
Silakan Dibaca.
Malam hari.
Di dalam kamar tidur, Ryu berdiri di balkon sambil memandang Bulan yang tengah bersinar penuh. Kemudian, ia berbalik dan melihat dua istrinya tengah tidur dengan nyenyak di ranjang.
“Oh, kamu belum tidur?” tanya Ryu sambil melirik ke arah balkon di sebelahnya.
Terlihat sosok seorang perempuan dengan rambut pirang. Perempuan itu ialah Alice. Ia yang mendengar pertanyaan Ryu, mengedutkan bibirnya segera.
“Teriakan Risa dan Yuna saat bermain sangatlah keras. Bagaimana aku bisa tidur.” Jawab Alice dengan ekspresi kurang senang.
Awalnya ia ingin ikut, namun dirinya urungkan segera karena belum yakin akan hatinya.
Ryu memandang ke arah Alice, kemudian ia memandang ke arah luar sambil menikmati hembusan angin malam yang keluar.
Beberapa menit kemudian.
Alice berbalik, ingin masuk ke dalam kamarnya. Namun, ia melirik ke arah Ryu, kemudian berkata dengan nada lembut dan ringan.
“Jangan terlalu malam, besok kamu akan melakukan pertarungan.” Ucap Alice, sementara Ryu menjawab sambil mengangguk.
“Ya.” Jawab Ryu, ia tersenyum dan memandang ke arah Alice yang tengah memandangnya.
“Selamat tidur.” Ucap Alice, kemudian berbalik masuk ke dalam kamar miliknya segera, tanpa menunggu jawaban dari Ryu.
“Selamat tidur.” Jawab Ryu, selepas itu menatap kembali ke arah bulan dan melakukan pergantian pertukaran segera.
[Uang : 1.024 Triliun.]
[Koin : 811.]
[Selamat, Tuan mendapatkan kotak baik.]
Ryu tersenyum, kemudian ia berbalik dan mulai merangkak menuju ke ranjang tempat tidur, lalu memejamkan matanya.
***
Pagi hari.
Ryu, Risa, Yuna, dan Alice keluar dari rumah. Mereka berempat sudah memakai pakaian santai dan tidak terlalu mencolok.
Kemudian, Tera dan Selina sudah menunggu di gerbang rumah. Mereka membawa mobil milik tuannya yang memiliki enam kursi termasuk sopir.
Ryu naik ke dalam mobil, ia masuk dan menempati kursi depan dekat dengan sopir yang tak lain Tera.
Kemudian di belakang mereka terdapat Selina dan Alice. Lalu, di belakang sendiri di tempati oleh Risa dan Yuna.
Mobil menyala dan bergerak menuju ke arah tempat pertarungan di laksanakan. Mereka bergerak sedikit lebih cepat, karena mereka tidak ingin telat.
__ADS_1
Butuh beberapa menit, mereka tiba di pelabuhan yang ditentukan.
Tera mengarahkan mobil menuju ke tempat parkir terlebih dahulu. Selepas itu, keenam orang itu turun dari mobil dan menuju ke tempat berkumpul.
Mereka berjalan sebentar dan melihat ada kapal yang terdapat Rock yang sedang berdiri di dekat kapal tersebut.
Keenan orang itu berjalan ke arah Rock, kemudian mereka tiba di dekat Rock dan Ryu menyapa terlebih dahulu.
“Halo, apakah ini kapal menuju ke hutan beruang perkasa?” tanya Ryu, Rock memandang ke arah Ryu. Ia mengangguk dan tersenyum.
“Itu benar, kontestan Ryu. Juga, maaf sebelumnya aku belum memperkenalkan diriku.,”
“Namaku adalah Rock, aku di sini akan memandumu menuju ke pulau beruang perkasa tersebut.” Rock memperkenalkan diri sambil mengulurkan tangannya.
Ryu yang melihat hal itu tersenyum, ia menjabat tangan Rock sambil memperkenalkan dirinya.
“Namaku, Ryu Adam. Panggil saja aku Ryu. Mohon sarannya, Tuan Rock.”
Kemudian keduanya saling memandang dan mulai bergerak menuju ke arah kapal diikuti dengan lima orang di belakangnya.
***
Di dalam kapal.
Rock memimpin jalan menuju ke ruangan tempat Ryu beristirahat selama perjalanan.
Tiba di ruangan tersebut, Rock berbalik dan berkata, “Ini adalah ruangan untukmu, Ryu.” Kata Rock dengan ekspresi sedikit keseriusan.
Sementara untuk para perempuan, mereka akan tetap berada di ruangan. Mereka ingin mengatur tempat tidur terlebih dahulu, sebelum berkeliling.
Ryu dan Tera mengikuti Rock menuju ke arah tengah kapal. Rock sendiri sudah menghubungi istrinya untuk memandu istri Ryu nantinya.
Selepas itu, ketiganya berjalan menuju ke arah luar dan tengah kapal.
***
Luar kapal.
Terlihat area kolam renang yang begitu luas, dengan satu tangga menuju ke atas. Di tempat tersebut, terdapat beberapa orang yang akan menjadi penguji turnamen nantinya.
“Sanda, apa yang kamu ucapkan apakah benar?” tanya seorang wanita yang begitu cantik. Ia memiliki rambut panjang berwarna merah muda.
“Clara, ya begitulah. Sebenarnya aku ingin mengajak Melissa, namun sepertinya ia terlihat sibuk kali ini.” Jawab Sanda dengan nada tak berdaya.
Wanita itu ialah Clara, istri dari Sanda sendiri. Ia menjilat bibirnya dan mulai menyesap es yang dirinya miliki sebelumnya.
Kemudian, dari kolam renang muncul seorang perempuan dengan pakaian renang yang begitu menggoda. Rambutnya pendek berwarna biru, kemudian memandang ke sekitar dengan tatapan penuh akan waspada.
“Apakah orang yang akan diuji belum tiba, Pak Sanda?” tanya perempuan itu, sementara Sanda menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
“Sebentar lagi, Nona Siana. Ia masih dalam perjalanan ke sini.” Ucap Sanda, kemudian melakukan pemanasan. Selepas itu, melompat ke arah kolam renang.
Wakil Instruktur Militer, Siana Rowen. Seorang perempuan yang pernah memasuki medan perang dan menghancurkan benteng terkuat Ninsan.
Benteng yang dibangun setinggi dua puluh meter dan memiliki ketebalan seratus batu bata. Benteng yang selalu menahan berbagai musuh di Negara Scarlet Shine.
Selepas itu, terdengar langkah kaki dari tangga menuju ke atas dek. Tiga orang yang berada di atas, dalam sekejap menatap ke arah tangga.
Kemudian, terlihat tiga orang laki-laki tiba di atas dek. Mereka ialah Ryu, Tera, dan Rock.
Ryu dan Tera menatap ke sekeliling dengan mata takjub. Meskipun mereka pernah naik kapal dan menikmati pemandangan sekitar, mereka benar-benar tidak bisa untuk kagum dengan keindahan pemandang laut dari atas dek.
Namun, detik berikutnya terlihat siluet hitam melesat menuju ke arah Ryu dengan cepat. Ryu sendiri sudah menyadari akan hal itu, ia mengangkat kakinya dan mengayunkan dari samping.
Bugh!
Ryu menyusutkan matanya ketika melihat sosok hitam tersebut menyeringai dengan penuh akan semangat.
Sosok hitam melompat mundur dan perlahan-lahan sosok itu mulai mengungkapkan dirinya.
“Apakah ini Level kekuatan dari keponakanku?” tanya sosok pria yang berada di depan Ryu.
Mendengar kata ‘Keponakan’ Ryu menyusutkan matanya lebih dalam. Ia tidak tahu, siapa orang yang berada di depannya tersebut.
Namun, saat berikutnya ia mendengar langkah kaki di belakang pria tersebut. Ryu melihat sosok perempuan berambut biru pendek berjalan dan berdiri di sebelah pria itu.
“Sayang, jangan terlalu semangat.” Ucap perempuan berambut biru yang tak lain Instruktur Militer Siana.
“Maaf.. maaf, aku hanya tidak bisa mengontrol kekuatanku ketika bertemu dengan keponakanku kembali. Meski sudah dua kali bertemu, hanya baru ini aku bisa bertukar salam.” Ucap Pria tersebut.
Terlihat pria tersebut kekar dan otot-otot terus berkontraksi seolah-olah ingin melawan seseorang.
Pria itu tak lain ialah Paman dari Ryu, Rio Adam. Sekaligus, Suami dari Siana Rowen.
“Maafkan pamanmu, Ryu. Juga, perkenalkan namaku adalah Siana Rowen. Panggil saja kak Siana, jangan panggil Bibi Siana.” Jelas Siana dengan tatapan ancaman.
Ryu masih linglung, kemudian ia menatap ke arah pria di sebelah Siana, dirinya tahu pria tersebut.
“Ya, aku adalah pamanmu.. namaku ialah Rio Adam. Seharusnya kau sudah tidak asing dengan nama itu.” Ucap Rio sambil tersenyum menyeringai.
Ryu terkejut, ia memandang keduanya dan tidak bisa untuk tidak bertanya di dalam hatinya.
‘Karakter keluargaku muncul kembali..’
To be Continued.
Silakan Like, Comment, Share, Vote, dan Hadiahnya.
Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.
__ADS_1
Thank you Minna-san.