Sistem Kekayaan : Pengembalian

Sistem Kekayaan : Pengembalian
Chapter 131 - Sandar Foran


__ADS_3

Silakan Dibaca.


Wilayah Utara, Sandar Foran...


Sandar Foran, sebuah daratan yang berada di Wilayah Utara. Tempat ini terbagi menjadi dua jenis area yang sangat berbahaya.


Area Gurun, di mana area ini seluruh bagian ialah pasir halus. Panas yang terdapat di area gurun sangatlah tinggi. Hampir sekitar 50° celcius.


Meskipun sangat panas, terdapat beberapa tanaman yang cocok tumbuh di tempat tersebut. Bukan hanya tanaman saja, melainkan binatang juga tinggal di tempat tersebut.


Sementara area lainnya ialah, area hutan. Area ini memiliki pohon hijau yang rimbun. Banyak jenis tanaman yang tumbuh di area ini. Banyak juga binatang yang tinggal di area hutan.


Dua area ini juga memiliki sisi berbahaya. Banyak pasang mata monster pasti akan muncul dan mengintai siapapun yang melintas.


Di langit, sosok hitam besar perlahan-lahan mulai mendekat ke arah Daratan Sandar Foran. Sosok itu mulai mendarat di Daratan.


Sosok hitam perlahan-lahan mulai terlihat. Tubuh merah besar dengan tampilan wajah reptil arogan, kaki empat sayap yang terbentang luas.


Sosok itu ialah Naga Merah yang memiliki nama Red.


Ketika Red mendarat, delapan orang yang berada di punggungnya mulai turun. Mereka mulai berjalan ke depan Red dan memandang area tempat mereka berada.


“Sungguh panas!” Alice berkata sambil menutupi sinar matahari yang mengenai wajahnya.


“Kamu benar, di sini sangat panas!” tambah Risa, dia juga sama dengan Alice. Menutupi sinar matahari yang mengenai wajahnya.


“Pakai ini... Melintasi gurun luas dengan pakaian santai tidaklah cocok.” Elli memberikan pakaian tertutup kepada tiga istri Ryu.


Sementara itu, Ryu, Rio, dan Ordolf memandang ke arah sekelilingnya. Gurun yang luas sangatlah berbahaya. Gurun adalah tempat menyimpan banyak monster buas yang kuat.


“Jadi, kita mulai menyelidikinya dari mana dulu?” tanya Ryu sambil memandang ke arah Rio dan Ordolf. Dia tidak bisa berkeliaran tanpa izin keduanya dulu.


“Menurutku, lebih baik kita berpencar. Kita bertiga tidak terlalu masalah dengan gurun ini bukan. Jadi berpencar adalah hal yang baik.” Ordolf mengusulkan pengaturannya.


“Kamu benar, Ordolf. Lebih baik berpencar, tujuan kita kali ini adalah tiga tempat ini.” Rio mengambil peta wilayah utara dan memperlihatkan kepada dua rekannya.


Ada tiga lingkaran yang menandakan lokasi perjalanan mereka.


Lokasi pertama adalah perbatasan, lokasi kedua adalah area hutan, lokasi ketiga adalah batu gurun.


“Ryu, kamu memilih yang mana?” tanya Rio sambil memandang ke arah Ryu. Begitu juga Ordolf, dia memandang Ryu untuk menentukan pilihan.


Sebelum Ryu menjawab, sebuah suara mekanik terdengar. Tabel sistem seketika muncul di depan matanya.


[+ Pergi ke Batu Gurun (1/3).]

__ADS_1


[Hadiah : Kotak Misterius.]


[+ Misi pertama harus diselesaikan.]


[+ Misi kedua harus diselesaikan.]


“Aku pilih batu gurun.” Ryu memutuskan mengikuti sistem, hal ini juga terkait erat dengan misi berantai. Dia baru mengawali misi tersebut.


Rio dan Ordolf saling memandang dan mengangguk. Rio kemudian memilih Hutan dan Ordolf memilih perbatasan dua area.


Tujuan sudah ditentukan. Rio dan Siana berangkat terlebih dahulu menuju ke area hutan. Kemudian, Ordolf dan Elli juga pergi menuju ke perbatasan dua area.


“Jadi, tujuan kita adalah batu gurun?” tanya Risa, kali ini dia merasakan tubuhnya tidak mengalami panas yang menyengat.


“Itu benar, entah mengapa di sana akan ada masalah serius.” Ryu berkata sambil mempersiapkan diri. Apapun masalahnya, dia sangat yakin dapat menyelesaikan masalah tersebut.


Yuna dan Alice saling menatap dan tersenyum. Mereka berdua juga menantikan masalah tersebut, apalagi Risa. Matanya kini berubah menjadi bintang.


“Masalah...” Risa sangat senang, begitu juga dengan Yuna dan Alice. Ketiganya senang karena dengan adanya masalah pasti ada lawan yang cocok untuk berlatih.


Ryu menaikkan alisnya dan tersenyum tak berdaya melihat betapa semangatnya ketiga istrinya tersebut.


“Baiklah, ayo berangkat... Semakin kita berdiam, panas akan semakin meningkat.” Ryu mulai berjalan menuju ke batu gurun, diikuti oleh tiga istrinya.


[Menjawab : Tidak ada. Tuan harus mengalami pelatihan cuaca panas tinggi. Hal ini cocok untuk membuat Tuan kebal dengan lingkungan berbeda nantinya.]


Ryu memahami ucapan Sistem. Memang panas cocok untuk pelatihan apalagi dingin. Orang-orang dahulu kuat di padang pasir sangatlah menakutkan.


Mereka tidak perlu makan selama tiga puluh hari. Namun, anehnya tiga puluh hari tersebut, mereka tidak kenal akan istirahat.


Hal inilah yang membuat orang-orang padang pasir sangatlah kuat.


Ryu kemudian memejamkan matanya sebentar, kemudian rangkaian pelatihan gurun tercipta dalam pikirannya.


“Kalian bertiga, bagaimana kalau kita menjalankan misi sambil berlatih?” tanya Ryu selepas merangkai pelatihan.


Risa, Yuna, dan Alice memandang ke arah Ryu. Ketika mereka mendengar berlatih, ketiganya menjadi tertarik.


“Apakah efektif di gurun. Juga, bukankah kulit akan menggelap ketika terpapar sinar matahari?” tanya Risa ada keinginan dan ada keraguan dalam hatinya.


Ryu yang mendengar itu menggelengkan kepalanya. Kemudian, dia berkata, “tidak ada kulit menggelap. Kulit yang menggelap kemungkinan besar itu dimiliki oleh seseorang yang tidak mau berlatih.”


Apa yang diucapkan Ryu adalah kebenaran. Dia sudah mengecek dalam internet, bahwa rata-rata perempuan yang memiliki kulit gelap adalah perempuan yang tidak ingin berlatih.


Ryu selepas mendapatkan informasi tersebut, awalnya juga terkejut. Namun, melihat kembali keadaan dunia yang dirinya tempati. Dia akhirnya yakin dengan apa yang dipikirkan sebelumnya.

__ADS_1


Risa, Yuna, dan Alice mendengar perkataan Ryu, seketika menjadi cerah. Kemudian, ketiganya mendekat ke arah Suaminya tersebut.


“Sayang, apa pelatihan kita?” tanya Yuna sambil memandang suaminya lekat.


Ryu tertawa kecil melihat tingkah tiga istrinya. Kemudian, dia mengeluarkan satu buku tipis.


“Adaptasi dengan gurun sangatlah perlu, jadi inilah manual pelatihannya.” Ryu berkata dengan serius, ketiganya mengangguk dengan senang.


Risa, Yuna, dan Alice mulai berlatih. Mereka sangatlah ingin menjadi lebih kuat sehingga dapat berdiri sejajar dengan suaminya.


Ryu juga mulai berlatih, dirinya tertarik dengan pelatihan yang dia tulis sendiri. Ryu membuka pakaiannya dan menampilkan otot-otot yang sangat kekar dan keras.


Tiga istrinya tidak membuka seluruh pakaiannya, hanya melepas pakaian dan mengungkapkan pakaian latihan mereka masing-masing.


Keempat orang itu mulai berlatih sambil melangkah menuju ke batu gurun.


Di sisi lain...


Rio dan Siana tiba area hutan dengan bantuan Red. Mereka berdua memandang hutan yang akan mereka jelajahi sebelum mendarat.


“Sayang, waktunya kita turun.” Siana mengingatkan Rio dan Rio mengangguk paham.


“Red, Ordolf, Elli, kami terjun terlebih dahulu.”


Ordolf dan Elli mengangguk, kemudian Rio dan Siana melompat dari punggung Red dan mulai mendarat dengan mulus.


Red tidak tinggal diam, dia mengantarkan Ordolf dan Elli menuju ke perbatasan, lokasi perbatasan sendiri berada di tengah-tengah daratan Sandar Foran.


Beberapa menit berlalu...


“Mengaum!” Red berteriak dengan keras. Ordolf dan Elli mengerutkan keningnya dan keduanya segera bereaksi.


Terlihat di depan mereka ada tiga jenis burung besar melesat ke arah Red, burung itu sangat cepat dan matanya tajam.


“Elang Merah... Tidak, lebih tepatnya ini Raja Elang Merah!” Ordolf sedikit terkejut, namun dia segera menyeringai.


“Red, Elli, waktunya kita bertempur!”


To be Continued.


Silakan Like, Comment, Share, Vote dan Hadiahnya.


Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.


Thank you Minna-san.

__ADS_1


__ADS_2