
[Chapter 16.]
[Tiba di Kota Sian.]
[Silahkan Dibaca.]
Mansion Ryu.
Ryu tengah keluar dari mansion miliknya, ia pergi ke depan dan menghubungi Tera untuk mengantarkan dirinya menuju ke Kota Sian, Kota yang berada di sebelah Kota Arshna.
Ryu menunggu beberapa menit, kemudian sebuah mobil CR-V Black Edition datang dan berhenti tepat di depan dirinya.
Ryu kemudian memasuki mobil tersebut. Dia sudah tahu siapa yang berada di dalam. Bagaimanapun juga, kaca mobil terbuka sejak awal.
Mobil melesat menuju kota sebelah, kecepatan dari mobil tersebut standar rata-rata. Ryu tidak buru-buru, jadi santai dalam mengendarai mobil menuju ke Kota sebelah.
***
Dalam perjalanan.
“Jadi, bagaimana pelatihan dan kesehatan para pasukan?” Ryu bertanya dengan penasaran. Dia tidak terlalu berharap banyak, bagaimanapun juga baru satu hari.
“Sebenarnya selepas Saya keluar dari Mansion Tuan. Saya dan para pasukan segera menuju ke rumah sakit.”
“Tiba di sana, Kami melakukan pemeriksaan terkait penyakit. Ada beberapa yang memiliki penyakit, akibat berhubungan badan dengan perempuan bar.”
“Juga, ada yang terluka karena pertandingan Arena Jalanan.” Tera menyelesaikan laporan miliknya, dia menjelaskan dengan sangat rinci.
Ryu sendiri mengangguk dan mengerutkan keningnya ketika Tera mengucapkan kata ‘Turnamen Arena Jalanan.’
“Nah, Tera... Apa maksudmu dengan Turnamen Arena Jalanan?”
Tera sedikit terkejut, dia segera sadar dan menjelaskan tentang Turnamen Arena Jalanan tersebut.
“Yah, itu adalah Turnamen terkenal di Kota Arshna. Bahkan, di seluruh Dunia.”
“Turnamen ini mencakup dari seluruh petarung tingkat 1-10. Tingkatan dari Petarung ada alat untuk mengukurnya sendiri.”
“Setiap Musim, akan ada acara meriah. Oh, juga beberapa minggu kemudian akan ada Acara ‘Dalelon Battle’ acara ini sangat meriah.”
“Kabarnya akan ada si Jack tangan besi. Dia petarung tingkat 2, bisa dikatakan dia kuat.”
Ryu mendengar Jack, seketika mengingat pertarungan dirinya dengan Jack tersebut. Dia benar-benar semangat untuk melawan Jack tersebut.
“Juga, ada Ito si Bintang Pemula. Dia berada di petarung tingkat 2 juga. Aku pernah bertarung dengannya dan kalah, aku sendiri berada di petarung tingkat 1.”
Tera menjelaskan seluruh hal terkait Turnamen Arena Jalanan. Ryu mengangguk, dia paham segala hal tentang pertarungan tersebut.
Keduanya saling berbicara satu sama lain. Mereka berbicara berbagai hal, Ryu selalu bertanya terkait Dunia barunya tersebut. Tera sendiri menjelaskan keseluruhan.
***
Empat Jam kemudian.
Mobil tiba di pintu masuk Kota Sian. Hal pertama yang menjadi kesan di Kota tersebut adalah sebuah pamflet makanan di mana-mana.
__ADS_1
Kota ini biasa dijuluki Kota makanan. Pusat dari Kota ini adalah sebuah gedung melingkar yang sangat besar. Bahkan hampir seukuran kota di Bumi.
Ryu benar-benar terkejut, dia tidak menyangka bahwa bangunan tersebut sangat luas. Dia kemudian berpikir, ‘Bukankah ini terlalu besar? Luasnya hampir satu kota di Bumi. Apakah Dunia ini lebih besar dibandingkan Bumi?’
Ryu mengangguk, dia merasa Dunia penuh akan misteri. Hal itu, membuatnya bersemangat.
‘Menjelajah, Kuliner, Menantang orang kuat, Bercinta... Benar-benar keinginan kuat laki-laki.’ Ryu berkata dalam hatinya.
Dia benar-benar tertarik akan Dunia barunya. Apalagi di Dunia ini, fisik lebih kuat di bandingkan Dunia sebelumnya. Modal untuk bertahan hidup, jadi lebih tinggi.
***
Tiba di pusat kota.
Ryu melihat berbagai pintu masuk menuju ke Gedung yang sangat besar tersebut.
Dia dan Tera mulai memasuki area untuk parkir mobil. Tepat saat mobil sudah terparkir, keduanya turun.
Sebuah Robot seketika muncul dari tanah, dia mengulurkan tangannya. Tera paham dan memberikan kunci mobil tersebut.
Robot yang matanya merah seketika berubah menjadi hijau, kemudian turun menghilang di bawah tanah.
Selepas itu Mobil milik Ryu dan Tera, di kunci dan di beri pelindung kaca transparan.
Ryu terkejut, walaupun dia sudah sering melihat teknologi maju di Dunia ini. Namun, dia tetap terkejut. Hal itu normal, karena Bumi belum secanggih Dunia Paralel.
“Baiklah, mari kita masuk, Tuan.” Tera mengawali dengan mengajak Ryu masuk ke dalam gedung terbesar tersebut.
Ryu mengangguk, keduanya berjalan bersama menuju ke arah pintu masuk menuju ke Gedung besar.
***
Dia awalnya ragu akan fondasi tempat tersebut, tetapi melihat ada berbagai robot tengah bergerak melakukan pengecekan gedung, dia mengangguk dan menghela nafas lega.
‘Benar-benar teknologi mengubah Dunia.’ Ryu tidak bisa tidak mengeluh dalam hati. Kemudian, dia tersadar ketika Tera memanggilnya.
“Tuan, lokasi acara ada di sana. Mari kita pergi, sebelum terlambat untuk mendaftar.” Ryu yang mendengar itu, mengangguk.
“Ayo.” Keduanya berjalan bersama menuju ke arah tempat acara lomba memasak di selenggarakan.
***
Dalam perjalanan, Ryu sesekali melirik dan menatap ke arah Stan makanan di sana. Dia tidak bisa tidak mengerutkan keningnya.
‘Kenapa semua makanan terlihat sama dan tidak ada perbedaan sama sekali?’ Ryu bertanya-tanya dalam hatinya.
Namun, dia segera berhenti berpikir ketika sudah tiba di tempat untuk mendaftar mengikuti lomba memasak.
Ryu melihat ke arah meja pendaftar dan melihat ke arah petugasnya. Dia kemudian berkata dengan ringan.
“Aku mendaftar.”
Petugas itu menatap ke arah Ryu, kemudian dia berkata dengan nada serius. “Nama?”
Ryu mengangguk dan berkata, “Joichiro.”
__ADS_1
Petugas mengerutkan keningnya, dia baru kali ini mendengar ada nama yang aneh. Namun, dia tetap menulis nama tersebut.
Ryu mengeluarkan uang miliknya yaitu 500.000 Rupiah. Dia berikan kepada petugas tersebut.
(Note : Nominalnya gua ubah. Entah kenapa, cocok normal.)
Petugas mengerutkan keningnya, dia menatap ke arah Ryu dan berkata, “Biaya mendaftar adalah 400.000 Rupiah. Ini kelebihan 100.000 Rupiah.”
Ryu tersenyum dan berkata, “Itu untuk kamu.”
Petugas tercengang, dia ingin menolaknya. Namun, dia lebih terkejut ketika dirinya tidak menemukan Ryu sama sekali.
Petugas berbalik dan melihat Ryu berjalan sendiri dengan sebuah celemek dengan sebuah angka nomor ’01’, petugas melihat hal itu dan menghela nafas tak berdaya.
“Benar-benar keberadaan yang kuat.”
***
Ryu berjalan melewati Koridor yang luas. Dia melihat ada berbagai pintu di sana dengan sebuah angka. Dia tahu maksud angka tersebut, itu adalah ruangan acara di mulai.
‘Jadi, kita akan diseleksi terlebih dahulu sebelum memasuki panggung arena yang menantang.’
Ryu kemudian melihat ke arah kertas yang dia ambil dari petugas, di sana tertera bahwa dia akan mengikuti seleksi di ruang dua belas.
Ryu melihat angka-angka, sampai akhirnya menemukan pintu berangka dua belas tersebut. Namun, sebuah suara arogan datang dari belakangnya.
Ryu tidak bisa tidak berbalik. Dia melihat seorang pria dengan pakaian koki, dan topi koki yang panjang.
“Bocah, pulanglah... Tempat dan acara ini bukan tempatmu untuk main-main.”
Ryu menatap sebentar dan berbalik untuk masuk. Pria itu terkejut, ketika diabaikan. Dia kemudian marah dan berteriak dengan keras.
“Bjingan, sudah kuperingatkan untuk menyerah. Namun, kau masih melawan, Hah!” Pria itu benar-benar marah.
Ryu sendiri menaruh tangan di gagang pintu, kemudian memutar gagang tersebut. Namun, sebuah tangan terkepal mengarah ke dirinya.
Grebbb.
“Jangan bertarung di sini! Ini adalah tempat untuk para koki memasak dan berlomba. Jika, kalian ingin bertarung lebih ba---“
Seorang perempuan menekan tangan pria itu dan melepaskan tangan tersebut. Namun, sebelum perempuan itu selesai berkata.
Ryu memutar dan mengayunkan kakinya secara vertikal. Matanya terlihat tajam seperti seseorang yang ingin membunuh.
Booomm.
Pria itu tertanam di lantai, hal itu membuat lantai rusak dengan hebat. Perempuan itu tidak percaya dengan apa yang dilihat.
Ryu kemudian meretakkan lehernya ke kiri dan kanan. Suara tulang yang renyah benar-benar terdengar.
“Kukira kuat, ternyata kertas.”
[To be Continued.]
Silahkan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.
__ADS_1
Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.
Thank you Minna-san.