Sistem Kekayaan : Pengembalian

Sistem Kekayaan : Pengembalian
Chapter 111 - Pesta Penyambutan


__ADS_3

Silakan Dibaca.


“Ryu, metodemu benar-benar berhasil..”


Siana mengatakan hal itu dengan penuh rasa senang di hatinya. Dia tidak menyangka bahwa dua anak buahnya yang membuat dirinya dan ayahnya kewalahan untuk melatih mereka. Benar-benar bisa diatasi oleh Ryu sendiri.


Metode pengajaran yang berbeda membuat dirinya terkejut dan melihat hasil yang efektif kepada orang di bawah komandonya, dirinya benar-benar senang.


Ryu sendiri tersenyum tipis, dia sedikit terkejut karena metodenya berhasil. Efek dari keterampilan melatih benar-benar sangat kuat. Juga, dilihat dari bilah status sebelumnya. Bahwa tingkat melatih telah diubah dengan Level.


Hal ini membuat dirinya memiringkan kepala sebelumnya, namun setelah penjelasan singkat dari sistem. Dia akhirnya paham, bahwa tingkat sebelumnya adalah tingkat Level Nol, atau bisa dibilang permulaan.


Selanjutnya, pasti ada rahasia dibalik melatih sebenarnya. Ryu tidak bisa untuk tidak menghela nafas panjang. Sistemnya benar-benar misterius, semakin dirinya melangkah semakin dirinya tahu bahwa kekuatan sistemnya bukan sembarangan.


“Jadi, bisakah kamu memberiku saran? Aku sejak dua tahun yang lalu masih berhenti di satu tempat. Sama sekali tidak bergerak maju.”


Ryu mengedutkan dahinya, ketika mendengar permintaan dari Siana. Namun, dirinya tidak menolak dan mulai berkata sambil memandang tubuh Siana.


“Aku tidak bisa memberi penilaian, jika kamu tidak mengeluarkan kemampuan atau suatu tabel tentang dirimu sendiri, aku belum bisa membuat konten latihan untukmu.”


Ryu menjelaskan secara singkat, dia dapat membuat konten jika melihat semacam data dari orang tersebut. Dia belum bisa menilai secara langsung apa konten pelatihan yang cocok untuk orang yang belum dirinya lihat datanya.


Siana menganggukkan kepalanya, kemudian mengeluarkan ponselnya dan mulai mengeluarkan data miliknya. Lalu, data tersebut dirinya berikan kepada Ryu.


Ryu menerima data tersebut dan melihat seluruh data statistik kekuatan dari Siana. Level 12, Pengguna kemampuan Magnet dan Petir. Namun, Ryu melihat bahwa petir dapat keluar jika Siana mengaktifkan magnetnya.


Dia secara dasar mengetahuinya, kemudian Ryu mengembalikan data tersebut. Siana memiringkan kepalanya karena bingung dengan tindakan Ryu.


“Seorang magnetis dan pengguna petir. Apakah kamu bisa mengendalikan petirmu?” Ryu bertanya dengan rasa penasaran yang tinggi.


Siana mengangguk, kemudian dia mengaktifkan kemampuan magnetnya, lalu petir muncul di sekeliling tubuhnya. Pasir besi yang berada di sela-sela rerumputan mulai naik.


“Aku hanya bisa mengendalikan tiga kilat petir saja. Di luar ini, aku akan kehilangan kendali tubuh.” Ryu mengangguk, kemudian Siana mematikan kemampuan miliknya.


“Fisikmu kurang, pelatihan yang cocok adalah kecepatan dirimu. Ikut saja pelatihan dengan ketiga istriku. Mulailah bergerak di gravitasi yang kamu rasa mulai susah, tambahkan pemberat jangan lupa.” Ryu memberikan saran sederhana tersebut.


Siana mengangguk, memang yang paling cocok dengan dirinya adalah kecepatan. Namun, untuk kilatnya dirinya masih sedikit bingung.

__ADS_1


“Untuk kemampuan, sebenarnya bukan petir. Melainkan Pasir Besi, ini adalah kemampuanmu.” Ryu berkata sambil tersenyum tipis.


Dia mengetahui ketika melihat magnet aktif, secara tidak sadar pasir besi naik ke atas. Keadaan ini lebih kuat dibandingkan dengan petir yang menyala.


Siana sedikit mengerutkan keningnya, dia sendiri terkejut dengan ucapan Ryu. Kemampuan dirinya adalah magnet dan pasir besi. Dirinya tahu bahwa, pasir besi akan selalu naik, namun apa kegunaan pasir besi tersebut.


“Jika itu pasir besi, apa kegunaannya?” tanya Siana, sementara Ryu menaikkan salah satu alisnya. Apakah perempuan di depannya tersebut berpura-pura atau memang tidak mengetahui.


Namun, melihat ekspresi rumit Siana. Ryu merasa bahwa perempuan di depannya ini sama sekali tidak mengenali apa itu pasir besi. Dia ingin mengucapkan sesuatu, namun disela oleh teriakan orang lain.


“Instruktur Ryu, kami berhasil meningkatkan kekuatan!” teriakan Tea terdengar oleh Ryu dan Siana. Keduanya berbalik dan melihat dua prajurit itu tengah berjalan dengan senyum bahagia.


Ryu mengacungkan jempol ke arah kedua prajurit tersebut. Kemudian, berbalik menatap ke arah Siana. “Aku akan membuatkan konten pelatihan pasir besi, agar kamu dapat melatihnya.”


Siana mengangguk dengan senang, kekuatannya berhenti di Level 12 dan dia harusnya dapat naik ke Level 13. Namun, peningkatannya terhenti oleh kekuatannya sendiri.


Dia perlu mencari seseorang yang memiliki kemampuan mengajar terbaik. Dua tahun, akhirnya berlalu dan kali ini dirinya menemukan pelatih yang memberikan hal baru.


Dirinya tidak bisa menilai bakat, namun laki-laki yang tak lain keponakannya sendiri dapat menilai bakat tersebut. Hal inilah yang membuat dirinya penasaran.


Dia awalnya kagum dan terkejut dengan apa yang terjadi kepada dua prajuritnya. Keduanya meningkat, di tingkat di mana mereka menjadi baru.


“Ini kak.” Siana menatap ke arah Ryu. Kemudian dia melihat beberapa lembaran kertas dan Siana dengan cepat menerimanya.


“Baik, dan juga terima kasih.” Ryu mengangguk, kemudian berjalan menuju ke arah rumah sambil berkata dengan nada ringan.


“Jangan lupa kembali ke rumah, hari ini kita akan makan malam.” Siana yang mendengar itu mengangguk, begitu juga Tea dan Ivan yang barusan tiba.


Mata Tea dan Ivan seketika cerah dan bergegas mengikuti Ryu. Sementara Siana sendiri, mulai membaca konsep pelatihan yang diberikan oleh Ryu.


Tak butuh waktu lama, Siana merasakan gelombang informasi baru. Dia tidak menyangka Pasir Besi sangatlah kuat dalam hal pertahanan dan menyerang.


Siana kemudian merasakan perasaan yang lain, di mana perasaan itu sudah lama tidak dirinya rasakan. Dia seketika melebarkan matanya, lalu menatap ke arah tangan kanannya.


“Perasaan ini, tanda-tanda seseorang akan naik ke level baru. Namun, bagaimana bisa memicu akan kenaikan, hanya dengan membaca.” Siana dalam sekejap menjadi serius, namun dia segera menggelengkan kepalanya.


“Aku perlu melatih diriku sendiri, tapi lebih baik nanti selepas makan malam.” Siana berkata sambil tersenyum tipis, dia menatap ke arah rumah Ryu dan segera berjalan ke arah sana.

__ADS_1


Suasana hatinya sangat senang kali ini. Dia perlu menghubungi Rio terkait hal ini, apalagi menghubungi ayah mertuanya, Roa.


***


Di sisi Ryu, kali ini dia selesai mandi dan keluar dari kamar mandi. Dia hanya memakai celana olahraga, dengan pakaian santai.


Tea dan Ivan juga sedang mandi di sebelah. Dia kemudian beranjak pergi menuju ke arah ruang makan, di mana di sana makanan sudah disiapkan di meja.


Risa, Yuna dan Alice juga sudah menyelesaikan makanan penutup, mereka keluar dan melihat ke arah Ryu. Mata mereka bersinar terang, dan makanan mereka segera letakkan di meja.


“Sayang!” Ryu memandang ke arah ketiga istrinya dan mengangguk.


“Apakah semuanya sudah, kalau begitu kita menunggu yang lainnya.” Ryu duduk terlebih dahulu di tempat duduknya.


Tiga istrinya berada di tiga kursi kanan, kemudian Tea dan Ivan keluar dari kamar mandi bersama dengan Siana. Mereka duduk di tiga kursi kiri dengan Siana yang berada di tengah.


“Apakah kita akan mengadakan pesta?” tanya Siana melihat meja yang penuh akan makanan. Ryu sendiri tersenyum dan mengangguk.


“Ya, kita akan mengadakan pesta, atas kedatangan kalian bertiga.” Ryu menjawab dengan jujur dan mereka bertujuh mengambil gelas yang sudah diisi dengan anggur.


Mereka mengangkat gelasnya dan berkata bersamaan.


“Bersulang!”


***


Selepas pesta yang meriah, mereka bertujuh kembali ke kamar mereka masing-masing dengan keadaan mabuk. Ryu, Risa, Yuna, dan Alice saling bermain mencari kehangatan tubuh di malam hari.


Keadaan mereka yang mabuk, menambah kenikmatan liar lainnya.


To be Continued.


Silakan Like, Comment, Share, Vote, dan Hadiahnya.


Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.


Thank you Minna-san.

__ADS_1


__ADS_2