
[Chapter 12.]
[Ryu Vs Ito.]
[Silahkan Dibaca.]
Taman Kota Arshna.
Terlihat terdapat sebuah ring yang sudah terpasang oleh pelindung. Hal itu akan terjadi ketika ada seorang petarung saling bertanding satu sama lain.
Berbagai penonton melingkari ring tersebut. Mereka duduk di bangku yang sudah di siapkan oleh sistem taman tersebut. Seluruh penonton sangat antusias, karena yang berada di ring adalah seorang pemuda yang bisa mengalahkan 99 orang dari 100 orang yang dirinya tantang.
Seluruh penonton juga merasa penasaran akan lawan pemuda tersebut, bagaimana tidak penasaran. Seorang pemuda yang diakui oleh Kakek terkuat di taman kota Arshna, hal itu menjadi daya tarik lain bagi penonton.
“Dimulai.” Suara robot yang menjadi wasit terdengar, kemudian seorang pemuda yang menggunakan celana olahraga hitam melesat dengan cepat menuju ke arah pemuda yang memakai pakaian santai.
“Wush..” Pemuda yang memakai celana olahraga hitam itu ialah Ito Ma, seorang pejuang yang menantang 100 orang dan menang melawan 99 orang.
Pemuda yang memakai pakaian santai ialah Ryu Adam, pemuda yang mengalahkan Preman Kodok yang biasanya aktif di Kota Arshna tersebut.
Ryu menatap kecepatan dari Ito, ia tidak bisa mengikuti begitu saja. Dirinya merasakan bahwa Ito akan menyerang lurus ke arah perutnya.
Ryu dengan cepat menyilangkan tangannya di depan, seketika sebuah pukulan muncul di tengah-tengah tangan Ryu.
“Bughh..” Ryu terdorong mundur beberapa langkah, dia menatap ke arah Ito kembali. Namun, hal yang dilihatnya hanya bayangan saja.
Ito seketika muncul di samping Ryu dengan kaki yang siap berayun menendang kepala Ryu. “Apakah kamu sudah pernah merasakan tendangan kecepatan tinggi?”
Ryu yang mendengar hal itu, ia segera menghindar. Namun, Ito sudah mengayunkan tendangan miliknya secara vertikal dan tepat mengenai kepala dari Ryu.
“Bughhh....” Ryu tersungkur di lantai. Dia benar-benar terkena telak oleh tendangan tersebut. Ito kembali menghilang dan muncul di tempatnya semula.
Para penonton melebarkan matanya. Mereka tidak habis pikir, orang yang diakui oleh Kakek terkuat, Kakek Chen. Bisa dikalahkan dengan semudah itu.
“Apa-apaan ini!”
“Aku bertaruh kepadanya, sial!”
“Rugi besar kita, suruh pemuda itu ganti uang kita semua!”
Para penonton yang bertaruh kepada Ryu berteriak marah. Mereka benar-benar tidak menduga bahwa Ryu sangat lemah. Mereka menuntut Ryu untuk mengembalikan seluruh uang milik mereka.
“Hehehe, kita menang banyak.”
“Bagus Ito.”
__ADS_1
Para penonton yang bertaruh kepada Ito Ma tertawa gembira. Mereka benar-benar senang ketika memenangkan taruhan yang sangat besar tersebut.
Ito Ma sendiri tidak begitu peduli, ia menatap ke arah Ryu. Dirinya mengerutkan keningnya dan berkata dengan nada ringan. “Ryu, bangunlah... Jangan berpura-pura tidur kamu!”
Para penonton melebarkan matanya, mereka benar-benar tidak percaya dengan ucapan dari Ito Ma tersebut. Kemudian, seluruh penonton menatap ke arah Ryu.
Ryu yang terbaring, seketika menaikkan sudut mulutnya menjadi sebuah senyum seringai. Dia perlahan bangkit dan berkata dengan ringan. “Oh, kau menyadarinya ternyata. Tidak aku sangka tendanganmu sangat kuat.”
Ito Ma mulai bersiap untuk menyerang kembali. Ryu sendiri sudah berdiri sepenuhnya, ia meretakkan lehernya ke kanan dan kiri, tatapannya masih tertuju kepada Ito Ma.
“Yah, mari kita mulai serius.” Ryu berkata dengan tenang. Dia memejamkan matanya dan merasakan fisiknya meningkat, ia menukarkan 3500 Rupiah menjadi 10 fisik.
[Uang : 500 Rupiah.]
[Fisik : 60.]
(Note : 6.400, diberikan istrinya 2.400 jadi 4.000 Rupiah.)
Ito Ma menjadi serius, ia merasakan bahwa Ryu sedikit meningkat dan hampir sama dengan dirinya. ‘Apa yang terjadi? Kenapa ia bisa meningkat tiba-tiba?’
Ito Ma bingung, tetapi ia segera tersenyum dan berkata, “Menarik.” Kemudian, ia menghilang dan melesat menuju ke arah Ryu dengan cepat.
Ryu memandang ke arah Ito, dia sekarang bisa melihat Ito yang terlihat berlari. Dia menaikkan sudut mulutnya dan mulai melesat ke arah Ito.
“Bugh..” Satu kali tendangan imbang, kemudian mereka saling menendang dan menahan serangan satu sama lain. Mereka belum menggunakan tangan dan hanya dengan tendangan saja.
“Bugh..Bugh..Bugh.” Kecepatan yang tinggi, membuat mata penonton hanya melihat siluet tendangan masing-masing dari kedua petarung. Mereka tidak menyangka bahwa pertandingan akan menjadi sesengit itu.
Ito mengayunkan tendangan miliknya secara horizontal. Ryu menunduk dan menyerang dengan tendangan miliknya tepat ke arah perut Ito.
Namun, sebelum mencapai perut, Ito sudah melakukan backflip terlebih dahulu. Ryu menyadari hal itu, ia melesat maju dan mengayunkan tendangan miliknya dengan keras.
Ito menyadari hal itu, ia ceroboh tidak menyiapkan langkah selanjutnya. Tendangan Ryu kemudian tepat mengenai kepala Ito dengan keras.
“Bughh...” Ito terpental dan terbaring di lantai. Ryu benar-benar keras, ia menatap ke arah Ito dan melesat sambil mengayunkan tendangan miliknya secara vertikal.
Ito menyadari hal itu, ia dengan cepat menghindar berguling ke kanan dan berdiri dengan cepat. Dia melakukan putaran dan menyerang dengan tendangan miliknya.
Ryu menyadari hal itu, dirinya tidak menghindar. Melainkan, ia berputar dan mengayunkan tendangan ke atas dan bertemu dengan tendangan Ito, kedua tendangan saling bentrok.
“Bughhh...” Para penonton tercengang dengan pertandingan tersebut. Mereka benar-benar tidak menyangka bahwa pertandingan itu membuat darah mereka mendidih.
Para penonton benar-benar ingin melakukan pertarungan seperti itu, mereka melihat Ito dan Ryu saling memukul dan keduanya perlahan-lahan babak belur.
Ryu mengeluarkan darah di mulutnya, ia menyeringai ketika melihat Ito yang mimisan. Dia meludahkan darah miliknya ke samping dengan tangan meluruskan rambutnya ke belakang.
__ADS_1
Ito menatap ke arah Ryu, dia benar-benar merasa bersemangat. Dirinya baru kali ini merasakan perasaan senang akan bertarung. Dia melompat-lompat sambil melemaskan seluruh tubuhnya.
Aura keduanya semakin meningkat, para penonton menelan ludah mereka ketika melihat suhu panas keluar dari tubuh keduanya.
“Sepertinya ini akan puncak.”
“Ya, kau benar.”
“Ayo, Ryu... Kalahkan Ito.”
“Ayo Ito... Kalahkan Ryu.”
“Ryu...Ryu...Ryu..”
“Ito..Ito..Ito..”
Penonton menjadi semangat, entah bagaimana mereka menyoraki kedua petarung tersebut.
Ryu dan Ito saling memandang, mereka berkata secara bersamaan sambil melesat satu sama lain. “Mari kita keluarkan seluruhnya.”
***
Di sebuah Gang Kota, terdapat sebuah Rumah dua lantai dengan papan nama bertulisan ‘Preman Kodok.’
Di dalam rumah tersebut, seorang laki-laki tengah memandang ke arah kertas yang diberikan oleh lawan sebelumnya. Dia menghirup rokok sambil membaca ulang kertas tersebut.
“Sepertinya memang waktunya ganti seorang pemimpin!” ucap laki-laki tersebut yang tak lain, Tera Rian, seorang Pemimpin dari Preman Kodok.
Tera berdiri dan berjalan ke arah lantai yang sangat rahasia. Jalan itu menuju ke atas, ketika tiba di sana. Tera membuka pintu dan tibalah dirinya di atap gedung.
“Bushh.. Preman Kodok sudah menghilang sekarang berubah menjadi Preman Gagak.” Tera berkata dengan ringan sambil menghembuskan asap rokok.
Sebuah lambang dengan kepala gagak melayang dengan bebas. Tirai baru terbuka, preman legendaris akan memulai kebangkitan kembali.
[To be Continued.]
Info : Kembali ke semula lagi, ntah kenapa kalau 500-1000 kata satu bab, malah jadi malas.
Kembali seperti biasa 1000-2000 kata satu bab, dua kali update.
Silahkan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.
Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.
Thank you Minna-san.
__ADS_1