
Silakan Dibaca.
Bank Arshna.
Seluruh sistem di tempat bank mati dalam sekejap, di salah satu perampok bank tersebut ada yang mengerti cara meretas sistem di Bank.
Keamanan sendiri di matikan dan bank akhirnya dapat di rampok dengan cepat. Para polisi dan satuan angkatan militer lainnya berkumpul, mengepung bank Arshna tersebut.
Perampok masih diuntung, karena mereka memiliki sandera di tangan mereka. Juga, perampok tersebut bukan perampok biasa.
Mereka adalah perampok internasional yang berjumlah lima orang dengan tingkat masing-masing ialah level tujuh dan delapan.
“Cepat beri jalan kami, jika kalian mengulur waktu. Para sandera akan kami bunuh dengan kejam dan Bom yang terpasang akan kami ledakan!”
Satuan militer dan polisi menggertakkan gigi mereka. Diancam oleh perampok membuat mereka geram. Namun sayang, mereka hanya memiliki level tiga dan empat dalam satuan tersebut.
Ryu yang berada di dalam mobil mengetahui keseriusan masalah tersebut. Dia menatap ke arah para perampok dan dia melihat terdapat sandera di dalam, serta empat bom yang terpasang di setiap sisi.
Namun, Ryu melihat bahwa itu adalah bom waktu. Pemicu bom tersebut adalah waktu, bukan tombol yang dibawa oleh perampok tersebut.
Ryu mengerutkan keningnya, dia berpikir bahwa para perampok tersebut, mungkin ceroboh dan mengambil bom waktu, bukan bom pemicu.
“Mereka sudah menyadarinya, namun mereka tetap mengancam para satuan militer. Ini sedikit buruk. Beruntung, aku memiliki mata malam. Hal yang tidak terlihat dapat dilihat secara langsung olehku.”
Ryu keluar dari mobilnya, dia mulai berjalan ke arah kerumunan dan mendekat ke arah polisi. Namun, salah seorang polisi menghalanginya.
“Nak, kembalilah.. ini berbahaya.” Polisi tersebut menghentikan Ryu, karena dirinya tidak ingin warga sekitar terkena dampak nantinya.
Ryu menyunggingkan senyum, namun dirinya hanya menepuk bahu polisi tersebut dan berkata dengan nada ringan.
“Tenanglah, Pak Polisi.” Ryu kemudian berjalan melewati polisi tersebut dan polisi sama sekali tidak mengetahui keberadaan Ryu yang berada di depannya tadi.
Ryu akhirnya menerobos lingkaran penghalang polisi. Hal ini membuat semua orang terkejut, ketika melihat Ryu yang berada di balik penghalang yang mereka buat.
“Nak, kembalilah!” teriak ketua satuan militer. Mereka tidak menyangka, akan ada kejadian tersebut. Namun, melihat pemuda itu masih tetap di depan penghalang, dia tidak bisa untuk tidak berteriak.
Namun, sebelum ketua satuan militer meneriaki kembali Ryu. Dirinya melihat sesuatu terbang ke arahnya, dan itu adalah benda yang diberikan oleh Ryu tersebut.
Ketua satuan militer sekilas mengenali benda apa tersebut. Dia segera membuka benda itu dan dalam sekejap dirinya gemetar ketika mengetahui isi dari benda tersebut.
‘Apakah ini palsu, namun tanda tangan dan cap ini, tidak mudah untuk didapatkan, kecuali lencana dan catatan ini benar.’
Benda yang dilemparkan oleh Ryu adalah lencana militer dan catatan militer miliknya. Di sana terdapat nama Ryu, serta pangkat yang lebih tinggi dan mengerikan dari ketua satuan militer tersebut.
__ADS_1
Ryu tidak peduli, dia menatap ke arah para perampok tersebut. Kemudian, dirinya tersenyum mengejek ke arah mereka berlima tersebut.
“Halo, sekelompok sampah dunia.”
Para penonton terkejut, mereka tercengang dengan apa yang barusan mereka dengar. Para perampok sendiri melebarkan matanya, entah bagaimana dalam hati mereka terbakar emosi.
“Bajing*an! Apa yang kamu katakan barusan, Hah!” Raung marah salah satu perampok, dia menodongkan senjata apinya ke arah Ryu tersebut.
“Sekelompok sampah.” Selesai mengatakan tersebut, perampok itu menembakkan senjata apinya dengan cepat dan mengarah ke tempat Ryu berada.
Da Da Da Da!
Ryu menatap dengan datar, kemudian tangannya terangkat dan dia mengepalkan tangannya dengan erat. Ryu mengeluarkan sepuluh persen kekuatannya dan melayangkan pukulan ke depan.
Boom!
Rentetan peluru yang mengarah ke Ryu, berbalik menuju ke arah para perampok. Juga, kecepatan peluru menjadi lebih besar dari sebelumnya.
Kelima perampok bukanlah orang biasa, mereka menghindari peluru tersebut. Kemudian, peluru mengenai kaca anti peluru di bank.
Kelima perampok segera menatap ke arah tempat Ryu berada, namun mereka sama sekali tidak menemukan Ryu di tempat.
Ryu muncul di belakang perampok, dia mengayunkan kepalan tangannya dengan kuat ke arah perampok di depannya tersebut.
Boom!
Mereka kehilangan kewaspadaan, Ryu memanfaatkan hal tersebut dengan memegang dua kepala perampok di dekatnya. Kemudian, mengayunkannya ke arah tanah.
Booom!
Ledakan keras terjadi, dua perampok sisanya gemetar. Mereka tidak menyangka bertemu dengan seorang pria yang sangat kuat.
Mereka ingin mengayunkan tendangan ke arah Ryu. Namun, sosok Ryu menghilang kembali dan muncul di belakang keduanya.
“Sudah kubilang, kalian itu lemah.” Ryu berkata dengan nada dingin, dia sama sekali tidak ada ampun dengan kedua perampok sisanya tersebut.
Ryu melayangkan tendangan sabit ke arah kedua perampok tersebut. Namun, salah satu dari keduanya berhasil menghindari dan dia berada di halaman depan bank Arshna.
“Aku tidak menyangka akan ada orang kuat di sini, sudah waktunya untukku tidak menyamar kembali.” Perampok tersebut menatap ke arah Ryu dengan tajam.
Dirinya membuka topeng kain dan menampakkan wajahnya sendiri. Ryu mengamati sekilas dan di depannya adalah orang yang memiliki Level delapan.
“Apakah kamu benar-benar ingin melawanku?” tanya Ryu, kemudian tekanan kuat meletus keluar dari tubuhnya dan menekan perampok di depannya tersebut.
__ADS_1
“Kamu harusnya tahu, bahwa aku memiliki tombol pemicu bom di dalam. Jika, kamu selangkah maju, aku tidak akan segan-segan menekan tombol bom ini.”
Perampok tersebut mengancam Ryu dengan seringai di wajahnya. Para penonton dan para satuan militer benar-benar gelisah ketika mendengar hal itu.
“Habislah, pemuda itu pasti tidak akan bergerak.”
“Aksi heroiknya benar-benar bagus. Namun, dirinya berakhir seperti ini.”
“Istriku masih di dalam, aku berharap dirinya selamat.”
Berbagai komentar para penonton gelisah dan khawatir apa yang akan dilakukan Ryu dalam hal menjebak seperti itu. Namun, mereka menjadi bodoh ketika mendengar Ryu tertawa dengan santainya.
“Hahaha... Kau mengancamku dengan bom sampah seperti itu.” Ryu tertawa dan mengejek perampok tersebut. Para penonton tercengang dengan kejadian tersebut.
Dalam fantasi mereka sendiri, Ryu akan mengalah dan disiksa terus-menerus sampai mati. Kemudian si perampok tetap melancarkan bom tersebut. Namun, yang tidak mereka sangka adalah Ryu tertawa dan mengejek perampok tersebut.
“Apa yang kamu tertawakan, Bajing*an!” raung marah perampok tersebut. Dia benar-benar merasa terhina dengan Ryu, apalagi ancaman dirinya hanya menjadi angin berlalu di depan Ryu.
“Bukankah aku sudah bilang, Sampah Dunia. Kalian hanya ahli dalam meretas, sementara otak kalian sendiri sebenarnya bodoh dalam negosiasi.”
Hina, ejekan Ryu semakin menjadi. Hal ini membuat geram perampok tersebut. Dia ingin menekan tombol pemicu bom tersebut, namun dia hentikan.
“Kuberikan satu kesempatan, berdirilah dan jangan melawan, Bajing*an!” marah perampok tersebut, dia merasa di permainkan oleh seorang anak di depannya.
“Terlambat, kamu terlalu mudah terpancing.” Perampok tersebut terkejut, ketika melihat Ryu sudah berada di atasnya dan kaki yang sangat menekan sudah tepat berada di atas kepalanya.
Booom!
Perampok tersebut tertanam kuat-kuat di tanah. Kemudian, tombol pemicu bom telah ditekan, namun tidak ada reaksi apapun.
Hal ini membuat para penonton melebarkan matanya. Mereka tidak menyangka tombol pemicu, hanyalah tombol biasa.
Ryu memandang ke arah Bank, dia segera menghilang sambil berkata dengan santai.
“Waktunya menghilangkan Bom tersebut.”
To be Continued.
Silakan Like, Comment, Share, Vote, dan Hadiahnya.
Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.
Thank you Minna-san.
__ADS_1