Sistem Kekayaan : Pengembalian

Sistem Kekayaan : Pengembalian
Chapter 98 - Dou Monster Kuat


__ADS_3

Silakan Dibaca.


Booom!


Ledakan keras terjadi, tanah di bawah Ryu dan Beruang Ganas berubah menjadi kawah. Pohon di sekitarnya terbang ke belakang.


Ryu masih berada di posisinya, sementara Beruang Ganas mundur jauh puluhan meter. Ia terdorong sangat keras, akibat benturan tersebut.


Ryu mengerutkan keningnya, kemudian ia menekuk kakinya kembali dan melesat menuju ke arah Beruang Ganas tersebut.


Ryu seketika tiba di atas Beruang Ganas. Tangannya terkepal erat kembali, namun ia hanya menggunakan kemampuan penguatan tubuh.


Boom!


Beruang Ganas terpukul ke bawah, ia dalam sekejap terbaring di tanah. Ia merasakan pusing akibat pukulan Ryu tersebut.


Roar!


Beruang Ganas meraung dengan keras, ia menggelengkan kepalanya berusaha lepas dari rasa pusing tersebut. Namun, Ryu tidak akan membiarkan hal itu.


Ryu mengepalkan tangannya dan menguatkan tubuhnya kembali, tangannya seketika menjadi cerah. Ia dengan cepat mengayunkan kembali pukulannya ke arah kepala Beruang Ganas.


Boom!


Beruang Ganas tertanam di tanah, ia meraung tak berdaya ketika merasakan pukulan dari Ryu.


Beruang Ganas tidak bergerak, ia sudah benar-benar kesakitan. Matanya mulai buram menunjukkan bahwa ia sudah berada di ambang kematian.


Ryu berdiri di perut Beruang Ganas, ia kemudian membuka tangannya. Siluet cahaya melintas di mata Ryu, kemudian telapak tangan melayang keras ke arah dada kanan Beruang.


Boom!


Beruang Ganas melebarkan matanya, tubuhnya gemetar, namun tak butuh waktu lama. Tubuhnya mulai lemas dan tidak berdaya, matanya mulai menutup.


Beruang Ganas mati di tempat, Ryu yang menatap kematian Beruang Ganas segera menghela nafas lega. Baginya, Beruang di bawahnya sedikit menguras banyak kekuatannya.


Ryu menstabilkan nafasnya terlebih dahulu, kemudian ia memasukkan Beruang Ganas ke dalam cincin ruangnya.


Detik berikutnya, ia memandang ke arah depan dan mulai berjalan kembali. Namun, ia tidak menyadari bahwa ada seseorang yang telah menatap dirinya dari langit.


Reig melihat keponakannya telah membunuh Beruang Ganas, ia mengangguk. Kemudian, ia menggunakan kemampuannya dan pergi dari tempat tersebut.


Ryu tidak tahu, ia hanya berjalan dan melihat sekeliling. Baginya, lingkungan di sekitarnya sangatlah berbeda dari lingkungannya dulu.


Ryu kemudian mengalihkan pandangannya ke arah samping dan melihat ada sesuatu yang telah terjadi di depannya.

__ADS_1


Namun, sebelum ia melesat ke arah tempat tersebut. Ia merasakan serangan dari sebelahnya.


Ryu dengan cepat menghindar dan melihat bahwa penyerang adalah Beruang Perkasa. Ryu akhirnya paham perbedaan keduanya, Beruang Perkasa tidak memiliki tinggi yang begitu abnormal.


Sejenak, itu mirip Beruang madu. Perbedaannya ialah cakar di tangannya sedikit memanjang dan melebar tajam.


Ryu mengepalkan tangannya dan otot-otot miliknya mulai berkontraksi. Detik berikutnya, Ryu muncul di depan Beruang Perkasa dan memukul tepat dada kanan Beruang itu.


Boom!


Beruang Perkasa melebarkan matanya, ia terhuyung-huyung ke belakang dan akhirnya jatuh, kemudian berbaring tak bernyawa di tanah.


Ryu sedikit memiringkan kepalanya. Ia tidak menyangka bahwa Beruang Perkasa begitu mudahnya ditaklukkan.


Ryu tidak memikirkan banyak hal, ia segera memasukkan Beruang Perkasa ke dalam cincin ruang miliknya. Ryu juga tak lupa untuk mengambil taring dari Beruang Perkasa tersebut.


Selepas itu, Ryu berjalan menuju tempat asal suara yang begitu kuat. Suara itu sangat keras, bahkan tiupan angin terdorong dan menerpa wajah Ryu.


Tak butuh waktu lama, Ryu tiba di tempat asal suara keras tersebut. Ia sedikit mengerutkan keningnya ketika melihat seekor Gorilla tengah bertarung dengan Seekor Gajah.


Keduanya saling bertempur, Gorilla menggunakan tangannya yang besar. Gajah menggunakan belalainya.


Boom!


Tabrakan kedua serangan tersebut benar-benar kuat. Gorilla dan Gajah terus-menerus saling menyerang dan keduanya meningkat tajam.


“Mengurus kedua Monster ini sama saja mengeluarkan banyak tenaga.” Gumam Ryu, ia menimbang kekuatan miliknya dengan kekuatan kedua monster tersebut.


Gorilla dan Gajah melayangkan serangan kuat, kemudian keduanya mundur beberapa langkah. Sorot mata mereka menajam, dan dalam sekejap mereka menatap ke arah Ryu.


Ryu terkejut, persepsi liar kedua monster tersebut sangatlah kuat. Namun, selepas kedua monster melihat Ryu. Mereka mengabaikannya dan mulai bertarung kembali.


Ryu tidak bisa untuk tidak tercengang, ia merasa bahwa kedua monster itu tidak peduli akan keberadaannya yang tengah melihat mereka.


Namun, detik berikutnya Ryu bisa merasakan bahwa kedua monster itu benar-benar lebih kuat dari sebelumnya. Ryu terkejut, ia tahu bahwa ia tidak bisa mengalahkan keduanya.


Meski dihina dan tidak diperhatikan begitu menyakitkan. Namun, pemahaman Ryu sangatlah dalam. Keduanya sombong itu jelas, namun mereka memiliki modal untuk sombong.


Jika Ryu meraung marah dan melawan keduanya, itu sama saja orang bodoh yang tidak tahu tingginya gunung.


“Sebentar lagi, aku akan mengalahkan kalian nanti.” Sumpah Ryu, ia kemudian berbalik dan mulai berburu Beruang Perkasa secepatnya.


***


Di atas Dinding Hutan Pulau.

__ADS_1


Seluruh rombongan terkejut melihat adanya Gorilla dan Gajah yang tengah bertarung. Mereka tidak menyangka akan ada keberadaan sekuat itu.


Rock ingin memanggil ahli terkuat. Namun, Sanda menghentikannya segera. “Jangan memanggil siapapun. Biarkan mereka hidup.”


“Tapi Walikota, keduanya adalah masalah serius. Jika tidak segera ditangani, ini akan menghancurkan dinding pertahanan.” Jelas Rock dengan ekspresi serius.


“Bukankah kamu mendengar suara Ryu, ia ingin mengalahkan keduanya dan juga mereka berdua tidak ingin keluar dari Hutan Pulau, karena mereka tahu bahwa selepas dinding di tembus. Itu hanyalah air laut yang dalam dan luas.”


Rock tertegun dan ia segera sadar ketika mendengar ucapan dari Sanda. Ia baru mengingat bahwa monster dan binatang adalah hal berbeda.


Kekuatan monster lebih besar, namun mereka juga bisa memikirkan hal-hal yang rumit, karena otak mereka lebih kuat dibandingkan para manusia umumnya.


Rock mengangguk, ia setuju dengan perkataan Sanda. Para rombongan hanya bisa tersenyum, melihat perdebatan keduanya.


Kemudian, seluruh rombongan kembali fokus ke arah Ryu. Mereka melihat, Ryu membantai dengan cepat Beruang Perkasa. Bagaimanapun juga, fisiknya sangatlah kuat dibandingkan dirinya yang dulu.


Rio yang menatap hal itu paham segera. Pilihan untuk melepaskan 142 Beruang Perkasa itu adalah benar. Jika ia melepaskan keseluruhan, maka Beruang Perkasa menghadapi musim punah.


***


Sepuluh Jam kemudian.


Ryu telah membantai sekitar 140 Beruang Perkasa. Cepat, itu jelas.. karena Ryu tidak terlalu suka membuang waktu tidak perlu.


Beralih satu ke arah satu lainnya. Gerakan Ryu semakin cepat, ia membantai hanya perlu beberapa gerakan, selepas itu simpan mayat.


Ryu kali ini bergegas menuju ke arah dua Beruang Perkasa. Namun, saat di tengah jalan. Ia berhenti seketika, karena melihat langit dalam sekejap menghitam.


Bukan karena mulai malam, melainkan siluet dinding yang memiliki ukuran setinggi sepuluh meter terlihat bergerak-gerak.


***


Rock menatap yang dilihat oleh Ryu, kemudian ia melihat ke sisi Hutan. Ia bisa melihat bentuk asli dari lawan yang telah menghadang Ryu kali ini.


Semua rombongan juga melihat ke arah hutan. Tubuh seputih pasir, panjang yang hampir 500 meter. Iris mata berwarna hijau, desisan yang membuat pohon di depannya layu seketika.


Mata semua rombongan menunjukkan rasa terkejut, eksistensi monster di depannya benar-benar tidak normal dan lebih kuat dari lainnya.


“Ular Kebesaran...”


To be Continued.


Silakan Like, Comment, Share, Vote, dan Hadiahnya.


Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.

__ADS_1


Thank you Minna-san.


__ADS_2