Sistem Kekayaan : Pengembalian

Sistem Kekayaan : Pengembalian
Chapter 11 : Taman


__ADS_3

[Chapter 11.]


[Taman.]


[Silahkan Dibaca.]


Kedai makan.


Ryu dan Risa masuk ke dalam dan kagum dengan isi di dalam kedai. Mereka melihat ada dua belas kotak yang di dalam kotak terdapat lantai yang bersih dengan satu meja. Mereka juga melihat ada kursi tanpa kaki untuk bersandar di dalam kotak tersebut.


Tepat lurus dari Ryu dan Risa terdapat tempat untuk memesan dan membayar makanan. Di sebelah tempat kasir ada tempat untuk memutar sebuah musik.


Ryu berkeliling dan melihat bahwa tempat dapurnya berada di dekat ruang pesanan. Dia mengangguk senang, kemudian ia mengecek beberapa hal, mulai dari toilet dan tempat lainnya.


Risa juga mengecek beberapa hal seperti gudang dan yang lainnya. Tidak ada yang namanya Vip atau hal berbeda, semuanya tetap sama.


Di belakang kedai ada juga tempat untuk orang-orang yang ingin makan di luar. Ryu mengangguk dan tahu bahwa kedai tersebut benar-benar lengkap dan lumayan besar.


“Semuanya sudah, tinggal bahan makanan dan beberapa alat kebersihan.” Ryu berkata kepada dirinya sendiri. Kemudian, ia menatap ke arah istrinya yang sedang menulis sesuatu.


Risa selesai menulis dan menghampiri suaminya. “Sayang, kita perlu tiga orang untuk bekerja di kedai kita, bagaimana?”


Ryu mengangguk, kemudian ia berkata, “Kamu tentukan siapa saja yang akan bekerja di tempat kita, Sayang.”


Risa mengangguk dengan senang. Dia menghubungi beberapa orang yang menurutnya bagus. Dirinya juga menghubungi temannya yang keluar dari kantor karena beberapa kendala dengan bosnya yang suka melecehkan perempuan.


Ryu melihat jam dan tahu bahwa dirinya perlu pergi ke suatu tempat. “Sayang, apakah tidak masalah kutinggal?”


Risa mendengar itu bertanya dengan penasaran. “Memangnya, kamu mau ke mana, Sayang?”


Ryu mengangkat jari telunjuk dan jari tengahnya. Risa yang melihat itu mengangguk dan berkata, “Hati-hati, Sayang. Aku akan atur tempat ini. Juga, untuk menu nanti kita bahas bersama di rumah.”


Ryu mengangguk, dia mendekat ke arah Risa dan mencium tepat bibirnya. Dia tidak hanya sekedar mencium, ia juga bermain lidah.


Keduanya selesai berciuman, Ryu tersenyum dan berkata, “Selanjutnya, untuk nanti malam saja.”


Risa tersenyum dan mengangguk, bagian area miliknya juga sudah mengeluarkan cairan yang terus mengalir ke bawah.


“Sepertinya aku harus berganti celana.” Risa berkata ketika merasakan basah di celananya. Kemudian, ia berjalan menuju ke toilet dan mengganti celana miliknya.

__ADS_1


***


Ryu berjalan menuju ke arah taman. Dia benar-benar perlu yang namanya gerakan bela diri. Fisiknya kuat tapi dia perlu mengontrol kekuatan fisiknya tersebut.


“Apakah di sekitar sini tidak ada tempat yang bisa membuatku mempelajari seni bela diri kah?” Ryu bertanya kepada dirinya sendiri.


Tak butuh waktu lama, Ryu tiba di taman. Namun, taman yang berada di depannya sangat berbeda dengan taman di Bumi.


Ryu melihat ada beberapa ring arena. Bahkan ada orang yang gemuk saling bertanding, biasanya disebut dengan Sumo.


Ryu juga melihat ada orang yang berpakaian serba hitam dengan sabuk yang memiliki makna warna sendiri, ia tahu bahwa orang-orang tersebut adalah orang yang berlatih seni bela diri.


Ryu ingin belajar seni bela diri. Namun, ia merasa percuma jika ikut. Hal itu, karena dirinya memiliki sistem, firasatnya mengatakan bahwa hadiah menghabiskan pengembalian adalah sesuatu yang dirinya inginkan.


“Ring, Sumo, Bela diri...” Ryu kemudian mengalihkan pandangannya ke arah orang-orang yang berlatih melewati berbagai rintangan dengan cepat bahkan ada yang melakukan atraksi hebat. “Dan Sirkus.”


Ryu menatap satu persatu orang di sana. Dirinya melihat bahwa seluruh orang-orang tersebut memiliki otot yang kekar, dirinya tahu bahwa fisik sangat di dambakan di Dunia Paralel, jadi ia tidak terkejut melihat orang-orang berotot.


“Hmm...” Ryu berhenti dan menatap ke arah seorang kakek tua yang tengah duduk sambil membawa sebotol Sake.


Ryu entah kenapa merasa bahwa kakek tua itu bukan kakek normal. Walaupun, ia terlihat seperti kakek-kakek. Namun, tubuhnya berbanding terbalik.


“Hupp...” Ryu mendengar suara seseorang jatuh ke arahnya. Dia mundur sebentar dan melihat seorang pemuda dengan celana berwarna hitam, tubuh yang berotot kuat.


“Aku tidak pernah melihat ada orang sepertimu.” pemuda itu berkata dengan penuh semangat, ia menatap ke arah Ryu dengan mata berkobar api. “Bagaimana kalau kita sparing?”


Ryu sedikit terkejut, ia memiringkan kepalanya dan berkata, “Hah? Sparing?”


Pemuda itu mengangguk, kemudian ia menunjuk ke arah ring yang berada di tengah taman, ia kemudian berkata, “Kita bertarung persahabatan, bisa dibilang salam kenal dariku.”


Ryu sedikit mengerutkan keningnya. Namun, ia bukan orang yang akan menolak sebuah ajakan. Dia mengangguk dan berkata, “Baiklah.”


Pemuda itu matanya berbinar-binar, dengan cepat ia menghilang dan muncul di ring. Ryu terkejut dan bertanya-tanya dalam hatinya. ‘Seberapa cepat orang itu tadi?’


Beberapa orang yang melihat pemuda itu berada di ring, bertanya-tanya. Namun, mereka melihat sambil menunggu siapa lawan pemuda itu.


“Oh, Ito Ma mulai menantang orang lagi.”


“Hahaha, aku bertaruh bahwa Ito Ma akan menang kembali.”

__ADS_1


“Yah, bagaimanapun juga ia sudah menantang seratus orang dan menang 99 kali.”


Ryu mendengar hal itu menjadi lebih tertarik. Dirinya berjalan menuju ke arah ring, banyak orang menatap Ryu dengan biasa.


“Semangat anak muda.”


Kakek tua yang berada di kursi panjang menyemangati Ryu, hal itu membuat para penonton dan pemuda yang berada di Ring terkejut.


“Oh, Kakek Chen menyemangati pemuda itu. Sepertinya, pemuda itu kuat.”


“Kali ini, apakah Ito Ma atau pemuda itu yang akan menang?”


“Pasang taruhan jangan lupa!”


Ryu tiba di ring, penonton menjadi ricuh. Kemudian muncul robot dari tanah. Hal itu, membuat Ryu sedikit terkejut.


“Baiklah, Ito Ma melawan Ryu Adam. Apakah keduanya siap?”


Ito Ma menatap ke arah Ryu, kemudian dia menjadi lebih serius dan tersenyum kecil. “Kamu diakui oleh Kakek Chen, maka kamu sangat kuat.” Kemudian, Ito Ma berteriak, “Aku Siap.”


Mata kiri Robot berubah dari merah menjadi hijau, kemudian robot berkata kembali. “Ito Ma menerima pertandingan, apakah Ryu Adam menerima pertandingan?”


Ryu Adam tersenyum, ia entah kenapa merasa bersemangat sekarang. “Ya, aku menerimanya.”


Mata kanan Robot berubah dari merah menjadi hijau. “Konfirmasi identitas selesai, kedua petarung jalanan menyetujui pertandingan. Hitungan mundur dimulai.”


“Tiga..” Ryu dan Ito bersiap-siap keduanya memasang kuda-kuda masing-masing. Ryu masih pemula dalam kuda-kuda, ia tidak peduli jika kuda-kuda miliknya salah.


“Dua...” Ryu dan Ito mulai memancarkan aura mereka masing-masing, tubuh mengeras otot-otot bergerak-gerak.


“Satu...” Robot kemudian naik ke atas, diikuti sebuah pelindung tak kasat mata untuk mencegah ada pengganggu dan serangan ke arah penonton.


“Mulai.”


[To be Continued.]


Silahkan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.


Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.

__ADS_1


Thank you Minna-san.


__ADS_2