
Silakan Dibaca.
Pertandingan terus berlanjut, selepas kekalahan Silver. Ryu kembali di tempat peserta, kemudian memandang ke arah arena di mana para peserta selanjutnya bertanding.
Ryu sedikit ada rasa tertarik ketika melihat beberapa orang bertanding. Sekarang, ia melihat pertandingan antara seorang pria memakai pakaian Sumo, melawan seorang pria berotot besar.
Ryu mengerutkan kening ketika melihat otot pria tersebut, ia merasa bahwa otot itu dibuat-buat. “Apakah orang itu memakai Steroid? Atau hanya implan otot palsu?”
Ryu sedikit tertarik, ia sekarang melihat Robot memulai pertandingan kedua peserta tersebut...
***
Melihat Robot memulai pertandingan, Pria pesumo mencondongkan tubuhnya ke depan. Dua tangan miliknya terkepal dan mengambang di atas tanah.
Tatapan pria pesumo itu tajam, siap merobohkan apapun yang berada di depannya.
“Cih, hanya orang gemuk lemah... Lihat otot-otot kuatku ini, menyerahlah... Sebelum, kau babak belur dengan tinju kuatku.”
Pria berotot menatap ke arah pria pesumo dengan tatapan remeh, ia juga memamerkan ototnya yang bergerak-gerak tersebut.
Pria pesumo sendiri tidak peduli, ia melompat dan menghantam arena dengan keras.
Boom.
Gemuruh hantaman tersebut benar-benar kuat. Arena ikut berguncang, membuat pria berotot berdiri tidak seimbang. Pesumo sendiri memandang dengan ganas, kemudian dua telapak tangannya terbuka lebar dan menghadap ke depan.
Pria berotot menstabilkan dirinya, ia menatap ke arah Pesumo yang melesat ke arahnya dengan cepat. Pria berotot tidak bisa mengimbangi kecepatan Pesumo tersebut
Bughhh..
Tubrukan Pesumo membuat Pria berotot benar-benar mengerahkan seluruh kekuatannya. Pesumo sendiri tidak terlalu banyak usaha, ia mencengkeram kaki Pria berotot dan membanting dengan keras ke samping.
Bagghh...
“Ughh..” Pria berotot merintih kesakitan, sementara Pesumo sendiri, mengangkat tangan kanannya dan merapatkan jarinya.
“Telapak berat.”
Pesumo melesatkan telapak tangannya ke arah perut Pria berotot tersebut. Gerakan telapak tangan tersebut sangat cepat dan akurat.
Boom..
Lantai retak dan memunculkan kawah dengan pusat Pria berotot yang memiliki mata putih atau pingsan di tempat.
“Pemenang, Pesumo Kalan.”
***
Ryu benar-benar senang melihat pertarungan tersebut. Namun, baginya hal itu kurang seimbang. Pesumo melawan orang yang lemah, jelas ia akan menang.
‘Babak selanjutnya apakah Pesumo melawanku nanti?’ batin Ryu, ia menyeringai sebentar karena senang akan lawan yang akan dihadapi nantinya.
Ryu memantau ke arah Arena. Namun, ia tidak bisa tidak mengerutkan keningnya ketika melihat peserta selanjutnya naik.
__ADS_1
“Semuanya masih lemah, aku ingin tahu pria yang ditutup oleh kerudung dan jubah itu...” Ryu mengamati seseorang yang memiliki tubuh besar di tempat peserta.
Ryu sama sekali tidak bisa mengenali orang tersebut. Dia sangat penasaran, sampai akhirnya. Pria tersebut terpanggil naik ke atas arena.
Namun, ketika sudah di atas arena. Ryu melebarkan matanya, ketika melihat pria berjubah hanya mengangkat kakinya sedikit dan lawannya terpental keluar dari arena.
‘Apa itu tadi, cepat...’ batin Ryu, bukan hanya Ryu saja. Melainkan berbagai peserta terkejut dengan perkembangan tersebut. Kecepatan yang melebihi seharusnya, muncul di arena sekarang.
Ryu kembali sadar ketika ada sosok robot datang ke arahnya, memberikan sebotol air minum.
“Ryu Adam, minum air ini. Pemulihan tenagamu harus cepat, begitu juga Kalan.”
“Beberapa menit kemudian, putaran kedua akan dilakukan. Persiapkan dirimu...”
Robot juga memberikan botol air minum ke peserta yang lain. Sementara, peserta yang kalah dikirim keluar dari area tempat pertandingan berlangsung.
Ryu meminum air minum tersebut, ia merasakan sedikit lelah ditubuhnya terangkat dan digantikan dengan energi baru.
“Sungguh minuman yang menarik...”
Ryu menghabiskan minuman tersebut, sampai akhirnya Robot memanggil dirinya dan Kalan untuk naik ke atas panggung.
“Peserta Ryu dan Peserta Kalan, silakan memasuki Arena terlebih dahulu!” suara robot yang dingin sampai di telinga kedua peserta tersebut.
Ryu mengangguk, kemudian ia memejamkan matanya dan menghilang dari tempatnya berada. Selepas itu, Ryu muncul kembali di Arena pertandingan.
Di saat Ryu membuka matanya, apa yang ditampilkan di depannya ialah seorang laki-laki dengan tubuh besar dan tinggi, serta semangat yang menggebu-gebu.
“Aturan tetap sama...”
“Jika ada keluhan, silakan bertanya sebelum di mulai pertandingannya...”
***
Ruang Monitor, Rock dan Emma menatap ke arah Ryu dengan serius. Mereka berdua ingin melihat putra senior mereka tersebut.
Namun, Emma yang menatap ke arah Ryu, segera teringat oleh orang yang tertutup jubah sebelumnya. Emma mengerutkan keningnya, ketika mendengar nama peserta tersebut.
‘Texas... Nama ini seingatku tidak asing.’
Rock menyadari keanehan dari Emma, ia menatap ke arah istrinya dan bertanya dengan serius. “Ada apa, Emma?”
Emma menatap ke arah Rock, kemudian beralih ke arah layar dan menunjuk ke arah peserta yang menggunakan jubah sebelumnya.
“Aku semenjak tadi, mencurigai orang tersebut. Gerakan miliknya sangat cepat, kita tidak bisa mengatasi orang tersebut sama sekali.”
Rock sendiri terdiam, tendangan yang ditampilkan orang berjubah tersebut benar-benar melampaui level empat.
“Firasatku entah kenapa tidak nyaman untuk pria itu. Juga, nama Texas itu...”
Rock dan Emma berpikir dengan keras, tetapi ia tidak mengetahui siapa Texas tersebut. Keduanya menggelengkan kepalanya, mencoba melupakan sebentar dan fokus ke arah pertandingan Ryu yang akan dimulai.
***
__ADS_1
Arena pertandingan, Ryu memandang ke arah Kalan, begitu juga sebaliknya. Tatapan semangat dan tatapan buas saling bertemu satu sama lain.
“Aku Kalan, Pesumo dari Gunung Timur...” Kalan merunduk dan tangan hampir menyentuh tanah. “Salam kenal.”
Ryu menatap ke arah Kalan, ia tahu bahwa posisi tersebut ialah awalan dari seorang pesumo. Ryu meluruskan kaki kiri dan kanan, kemudian tangan kanan di depan, tangan kiri ditekuk dan berada di belakang.
Ryu meniru kuda-kuda dari makhluk Saiyan yang bodoh. Entah kenapa, menurutnya kuda-kuda tersebut sangat keren dan kuat.
“Nama Ryu Adam, hanya seorang yang akan mengubah dunia...” siluet cahaya muncul di iris mata Ryu. “Salam kenal.”
Seluruh penonton yang mendengar perkenalan Ryu melebarkan matanya masing-masing. Mereka tidak menyangka ada anak yang sombong sedang mengikuti pertandingan.
***
Rock dan Emma terkejut akan perkenalan tersebut, entah kenapa ucapan Ryu benar-benar membuat mereka terpana untuk pertama kalinya.
Mengubah Dunia...
Hanya dua kata tersebut, membuat keduanya paham makna di baliknya. Makna tersebut sangat dalam dan hanya berujung menjadi orang di puncak segalanya.
“Anak ini, benar-benar berani...”
“Menarik...”
Rock dan Emma menyeringai, mereka merasa melihat Senior mereka kembali ketika melihat momentum dari Ryu tersebut.
***
Kembali ke Arena Pertandingan, momentum yang kuat keluar dari kedua peserta yang tengah berdiri mengambil posisi masing-masing.
Ryu dan Kalan menatap sengit, kemudian Robot yang merasakan momentum, dengan cepat memulai Pertarungan kedua peserta tersebut.
“Pertandingan Peserta Ryu dan Peserta Kalan...”
“Mulai...”
Robot seketika menghilang dan digantikan oleh dua siluet yang tiba di tengah-tengah pertandingan.
Wush... Wush...
Kepalan tangan kanan Ryu melayang tepat ke arah Kalan, begitu juga telapak tangan Kalan melayang tepat ke arah Ryu.
Kedua serangan tersebut saling bertemu satu sama lain, menyebabkan ledakan yang sangat kuat.
Booom...
[To be Continued.]
Silakan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.
Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.
Thank you Minna-san.
__ADS_1