
Silakan Dibaca.
Kota Arshna, Pagi hari.
Terlihat di sebuah Mansion besar, tepatnya dalam sebuah ruangan yang luas. Terdapat sebuah ranjang yang terdapat tiga orang tengah tertidur tanpa busana apapun.
Ketiga orang itu ialah, Ryu, Risa, dan Yuna. Mereka tertidur karena lelahnya bermain di malam hari.
Tak lama kemudian, Ryu bangun. Perlahan-lahan dia membuka matanya dan duduk sambil bersandar pada sandaran ranjang yang tepat berada di belakangnya.
Ryu menatap ke kanan dan kiri, dia tersenyum melihat betapa cantiknya kedua istrinya tersebut. Kemudian, dia menatap ke arah layar di depannya tersebut.
‘Sistem berapa Uangku sekarang?’
[10 Juta.]
Ryu mengangguk, kemudian dia menyalakan ponsel miliknya dan memberikan 10 juta tersebut kepada keuangan perusahaan penerbit.
Selepas itu, Ryu mulai melakukan pengembalian. Uangnya sekarang ada 20 Juta, dia sedikit bingung dengan pengembalian tersebut. Seharusnya dia mendapatkan 160 juta. Namun, sekarang dia hanya mendapatkan 20 juta.
‘Sistem, kenapa aku hanya mendapatkan 20 juta?’
[Menjawab.]
[Tuan Rumah, uang yang dikeluarkan kemarin tidak akan muncul di hari ini.]
[Jadi, semisal kemarin Tuan Rumah sudah menyelesaikan keseluruhan pengembalian. Uang yang sudah terpakai, tidak bisa dikembalikan untuk hari ini.]
Ryu sedikit mengerutkan keningnya, tetapi dia mencerna sebentar informasi tersebut dan akhirnya paham.
Intinya Uang yang digunakan kemarin tidak bisa dikembalikan hari ini. Hal itu karena, satu hari akan dilakukan perulangan atau refresh, yang menyebabkan uang yang dikeluarkan menghilang dari daftar pengembalian.
Ryu mengamati 20 juta rupiah tersebut. Kemudian, dia berpikir harus membeli hal yang bermanfaat kali ini, tidak bisa menghamburkan uang seenaknya.
“Masuk akal jika ada kesulitan di Sistem. Namun, kenapa saat Level Sistem 1, tidak sesulit sekarang?”
[Menjawab.]
[Sistem Level pertama adalah Sistem yang khusus untuk Tutorial. Semisal Tuan Rumah tidak menaikkan Sistem Level sebelumnya, kemungkinan yang terjadi adalah...]
[Tuan Rumah akan kehilangan sesuatu yang penting. Bagaimanapun juga, menaikkan Sistem itu adalah hal yang harus dilakukan.]
[Namun, itu hanya berlaku dari Sistem pertama menuju ke dua.]
Ryu semakin mengerti dengan Sistem. Dia merenung bahwa tanpa Sistem, dirinya tidak akan bertemu dengan Risa dan Yuna.
__ADS_1
‘Terima kasih, Sistem.’
[Sama-sama.]
Selepas itu, Ryu merasakan gerakan di kanan dan kirinya. Tanda bahwa kedua istrinya tengah bangun sekarang.
Kedua istrinya bangun dan mengusap mata mereka, kemudian menatap ke arah Ryu. Ketiganya saling menyapa, kemudian berjalan turun dari ranjang menuju ke arah Kamar Mandi.
Beberapa menit kemudian, ketiganya keluar dari kamar mandi. Selepas itu memakai pakaian dan mulai menuju tempat makan. Mereka sudah memesan makanan yang benar-benar sedikit mengejutkan Ryu.
Hal itu karena, ketika membeli online. Makanan itu akan diantarkan oleh sebuah robot dan robot tersebut akan menghidangkan di meja makan.
‘Di Dunia ini robot benar-benar cocok untuk kehidupan sehari-hari,' batin Ryu sambil tersenyum kecut mengetahui fakta tersebut.
Ketiganya makan bersama, selepas itu pergi keluar dari rumah. Risa dan Yuna akan pergi menuju ke Kedai. Namun, Ryu menghentikan mereka.
“Tunggu dulu!”
Risa dan Yuna berhenti dan berbalik menatap ke arah Ryu dengan tatapan penuh penasaran dan bingung. Ryu sendiri tersenyum, kemudian berjalan mendekat dan memeluk keduanya.
“Bagaimana kalau hari ini kita kencan?” Risa dan Yuna sedikit terkejut, kemudian mata mereka bersinar cerah. Keduanya mengangguk setuju, selepas itu Yuna mengabari Selina bahwa Kedai akan libur.
“Aku sudah menghubungi Selina dan dia mengerti... Kemungkinan besar, dia sekarang akan berkencan dengan Tera juga.”
Yuna memberitahu kepada Ryu dan Risa. Selepas itu kedua perempuan tersebut menatap ke arah Ryu dengan tatapan yang mengisyaratkan tujuan kencan mereka.
“Kalian berdua putuskan sendiri, aku akan membeli mobil terlebih dahulu. Namun, jika ingin ikut... Ayo.”
Risa dan Yuna mengangguk dan memeluk masing-masing lengan Ryu. Mereka berjalan bersama ke tepi jalan, untuk menghentikan sebuah Taksi yang akan membawa mereka menuju ke tempat membeli Mobil.
Tak lama kemudian, Taksi terlihat dan menepi. Kemudian, Ryu dan kedua istrinya masuk ke dalam. Sopir Taksi sedikit mengerutkan keningnya. Namun, kemudian dia tersenyum.
“Oh, Nak... Kita bertemu kembali. Juga, apakah kedua perempuan itu kekasihmu?” Ryu yang mendengar suara familiar tersebut, menatap ke arah Sopir Taksi.
Ryu tak menyangka bertemu kembali dengan Paman Sopir Taksi sebelumnya. Ryu tersenyum canggung dan menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal.
“Itu benar, Paman. Keduanya adalah istriku...” Ryu memperkenalkan kedua istrinya kepada Sopir Taksi tersebut. Sopir Taksi mengangguk, kemudian Ryu ingat bahwa tidak mengenal paman tersebut.
“Paman, bisakah aku mengetahu namamu?”
Paman Sopir Taksi yang menyalakan mesin mobil, mengangguk sambil mengendarai mobil tersebut melesat ke arah tujuan Ryu.
“Panggil saja Paman Sanda.”
Ryu mengangguk, sementara kedua istrinya sedikit terkejut mendengar nama Sanda. Namun, mereka tidak peduli sama sekali. Hal itu karena melihat Suami mereka begitu akrab dengan Sanda tersebut.
__ADS_1
“Paman, tujuanku ke tempat membeli mobil.”
“Oh, apakah kau ingin melakukan liburan dengan kedua istrimu?”
“Begitulah, Paman... Aku perlu berlibur juga, sebelum Turnamen Jalanan dimulai.”
Sanda yang mendengar perkataan Ryu, mengangguk dan senyumnya mengambang. Dia memang ingin Ryu memasuki Turnamen tersebut. Namun, tidak menyangka bahwa Ryu memasuki Turnamen dengan sendirinya.
Beberapa menit kemudian, Mobil Taksi berhenti di sebuah tempat menjual Mobil terkenal. Ryu seperti biasa memberikan uangnya. Namun, Sanda menolak.
“Uang sebelumnya masih ada, lebih baik kau pergunakan untuk membeli Mobil yang cocok.”
Ryu tersenyum dan mengangguk, kemudian Ryu dan kedua Istrinya masuk ke dalam tempat membeli mobil, selepas berpamitan dengan Sanda.
“Kami pergi dulu, Paman Sanda...”
“Oke, jangan lupa untuk memuaskan kedua istrimu, Hahaha...”
Sanda menatap ke arah Ryu dan istrinya sampai akhirnya menghilang di balik pintu masuk tempat membeli mobil tersebut.
“Ryu Adam... Aku sendiri sudah menyelidikinya dan informasi miliknya benar-benar tidak bisa dicari. Semua data tentangnya, benar-benar sangat rahasia.”
“Apakah dia berasal dari Keluarga terkaya atau Keluarga Terkuat?”
Sanda menggelengkan kepalanya, dia kemudian menyalakan mesin mobil dan melesat pergi mencari penumpang lainnya. Meskipun dirinya Walikota, menjadi Sopir Taksi hanyalah Hobi semata.
***
Di dalam tempat membeli Mobil, Ryu dan kedua istrinya berjalan melihat-lihat mobil-mobil yang berada di tempat tersebut.
Kedua istrinya ingin memilih mobil yang dapat digunakan untuk liburan mereka, tetapi sebelum mereka melihat mobil lebih jauh. Sebuah suara menghina terdengar dari samping.
“Apa yang kalian lakukan! Jika menyentuhnya dan lecet, apakah kalian bisa menggantikannya?”
Ryu, Risa, dan Yuna menatap ke arah asal suara yang mengejek mereka tersebut. Ryu sendiri menaikkan alisnya dan benar-benar ada jejak kemarahan ketika ada yang mengejek kedua istrinya.
‘Kejadian klise kembali. Lebih baik kubunuh atau kuberi pelajaran yang sangat menarik?’
Ryu memikirkan sesuatu sampai akhirnya matanya bercahaya dan seringai di wajahnya terlihat.
‘Lebih baik...’
[To be Continued.]
Silakan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.
__ADS_1
Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.
Thank you Minna-san.