Sistem Kekayaan : Pengembalian

Sistem Kekayaan : Pengembalian
Chapter 48 - Melawan Preman 1


__ADS_3

Silakan Dibaca.


Ryu, Risa, dan Yuna berjalan melewati gang sempit, kemudian tiba di lapangan yang sangat luas dengan rumput hijau rendah.


Namun, di ujung lapangan itu. Terlihat, berbagai orang tengah berkumpul menjadi satu. Ryu juga merasakan orang yang mengintai sebelumnya berkumpul bersama mereka.


“Sayang, apakah kita akan bertarung dengan mereka?” Risa tidak bisa untuk tidak bertanya ketika melihat berbagai orang dengan wajah garang.


Ryu mengangguk, ia kemudian berkata, “Semenjak tadi, kita diikuti oleh mereka. Sebenarnya, mereka ingin menghancurkan Melissa, lalu mulai menyerang perusahaan baru kita.”


Yuna mengerutkan keningnya, ia dan Risa kemudian ingat siapa yang akan mencari gara-gara nantinya saat memiliki Perusahaan.


Organisasi Capung!


“Mereka... Saudari Yuna, sepertinya kita perlu memberi pelajaran para preman ini.”


Ryu tersenyum ketika mendengar ucapan Risa, ia mengangkat tangannya untuk menahan emosi kedua perempuan itu.


Di sisi Organisasi Capung, mereka menatap ke arah Ryu, Risa, dan Yuna dengan ganas.


“Tuan Zera, merekalah yang membeli perusahaan yang kita incar.” Salah satu orang buncit berteriak sambil menunjuk ke arah Ryu dan kedua istrinya.


“Jadi, mereka yang memecat kalian...” seorang pria dengan tubuh besar penuh akan tato di kedua lengannya berkata dengan suara berat.


“Ya, mereka yang memecat kami, Tuan.” Seorang pria dengan tubuh kurus berisi menatap dengan sedikit rasa ketakutan.


Pria bertubuh besar menatap ke arah Ryu. Namun, ia mengabaikannya dan fokus ke arah Risa dan Yuna. Ia menyeringai ketika melihat dua sosok kecantikan itu.


“Yah, ada dua kecantikan... Semuanya, hancurkan mereka dan seret kedua perempuan itu untuk kita permainkan nantinya!”


Para preman bersemangat, mereka bangkit dan membawa berbagai alat dan senjata mereka masing-masing.


“Bos, sudah memerintahkan kita untuk menyerang.”


“Hahaha, meskipun kita kalah... Bos sudah berada di Level Dua. Jadi, jangan takut semuanya!”


“Ouu..”


Teriakan-teriakan semangat para preman, terdengar sampai telinga Ryu, Risa, dan Yuna.


Ryu memandang satu persatu preman itu, ia menyadari bahwa pihak lawan hanya ada 30 orang di tambah beberapa orang yang ia kenal sebelumnya.


Namun, Ryu merasa ada yang salah ketika melihat sosok besar yang berada di tengah-tengah para petinggi. Entah bagaimana, ia merasa bahwa orang itu bukan bos asli.


‘Apakah ini bukan Organisasi Capung?’ Ryu berpikir sebentar sampai suara istrinya Risa terdengar di telinganya.


“Sayang, apakah kita bisa mulai menghancurkan mereka?” Risa bertanya dengan nada antusias, ia ingin memukul dan menghancurkan berbagai sampah masyarakat itu.

__ADS_1


Ryu mengangguk, ia kemudian bertanya sebentar. “Apakah membunuh mereka di larang?”


Risa tertegun, ia paham maksud dari suaminya itu. Kemudian, ia menjawab, “Sebenarnya untuk membunuh lawan, harus memberitahu alasan kepada Robot Keadilan, serta dikenai biaya 1 Juta.”


Ryu tertegun, ia kemudian mengangguk dengan senang. Risa mengambil ponselnya dan memesan Robot Keadilan.


Robot Keadilan muncul, kemudian Ryu mulai mengurus dokumen membunuh dengan cepat dan membayar 2 juta.


Para preman yang berjalan berhenti sebelumnya karena melihat ada Robot Keadilan. Salah satu dari mereka menyipitkan matanya dan bertanya kepada rekannya.


“Apakah itu Robot Keadilan?”


“Itu benar...”


“Hanya ada dua kemungkinan, Robot Keadilan mereka panggil.”


“Pertama, mereka akan melaporkan kita. Namun, itu mustahil untuk mereka.”


“Sementara kedua, kemungkinan besar itu terkait membunuh.”


Para Preman tertegun, mereka menjadi sedikit waspada ketika musuh di depannya mengajukan dokumen membunuh.


Hal itu karena, orang yang mengajukan dokumen membunuh sama sekali bukan orang biasa. Hanya orang-orang penting yang bisa mengajukan dokumen membunuh.


“Musuh kita, sepertinya lebih susah dari biasanya.” Seorang Preman berkata dengan nada dingin, ia kemudian mengendus ringan dan berkata dengan nada tinggi. “Semuanya, ayo kita bunuh orang itu!”


Menyadari pergerakan dari pihak lawan, Risa dan Yuna mulai melesat dan bertempur dengan penuh semangat. Mereka berdua melintas dan mulai menendang satu dari berbagai preman itu.


Ryu selesai mengurus dokumen, ia meregangkan tangannya ke atas. Berbagai suara retakan tubuh terdengar.


“Ada 30 orang... Waktunya menyerang...” Ryu melesat ke arah para preman itu. Lintasan bayangan miliknya bergerak dengan cepat.


Dalam sekejap, Ryu tiba di depan salah satu preman. Ia mengayunkan kepalan tangannya dan melayangkan dengan cepat ke arah kepala preman di depannya.


Pukulan!


***


Sisi Risa, ia mengayunkan tendangannya dengan cepat membuat Preman1 kehilangan pijakannya dan terhuyung-huyung jatuh ke tanah.


Risa merasakan ada serangan dari belakang. Ia mengangkat kaki kanannya dan mengayunkan tepat ke arah belakang.


Preman2 yang menyerang Risa terkejut, ia tidak bisa menghindar dan terkena serangan Risa langsung.


Tendangan!


Pemukul Bisbol yang dibawa oleh Preman2 terlepas dan Risa mengambilnya, kemudian ia merasakan bahwa Pemukul itu terbuat dari besi keras.

__ADS_1


Risa menyeringai, ia melesat maju menuju ke arah Preman3 yang tidak siap. Risa mengayunkan pemukul miliknya dengan keras tepat wajah Preman3 itu.


Pukulan!


Preman3 tersungkur ke tanah, wajahnya mengeluarkan berbagai darah. Entah itu dari mata, mulut, maupun hidung.


Risa tidak berhenti begitu saja, ia juga merasakan adanya benda tajam mengarah ke dirinya. Risa tak peduli, ia menghalangi benda tajam itu dengan ayunan Pemukul Bisbol.


Tabrakan!


Benda tajam terbentur dengan pemukul milik Risa, Preman4 dan Preman5 terkejut. Namun, rasa terkejut mereka hilang ketika, Risa memukul leher mereka berdua.


Pukulan! Pukulan!


Selesai mengurus kelima preman itu, Risa menatap Preman6 sampai Preman10 yang tidak bergerak maju. Mereka berlima memandang Risa sedikit ketakutan dan kewaspadaan tinggi.


Risa tidak peduli, ia melesat ke arah Preman6 dan Preman7 dengan cepat. Kedua Preman itu menekan ketakutannya dan mulai menyerang Risa.


Preman6 mengayunkan tendangan ke arah leher Risa. Namun, kaki Preman6 di pukul dengan keras oleh Pemukul Bisbol.


Preman6 terkejut, ia ingin berteriak. Namun, ia merasakan lehernya mati rasa dan tak sadarkan diri segera di tempat.


Preman7 mengeluarkan Belatinya dan menusuk ke arah punggung Risa. Namun, sebelum Belati sampai di punggung Risa.


Risa sudah menghindar ke samping sambil mengayunkan Pemukul Bisbol tepat ke arah Kepala Preman7 dengan keras.


Pukulan!


Preman7 terkejut, ia merasakan rasa sakit yang tajam dari kepalanya. Ia dengan cepat tersungkur ke tanah dan tak bergerak sama sekali.


Preman8, Preman9, Preman10, tubuhnya gemetar hebat. Namun, Risa bukan orang naif. Ia mengayunkan Pemukul Bisbol tepat ke wajah ketiga Preman itu.


“Akhirnya selesai...” Risa memandang sekitar dan melihat Ryu hampir selesai begitu juga dengan Yuna. Risa duduk dan melihat keduanya bermain-main dengan para Preman.


***


Sisi Yuna, ia menghindari serangan-serangan dari para Preman yang ia lawan. Preman yang menjadi lawannya hanya memakai alat setrum dan bongkahan kayu.


Yuna menghindari dengan santai, ia melirik sebentar ke tempat Risa dan senyum miliknya terangkat.


“Baiklah, waktunya giliranku...”


[To be Continued.]


Silakan Like, Comment, Share, Vote, dan, tip koinnya.


Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.

__ADS_1


Thank you Minna-san.


__ADS_2