
Silakan Dibaca.
Ryu menatap ke arah ponselnya, kemudian dia mengangkat panggilan dari Clara tersebut.
“Halo, ada apa Bibi Clara?” Ryu bertanya dengan suara ringan, dia kemudian mendengar suara Clara di ponselnya.
“Halo, benarkah ini Ryu? Bisakah kita keluar bersama besok. Kamu harusnya menyadari sesuatu tentangku, bukan?”
Ryu memang mengetahui situasi abnormal Clara, dia akan merasa panas dan wajahnya memerah seperti orang mabuk. Namun, yang membuat dirinya bingung adalah, kenapa Clara meminta bantuan kepada Sanda.
“Bibi, kamu yakin melakukan hal itu denganku. Bukankah ada paman yang sudah ada di dekatmu?” tanya Ryu, dirinya harus mengkonfirmasi hal ini terlebih dahulu.
“Tidak masalah, Sanda sudah mengetahui masalahku. Bagaimanapun caramu kemarin benar-benar sedikit mengurangi bebanku.” Clara berkata dengan nada menggoda.
“Oh, kalau begitu besok kita akan bertemu di Taman Arshna, tentukan hotel yang akan kita masuki nantinya.” Ryu sedikit tergoda, namun dia menahan diri.
“Oke, aku tutup dulu. Ad- Ahnn!” terdengar suara Clara yang berantakan, kemudian panggilan ditutup segera.
Ryu yang mendengar suara Clara sebelumnya, mengerutkan keningnya. Kemudian, dia menggelengkan kepalanya dan meletakkan kembali ponselnya di lantai.
Ryu berdiri, lalu mengganti ruangan gravitasi menjadi ruang pertahanan terkuat. Dia ingin mencoba kekuatan dirinya yang baru saja di Level 4.
Dia menatap ke depan, papan kayu yang tebal dan keras berdiri di depannya. Kayu itu hanya bisa dihancurkan oleh seseorang yang berada di atas Level 7.
Ryu mengepalkan tinjunya secara ringan, dia menggunakan sepuluh persen kekuatannya untuk sekarang. Kemudian, dirinya mengayunkan kepalan tangannya ke depan.
Angin kuat meletus menuju ke arah papan kayu tersebut. Di saat serangan mengenai papan kayu, suara tabrakan kecil terdengar.
Bam!
Papan kayu yang halus menerima kerusakan yang begitu besar. Terlihat cetakkan tangan Ryu terdapat di papan kayu tersebut.
Ryu mengerutkan keningnya melihat hal itu. Dirinya menambah kekuatan miliknya kembali sampai akhirnya, kekuatannya mencapai dua puluh persen.
Ryu mengayunkan pukulannya ke depan kembali, namun kali ini proyektil garis lurus melesat ke arah papan kayu tersebut. Detik berikutnya, terdengar suara ledakan di sisi papan kayu.
Boom!
Papan kayu hancur berkeping-keping ketika menerima serangan dari Ryu dan Ryu memandang papan kayu tersebut sedikit kurang senang.
“Kenapa sepuluh persen tidak menimbulkan kerusakan serius terhadap papan kayu itu?” gumam Ryu, dirinya berpikir dengan keras. Kemudian, dia mencoba kembali.
__ADS_1
Kali ini, dia menggunakan sepuluh persen kekuatannya. Namun, aura berwarna ungu keluar dan melapisi tangannya.
Ryu kemudian mengayunkan tangannya ke depan dengan ringan, lalu muncul angin kuat membentuk garis lurus menuju ke arah tubuh papan kayu.
Boom!
Terdengar suara ledakan kecil di dekat papan kayu. Kemudian, terlihat lubang besar tercipta di perut dari papan kayu tersebut.
Ryu yang melihat hal itu, mengangguk puas. Bagaimanapun juga, inilah kekuatan seharusnya dirinya miliki. Percobaan pertama, benar-benar sama dengan kekuatan sepuluh persen saat Level tiga.
Hal inilah yang membuat Ryu kurang puas. Namun, di percobaan ketiga. Akhirnya Ryu benar-benar mencapai apa yang dirinya harapkan.
“Apakah kekuatanku sebenarnya belum benar-benar pulih? Sepertinya begitu, seharusnya pukulan sepuluh persen dapat membuat keretakan dalam dinding. Jika masih sama, berarti hanya satu kemungkinan.”
“Seluruh kekuatan belum benar-benar terintegrasi ke dalam tubuh.” Ryu berspekulasi dengan cepat, ia mengepalkan tangannya kembali dan aura ungu melilit tangannya.
(Aku buat mirip kek di One Piece, Haki. Karena aku suka Haki.)
Ryu mengangguk, dan dirinya yakin bahwa tubuhnya belum sepenuhnya mencerna kekuatan baru yang dirinya dapatkan.
Kemudian, Ryu mulai mengasah kekuatannya terus-menerus. Sampai seluruh ruangan latihan bergetar karena dirinya.
***
“Kenapa tempat latihan gemetar terus menerus?” Risa mengerutkan keningnya, dia menggunakan persepsinya. Kemudian, dirinya melihat bahwa suaminya tengah memukul apapun yang berada di sekitarnya.
Kekuatan tangan suaminya sangatlah besar, membuat ruangan bergetar terus menerus. Yuna dan Alice juga menggunakan persepsinya, mereka juga melihat apa yang dilihat oleh Risa.
Beberapa menit kemudian.
Getaran telah berhenti, hal ini membuat Risa, Yuna, dan Alice saling memandang. Kemudian, mereka mengangguk bersama. Lalu, ketiganya pergi menuju ke arah ruangan pelatihan suaminya.
***
Ryu yang berada di dalam ruang pelatihan mengerutkan keningnya, dirinya merasakan ada tiga orang yang tengah menatap ke arahnya.
Namun, dia sedikit terkejut ketika melihat bahwa ketiga istrinya menggunakan persepsi. Hanya butuh beberapa jam, ketiganya telah menjadi semakin kuat.
‘Bagaimana pertumbuhan ketiganya bisa setinggi itu?’ Ryu bertanya-tanya dalam hatinya. Namun, jawaban sudah disediakan oleh Sistem sendiri.
[Menjawab : Siapapun yang menjadi Istri Tuan Rumah, mereka akan memiliki pertumbuhan yang sama dengan Tuan Rumah. Namun, untuk kebangkitan kemampuan khusus. Hal ini tergantung diri mereka sendiri.]
__ADS_1
Ryu terkejut menerima jawaban dari Sistem, namun dia segera berbalik menatap ke arah pintu yang terbuka. Dia melihat tiga istrinya masuk ke dalam ruangan dan berlari menuju ke arahnya.
“Sayang, apakah kamu naik level baru?” tanya Risa, dia terkejut melihat suaminya secara langsung. Ketika dirinya bertatap muka dengan suaminya, dirinya dapat melihat menggunakan persepsinya, bahwa ada energi aneh mengelilingi suaminya.
Yuna dan Alice juga melihat hal itu, mereka juga terkejut dan mati rasa ketika melihat suami mereka naik tingkat. Meski mereka senang karena suaminya selesai naik tingkat, mereka segera merasakan jurang yang jauh antara level mereka dengan suaminya.
“Ya, juga.. kalian sepertinya sudah berada di level tiga. Benar-benar cepat, namun kalian perlu menstabilkan kekuatan yang kalian dapatkan tersebut.” Ketiganya mengangguk bersama.
“Jangan memasang wajah seperti itu, kalian sudah kuat. Juga, aku tidak mungkin harus lebih lemah dari kalian. Jangan jadikan aku tolak ukur. Namun, kalian harus melihat semua orang menjadi tolak ukur, kecuali aku.”
“Bagaimanapun juga, aku adalah suami kalian. Jadi tidak mungkin, aku harus lebih lemah dari kalian.” Ryu menenangkan hati ketiganya, dia tersenyum memandang ke tiga istrinya yang terlihat murung sebelumnya.
Ketiganya segera sadar bahwa apa yang diucapkan suaminya benar. Jangan jadikan suami mereka tolak ukur untuk dilampaui, melainkan jadikan seluruh orang tolak ukur.
Ketiganya menjadi cerah kembali, kemudian melesat ke arah suaminya dan memeluknya dengan erat.
Ryu yang dipeluk oleh ketiga istrinya, sama sekali tidak kesulitan. Dirinya membalas pelukan dan membenamkan ketiganya ke dalam pelukannya.
Tangannya masih bisa memeluk ketiganya, bagaimanapun tubuhnya menjadi kokoh dan lebih besar dibandingkan sebelumnya.
Otot yang terbentuk membuat ketiga istrinya semakin menikmati pelukan tersebut. Mereka berpelukan sedikit lama.
Beberapa menit kemudian.
Mereka saling melepaskan pelukannya masing-masing, lalu Ryu melihat bahwa hari sudah sore. Dirinya memandang ke arah tiga istrinya.
“Ayo kita kembali, waktunya untuk makan malam. Selepas itu, kita akan beristirahat.” Ryu berkata dengan ringan, ketiga istrinya mengangguk dan mereka berjalan keluar dari ruang latihan.
***
Tiba di luar, Xiao Fan melihat Siana tengah berjalan ke arahnya dengan semangat. Dirinya memiringkan kepalanya, namun sebelum Siana tiba. Ketiga istrinya berjalan terlebih dahulu kembali ke rumah. Mereka bertiga akan memasak untuk makan malam.
Ryu setuju dan pandangannya beralih ke Siana yang sudah dekat dengan dirinya. Siana dengan cepat mengatakan apa yang ingin dirinya katakan.
“Ryu, metodemu benar-benar sukses..”
To be Continued.
Silakan Like, Comment, Share, Vote, dan Hadiahnya.
Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.
__ADS_1
Thank you Minna-san.