
Silakan Dibaca.
Ryu menahan serangan dari Zalan, berikutnya dia mengayunkan kakinya ke arah leher Zalan. Hal ini sukses membuat Zalan terkejut, bukan karena Ryu menahan serangannya melainkan. Serangan Ryu yang tepat sasaran.
Bam!
Zalan menahan serangan tersebut dan mundur beberapa langkah karena beratnya kekuatan dari Ryu. Zalan yang masih dalam mode bayangan, mulai menstabilkan tubuhnya dan matanya menatap ke arah tempat Ryu berada.
Namun, apa yang dirinya lihat ialah tempat yang kosong tanpa ada jejak sama sekali. Tak lama kemudian, Zalan merasakan bahaya di sekitarnya dan sebuah tendangan melesat tepat ke arah perut bagian samping kanannya tersebut.
Boom!
Zalan terpental ke arah dinding reruntuhan, dia menabrak sangat keras sehingga dinding tersebut hancur menjadi pecahan. Zalan terbaring di tanah, dia berusaha untuk duduk dan menyemburkan seteguk darah dari mulutnya.
‘Bagaimana bisa dia melihatku? Juga pukulan ini sangatlah keras, lantas mengapa dirinya masih tetap di level empat.’ Berbagai pertanyaan muncul di benak Zalan. Dia benar-benar tidak bisa membaca apa sebenarnya Ryu tersebut.
Zalan perlahan berdiri, tatapannya tertuju ke arah Ryu yang tengah berdiri sambil menatapnya dengan datar. Zalan sedikit menggelap, dia merasa bahwa Ryu benar-benar menghinanya kali ini. Dia memikirkan langkah yang harus dilakukan untuk menghadapi Ryu tersebut.
Obor yang masih terbelenggu oleh cincin hitam, terus menatap ke arah Ryu. Dia bisa merasakan nafas yang sangat kuat di dalam tubuhnya, bahkan nafas kuat tersebut sangatlah akrab baginya itu.
‘Manusia ini, sebenarnya siapa? Mengapa nafas ini sangatlah akrab bagiku!’ batin Obor, dia mulai memilah kembali ingatannya yang telah menghilang. Entah mengapa dia harus melakukan hal itu, jika tidak. Dirinya akan menyesal seumur hidup.
Rio sendiri telah tiba, akan tetapi melihat bos organisasi yang sudah di lawan oleh Ryu, dia hanya duduk sebagai penonton di kejauhan. Meski dirinya marah, akan tetapi ada wakilnya sendiri. Para perempuan juga telah tiba di belakang Rio, mereka mengamati lingkungan sekitar dan melihat bahwa bos organisasi telah dikalahkan oleh Ryu sendiri.
Ryu merasakan kehadiran mereka, akan tetapi dirinya memilih untuk mengabaikannya. Adapun Zalan, dia sama sekali tidak tahu bahwa ada penonton yang hadir di tempat. Salahkan dirinya sendiri karena cakupan persepsinya sangatlah di bawah rata-rata.
“Aku tidak bisa berhenti begitu saja!” Zalan meraung dengan marah. Auranya berubah menjadi kuat, berikutnya asap hitam keluar dari tubuhnya dan menelan apa pun yang berada di sekitarnya sampai habis.
Ryu sedikit terkejut, dia tidak menyangka bahwa Zalan memiliki kemampuan seperti itu. Perlahan-lahan di bawah pengawasan semua orang, Zalan mulai pulih kembali dengan cepat. Bahkan seluruh luka yang dirinya derita menghilang seketika.
__ADS_1
“Zahaha, inilah kekuatanku!” Zalan tertawa liar, dia membuka telapak tangannya lebar-lebar. Kemudian Zalan melayangkan telapak tangan tersebut ke arah tanah kabut hitam di bawahnya tersebut.
“Prajurit Bayangan, bangkitlah!” berbagai bayangan kegelapan mulai naik dan perlahan-lahan berubah menjadi sosok prajurit dengan pakaian armor lengkap. Ryu sedikit terkejut dan dia merasa bahwa Zalan sangatlah berbahaya untuk dibiarkan hidup.
Rio menatap ke arah Zalan, entah mengapa dirinya merasa pernah melawan orang tersebut. Rio segera memilah kembali ingatannya, akan tetapi pikirannya segera terganggu ketika melihat prajurit bayangan melesat ke arah Ryu.
Para perempuan terutama ketiga istri Ryu terkejut, mereka mulai mengkhawatirkan Ryu. Namun, dengan cepat mereka menekan perasaan khawatir tersebut. Mereka sangatlah yakin bahwa Ryu pasti akan memenangkan pertarungan tersebut.
Prajurit bayangan melesat ke arah Ryu, jumlah mereka ialah lima belas. Namun, setiap satu prajurit bayangan yang dibunuh oleh Ryu. Seketika hidup kembali, hal ini benar-benar membuat Ryu sedikit kesusahan dibandingkan sebelumnya.
‘Prajurit bayangan ini, sangatlah cocok untuk menjadi orang yang mengincar kelelahan lawan. Namun, sayangnya lawan bermainnya ialah aku.’ Ryu menarik sudut mulutnya, berikutnya dia menaikkan jumlah otot di kaki, sehingga kecepatannya meningkat drastis.
Boom!
Dalam sekali bergerak, lima belas bayangan menghilang dalam sekejap. Ryu melintas ke arah Zalan yang terkejut. Namun, saat dia mengayunkan kakinya. Zalan segera sadar dan mengangkat tangan kanannya menahan serangan Ryu tersebut.
Bam!
Zalan menyeringai ketika melihat wajah Ryu yang sudah berubah. Zalan dengan cepat mengepalkan tangan kirinya dan melayangkan serangan dengan cepat. Ryu yang melihat serangan Zalan, segera memasuki mode bertahan.
Namun, mode pertahanannya sama sekali tidak bisa menghentikan serangan Zalan tersebut. Hal ini membuat Ryu terpental ke belakang, kemudian membentur dinding reruntuhan dengan keras. Seteguk darah dengan cepat keluar dari mulut Ryu.
Rio benar-benar terkejut melihat Ryu terluka, dia sebenarnya sudah memberikan gambaran dalam pikirannya bahwa Ryu akan menang tanpa adanya luka sama sekali. Namun, saat melihat kembali Zalan. Rio menemukan bahwa orang tersebut sangatlah berbeda dari yang lainnya.
Risa, Yuna dan Alice terkejut melihat suaminya yang terpukul dan mengalami luka. Meski mereka sudah terbiasa, akan tetapi kali ini mereka benar-benar tidak bisa menyembunyikan rasa khawatirnya kembali.
“Orang ini, seharusnya Ryu dapat mengatasi tanpa kendala apa pun. Namun, mengapa kenyataannya berbeda dari pemikiran kita?” Risa bertanya sambil memandang ke arah Zalan. Dia benar-benar merasa bahwa pria tersebut sangatlah buruk dan menjijikkan.
“Apakah Ryu baik-baik saja?” tanya Yuna, dia tidak memperhatikan anomali dari Zalan tersebut. Dirinya sudah tidak bisa menekan perasaan khawatirnya ketika melihat Ryu yang sudah mengeluarkan seteguk darahnya.
__ADS_1
“Saudari Yuna, tenanglah. Ryu pasti dapat mengatasinya, adapun luka ... Jangan terlalu khawatir karena Ryu sudah mengalami berbagai pertempuran penuh dengan luka.” Alice berkata dengan lembut. Dia sendiri sudah melihat berkas pertarungan Ryu saat pertandingan sebelumnya.
Hasilnya benar-benar membuat Alice terkejut, bagaimana dia tidak terkejut. Pemulihan selepas bertarung sangatlah cepat, luka parah yang seharusnya dapat menimbulkan kematian, menghilang dalam sekejap mata. Inilah keanehan yang terdapat dalam diri Ryu yang membuat Alice tidak akan terlalu khawatir akan luka yang diderita suaminya tersebut.
Risa dan Yuna segera sadar kembali, mereka berdua benar-benar lupa akan pertempuran Ryu yang membuatnya benar-benar penuh akan luka dan darah di mana-mana. Keduanya segera menghela nafas dan membuang jauh rasa khawatir untuk saat ini.
Ryu memandang bekas pukulan Zalan sebelumnya. Entah mengapa rasa sakit akibat pukulan tersebut masihlah terasa dalam tubuhnya itu. Ryu mengerutkan keningnya dan mulai perlahan-lahan berdiri.
Namun, saat dirinya sudah berdiri. Sebuah pesan singkat sistem membuatnya tertegun dan terkejut.
[Memindai kondisi kerusakan tubuh Tuan Rumah!]
[Ditemukan adanya segel kekuatan pemulihan tubuh di dalam diri Tuan Rumah.]
[Mulai menghilangkan segel dalam tubuh..]
[Segel terangkat.]
[Selamat, Tuan Rumah telah memicu misi rahasia berantai.]
[Misi Berantai.]
[+ Kalahkan Zalan Zoid.]
[+ Selesaikan Misi Pertama terlebih dahulu.]
[Hadiah misi : Dimensi Kiamat Terbuka.]
[Selamat, Tuan Rumah mendapatkan keterampilan khusus (Kebal Segel.)]
__ADS_1
To be Continued.