuatannya.
Weng! Weng!
Yuna dalam sekejap melepaskan aura miliknya, aura menindas membuat monster yang lainnya tidak mendekat ke arahnya.
Aura hijau perlahan-lahan melapisi tubuh Yuna, kemudian Yuna mulai mengeluarkan cahaya yang begitu menyilaukan.
Detik berikutnya, cahaya menghilang dan memperlihatkan Yuna yang masih sama, namun di belakangnya terdapat dua cermin yang melayang di udara.
Mata Yuna perlahan terbuka, matanya kini memiliki warna hijau.
__ADS_1
Dalam bidang Yuna, banyak hal yang berkilauan di sekitarnya. Hal yang berkilauan itu adalah belokan-belokan dunia cerminnya.
Ikan Harimau tidak mengetahui apa yang berbeda dari Yuna, dia meraung dengan keras dan ular laut menyerang secara bertahap ke arah Yuna.
Ular laut mulai bergerak dan melesat menuju ke arah Yuna. Kecepatan mereka sangatlah cepat, namun di saat berikutnya, sesuatu hal transparan muncul di depan ular laut tersebut.
Ular laut segera berbelok arah ke samping, kemudian muncul kembali benda transparan di depannya.
Ular laut terus-menerus terkena benda transparan tersebut. Perlahan-lahan, Ular laut menyusut dan akhirnya menghilang di udara.
Ikan Harimau yang melihat hal itu, mengirim segera seluruh Ular laut ke arah langit, di mana Yuna berada.
Namun, detik berikutnya.. Ikan Harimau tidak melihat satu pun Ular laut yang melompat menuju ke Yuna.
Ikan Harimau menatap ke arah samping kanan dan kiri. Dia terkejut, melihat lautan tempatnya sangat tenang tidak ada sama sekali orang lain di tempat.
“Ilusi Kaca.”
Yuna mengatakan teknik kekuatannya. Banyak prajurit dan para pemimpin prajurit menatap Ikan Harimau yang berdiri air laut dengan tenang.
Namun, perlahan-lahan kulit dari Ikan Harimau mulai menghitam, mata Ikan Harimau melebar dan pupilnya terus mengecil sampai akhirnya menghilang.
Ikan Harimau dalam sekejap mati, namun lautan di sekitar Ikan Harimau mendidih. Berubah menjadi merah dan muncul gelembung-gelembung.
Yuna yang menatap tersebut, segera menonaktifkan kemampuannya. Nafasnya menjadi sedikit kasar, butiran keringat muncul di keningnya.
Kemampuan Dunia kaca sangatlah memerlukan energi yang besar. Dia belum bisa mengendalikan Dunia kaca sepenuhnya, karena kemampuan itu sangatlah susah untuk dikendalikan.
“Aku harus berlatih kembali..” Yuna berkata sambil bernafas patah-patah. Jelas dia sangat lelah, namun targetnya telah berhasil dirinya kalahkan.
Risa melihat Yuna yang kelelahan, dia segera mengirimkan cincin ke arah Yuna dan berkata dengan teriakan.
“Saudari Yuna, tangkap cincinku.”
Yuna melirik sebentar, dia mengangguk dan segera duduk di cincin milik Risa. Cincin bergegas menuju ke arah Risa dan cincin mulai bergerak kembali ke belakang.
Risa tahu bahwa Yuna sudah tidak bisa bertarung kembali. Dia tahu kemampuan Dunia Cermin tersebut.
Yuna melesat menuju ke pelabuhan Arshna. Ryu yang berada di sana, dalam sekejap menghilang dan muncul sambil memeluk Yuna.
“Istirahatlah, kamu melakukan yang terbaik, Yuna.” Ryu mencium kening Yuna, dan akhirnya Yuna tersenyum, lalu tertidur dalam pelukan Ryu.
To be Continued.
Silakan Like, Comment, Share, Vote, dan Hadiahnya.
Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.
Thank you Minna-san.
__ADS_1