
Silakan Dibaca.
[Misi terbuka.]
[Misi dipicu.]
[- Menangkan Turnamen Beruang Perkasa.]
[- Hadiah : Keterampilan acak.]
[- Gagal : Seluruh Stat berubah menjadi 10.]
Ryu melihat misi yang diberikan oleh Sistem, dia tidak bisa tidak terkejut. Namun, dalam permukaannya tetap tenang.
{Silahkan masuk.}
Ryu yang mendengar suara mekanik lift, segera menatap ke arah pintu lift yang terbuka. Pintu tersebut langsung menuju ke kamar yang dirinya sewa.
Kamar VIP mirip dengan kamar VIP di hotel, ada tempat mandi, dapur, ruang tamu, dan ruang tidur. Semuanya lengkap dan mirip, kecuali desain-desain kamarnya.
“Kita lihat-lihat terlebih dahulu.” Ryu dan kedua istrinya melangkah memasuki kamar VIP tersebut. Mereka melihat ke sekeliling kamar, kemudian kedua istri Ryu itu mulai menjelajah kamar VIP tersebut.
Ryu sendiri berjalan menuju ke dapur, dia menyiapkan makan malam. Sambil menunggu pemberitahuan lebih lanjut terkait dengan Turnamen Beruang Perkasa nantinya.
Beberapa menit kemudian, makanan telah siap begitu juga kedua istri Ryu telah selesai menjelajah. Mereka bertiga sekarang duduk di kursi dekat meja makan.
Selesai makan, ketiganya melepaskan pakaian dan mulai Mandi bersama. Tidak ada hal istimewa sama sekali, sampai akhirnya suara mekanik lift sebelumnya berbunyi.
{Selamat telah bergabung dalam Event Turnamen.}
{Event sendiri akan dilaksanakan besok hari. Persiapkan diri kalian para peserta.}
{Tepat pada pukul delapan pagi, kalian semua akan dipindahkan ke Dimensi ruang khusus. Sementara itu, orang yang dekat dengan peserta akan tetap tinggal di ruangan masing-masing dan menonton para peserta melalui layar di ruang tamu nanti.}
{Peraturan :}
{- Dilarang membunuh.}
{- Dilarang memakai Senjata.}
{- Lawan akan dinyatakan kalah, jika pingsan dan menyerah.}
{Ketiga itu adalah peraturan untuk Turnamen Beruang Perkasa. Jika kurang jelas, silakan tanyakan kepada Asisten Ruang yang akan selalu berada di kamar.}
Ryu yang tengah mandi, sedikit terkejut. Dia akan dipindahkan ke tempat pertarungan besok pukul delapan pagi. Risa dan Yuna yang berendam, tidak bisa tidak memeluk lengan Suaminya tersebut.
Ryu merasakan sesuatu yang lembut dan empuk di kedua lengannya. Dia sudah menyadari bahwa itu adalah kedua istrinya. “Kalian berdua, tenanglah. Turnamen ini menarik dan lumayan seru juga.”
__ADS_1
Risa dan Yuna tetap memeluk lengan Ryu. Risa kemudian berkata, “Kami tidak mengkhawatirkan hal itu. Kami hanya ingin memelukmu agar nanti saat kau di sana tidak gugup.”
Ryu tidak mengerti maksud istrinya itu. Namun, dia tetap menikmati dada kedua istrinya tersebut, sambil bermain dengan dada yang lain.
***
Di ruang VIP lain, terlihat seorang laki-laki memiliki rambut silver pendek dan bekas tebasan tepat di mata kanannya, tengah menatap ke arah cermin dengan serius.
“Ramuan itu, aku harus mendapatkannya untuk meningkatkan kekuatanku agar dapat Balas Dendam kepada mereka.”
Laki-laki tersebut menyalakan kran, kemudian membasuh mukanya sambil memejamkan matanya. Namun, di saat dia membuka matanya. Terlihat iris mata miliknya berbeda warna. Mata kiri hijau, mata kanan merah.
“Waktunya tidur.”
***
Kamar VIP lainnya, terlihat satu pasangan tengah melakukan hubungan badan dengan liar di ruangan tamu. Satu pria dengan tubuh besar dan kekar, penuh akan otot tengah membuat perempuan di depannya menjadi liar.
“Ya... Terus... Masukkan lebih dalam...” Rintihan-rintihan suara perempuan tersebut menjadi lebih keras, sampai akhirnya dia gemetar dan terbaring lemah di tempat duduk ruang tamu tersebut.
Pria Besar itu sendiri duduk di sofa dan menatap ke arah perempuan yang terbaring di dekatnya. Kemudian, menyalakan rokok miliknya yang besar, selepas itu menghembuskan asap rokok tersebut.
“Emma, bagaimana menurutmu?”
Perempuan yang terbaring lemah dan menampilkan wajah memalukan. Seketika duduk dan cairan yang memenuhi dirinya, ia lepaskan dengan normal.
“Yah, kau terlalu kasar, Rock.”
“Menurutku, Turnamen ini akan menjadi seru.” Emma berkata sambil memasukkan naga milik Rock ke dalam dirinya.
“Oh, apa menurutmu yang paling menarik?” Rock sedikit tertarik, jarang sekali istrinya tertarik akan sesuatu. Emma yang tengah naik turun bermain dengan Naga Rock, menjawab dengan lancar.
“Yah, ada kandidat yang cocok untuk ekspedisi Dragon nantinya, setelah Turnamen Jalanan.”
Rock meraih pinggang Emma dan mempercepat laju perempuan tersebut. “Jadi, ada berapa orang yang menurutmu layak untuk di ajak dalam ekspedisi Dragon itu.”
Emma menjadi semakin berteriak keras, ketika Rock mengambil alih. Dia berusaha untuk menjawab, meskipun harus berteriak dengan keras.
“Ada.. Ahn... Dua kandidat yang cocok...” Emma seketika melengkungkan tubuhnya, Rock menekan Emma agar semakin tertanam dalam dirinya.
Tubuh Emma menjadi gemetar, mereka tidak melepas satu sama lain. Sementara, Rock menyeringai. “Ohh, aku tak menyangka akan sangat banyak nantinya...”
Rock mengangkat tubuh Emma, dia berjalan ke arah kamar tidur dan berkata dalam hatinya.
“Entah siapa kalian berdua... Kita akan bertemu di saat Turnamen ini di mulai.”
Kamar tidur pun tertutup, suara teriakan Emma kembali bergema di dalam kamar tersebut.
__ADS_1
***
Kamar biasa, duduk seorang pemuda yang memiliki tubuh besar dan kekar. Ototnya tidak terlalu terbentuk, tetapi hal yang menarik adalah, ia memakan jubah biru tanpa memakai pakaian apapun dan celana sama sekali.
“Aku akan membawa kejayaan Sumo dengan memenangkan Turnamen Beruang Perkasa ini.”
Mata pemuda itu penuh akan tekad, dia kemudian berkata dengan penuh semangat. “Guru, Murid akan membuat Seni Sumo melambung tinggi nantinya. Banyak orang yang akan mengikuti jejak kita.”
Pemuda itu berdiri, kemudian dia melompat sekali dan ledakan terdengar di tempat pemuda tersebut. Meja di depannya melayang tepat di depannya.
Telapak tangan besar milik pemuda itu dengan cepat memukul meja tersebut, menyebabkan meja tersebut berlubang dan hancur seketika.
“Kemenangan untuk Su..Mo.”
***
Kamar biasa, terlihat seorang laki-laki bersila sambil memejamkan matanya. Kedua tangannya menyatu, kemudian berayun seperti gelombang dan ia melompat berdiri sambil menghentakkan kakinya dengan keras.
Meja di depan tetap tidak bergeser, sampai sedetik kemudian terlihat meja perlahan-lahan retak tengah dan terbelah menjadi dua.
Laki-laki itu menghirup nafas dalam-dalam, kemudian membuangnya. Mata yang terpejam, perlahan-lahan mulai terbuka dan tangan kanannya terkepal erat.
“Semoga ada orang kuat yang akan menjadi lawanku. Juga, Seni Bela diri Guru ini sangat kuat.”
“Dojo Retsu akan melambung tinggi, jika aku memenangkan Turnamen ini nanti...” Laki-laki itu menghela nafas pelan. “Sebaiknya aku melanjutkan meditasi.”
***
Di Kamar VIP, terlihat ruangan tersebut berbeda dengan VIP lainnya. Di ruangan tersebut tidak ada sama sekali furnitur yang terpasang. Hanya ada dua batu berbentuk persegi yang berada di sisi kanan dan kiri.
Kedua batu tersebut tengah menopang sosok kaki besar penuh dengan otot kekar. Nafas yang keluar dari Pria yang meluruskan kakinya ke sisi masing-masing, benar-benar terdengar.
Pria tersebut memejamkan matanya dan tak lama kemudian, membuka matanya. Iris mata emas dengan hitam lurus vertikal terlihat.
Tatapan bagaikan binatang buas nyata, seolah-olah orang yang berada di depannya harus benar-benar tunduk di hadapannya.
“Sudah lama, aku tidak mengikuti Turnamen ini...”
“Aku ingin melihat, adakah orang yang menarik nantinya...”
Seringai tajam pria tersebut benar-benar mengerikan. Kemudian, dia berkata dengan nada dalam.
“Beri aku yang menarik, Para Junior!”
[To be Continued.]
Silakan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.
__ADS_1
Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.
Thank you Minna-san.