Sistem Kekayaan : Pengembalian

Sistem Kekayaan : Pengembalian
Chapter 07 : Membeli Rumah


__ADS_3

[Chapter 07.]


[Membeli Rumah.]


[Silahkan Dibaca.]


Kota Arshna.


Ryu berjalan dan tiba di tempat yang ia tuju, yaitu sebuah perumahan di mana banyak rumah yang di jual di sana. Dia memandang sekitar dan mencari rumah yang seharga tiga ratus rupiah.


“Sepertinya aku perlu ke orang yang menjadi perantara penjual tanah dan rumah di sini.” Ryu kemudian berjalan mengikuti tanda menuju ke arah rumah orang yang menjadi perantara tersebut.


Tiba di sana, Ryu melihat sebuah gedung yang lumayan besar. Dia melihat ada papan nama yang bertulisan ‘Penjualan rumah dan tanah daerah Trakan.’ Dia tersenyum dan memandang ke arah satpam yang berjaga di pintu masuk, ia mendekatinya untuk bertanya lebih lanjut.


Ryu tiba di dekat satpam dan satpam tersebut merasakan kehadiran Ryu, ia menyapa dengan formal. “Siang Pak, ada yang bisa saya bantu?”


Ryu sedikit terkejut, dia tidak menyangka bahwa Satpam menyapa dirinya terlebih dahulu. Ia mengangguk dan bertanya, “Siang juga Pak Satpam. Aku ada keperluan untuk membeli sebuah tanah dan rumah, apakah Bapak bisa mengantarkanku ke tempat orang yang bersangkutan?”


Satpam itu mengangguk, ia keluar dari posnya dan berkata, “Ikuti saya, Pak.”


Keduanya berjalan masuk ke dalam gedung, kemudian menuju ke arah pintu yang terdapat tanda nama orang yang menjadi penjual tanah tersebut.


“Permisi, Pak.” Satpam mengetuk pintu sambil berkata. Kemudian, terdengar suara dari dalam ruangan.


“Silahkan masuk.” Suara itu begitu ringan dan sedikit tegas. Satpam dan Ryu masuk ke dalam ruangan, kemudian keduanya melihat seorang pria dengan kumis tebal, rambut pirang, dengan pakaian jas formal.


“Maaf Pak, mengganggu aktivitas Anda...” Satpam berkata dengan sopan, kemudian menatap ke arah Ryu dan melanjutkan perkataannya. “Tuan ini mau membeli sebuah rumah dan tanah. Jadi, saya antarkan beliau menghadap Anda, Pak.”


Ryu dan Pria berjas hitam saling menatap, kemudian Pria berjas mengangguk dan berkata, “Kerja bagus, lanjutkan pekerjaanmu.”


Satpam ijin keluar dan pergi meninggalkan ruangan. Di ruang hanya tersisa Ryu dan Pria tersebut. Kemudian, Pria itu berkata, “Silahkan duduk di sana, Pak.”


Ryu mengangguk dan duduk di sofa yang berada di tempat tersebut. Pria itu, menghampiri sambil membawa sebuah file buku yang bertuliskan ‘Rumah dijual.’


“Ini adalah file-file terkait Rumah di sekitar ini. Silahkan Anda lihat, jika ada yang Anda minati beritahukan.” Pria itu berkata sambil tersenyum, bagaimanapun juga ia profesional dan tahu cara mendiskusikan sesuatu dengan nyaman.

__ADS_1


“Baik, Pak.” Ryu kemudian membuka satu persatu file yang berisi foto-foto Rumah dan harganya. Dia sedikit terkejut karena harga Rumah hanya sebesar 250 Rupiah sampai 500 Rupiah.


Ryu akhirnya menemukan rumah yang cukup besar dan bagus. “Aku ambil yang ini, harga 300 Rupiah.”


Ryu menunjukkan foto tersebut, Pria itu mengangguk dan bertanya, “Cash atau transfer, Pak?”


Ryu menjawab sambil mengeluarkan uang miliknya. “Cash.”


Pria itu tersenyum dan mengambil berbagai dokumen tentang rumah tersebut. Kemudian, Ryu dan Pria itu saling tanda tangan.


“Terima kasih, Pak. Karena telah membeli di tempat kami.” Pria itu berterima kasih dengan nada sopan. Ryu mengangguk dan membalas dengan ringan.


“Saya juga terima kasih, Pak.” Selepas itu, Ryu pergi dari ruangan dengan sebuah berkas dokumen terkait rumah tempat ia tinggal.


Ryu keluar dari kantor tersebut, ia mengambil 50 Rupiah dan memberikan kepada Satpam yang telah membantunya. “Ini Tips untukmu, Pak.”


Satpam tersebut terkejut, ia ingin menolak tapi Ryu langsung memasukkan ke dalam kantong saku di bajunya. “Terima saja, juga selamat bekerja.”


“Terima kasih, Tuan.” Satpam sedikit membungkuk, ia benar-benar merasa bahwa Ryu adalah orang yang baik.


Ryu hanya melambaikan tangannya, ia berjalan sambil mengecek bahwa tinggal dua kali penukaran, uang miliknya sekarang tersisa 750 Rupiah.


Tak terasa, Ryu sudah tiba di rumahnya. Dia memandang dengan senyum di wajahnya, ia benar-benar tidak menyangka bahwa di kehidupan sekarang, dirinya memiliki rumah yang bagus.


Ryu masuk melewati gerbang rumah. Dia melihat halaman rumah yang luas beralas rumput tipis. Kemudian, ia juga melihat ada rumah untuk Anjing dan terdapat sebuah pohon Sakura.


Ryu mengangguk puas, kini ia memandang rumah miliknya. Rumah yang besar dengan warna putih, dua pilar di luar yang kokoh, gantungan lampu yang sangat indah.


“Rumah sebesar ini, bagaimana aku membersihkannya?” Ryu bingung, tetapi ia memikirkan hal itu nanti. Sekarang pikirannya hanya masuk dan melihat isi dalam Rumah miliknya tersebut.


Ryu mendorong pintu dan tiba di dalam rumah, ia sedikit terpana ketika melihat desain klasik rumah barat.


Terlihat dua tangga menuju ke arah lantai dua masing-masing dari sisi kanan dan kiri. Kemudian terdapat patung di ujung tangga bawah.


Ryu juga melihat sofa berwarna putih dengan desain menarik, tempat dapur yang bersih dan lengkap dengan alat-alat memasak.

__ADS_1


Ryu menjelajah setiap tempat, dia tiba di belakang rumahnya yaitu sebuah kolam renang yang lumayan besar.


Ryu kemudian mencoba naik ke atas dan melihat ada beberapa ruang. Jika, ia menghitungnya ada sekitar tiga puluh ruangan.


Ada lima ruang besar yang dikhususkan untuk pemilik Rumah tersebut. Ryu sekarang berdiri di depan pintu ruangan yang terbesar, lebih tepatnya ruang tidur miliknya.


Ryu masuk dan melihat ada sofa yang berwarna putih, tempat rias, lemari pakaian yang besar, pintu menuju ke arah tempat mandi, dan terakhir ialah sebuah tempat tidur yang berukuran King Size.


“Hmm, tempat tidur besar yang cukup untuk dua orang. Juga, coba kulihat tempat mandinya. Menurut, perkataan Pemilik... Bahwa, kamar mandi di kamar terbesar sangat besar dan bagus.”


Ryu berjalan dan membuka pintu kamar mandi. Dia sedikit kagum, ketika melihat kamar mandi dengan bak keramik, mirip seperti kolam renang namun tidak dalam dan hanya seperempat dari kolam asli.


“Benar-benar rumah yang mewah, kukira tadi normal. Ternyata mewah sangat.” Ryu menggelengkan kepalanya, kemudian ia mengambil telepon miliknya dan menghubungi Risa.


“Hai, Sayang. Aku sudah beli rumah, alamatnya sudah kukirim lewat pesan, coba kamu lihat, Oke?” Ryu memberitahu kepada Risa.


“Baik, Sayang. Sebentar lagi, aku akan ke sana. Tunggu aku, juga malam ini kita jalan-jalan.” Risa berkata dengan suara lembutnya.


“Ya, kutunggu.” Ryu berkata dengan ringan, sambil keluar dari kamar mandi.


“Baiklah, kututup terlebih dahulu, teleponnya Sayang, Sampai jumpa.” Risa berkata dengan suara ringan.


Keduanya mengakhiri percakapan dalam telepon, Ryu berjalan ke arah dapur dan menyiapkan makanan untuk menyambut Risa. Dirinya juga masih memikirkan, terkait pekerjaan.


“Hmm, sepertinya aku perlu membuka toko makanan.” Ryu berkata sambil mengangguk ringan. Dia tiba di dapur, ia lupa bahwa hanya bisa memasak nasi goreng saja.


“Bagaimana aku bisa membuat restoran, jika tidak bisa memasak.” Ryu menggelengkan kepalanya, ia memikirkan hal itu nanti. Sekarang, dirinya perlu menyiapkan makanan untuk menyambut Risa.


Ryu hanya memasak nasi goreng saja. Dengan ringan, ia memasak perlahan-lahan. Dirinya benar-benar terlihat menikmati dalam membuat nasi goreng tersebut.


“Sepertinya, aku perlu membicarakan terkait pekerjaan, ketika Risa tiba di rumah...”


[To be Continued.]


Silahkan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.

__ADS_1


Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.


Thank you Minna-san.


__ADS_2