
Silakan Dibaca.
Tempat membeli Mobil, terlihat sekarang Ryu dan kedua istrinya terjebak dalam klise normal. Di mana orang yang rendahan meremehkan orang yang memakai pakaian sederhana.
Ryu, Risa, dan Yuna menatap ke arah asal suara yang menghentikan mereka. Terlihat seorang pelayan dengan pakaian ketat dan wajah yang penuh akan riasan tebal.
“Pegang saja, hanya seorang perempuan yang entah berasal dari mana...” Ryu berkata dengan ringan, juga ada jejak menghina pelayan tersebut.
Risa dan Yuna seketika menangkap maksud dari Ryu. Keduanya tersenyum dan mulai memegang mobil sambil mengecek apakah layak dibeli atau tidak.
Pelayan itu menggelap, dia menunjuk ke arah Ryu sambil berteriak, “Kau! Orang rendahan sepertimu, beraninya menyentuh Mobil yang dijual itu!”
“Apakah kau tahu harga mobil itu? Juga, kalian Jala*ng! Menyingkirlah dari mobil itu!”
Ryu yang mendengar perkataan pelayan tersebut, seketika menggelap. Tidak ada yang pernah menghina istrinya seburuk itu. Tatapan Ryu seketika menajam melihat Pelayan tersebut.
Para orang yang melihat dan ingin membeli mobil mulai melihat tontonan tersebut. Namun, sedetik berikutnya... Mereka merasakan aura tekanan yang begitu kuat.
Pelayan yang menghina sebelumnya, seketika menjadi gemetar ketika merasakan Aura tekanan Ryu yang sangat kuat. Bahkan, kedua istrinya juga mengeluarkan Aura tekanan ke arah Pelayan.
Tiga aura tekanan membuat Pelayan seketika menciut. Dia dengan panik dan gelisah ingin memohon ampun. Namun, Ryu sudah berada di depan pelayan tersebut.
“Nah, mulutmu sangat kotor... Sepertinya batang besi yang panas akan cocok untuk mulutmu tersebut.”
Perkataan Ryu seketika membuat seluruh penonton melebarkan matanya. Mereka paham bahwa orang-orang seperti Ryu, tidak akan melepaskan mangsanya yang sudah memprovokasi dirinya.
Penonton mengingat postur wajah Ryu, Risa, dan Yuna. Mereka mengangguk memahami hal tersebut. Sedangkan, pelayan sendiri gemetar dan kakinya melemah.
Pelayan itu jatuh dan ingin memegang kaki Ryu untuk memohon ampun. Namun, Ryu memegang kedua tangan pelayan tersebut dengan erat dan mengangkatnya ke atas.
“Arhhh, Tuan.. Mohon Maafkan Pelayan Ren—Arhhh..” teriakan pelayan tersebut menggema di seluruh tempat membeli mobil tersebut. Pelayan itu juga bergerak-gerak agar bisa lepas dari pegangan Ryu.
Namun, sayang... Ryu sama sekali tak peduli dan mengeratkan pegangannya. Tak butuh waktu lama, sampai akhirnya sebuah suara retak terdengar.
Para penonton melihat hal itu benar-benar bergidik ngeri, bagaimana tidak... Mereka sekarang melihat adegan di mana seorang tengah menyiksa seorang perempuan yang sombong dengan perlahan-lahan.
“Yuna... Panggil Selina dan suruh Tera untuk mengirim seseorang ke sini... Ada mainan baru untuk mereka.”
__ADS_1
Yuna mengangguk, dia menghubungi Selina dan memberitahu hal lebih lanjutnya. Selina langsung paham dan langsung memberitahu Suaminya akan insiden tersebut.
Tera langsung marah, dia dengan cepat menghubungi anak buahnya untuk pergi ke tempat Tuannya berada.
“Siksa Jala*ng itu... Buat dia menandatangani sebagai budak mati untuk memuaskan orang-orang tua yang berada di pejabat itu!”
Tera kemudian menatap ke arah Selina dan mengangguk, tanda bahwa Tera sudah menghubungi anak buahnya. Selina segera memberitahu akan hal tersebut.
***
Ryu tidak berhenti, dia membuat pelayan itu pingsan. Namun, di saat akan mengangkatnya untuk di bawa pergi. Seorang Manajer turun ke bawah dan menghentikan Ryu.
“Tuan, sebenarnya ada apa di sini? Juga, kenapa pelayan tempat kami, Anda bawa dalam keadaan pingsan?”
Ryu menatap ke arah Manajer tersebut dengan datar. “Kau ingin tahu apa yang terjadi? Tanya saja ke arah para penonton di sana.”
Manajer seketika menjadi berkeringat dingin. Dia tahu bahwa Ryu kuat dan bisa saja menghancurkan dirinya. Kemudian, tatapannya beralih ke para penonton dan bertanya apa yang terjadi sebenarnya.
Para penonton langsung memberitahu apa yang sebenarnya terjadi, Manajer seketika memerah malu, serta marah.
Ryu menatap ke arah Manajer, dia hanya mengangguk santai. Baginya itu akan menjadi siksaan baru untuk mental pelayan tersebut.
Ryu kemudian beralih ke arah istrinya yang sudah memilih mobil yang cocok. Apa yang mereka pilih adalah sebuah mobil SUV, Lamborghini Urus.
Manajer yang melihat itu, tersenyum dan berkata, “Tuan, ambil saja mobil tersebut... Sebagai tanda minta maaf dari tempat kami.”
Manajer tahu, dia tidak bisa menyinggung orang seperti Ryu. Hanya sebuah mobil tidak membuat dia rugi, meskipun itu adalah Lamborghini Urus.
Ryu yang mendengar hal itu mengerutkan keningnya, kemudian melihat bahwa harganya hanya 10 Juta. Ryu mengerutkan keningnya dan berkata, “Tak perlu!”
Ryu mengeluarkan kartu bank miliknya, kemudian menekan kartu tersebut. Selepas itu, dia mengirim 10 juta ke Manajer.
“Itu adalah pembayarannya... Juga, lain kali didik pelayanmu tentang etika seorang pelayan seharusnya.”
Manajer mengangguk, dia tidak ingin membantah karena hal itu fakta. Dia sama sekali tidak pernah memberi teguran kepada pelayan, karena dirinya fokus dengan alasan kenapa tokonya menurun.
Namun, semakin dirinya mengamati. Dirinya semakin paham bahwa beberapa pelayan membuat dirinya kerugian sendiri.
__ADS_1
“Akan kulakukan, Tuan.” Manajer membungkuk kemudian, dia memerintahkan salah satu pelayan untuk mengurusi surat-surat mobil tersebut.
Selepas itu, seluruh orang yang berada di toko pembelian mobil mendengar suara berbagai langkah kaki masuk ke dalam toko.
Para penonton dan Manajer sendiri melebarkan matanya ketika melihat berbagai orang dengan Jas hitam dan pakaian putih. Mereka semua mengetahui, orang-orang tersebut siapa.
Para orang-orang yang memakai Jas Hitam menatap satu persatu orang sampai akhirnya tatapan mereka jatuh di Ryu, sebelum bersinar cerah.
“Salam, Tuan...” Seluruh Orang Jas Hitam menundukkan kepalanya, kemudian orang yang di depan sendiri menatap ke arah Ryu, selepas menunduk sebentar.
“Tuan, nama saya Rio... Di manakah, orang yang perlu kita bawa?”
Ryu sedikit menaikkan sudut mulutnya, kemudian dia menunjuk ke arah pelayan yang terbaring pingsan. Mata Rio seketika terlihat siluet cahaya.
“Yah, ini memang berkualitas. Kami akan membawanya dan mengubahnya menjadi perempuan yang baik-baik.”
Rio mengambil pelayan tersebut, kemudian menunduk hormat ke Ryu dan pergi menuju keluar toko.
Berbagai penonton linglung dan mereka tidak berani berbicara sama sekali. Namun, sebelum para orang-orang jas hitam keluar. Sebuah Robot muncul di depan mereka.
Rio mengatasi dengan cepat, Robot kemudian menghilang dan para orang-orang jas hitam keluar dari toko dengan mudah.
Beberapa menit kemudian, Ryu, Risa, dan Yuna keluar dari toko dengan membawa Mobil Lamborghini Urus. Ketiganya menikmati suasana memakai mobil tersebut.
Pengemudi mobil tersebut ialah Robot, sedangkan Ryu duduk di sebelahnya. Sementara Risa dan Yuna duduk di belakang.
Ryu sendiri terkejut ketika melihat mobil terdapat Fungsi Otomatis. Namun, fungsi tersebut harus membayar dan untuk keselamatannya sendiri, 100% sampai tujuan dengan cepat.
‘Benar-benar... Teknologi yang sangat maju.’
[To be Continued.]
Silakan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.
Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.
Thank you Minna-san.
__ADS_1