Sistem Kekayaan : Pengembalian

Sistem Kekayaan : Pengembalian
Chapter 84 - Kakek dan Cucu


__ADS_3

Silakan Dibaca.


Rumah sakit Arshna.


Risa dan Yuna memandang ke arah pemuda di depannya dengan tatapan kosong. Mereka bingung dan ada rasa terkejut di dalam hatinya.


“Ka-kakek..” Risa linglung, ia segera menggelengkan kepalanya dan menatap tajam ke arah Roa, namun ia tidak berkata-kata apa dan memandang ke arah Sanda.


Merasakan tatapan Risa, Sanda memandang balik dan mengangguk benar. Risa melebarkan matanya ketika melihat konfirmasi dari Sanda.


Ia tahu bahwa Sanda tidak mungkin menipu dirinya. Yuna yang berada di sebelah Risa juga terkejut ketika melihat konfirmasi dari Sanda.


Keduanya saling memandang, kemudian menatap ke arah Roa yang tengah memandang ke arah Ryu yang berbaring di ranjang rumah sakit.


“Anda kakek Ryu?” tanya Risa dengan linglung. Ia tidak menyangka bahwa orang di depannya adalah kakek suaminya. Mereka terkejut, karena kakek suaminya begitu muda.


“Ya, namaku Roa Adam.. salam kenal, istri Ryu.” Ucap Roa sambil tersenyum lebar kepada Risa dan Yuna, ia sangat menyukai tampilan terkejut seseorang.


“Salam kenal, nama saya adalah Risa, istri dari Ryu.” Kata Risa, kemudian suara Yuna juga terdengar selepas perkenalan Risa.


“Nama saya adalah Yuna, istri dari Ryu.” Ucap Yuna dengan malu. Ia dan Risa benar-benar malu sekarang, mereka sempat ingin mengusir keluarga dari suaminya sendiri.


Roa mengangguk, kemudian melihat pergerakan alis mata dari cucunya dan senyum tipis muncul di wajahnya.


“Dia bangun.” Ucap Roa, membuat Risa dan Yuna menatap ke arah Ryu. Sementara Sanda, Rock, dan Emma juga mengikuti arah tatapan mereka bertiga.


Ryu yang pingsan perlahan-lahan mulai membuka matanya, ia kemudian mencoba untuk duduk dan bersandar di sandaran ranjang rumah sakit.


Pandangannya masih kabur, sampai akhirnya pandangan miliknya mulai jelas dan ia mengerutkan keningnya ketika melihat ruangannya penuh akan orang.


“Risa, Yuna..” ucap Ryu ketika memandang ke arah kedua istrinya. Kemudian, ia memandang ke arah pemuda yang duduk di sebelahnya.


Ryu benar-benar tidak mengetahui siapa pemuda tersebut. Sampai akhirnya suara sistem terdengar di kepalanya.


[Ingatan yang hilang dipulihkan.]


Seketika berbagai informasi keluarga Adam memasuki pikiran Ryu. Ia tetap diam sampai akhirnya, matanya melebar ketika menatap pemuda di depannya.


“Kakek..” ucap Ryu pelan, namun sangat berdampak di hatinya. Air mata tanpa sadar mengalir dan ia tertegun, sambil memegang air mata tersebut.

__ADS_1


‘Aku menangis?’ batin Ryu, ia tidak menyangka dirinya bisa menangis. Namun, di saat ia menerima sebagian ingatannya. Ryu tidak bisa untuk terdiam.


“Apakah waktunya kembali?” tanya Ryu, ia ingat akan tradisi keluarga. Jika kakeknya bertemu dengan dirinya dan itu atas inisiatif kakeknya, maka Ryu dinyatakan kembali ke Keluarga Adam.


Namun, Ryu sedikit kurang nyaman. Bukan karena ia tidak ingin pergi, namun ia sangat enggan sekarang. Bagaimanapun juga, hidupnya sudah ia tentukan sendiri.


Roa mengamati sikap dari Ryu, ia senang mengingat apa yang dibilang dari pemimpin keluarga. Namun, ada kondisi lainnya.


Roa menggelengkan kepalanya, kemudian ia berkata, “Nak, kau tidak perlu kembali jika sudah memiliki tempat untukmu bersenang.”


“Meski kami ingin kamu kembali, namun tujuan Pemimpin Keluarga membuang semua anak-anak ke panti asuhan ialah, mengerti kekejaman dunia dan bergerak sesuai dengan keinginan mereka masing-masing.”


“Begitu juga kamu, jika kamu tidak ingin kembali, tak apa. Namun ingat, nama Adam akan selalu berada dalam dirimu.” Jelas Roa, membuat Ryu tercerahkan.


Roa tersenyum, ia senang ketika melihat cucunya benar-benar kuat dan cepat menerima apa yang dirinya katakan.


Roa ingat bahwa Ryu dulu sama sekali tidak bisa berpikir dengan jernih. Penyakit yang ia derita membuatnya, benar-benar melambatkan kinerja otaknya .


(Note : Melambatkan kinerja otak : Lola.)


“Terima kasih, Kakek.. aku masih nyaman dengan diriku sekarang. Mungkin, untuk kembali ke keluarga Adam. Sepertinya tidak untuk saat ini.” Ucap Ryu.


Risa dan Yuna mendengarkan percakapan mereka berdua, sampai akhirnya Roa berkata dengan nada ringan.


“Oh, aku melupakan hal penting.. selamat kamu dan Sebastian mendapatkan juara pertama. Kalian berdua sama-sama tidak menang dan tidak kalah.” Ucap Roa.


Risa dan Yuna terkejut, mereka tidak tahu hasil akhirnya. Namun, mereka melihat dengan mata kepala mereka sendiri, bahwa Sebastian masih memiliki banyak tenaga.


“Kamu melakukan apa yang harusnya kamu lakukan, dari awal kamu sudah mengetahui kondisi Sebastian, bukan..” kata Roa dengan ekspresi penuh kebanggaan akan cucunya.


Ryu tersenyum, ia mengetahui kondisi fisik dari lawannya. Kekuatan yang dimiliki Sebastian, akan menjadi bumerang baginya. Meski kuat, tetapi fatal untuk tubuhnya.


Ryu mengamati sekilas dan mengetahui akan cedera yang dialami oleh Sebastian sebelumnya, luka sayat, luka tembakan, luka ledakan, semua itu bukan normal.


“Orang itu terlalu memaksakan dirinya, meski ia berada di Level 7. Ia tidak seharusnya menggunakan keseluruhannya.” Ucap Ryu, namun Roa menggelengkan kepalanya.


“Kamu sama sekali tidak mengetahui, apa yang namanya menghargai seseorang dalam pertempuran..”


“Dan juga, Sebastian bukan berada di Level 7, melainkan ia berada di level yang jauh.” Kata Roa sambil tersenyum.

__ADS_1


Ryu tidak terkejut kembali, ia memang merasakan kekuatan lain yang Sebastian tahan.


“Juga, aku di sini ingin memberitahumu bahwa pertarungan di Pulau Beruang Perkasa akan dilakukan dua hari dari sekarang. Siapkan mental dan fisikmu.” Tegas Roa terhadap cucunya.


Ryu, Risa, dan Yuna sedikit terkejut. Mereka memang tahu bahwa selepas Turnamen Jalanan, akan ada pertarungan lainnya. Namun, mereka tidak menyangka pertarungan akan sedekat itu.


“Kami memajukan pertarungannya, Ryu. Hal itu karena, selepas ini kamu akan menjadi instruktur dalam militer.” Ucap Roa sambil tersenyum.


Ryu linglung, ia mencerna satu persatu informasi yang dirinya dapatkan sekarang. Kemudian, ia melebarkan matanya dan menatap ke arah Sanda.


“Apakah ini terkait dengan Sebastian?” tanya Ryu, namun sebelum Sanda menjawab. Raungan keras terdengar di pintu masuk.


“Ya, itu aku!!” raung sosok besar yang masuk ke dalam kamar inap Ryu.


Roa menatap ke arah Sebastian, keduanya juga saling menatap. Sebastian sedikit terkejut dan mengangguk terhadap Roa.


“Kau akan menjadi Instruktur Militer, tim milikmu di juluki, Tim Naga. Ayahmu yang seharusnya menjadi Instruktur, namun ia kabur entah ke mana.” Jelas Sebastian.


Ryu terkejut, secara langsung dirinya memasuki Militer. Ia berpikir bahwa memasuki militer seharusnya melewati berbagai tes, namun sekarang.. benar-benar tidak ada.


‘Apakah ini yang namanya jalur belakang?’ batin Ryu, dengan bingung. Namun, dalam hatinya tetaplah senang.


Bukan karena perintah untuk menjadi Instruktur Militer, namun ia senang karena keterampilan mengajar miliknya akan berguna sekarang.


Namun, sesaat ia mengingat sesuatu yang penting. Ryu segera menatap ke arah Sebastian, Roa, Risa, Yuna, Sanda, Rock, dan Emma.


“Bisakah aku bertanya? Siapa dan apa identitas Ayahku? Kenapa ia dikenal nomor satu, namun saat kucek nomor satu. Namanya sama sekali tidak ada.”


Roa dan yang lainnya terkejut, mereka benar-benar lupa untuk memberitahu nama dari ayah Ryu.


Roa sendiri memandang ke arah Ryu, kemudian ekspresinya menjadi sedikit serius dan ia berkata dengan nada sedikit dalam.


“Ayahmu..”


To be Continued.


Silakan Like, Comment, Share, Vote, dan Hadiahnya.


Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.

__ADS_1


Thank you Minna-san.


__ADS_2