Sistem Kekayaan : Pengembalian

Sistem Kekayaan : Pengembalian
Chapter 150 - Ryu Vs Zalan


__ADS_3

Silakan Dibaca.


Ryu tertegun melihat tugas berantai yang diberikan oleh sistem. Dia tidak bisa merespons untuk sementara waktu, tatapannya hanya terpaku di tabel misi di depannya tersebut.


‘Misi berantai dan Dimensi Kiamat?’ batin Ryu penuh akan tanda tanya.


Dia sama sekali tidak tahu apa itu Dimensi Kiamat. Terlebih lagi, dalam benaknya muncul berbagai pertanyaan. Apakah Dunia masih seluas itu? Hal inilah yang membuat dirinya linglung.


Ryu segera menggelengkan kepalanya, matanya kini tertuju ke arah nama lawannya.


Zalan Zoid!


Ryu sama sekali tidak mengenal nama keluarga Zoid. Hanya saja dia segera berspekulasi bahwa keluarga tersebut kemungkinan keluarga kuno yang menjauh dari keramaian.


Namun, sebelum Ryu berpikir lebih lanjut. Berbagai prajurit bayangan melesat ke arahnya, kali ini gerakan prajurit lebih cepat dari sebelumnya.


Ryu menyadari akan hal itu, kemudian tepat prajurit bayangan tiba di depannya. Ryu mengayunkan kakinya ke atas tepat leher prajurit tersebut.


Bam!


Suara teredam dan kepala prajurit bayangan menghilang. Namun, berikutnya kepala prajurit itu tumbuh kembali seolah-olah tidak ada cedera sama sekali.


Empat prajurit bayangan mengepung Ryu, berikutnya mereka mengayunkan pedang hitam besar ke arah tempat Ryu berdiri.


Gelap dan berkobar sangat kuat, pedang bergerak secara vertikal menyerang Ryu yang masih berdiri dengan diam.


Ryu mengamati sebentar, hanya butuh satu detik untuk dirinya berpikir. Dia segera menemukan cara untuk keluar dari pengepungan tersebut.


Ryu segera menjentikkan jarinya, waktu di sekitar mulai melambat. Ryu memanfaatkan kelambanan waktu, dia menyelinap pergi dengan cepat.


Selepas Ryu keluar dari pengepungan, dia melesat ke arah Zalan yang masih dalam keadaan lamban.


Cahaya dingin melintas di mata Ryu, berikutnya dia mengepalkan tangannya dan otot-otot tubuhnya mulai berkontraksi dengan hebat.


Waktu seketika kembali normal, akan tetapi Zalan terkejut ketika melihat ada sesuatu yang tengah berada tepat di depan matanya tersebut.


Namun, sosok itu tidak menunggu Zalan merespons. Raungan pukulan Ryu melesat dan memukul Zalan dengan keras.


Booom!

__ADS_1


Zalan terpental ke belakang, berikutnya menabrak dinding yang berada tepat di belakangnya.


Ryu memandang sekilas, kemudian kabut hitam yang menyelimuti tanah di sekitarnya menghilang. Tanda bahwa kontrol Zalan terhadap kabut hitam tersebut telah lepas.


Tatapan Ryu lurus ke arah Zalan, meski tertutup oleh asap dan debu, Ryu tahu bahwa Zalan pasti akan bangkit kembali.


Dia bisa merasakan nafas Zalan, begitu juga notifikasi bahwa misi pertama belum tertulis selesai. Menggabungkan kedua fakta tersebut, Ryu dapat menyimpulkan bahwa Zalan masihlah sadar.


"Zahaha, kekuatan yang sangat kuat! Aku tidak menyangka bahwa lawanku sangatlah merepotkan!"


Tawa Zalan terdengar di telinga semua orang. Berikutnya, kabut hitam menghilangkan debu dan asap yang berada di sekitarnya.


Terlihat Zalan berdiri sambil menyeringai. Darah mengalir dari sudut mulutnya, menambah kesan kejahatan yang sangat dalam.


Ryu mengambil nafas sedikit dalam, aliran pernapasannya kini tidak seperti sebelumnya. Jejak dingin melintas di mata Ryu, sorot matanya seketika berubah menjadi serius dan dingin.


"Sepertinya lawanku kali ini tangguh!"


Ryu sama sekali tidak takut, tubuhnya gemetar dengan senang dan berikutnya tangannya mengepal dengan erat. Seluruh tubuhnya berkedut hebat, otot-otot mulai berkontraksi.


Zalan tidak peduli dengan apa yang dilakukan Ryu tersebut, dia mengendalikan kabut hitam menyelimuti dirinya.


"Mundur beberapa meter, orang ini tidak mudah!" Rio segera memberikan perintah kepada yang lainnya, mereka segera mundur sedikit jauh.


Adapun Obor, dia masih tersegel oleh cincin hitam. Kekuatannya perlahan-lahan mulai terkuras, akan tetapi dia segera berhenti berjuang agar kekuatan miliknya tidak berkurang kembali.


Obor masih menatap ke arah pertarungan Ryu dan Zalan. Entah mengapa insting miliknya mengatakan segera menjauh, hal ini karena pertarungan selanjutnya lebih intens dibandingkan sebelumnya.


Obor mencoba menjauh, akan tetapi tubuhnya tidak merespons sama sekali. Sampai akhirnya sosok hitam melintas dan menangkap obor begitu saja.


Zalan yang berada di kejauhan menyeringai lebar. Ryu merasa tidak nyaman dengan seringai tersebut. Dia merasa seolah-olah ada yang salah dengan pertarungan kali ini.


Tak butuh waktu lama untuk Ryu menyadari keanehan tersebut. Dia segera berbalik dan melihat Obor yang tengah dilahap olen kabut hitam.


"Zahaha, kekuatanku meningkat kembali. Levelku sekarang 15, tidak ada yang bisa mengalahkanku sekarang!"


Rio akhirnya mengingat, orang yang bertarung dengan Ryu. Namun, apa yang Rio ingat bukanlah wajah orang tersebut melainkan kekuatannya.


"Keluarga Zoid ... Lawan kali ini kemungkinan besar sedikit sulit untuk Ryu."

__ADS_1


Mendengar kalimat Rio, seluruh perempuan di sebelahnya tertegun. Tatapan mereka beralih ke arah Ryu, khawatir akan keselamatannya. Namun, mereka lebih percaya kepada Ryu bahwa dirinya dapat mengatasi lawannya tersebut.


Ryu memandang ke arah Zalan, berikutnya dia menghilang dari tempat dan muncul tepat di depan Zalan.


Kepalan tangan melesat ke arah depan. Zalan merespons dan menahan kepalan tangan Ryu tersebut. Berikutnya, dia memukul perut Ryu dengan kuat.


Boom!


Ryu terpental ke belakang, dia terbang berputar di udara. Namun, Ryu segera mengendalikan tubuhnya dan mendarat dengan selamat.


Zalan mengerutkan keningnya ketika melihat Ryu yang hanya mengeluarkan sedikit darah. Juga dia sedikit bingung ketika menahan kepalan tangan Ryu, entah mengapa tangannya mati rasa seketika.


Namun, Zalan sama sekali tidak mengambil pusing. Dia segera mengeluarkan kabut hitam kembali dan berikutnya, sosok bayangan Obor muncul dari kabut hitam.


Ryu mengerutkan keningnya ketika melihat hal itu, krisis dalam hatinya seketika meningkat. Namun, dia tetap tidak peduli.


Ryu melesat kembali, akan tetapi Obor seketika muncul di depannya dan mengayunkan pukulan dengan cepat.


Bam!


Ryu terpental ke belakang, kemudian insting bawah sadarnya merasakan bahaya. Tangannya terkepal dan berayun ke arah samping kanan.


Obor muncul tepat saat pukulan Ryu melintas. Tidak ada waktu untuk menghindar, Obor terkena pukulan tersebut kuat-kuat.


Booom!


Bayangan Obor seketika hancur, akan tetapi Ryu sadar bahwa Obor tidaklah bisa dihancurkan karena regenerasi bayangan sangatlah cepat.


Ryu menatap ke arah Zalan dan bayangan Obor kali ini tumbuh kembali. Namun, kali ini ada sepuluh bayangan.


Melihat hal itu, Ryu sedikit muram. Entah mengapa perasaan lemah menyelimuti tubuhnya. Ryu menghela nafas panjang, berikutnya dia menguatkan seluruh tubuhnya sampai tingkat puncak.


Otot-otot Ryu seketika berkembang dan mengeras. Rambutnya berdiri dengan tegak, aura hitam keunguan menyelimuti seluruh tubuhnya tersebut.


Ryu kali ini menggunakan kekuatan penuhnya kali ini. Sebelumnya Ryu tidak menggunakan sama sekali karena misi sistem ialah berantai. Hal ini membuat Ryu bersiap untuk menghadapi sesuatu selepas Zalan Zoid.


Namun, selepas dia berpikir kembali. Ada Rio di dekatnya, hal inilah yang membuat Ryu dapat mengeluarkan seluruh kekuatannya.


Ryu memandang ke arah Zalan, berikutnya tatapannya menjadi tajam dan niat membunuh meningkat seketika.

__ADS_1


To be Continued.


__ADS_2