Sistem Kekayaan : Pengembalian

Sistem Kekayaan : Pengembalian
Chapter 117 - Pertempuran Monster 1


__ADS_3

Silakan Dibaca.


Pelabuhan Arshna.


Ribuan pohon berdiri di ujung pelabuhan. Berbagai prajurit menatap pohon-pohon tersebut dengan takjub. Mereka tidak menyangka, prajurit yang berada di bawah sendiri memiliki kekuatan yang besar seperti itu.


Ryu tersenyum melihat kekuatan Ivan sekarang, tiga hari dirinya tidak ada letih untuk berlatih. Bahkan malam-malam, dia dan Tea terus berlatih tanpa henti.


Vitalitas keduanya sangatlah kuat, mereka kuat tidak tidur selama satu bulan. Mereka tidak akan pernah mengantuk. Sementara tidur mereka, hanya sesuai keinginan mereka saja.


Keduanya sangatlah cocok untuk berjaga malam, kelelahan dalam tubuh mereka dapat menghilang dalam sekejap. Mereka dapat berlatih selama setengah bulan, dengan kondisi penuh. Namun, mereka berdua juga memerlukan makan dan minum.


Hal ini jelas, karena mereka adalah pohon dan daun.


“Roar!”


Raungan keras terdengar di lautan. Para prajurit dan pemimpin lainnya menatap ke arah laut. Mereka melihat serbuan monster yang begitu kuat, tengah berlari menuju ke pelabuhan Arshna.


Ombak yang besar mengikuti para monster tersebut. Ombak semakin naik dan semakin melaju cepat menuju ke arah pelabuhan.


Ombak tiba pertama kali di pelabuhan dan bertabrakan dengan pohon yang diciptakan oleh Ivan tersebut.


Boom!


Ledakan keras terjadi, Ivan mengerutkan keningnya. Ketika mendengar ledakan tersebut, dia menatap ke arah depan dan terlihat ekor putih tengah menghantam pohon yang berdiri kokoh.


“Serang!” Teriakan Sanda terdengar oleh para prajurit. Mereka semuanya menatap ke arah depan, dan melesat menuju ke arah para monster yang menuju ke pelabuhan tersebut.


Para prajurit tidak mengenal kata takut, mereka bergerak sangat cepat ke arah monster tingkat rendah tersebut. Pengaturan prajurit sangatlah terinci.


Mereka membagi dua barisan, di mana yang kuat menyerang monster kuat dan yang lemah akan bertarung dengan yang lemah. Monster yang dapat diatasi para prajurit terkuat masihlah di bawah Ular Kebesaran.


Bagaimanapun juga, Ular Kebesaran sendiri berada di level 10. Sementara para prajurit hanya memiliki level 5 sampai 6 saja.


Boom! Boom! Boom!


Ledakan-ledakan keras terus terjadi di lautan. Badai di lautan mulai perlahan-lahan muncul, mereka muncul secara tak terkendali.

__ADS_1


Monster maupun prajurit terseret oleh badai pusaran yang tak terduga tersebut. Namun, di sisi prajurit. Mereka saling tolong-menolong, tidak ada yang memikirkan dirinya sendiri.


Ryu memandang ke arah lautan dan benar-benar kagum dengan kerja sama para prajurit tersebut. Meski semula mereka memang terlihat mengejek Ivan dan Tea.


Namun, Ryu menemukan sesuatu hal yang aneh. Para prajurit sebenarnya tidak membenci keduanya, mereka hanya ingin keduanya menyerah dan menjalani hidup normal.


Itulah yang dirinya dapatkan dari percakapan para pemimpin prajurit sebelumnya. Namun, melihat Ivan dan Tea yang berubah menjadi kuat, mereka segera berbalik mendukung keduanya.


‘Apakah aku harus bilang para prajurit munafik, atau keputusan prajurit lainnya berubah karena keras kepalanya Ivan dan Tea?’ batin Ryu, dia selalu bertanya-tanya dalam dirinya sendiri.


Ryu segera menggelengkan kepalanya, dia segera menghilangkan pikiran tidak jelas tujuannya tersebut. Kemudian, dirinya melihat tiga istrinya memulai pemanasan dan menunjuk yang ingin mereka lawan.


“Aku ingin melawan Ular yang besar itu, bagaimana dengan kalian?” tanya Risa, dia sudah menentukan targetnya dan memandang ke arah dua saudarinya tersebut.


“Hmm, abaikan ikan yang terlihat lucu dan manis itu. Aku akan melawan Ikan yang terlihat garang itu.” Alice berkata sambil menunjuk ke arah ikan yang memiliki tampilan menyeramkan.


Para pemimpin tidak bisa untuk tidak berpikir. ‘Apakah penentuan monster sangat diperlukan dalam hal ini.’


Mereka juga berkeringat deras ketika mendengar ikan lucu dan ikan mengerikan. Meskipun ikan yang dimaksud itu benar-benar lucu, namun ikan itu adalah ikan yang lebih kuat dari ikan yang mengerikan tersebut.


Ryu tersenyum canggung mendengar percakapan dari ketiga istrinya tersebut. Yuna sendiri memilih ikan yang terlihat lebih besar dibandingkan ikan lainnya. Dia menamainya Ikan Besar.


“Siapa yang main-main, Hah!” Nyali pemimpin tersebut menciut seketika, dia mundur perlahan-lahan dan tidak ingin lagi mencari masalah dengan ketiga perempuan tersebut.


“Kalian bertiga, jika ingin bermain. Majulah, dan mulailah bermain.” Ryu berkata dengan nada ringan. Ketiga istrinya saling memandang, kemudian mengangguk.


“Sayang, apakah kami perlu melepas..” sebelum Risa menyelesaikan kata-katanya, Ryu sudah menggelengkan kepalanya.


“Tidak perlu, anggap saja ini latihan kalian.” Ryu berkata dengan nada santai, sama sekali tidak khawatir dengan ketiganya.


“Nak, apakah kamu yakin mengirim tiga istrimu?” tanya Sanda, dia sendiri terkejut mendengar pembicaraan Ryu dan ketiga istrinya.


Dia tahu bahwa ketiga istrinya masihlah level dua. Sekarang pun masih terlihat level dua, apa perbedaannya dari sebelumnya.


Namun, yang tidak diketahui Sanda adalah salah satu kemampuan mereka dapat mengubah level mereka. Juga, kemampuan itu bukan kemampuan sendiri, melainkan kemampuan yang dapat dibagikan.


Hal inilah yang membuat mereka dikatakan tengah bermain-main dengan mereka. Seorang level rendah, mengatakan bahwa dapat mengatasi monster tingkat atas tersebut.

__ADS_1


Ryu yang mendengar keraguan Sanda, hanya mengangguk. Dia tidak tahu dengan apa yang dipikirkan orang lain.


“Baiklah, kami pergi terlebih dahulu.” Yuna berkata dengan senang hati, mereka bertiga melompat ke arah lautan lepas. Sanda dan Rio yang melihat hal itu, melebarkan matanya.


“Jangan..” mereka terlambat mencegah ketiganya. Mereka berbalik ingin memarahi Ryu, namun sebelum berbalik mereka melihat siluet bayangan melesat ke arah para monster di lautan.


Sanda, Rio, dan pemimpin lainnya menyusutkan matanya dan kemudian mereka tercengang melihat ketiga perempuan itu terbang bebas dengan kecepatan yang sangat cepat.


Siana sendiri memandang ke arah suaminya, kemudian menepuk pundaknya dan berkata, “Aku akan pergi terlebih dahulu.”


Belum sempat Rio menjawab, Siana sudah melompat ke lautan dan melesat menuju ke arah para monster di laut.


“Aku juga.” Clara melompat menyusul Siana, Sanda sendiri tidak masalah untuk Clara pergi melawan monster-monster itu. Namun, yang membuatnya mati rasa adalah tiga istri Ryu tersebut.


Dia melihat Risa, Yuna, dan Alice bermain-main dengan para monster tingkat menengah. Mereka juga belum memulai bertarung dengan monster tingkat atas tersebut.


“Ryu, apakah kamu melatih mereka?” tanya Sanda, dia benar-benar terkejut dengan kekuatan ketiganya. Juga pengalaman tempur mereka sudah dibilang cakap, namun belum mencapai hidup dan mati.


“Begitulah, selepas pelatihan. Mereka akan saling bertanding satu sama lain, untuk meningkatkan pengalaman bertempur mereka. Dengan menghadapi monster ini, kuharap mereka dapat mencapai hidup dan mati.” Ryu menjelaskan dengan santai.


Sanda mengangguk dalam-dalam. Sederhana tapi tidak sesederhana itu, inilah ungkapan tentang penjelasan Ryu. Para pemimpin sendiri, benar-benar terkejut dengan penjelasan tersebut.


Beberapa pemimpin pasukan mulai berpikir kembali, mengapa mereka tidak melatih istri mereka seperti orang-orang besar tersebut.. sekarang pikiran mereka tentang melatih istri mereka masing-masing.


Para pemimpin juga memikirkan rapat yang diadakan oleh para pemerintahan sebelumnya. Jumlah wanita yang ditinggalkan semakin melebar, hal ini sangatlah buruk untuk ke depannya.


Solusi yang diberikan oleh Ryu benar-benar membuka mata mereka. Meski istri termasuk lemah, bagaimana kalau mereka mengajari pelatihan dan akhirnya mereka tidak akan bosan.


Sanda dan Rio juga memikirkan hal ini, kekuatan istri mereka berdua sudah menjadi monster sejak kecil. Mereka sama sekali tidak bosan dengan istri mereka masing-masing.


“Ryu, solusi yang kamu berikan sangat tepat.” Sanda berkata dengan penuh semangat.


“Hah...”


To be Continued.


Silakan Like, Comment, Share, Vote, dan Hadiahnya.

__ADS_1


Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.


Thank you Minna-san.


__ADS_2