
Silakan Dibaca.
Raungan keras terdengar sangat jelas. Tanah di sekitar area reruntuhan mulai bergetar hebat, kemudian tanah perlahan-lahan terbuka lebar dan berbagai lahar dari dasar tanah muncul di permukaan. Pemandangan tempat tersebut layaknya tanah neraka.
Bangunan kuno seketika hancur dan salah satu monster Vortex akhirnya keluar. Monster itu memiliki tinggi sama dengan para manusia, tanpa ada rambut namun sangat halus, kulitnya merah gelap dengan dua kaki dan dua tangan yang masing-masing tersebut memiliki tiga jari.
Matanya merah sedikit keemasan. Kemudian di tengah tubuhnya, tepatnya bagian perut terdapat huruf O. Di mana huruf tersebut menandakan nama dan urutan dari monster tersebut. Itu benar, monster ini ialah urutan kedua dari kata Vortex, Obor.
Sosok Obor memandang ke arah manusia yang membukakan segelnya, acuh tak acuh sama sekali tidak peduli. Dirinya sangatlah bengis dan tidak akan tunduk kepada siapa pun karena dia memiliki harga diri yang tinggi.
Berdiri di depan Obor, ia adalah bos organisasi World Of Dark. Sosok tegap, tinggi dan tenang. Tengah menatap ke arah Obor seperti melihat seorang bayi nakal yang siap untuk dirinya taklukan.
“Obor, tunduklah kepadaku! Mari kita bangkitkan saudaramu yang lain dan mulai menghancurkan dunia ini!” bos organisasi berkata dengan lantang, tidak ada perasaan gugup maupun panik. Tenang dan tegas inilah dirinya.
Obor memandang sekilas, kemudian dia mengangkat tangan kanannya. Bola seukuran bola kasti muncul dan mengambang di tangannya tersebut. Meski berukuran kecil, bola itu memancarkan panas yang tinggi.
Bos organisasi mengerutkan keningnya dan merasakan firasat berbahaya ketika melihat bola tersebut. Dia dengan cepat bergerak, menghindar ke kanan dan berikutnya tatapannya beralih ke arah bola yang melesat tepat di tempat dia sebelumnya berpijak.
Tidak ada ledakan melainkan tanah di tempat tersebut meleleh berubah menjadi lahar yang sangat cair. Bos organisasi menggelap, dia benar-benar membenci kepada anggota yang membangkang, apalagi susah untuk diatur.
Cincin hitam seketika muncul di telapak tangannya, Bos organisasi benar-benar marah dan dia meraung ke arah Obor. “Aku Zalan, berani tidak tunduk di hadapanku maka, bersiaplah untuk merasakan rasa sakit yang lebih kuat dibandingkan kematian!”
__ADS_1
Zalan, bos organisasi dari World Of Dark. Dia melemparkan cincin hitam yang dirinya bentuk ke arah Obor dan Obor sendiri sama sekali tidak bergerak. Dia benar-benar meremehkan kekuatan dari cincin hitam tersebut. Namun, ketika cincin hitam mengenai tubuhnya. Obor menyusutkan matanya dalam sekejap.
Zalan menyeringai, dia tahu bahwa Obor adalah tipe monster yang suka meremehkan. Cara untuk mengalahkannya ialah, lempar saja belenggu penghilang kekuatan. Kemudian, letakkan kalung pengendali tubuh, agar dapat sepenuhnya mengendalikan lawannya.
Obor meraung dengan keras, dia ingin melepaskan belenggu cincin hitam. Namun, kekuatannya perlahan-lahan semakin melemas. Hal ini benar-benar membuat dirinya marah, harga dirinya benar-benar diinjak oleh seorang manusia di depannya.
Zalan tidak terlalu peduli dengan raungan Obor. Dia mendekat, kemudian muncul kalung yang mirip seperti borgol di telapak tangannya. Obor yang melihat hal itu benar-benar marah, dia terus berusaha untuk melepaskan belenggu cincin hitam tersebut.
Hal ini karena Obor tahu bahwa borgol yang dipasang di leher ialah borgol pengendali. Jika dirinya terpasang borgol tersebut, dia akan menjadi budak sepenuhnya. Hal ini tidak bisa dirinya biarkan begitu saja.
Namun, Obor benar-benar tidak berdaya sekarang. Belenggu Cincin hitam sangatlah kuat dan kekuatannya perlahan-lahan mulai menghilang. Obor hanya bisa mengatupkan bibirnya dengan marah. Tatapannya penuh niat membunuh ke arah Zalan yang sudah tiba di depannya.
“Sekarang, kamu akhirnya menjadi milikku sepenuhnya!” Zalan menyeringai lebar. Dia perlahan-lahan mendekatkan borgol ke arah leher Obor. Namun, saat kurang dari beberapa sentimeter, sosok kaki yang lebar muncul tepat di depan Zalan.
Obor yang sudah pasrah akan hidupnya terkejut dengan kehadiran sosok di depannya. Mata Obor melebar, bukan karena sosok itu berhasil menendang Zalan. Melainkan dirinya merasakan keakraban dari orang tersebut.
“Apakah ini Bos organisasi yang mengatakan akan menghancurkan Kota Arshna nantinya. Mengapa orang ini sangat lemah?” sosok itu berkata dengan nada dingin. Seolah-olah membenci Zalan yang tengah tertanam di dinding tersebut.
Sosok itu perlahan-lahan menampilkan dirinya. Sosok itu ialah Ryu, dia melesat terlebih dahulu ketika merasakan getaran di dalam bangunan kuno. Hal pertama yang dia dapatkan ketika sampai di bangunan kuno ialah seorang laki-laki yang tengah bergerak memborgol sosok monster di tanah.
Ryu langsung meledak dan mengayunkan tendangan tepat wajah dari orang tersebut.
__ADS_1
Ryu meretakkan tulang-tulangnya, kemudian melirik ke arah Obor dan matanya sedikit menyusut. Namun, dirinya segera mengabaikan monster tersebut karena dia melihat bahwa orang yang dirinya tendang sudah terbangun.
“Sial*an! Siapa yang mengganggu rencanaku!” raungan marah terdengar di reruntuhan bangunan kuno. Tatapan Zalan menyapu seluruh tempat di depannya dan berakhir menatap satu orang yang tengah berdiri di depan Obor sambil menatapnya dengan dingin.
“Jadi, kamu yang menggagalkan rencanaku.” Zalan berkata sambil menggerakkan tubuhnya keluar dari dinding. Gerakannya sangatlah ringan, seolah-olah dia baru saja bangun dari tidurnya yang nyenyak.
“Tendanganmu benar-benar menyakitkan, akan tetapi bakatmu sangatlah sia-sia. Hei bocah, bagaimana kalau kau bergabung denganku dan akan kuberikan kekuatan yang dapat menumbangkan seluruh dunia!” Zalan membuka kedua tangannya, dia mengundang Ryu untuk bergabung dengan World Of Dark.
Ryu yang mendengar undangan Zalan, hanya tertawa kecil. Entah mengapa dirinya merasa bahwa Zalan sangatlah lucu. Mengundang dirinya? Jangan terlalu berharap karena Ryu ialah Naga dan seekor Naga ialah Raja dari puncak para monster.
(Note : Maksud dari Naga tuh, arti dari nama Ryu sendiri.)
Zalan yang melihat Ryu terkekeh, dia tidak bisa untuk tidak menghitam. Zalan merasa direndahkan oleh Ryu, entah mengapa dia menghilangkan pikirannya untuk mengajak Ryu ke dalam organisasi. Baginya, tawaran yang telah ditolak begitu memalukan, hanya ada satu tindakan yang pantas, tindakan itu ialah membunuh orang tersebut.
“Kau membuatku marah, Nak. Maka terimalah hukuman kematianmu!” Zalan menghilang dalam sekejap, Ryu berhenti main-main sekarang. Hal ini karena lawannya ialah sosok bos dari organisasi yang paling misterius.
Ryu memasuki mode waspadanya. Namun, berikutnya dia merasakan angin yang bergerak kasar di tubuh bagian kanannya. Hal ini, membuat Ryu melakukan backflip ke belakang menghindari angin tersebut.
Ryu kemudian mengaktifkan mata malamnya dan melihat sosok bayangan yang tengah bergerak cepat ke arahnya. Tepat saat Ryu menstabilkan tubuhnya, dia melihat bayangan tersebut melancarkan serangan tepat ke arah jantungnya bberada
Bam!
__ADS_1
To be Continued.