
Silakan Dibaca.
Lautan lepas.
Ryu melesat terlebih dahulu menuju ke arah Gurita tiga puluh tentakel tersebut. Rock dan Rio memandang ke arah Ryu, mereka berdua tersenyum tak berdaya melihat Ryu yang tidak sabar sama sekali.
“Bocah ini terlalu bersemangat.” Rio menyeringai, kemudian ia melompat ke arah laut. Namun, detik berikutnya ia menendang laut dan terlempar ke atas. Rio mengendalikan pendaratan dirinya tepat di atas Gurita tiga puluh tentakel tersebut.
Rock menghela nafas tak berdaya, keponakan dan paman sama saja. Ia kemudian, melompat ke arah laut, selepas itu ia menyelam dan melesat dengan cepat menuju ke arah Gurita itu berada.
Sanda dan yang lainnya menggerakkan kapal sedikit lebih jauh dari tempat bertarung. Gurita yang sebelumnya menargetkan kapal, memancarkan cahaya dingin di matanya.
Namun, sebelum Gurita bertindak. Ia merasakan bahaya mendekat ke arahnya dengan cepat. Gurita memandang ke arah bahaya tersebut, dan ia melihat seorang laki-laki tengah melesat ke arahnya.
Ang!
Gurita meraung dengan keras, ia menunjukkan dominasi miliknya. Kemudian, sepuluh tentakel melesat ke arah Ryu dengan cepat.
Ryu mengerutkan keningnya, ia melihat sepuluh tentakel tersebut memiliki ujung yang sangat tajam bagaikan pisau yang sudah diasah dengan baik.
‘Apa-apaan Gurita ini. Kekuatan seperti ini, bagaimana bisa dibandingkan dengan Ular Kebesaran.’ Ryu berpikir dalam hatinya, namun ucapan Sanda benar, karena Gurita di depan sama dengan Ular Kebesaran yang sudah dewasa. Sementara Ular Kebesaran yang dilawan Ryu sebelumnya, masihlah anak-anak.
Ryu segera menguatkan kedua tangannya. Lalu, ia memukul sepuluh tentakel tajam yang tengah menuju ke arahnya.
Bam! Bam! Bam!
Kedua serangan sama-sama kuat, Ryu sendiri sama sekali tidak terluka. Namun, ia hanya dapat menangani sepuluh tentakel Gurita saja.
‘Seranganku hanya bisa ditahan dengan sepuluh tentakel saja.’ Ryu menatap tajam ke arah tentakel tersebut, ia mengetahui kecepatan dirinya dan tentakel tersebut.
Gurita yang melihat bahwa musuh yang menyerangnya hanya bisa menahan sepuluh tentakel, dengan cepat ia menambahkan dua tentakel lagi.
“Tidak baik!” tegas Ryu, ketika melihat Gurita meluncurkan dua tentakel ke arahnya. Ia tahu bahwa ia dalam keadaan kalah. Namun, Ryu segera menambahkan dua otot ke arah tangannya.
Tepat tentakel meluncur ke arah Ryu, Gurita merasakan ada bahaya dari bawah laut. Ia ingin menghindar, namun gelombang laut dari dalam menghantamnya dengan keras.
__ADS_1
Angg!
Gurita terbang ke atas, Rio yang melihat Gurita tersebut terbang ke atas, ia menyeringai dengan senang. Rio mengepalkan tangannya dengan erat, otot-otot miliknya berkontraksi.
Detik berikutnya, ia dengan cepat melakukan teleportasi di atas Gurita tersebut. Rio muncul dalam sekejap di atas Gurita, ia kemudian mengarahkan kepalan tangannya tepat di tubuh Gurita tersebut.
Booom!
Lautan terbelah, petir mengamuk dengan kuat, badai terus-menerus bermunculan. Gurita yang terkena pukulan Rio mati di dasar laut.
Ryu tercengang dengan kekuatan dari Rio, lautan terbelah menjadi beberapa, getaran kuat terus-menerus terasa. Dasar laut pecah dan air naik membentuk berbagai tsunami setinggi sepuluh meter.
“Apakah ini kekuatan yang dimiliki Pamanku?” gumam Ryu, ia benar-benar terkejut melihat kekuatan yang begitu kuat. Hanya sekali pukul, Gurita yang ia lawan mati dalam sekejap.
Rock muncul dari lautan, ia memandang ke arah Ryu dan tersenyum. “Kenapa? Apakah kau terkejut melihat kekuatan normal Rio?”
Ryu memandang ke arah Rock, sambil mengerutkan keningnya. “Maksudmu, Paman Rio belum mengeluarkan seluruh kekuatannya?”
“Hahaha, itu benar. Pamanmu itu belum mengeluarkan seluruh kekuatannya, pukulan itu hanya pukulan biasa darinya.” Rock berkata sambil tertawa. Ia menikmati ekspresi terkejut Ryu tersebut.
Ryu benar-benar terkejut, pukulan yang membuat Alam gelisah hanyalah pukulan biasa. Hal ini, benar-benar menumbangkan pemikirannya.
“Ah, kekuatan dari Rio itu, Gempa.” Ryu menghela nafas panjang, ia akhirnya tahu kenapa hal itu bisa terjadi. Kekuatan pamannya adalah Gempa, namun pamannya juga seorang pengguna ruang.
‘Dua kemampuan yang kuat, namun semuanya bukan karena kekuatan, melainkan cara melatihnya. Kemungkinan besar paman itu berada di Level lebih dari sepuluh.’ Ryu berspekulasi dalam pikirannya.
Ia kemudian, memandang ke arah Rio yang masih berdiri di udara, lalu ia berbalik dan pergi kembali menuju ke arah kapal. Rio dan Rock juga berbalik pergi menuju ke arah kapal.
Ketiganya tiba di kapal, kemudian Rio pertama kali mendarat di dek, lalu di susul oleh Ryu, sementara Rock tiba yang terakhir karena ia menarik mayat dari Gurita tersebut.
“Pak Walikota, aku ikatkan Gurita ini di belakang kapal.” Sanda mengangguk setuju, bagaimanapun juga, kapal masih kuat untuk membawa Gurita tersebut.
Ryu sendiri terduduk di dek, lalu dihampiri oleh Clara. “Kenapa kamu terlihat kelelahan?”
“Tidak, hanya saja aku berpikir bahwa aku masih lemah. Gurita itu berhasil menahan seranganku, hanya dengan sepuluh tentakel. Sementara yang lainnya begitu mudah menghancurkan Gurita tersebut.” Ryu menjelaskan dengan detail tentang kelemahan dirinya.
__ADS_1
Clara cemberut, kemudian ia menjentikkan kening Ryu dengan keras.
Boom!
Ryu terlempar ke arah laut, Sanda dan yang lainnya menatap ke arah Clara yang menyerang Ryu barusan. Mereka mengerutkan keningnya, dan tidak bergerak untuk menghentikan keduanya.
“Kenapa kamu selalu merendah? Bukankah kamu kemarin begitu sombongnya maju melawan Ular Kebesaran, namun sekarang kenapa kamu merendahkan dirimu sendiri, jawab aku Ryu Adam!!”
Ryu yang berada di laut, tidak kembali ke permukaan. Ia juga mendengar ucapan dari Clara, ia juga merasakan rasa sakit di keningnya. Namun, wajahnya kali ini suram dan menghitam.
“Baji*ngan kecil! Beraninya menyerangku!” raung Ryu dari dalam laut, detik berikutnya ia muncul dengan cepat di udara dan melayang dengan bebas sambil memandang ke arah Clara.
Ryu dalam sekejap sadar kembali, namun kali ini ia berada di dek dan mendengar suara Clara di depannya.
“Kenapa kamu terlihat kelelahan?” tanya Clara dengan penuh rasa penasaran, Ryu melebarkan matanya. Ia bingung dengan apa yang dirinya alami kali ini.
‘Kenapa aku merasakan kembali ke waktu ini?’ batin Ryu, ia benar-benar bingung dengan keadaannya kali ini. Ryu memandang ke arah Clara sekali lagi, ia tahu bahwa niat Clara sebenarnya tadi adalah untuk kebaikannya.
“Yah, aku kelelahan karena musuh terlalu kuat. Namun, sekuat apapun musuh, suatu hari nanti aku akan mengalahkannya.” Ryu menjawab dengan ekspresi tegas dan serius.
Clara yang awalnya ingin menyerang Ryu, seketika tersenyum lebar. Ia sebenarnya ingin melihat bagaimana mental Ryu selepas melihat orang-orang kuat.
Apakah orang ini akan merendahkan diri, atau menunjukkan semangat tingginya. Clara tersenyum senang, ia berbalik dan berjalan meninggalkan Ryu yang masih bingung di dalam pikirannya.
Rio sebelumnya merasakan pembalikan, ia memandang ke seluruh tempat dan akhirnya menemukan siapa yang melakukan pembalikan waktu sebelumnya.
Bukan hanya Rio, Sanda juga merasakan pembalikan. Ia memandang ke arah Rio, kemudian ia mengikuti arah pandang Rio dan akhirnya ia tahu penyebab pembalikan waktu.
Ryu sendiri tidak tahu bahwa dirinya ditatap oleh Sanda dan Rio. Ia sekarang tercengang dalam hatinya, karena sistem memberitahukan sesuatu yang membuatnya terkejut.
[Selamat, Tuan mendapatkan Kemampuan Khusus (Waktu.)]
To be Continued.
Silakan Like, Comment, Share, Vote, dan Hadiahnya.
__ADS_1
Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.
Thank you Minna-san.