Sistem Kekayaan : Pengembalian

Sistem Kekayaan : Pengembalian
Chapter 122 - Kedatangan Lima Naga


__ADS_3

Silakan Dibaca.


Medan perang.


Ledakan keras mengantarkan ombak tajam yang melesat ke arah pelabuhan, langit kehilangan awan hitam, menunjukkan hari yang sangat cerah. Namun, badai panas menerpa para militer yang berada di pelabuhan.


Boom!


Dinding kayu Ivan dan Tea bergetar terus-menerus. Keduanya berusaha sekuat tenaga untuk menahan dampak dari tabrakan serangan instruktur mereka melawan seekor naga merah.


Rio yang berada di sebelah Sanda, mulai menatap ke arah dinding kayu. Dia berjalan maju ke depan, langkah demi langkah. Sampai akhirnya, dirinya tiba di tengah-tengah Ivan dan Tea.


“Kalian berdua, terima kasih atas kerja kerasnya. Sekarang mundurlah, akan kupertahankan garis pelabuhan ini.”


Ivan dan Tea terkejut, ketika mendengar suara di sebelah mereka. Keduanya menatap secara bersamaan, kemudian saat melihat bahwa orang yang berbicara adalah salah satu atasan militer, mereka berdua mundur dan berkata secara serempak.


“Siap, Komandan Rio.”


Ivan dan Tea kembali menuju ke tempat barisan belakang. Meski keduanya memiliki kekuatan yang sangat kuat. Mereka tidak akan langsung masuk ke barisan depan.


Para prajurit yang melihat Ivan dan Tea, mereka kagum dengan keduanya. Tidak ada yang akan mengejek mereka berdua. Tampilan kekuatan keduanya, membuat para prajurit sadar. Bahwa dengan kerja keras, pasti dapat menempuh kekuatan yang kuat.


Namun, para prajurit tidak mengetahui. Faktor keberhasilan Ivan dan Tea, ialah karena arahan dari instruktur magang mereka, Ryu Adam. Tanpa instruksi Ryu, keduanya masihlah menjadi orang yang lemah seperti sebelumnya.


Rock yang menjadi pengamat prajurit mengangguk puas. Dia tidak menyangka, putra seniornya telah membawa perubahan kepada prajurit yang paling terbelakang. Ini adalah sebuah kemajuan yang bagus untuk para militer ke depannya.


“Rock, segera atur para prajurit. Bawa mereka semua ke belakang untuk penyembuhan. Perang penentuan..” Sanda menggantungkan suaranya, lalu dia menatap ke arah Ryu dan para monster tingkat Raja lainnya yang perlahan-lahan datang. “Segera dimulai.”


***


Asap tebal menghilang dalam sekejap, digantikan dengan suasana yang menegangkan di tengah lautan. Ada sekitar 5 monster besar tengah melintas menuju ke arah seorang pemuda yang berada tepat di atas lautan.

__ADS_1


Ryu menatap ke arah Naga Merah yang terbang ke belakang. Pandangannya mengikuti Naga Merah, sampai akhirnya berhenti tepat di arah 5 monster yang tengah bergerak ke arahnya.


“Naga Merah ini, memiliki teman lainnya..” Ryu bisa merasakan kekuatan kelima monster jauh di depannya. Mereka semua sama dengan Naga Merah yang dirinya lawan sebelumnya.


Lima monster yang berada jauh di depan Ryu, memiliki bentuk dan wujud yang sama dengan Naga Merah. Mereka berlima ialah sosok Naga dengan warna dan ukuran tubuh yang berbeda-beda.


Ryu terpana dengan warna dan susunan Naga di depannya. Di saat dia masih terpana, muncul beberapa sosok di sebelahnya dalam sekejap. Ryu segera sadar dan waspada ketika merasakan keberadaan di sampingnya.


“Nak, lima monster naga di depan, serahkan kepada kami.” Sanda memandang ke depan, mengabaikan rasa terkejut dan waspada Ryu. Fokusnya adalah Naga berwarna ungu yang memiliki ukuran terbesar dari lainnya.


“Paman Sanda..” Ryu akhirnya menyadari sosok yang mengejutkannya. Kemudian, dia menghela nafas panjang, sebelum memandang kembali ke arah Naga yang perlahan-lahan mulai mendekat.


“Kalau begitu, serahkan Naga Merah kepadaku. Akun kami berdua harus diselesaikan,” kata Ryu, memandang ke arah Naga Merah yang menatapnya dengan tajam dan siap untuk bertarung kembali.


“Yah, Naga Merah akan menjadi lawanmu, Instruktur Muda.” Ryu memandang sekilas ke arah orang yang menyebutnya instruktur muda.


Terlihat sosok pria dengan pakaian hitam ketat dan tubuhnya terbentuk sangatlah jelas. Otot-otot tubuhnya kekar, dia berdiri dengan tegap. Lehernya yang lebar menambah kesan kuat, bagaikan sosok bangsawan mongol yang perkasa.


“Ordolf benar, Naga Merah denganmu sudah terhubung satu sama lain. Dia akan menargetkan dirimu terus-menerus.” Sosok pria dengan pakaian hitam dan jas putih tengah berdiri di sisi pria yang bernama Ordolf sebelumnya.


“Pria besar, ialah Ordolf. Pria berkacamata, ialah Yuref. Sementara kedua pemimpin lainnya, kamu seharusnya sudah mengenal mereka, Ryu.”


Bukan Ordolf maupun Yuref yang menjawab, melainkan Sanda yang menjawab kebingungan Ryu. Ordolf dan Yuref memandang ke Sanda, kemudian beralih ke Ryu. Sedikit menunduk tanda salam dari mereka berdua.


“Rock, bagaimana dengan para prajurit?” Sanda melirik sekilas ke arah Rock, pria yang ditanya mengangguk sedikit dan mulai menjawab.


“Ector dan Ink sudah mengambil alih. Mereka berdua bukanlah tipe bertarung, jadi mereka memilih menggantikan diriku daripada maju berperang.” Sanda mengangguk, ketika mengingat sekilas kekuatan dari Ector dan Ink.


“Roar!” raungan keras terdengar, lautan menciptakan ombak dalam sekejap, langit mulai menggelap kembali. Nafas kuat dirasakan oleh mereka berenam. Keenam orang menatap ke arah raungan keras, mereka hanya bisa tersenyum dan berkata secara bersamaan.


“Naga telah tiba.” Ekspresi mereka serius, tatapan tajam tertuju pada lawan mereka masing-masing. Ryu menatap ke arah Naga Merah. Ordolf menatap ke arah Naga kuning. Yuref menatap ke arah Naga Hijau. Rock menatap ke arah Naga Biru. Rio menatap ke arah Naga Hitam. Sanda menatap ke arah Naga Ungu.

__ADS_1


Keenam Naga yang ditatap memiliki kekuatan yang setingkat, namun perbedaan mereka akan terlihat jelas ketika saat pertarungan. Tingkat keenam Naga ialah Tingkat Raja, di mana Tingkat Raja adalah Tingkat selanjutnya dari Tingkat Atas.


Keenam Naga membalas tatapan lawannya dengan tajam dan liar. Keenam Naga berhenti sebentar, mereka mengibaskan sayapnya berkali-kali dan mulut mereka menyerap udara di sekitar. Kepala perlahan-lahan mulai mundur ke belakang.


Dalam mulut para Naga mengeluarkan percikan api yang berbeda. Percikan api sesuai dengan warna tubuh mereka masing-masing. Jejak mata dingin melintas di mata mereka berenam. Kemudian, para Naga melepaskan semburan api kuat ke arah lawan di depannya.


“Salam pembuka yang layak. Pantas disebut Binatang Mitos yang adil dan memiliki martabat yang tinggi.” Sanda memandang keenam Naga dengan penuh kekaguman. Kemudian, dia menggelengkan kepalanya menghilangkan kekagumannya kali ini.


Kelima orang lainnya tidak bisa berkata-kata kembali, ketika mendengar pernyataan dari Sanda. Keempat orang mengeluarkan keringat dingin, sementara satu orang berpikir tentang sesuatu.


“Semburan api hampir datang. Mari kita tunjukkan kekuatan kita masing-masing.”


Sanda mengepalkan tangannya, kemudian aura miliknya keluar dan menutupi lengannya dengan cepat. Kecepatan dan warna dari aura yang dimiliknya, benar-benar mengejutkan Ryu.


Rio juga mulai mengeluarkan aura miliknya, kecepatan dan warna miliknya sama dengan Sanda. Warna yang dimilikinya juga sama dengan Sanda, yaitu Hitam.


Tanda aura kuat dapat dilihat dengan jelas. Mulai dari kecepatan menyatukan diri dengan area yang dipilih, warna yang semakin kuat, perasaan dominasi keluar yang membuat di sekitar aura sedikit bergetar.


Yuref dan Ordolf juga mengeluarkan aura mereka masing-masing. Keduanya memiliki warna yang berbeda, satu hijau dan satu kuning. Namun, kecepatan aura mereka hampir sama dengan Sanda dan Rio.


‘Orang-orang ini sangatlah kuat,' batin Ryu, dia sama sekali tidak takut. Melainkan, sudut mulutnya naik menunjukkan seringai lebarnya. Dia kali ini benar-benar senang akan adanya orang-orang kuat.


“Kalau begitu, waktunya diriku..” Ryu mengepalkan tangannya, kecepatan menyatu aura Ryu hampir mendekati kecepatan Yuref dan Ordolf. Warna yang dimiliki Ryu ialah Hitam keunguan.


Kelima orang yang melihat aura Ryu, terkejut. Namun, mereka segera kembali ke tampilan sebelumnya. Ekspresi kelimanya berubah, sudut mulut mereka naik membentuk seringai.


‘Benar-benar keturunan Monster.’


To be Continued.


Silakan Like, Comment, Share, Vote, dan Hadiahnya.

__ADS_1


Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.


Thank you Minna-san.


__ADS_2