
Silakan Dibaca.
18+
Kedai.
Ryu mulai melakukan gerakan tangan, mulai memijat dari punggung Clara sampai area kaki. Dia terampil dan Clara selalu mendesah ringan setiap saat.
Perlahan-lahan tubuhnya mengeluarkan aroma yang khas, seperti parfum yang biasa digunakan oleh seorang perempuan untuk merayu seorang laki-laki.
Tubuh Clara perlahan-lahan mulai mengeluarkan cairan aneh. Pakaiannya mulai melebur dan akhirnya, dia tidak memakai sehelai benang apapun.
Ryu menyipitkan matanya, dia menggunakan mata malam dan melihat apa cairan tersebut. Terlihat cairan berwarna merah muda melapisi seluruh tubuh Clara.
‘Sistem, apakah kamu tahu cairan apa ini?’ Ryu tidak bisa untuk tidak bertanya terhadap sistemnya. Dia belum pernah melihat cairan merah muda tersebut.
[Cairan Pesona, hanya dapat dihasilkan oleh seseorang yang memiliki kemampuan yang dekat dengan pesona.]
[Kemampuan pesona sendiri sangatlah kuat, pengguna dapat meleburkan apapun. Bahkan ruang dan waktu dapat mereka leburkan dalam sekejap. Namun, pengguna ini mendapatkan banyak efek samping.]
[Efek samping kemampuan pesona.]
[- Mudah lelah.]
[- Selalu ingin melakukan hubungan badan yang panas.]
[- Mengubah sel otak perlahan-lahan, namun dapat dicegah.]
[- Susah untuk dikendalikan.]
[- Berbahaya untuk seseorang yang berada di level bawahnya.]
Ryu memandang setiap efek samping tersebut, dirinya tidak menyangka akan ada sebegitu banyaknya. Dia kemudian memandang ke arah Clara dan mulai memijat perempuan itu dengan serius.
Ryu menggerakkan jari-jarinya menjadi lebih lihai, Clara terus mendesah semakin keras dan cairan merah muda keluar bercampur dengan cairan lainnya.
Tubuh Clara semakin licin, namun Ryu sudah pernah mengalami hal itu. Dia memijat dengan tenang, namun Clara terus menggeliat merasakan geli di tubuhnya.
Beberapa jam kemudian.
__ADS_1
Ruangan yang semula rapi kini berantakan, terdapat cairan di mana-mana. Sementara Clara, terbaring pingsan di tempat tidur. Ryu sendiri duduk pojok sambil minum air dingin.
Pakaian yang dia kenakan lepas dan akhirnya dia melakukan permainan terhadap Clara. Namun, kekuatan Ryu dalam melakukan permainan lebih mendominasi.
Alhasil kemampuan pesona Clara kalah dan semakin mudah untuk dikendalikan. Clara tumbang, dan Ryu sendiri tidak menyesal telah melakukan hal itu, melainkan dirinya menganggap hal itu adalah bonus.
Ryu meminum air dingin santai, kemudian dia mulai memakai pakaiannya yang disimpan dalam sistem. Selepas memakai pakaian, dia menunggu Clara bangun dari pingsannya.
Tak butuh waktu lama, Clara terbangun. Dia duduk dan meregangkan tangannya ke atas. Dia merasakan tubuhnya lebih ringan dan tidurnya benar-benar lebih nyenyak dari sebelum-sebelumnya.
“Uhhnn.” Clara kemudian membuka matanya dan ingatan tentang permainan dengan Ryu memasuki pikirannya. Dia tidak menyangka, bahwa kemampuan pesonanya ditaklukkan oleh Ryu dalam sekejap.
Sanda sendiri tidak bisa mengatasi hal itu, karena orang yang dapat mengatasi kemampuan pesona adalah orang yang benar-benar ahli dalam bidang permainan malam.
“Kamu sudah bangun, ini minumlah dan pakai pakaianmu.” Clara mendengar suara Ryu, dia segera memalingkan wajahnya ke arah Ryu, dia merasa senang sekarang.
“Ryu terima kasih.” Clara berkata dengan penuh semangat, baru kali ini dirinya merasakan tubuhnya yang ringan dibandingkan sebelumnya.
Kemampuan pesonanya juga mulai terkendali, namun dia harus menahan dirinya untuk tidak lepas kendali kembali.
“Tenang saja, aku juga berterima kasih karena kenikmatan tubuhmu itu.” Clara tertawa kecil, mendengar ucapan terima kasih dari Ryu.
“Oh, apakah kamu melakukan hal ini dengan orang lain selain Sanda?” Ryu bertanya dengan rasa penasaran. Clara menggelengkan kepalanya dan menjawab dengan santai.
“Selain Sanda, hanya dirimu. Sanda tidak bisa mengurangi naf*suku. Kamu harusnya tahukan, kalau dalam berhubungan badan, perempuan akan mengalahkan laki-laki. Hal ini karena, naf*su dan tubuh khusus perempuan.”
Ryu mengangguk tahu, tubuh khusus perempuan. Menyerap energi laki-laki ketika sedang bermain, membuat perempuan itu seimbang bahkan di atas kemampuan laki-laki.
Hal inilah yang menjadikan laki-laki bosan dengan satu perempuan dan memilih melakukan dengan perempuan yang sudah ditinggalkan suaminya.
Ryu mendapatkan pengetahuan itu, dari Risa. Pengalaman berhubungan badan, bisa dibilang sangatlah tidak ada. Para laki-laki hanya tahu menggesek lalu keluar tanpa melakukan posisi yang berbeda-beda.
“Bagaimana kamu bisa ahli dalam bidang seperti ini, Ryu? Awalnya aku terkejut ketika menerima ingatan tentang diriku yang dikuasai kemampuan pesona, tumbang karena dirimu.” Clara menatap ke arah Ryu dengan penuh tanda tanya besar dikepalanya.
“Inilah bedanya ahli dan biasa. Aku memang ahli dalam berhubungan badan. Aku sudah menuliskan buku tentang mengatasi kemampuan pesonamu. Hal ini dapat kupikirkan selepas aku melakukan hubungan badan dengan seseorang yang memiliki kemampuan pesona.”
Ryu menyerahkan buku berisi ajaran tentang hubungan badan. Dia memiliki kemampuan menulis super cepat, jadi dia menulis satu buku yang berisi 48 lembaran hanya butuh sepuluh menit.
Clara menerima buku tersebut dan melihat berbagai cara melakukan hubungan badan yang baik dan benar. Kemudian terdapat gambarnya juga, hal ini membuat senyum Clara mengambang.
__ADS_1
“Terima kasih, Ryu. Juga jika kamu menginginkan sesuatu tinggal bilang saja kepadaku atau Sanda. Serta, kudengar putriku dekat denganmu, bukan? Bagaimana kalau, dia pindah ke rumahmu?” Clara berkata dengan senyum cerah di wajahnya.
Dia menawarkan putrinya sendiri, hal ini hanya terlintas langsung dalam pikirannya.
Ryu yang mendengar perkataan Clara, dia menggelengkan kepalanya. “Tidak perlu, Bibi. Sedangkan untuk bantuan.. mungkin suatu saat nanti aku akan meminta bantuan kepadamu, Bibi.”
“Hm, jangan panggil aku bibi. Panggil saja Clara, umurku masih sembilan puluh tahun. Jadi jangan Bibi.” Clara berkata dengan cemberut. Dia sebenarnya tidak ingin dipanggil bibi.
Ryu sendiri mengedutkan keningnya. Bahkan umur sembilan puluh tahun, itu sudah dianggap nenek di dunia sebelumnya. Namun, mengikuti logika dunia paralel. Ryu menemukan fakta bahwa umur 1-100 adalah umur anak kecil, sementara 101-200 ialah dewasa, sedangkan 201-300 adalah lansia.
Ryu menghela nafas panjang, dia mengangguk menyetujui keinginan perempuan di depannya. Meski umur sembilan puluh tahun, tubuhnya mirip seorang perempuan berumur delapan belas tahun.
“Kalau begitu, waktu sudah pukul 14.56, mari kita pulang.” Ryu berkata sambil melihat jam di ponselnya. Clara mengangguk setuju, dia sendiri ingin segera menginformasikan hal ini kepada suaminya.
“Ya, ayo kita pulang. Juga aku harus menyerahkan dan memberikan informasi tentang ini kepada Sanda. Hal ini dapat membuatnya tahu cara membuatku kalah nantinya.” Ryu yang berjalan seketika berhenti, dia menatap ke arah Clara.
“Kak Clara.. apakah kamu akan mengatakan kepada paman Sanda?” Clara mengangguk, Ryu membeku dalam sekejap.
‘Tamat sudah hidupku.’ Ryu berpikir dalam hatinya dan dia mengasihani dirinya sendiri.
***
Beberapa menit kemudian.
Clara sudah pergi dengan pengawalnya, Ryu sekarang tengah mengendarai mobilnya menuju ke rumah. Dia mengendarai sangat cepat, bahkan kecepatannya mirip dengan pembalap profesional.
Di tengah jalan, Ryu mulai perlahan-lahan menghentikan mobilnya. Hal ini karena melihat ada sesuatu tengah terjadi di depannya tersebut.
Ryu mengerutkan keningnya ketika melihat bank yang dikelilingi oleh berbagai polisi yang berpakaian lengkap, serta senjata api dan pelindung tebal di depan.
Ryu segera memalingkan kepalanya ke arah bank. Dia kemudian memiringkan kepalanya dan berkata dengan suara ringan.
“Perampokan Bank..”
To be Continued.
Silakan Like, Comment, Share, Vote, dan Hadiahnya.
Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.
__ADS_1
Thank you Minna-san.