Sistem Kekayaan : Pengembalian

Sistem Kekayaan : Pengembalian
Chapter 121 - Ryu Vs Naga Merah 1


__ADS_3

Silakan Dibaca.


Lautan lepas.


Ryu memeluk Alice dengan erat, tatapannya terarah ke pemilik serangan api sebelumnya. Terlihat, sosok naga merah besar tengah menatapnya dengan penuh kebencian.


Ryu sedikit terkejut, ketika melihat naga itu. Dia tidak menyangka, akan ada naga di dunia paralel. Namun, mengingat kejadian akhir-akhir ini. Dia mengerti bahwa dunianya tidaklah kecil, hewan-hewan mitos pasti masih ada dan tersembunyi sangat dalam.


“Risa, bawa Alice mundur bersamamu. Kalian berdua pergi ke tempat Yuna dan duduklah di sana. Kekuatan kalian sudah habis, beristirahatlah di belakang.”


Risa mendengar teriakan Suaminya tersebut. Dia mengangguk dan mengarahkan cincin menuju ke arah Ryu. Alice yang berada di pelukan Ryu, perlahan-lahan mulai duduk di cincin yang sudah berada di dekatnya.


“Kembalilah ke belakang, istirahatlah. Sisanya serahkan kepadaku dan yang lainnya.” Ryu melengkungkan bibirnya, lalu dia mencium kening Alice. Kemudian, memberikan isyarat kepada Risa untuk mengendalikan cincin tersebut.


Naga merah yang melihat mangsanya akan pergi, dia tidak terima. Target awalnya adalah Yuna, namun mangsanya tersebut juga diselamatkan oleh pengguna cincin di belakang.


Kali ini mangsanya juga ingin kabur, Naga merah tidak mau menerima hal itu. Dia menghirup nafas dalam-dalam, percikan api muncul di sela-sela mulutnya.


Mata Naga berkedip sebentar, kemudian dia menyemburkan api yang sangat panas ke arah Ryu yang tengah berada di dekat Alice.


Ryu menyadari akan adanya serangan di belakangnya. Dia berbalik dan melihat api besar tengah bergerak cepat ke arahnya. Dia sama sekali tidak takut, keringat muncul di pelipisnya, karena panas yang begitu menyengat.


Ryu mengepalkan tangannya erat-erat. Otot-otot miliknya bergerak dengan kuat, lengannya mulai menjadi cerah. Dia mengangkat sudut mulutnya membentuk seringai yang begitu lebar.


Dia kali ini menambahkan otot lima kali dan penguatan tubuh dua kali. Namun, karena levelnya empat, membuat kecerahan lengannya benar-benar kuat.


Api tiba di depan matanya, Ryu mengayunkan pukulannya tepat tengah-tengah api besar itu. Ketika dua serangan bertemu, ledakan besar terjadi.


Boom!


Angin kencang dan badai lautan menjadi lebih kuat dari sebelumnya. Hal ini menyebabkan prajurit terbang ke belakang, begitu juga monster tingkat rendah dan tingkat menengah.


Para pemimpin prajurit lainnya tertegun melihat ledakan keras tersebut. Mereka sebenarnya sudah mengetahui level dari Ryu, namun level Ryu terlalu rendah untuk menciptakan ledakan besar tersebut.

__ADS_1


“Apakah dia benar-benar level 4? Juga bagaimana bisa dia memiliki kemampuan?” Pemimpin prajurit bertanya-tanya kepada rekan lainnya.


“Ini benar-benar menumbangkan kognisi selama ini.” Pemimpin prajurit lainnya terkejut sekaligus kagum dengan pemandangan di depannya.


Mereka sudah terbiasa dengan badai besar maupun tsunami. Bagaimanapun juga, mereka sudah mengalami hal-hal yang hampir merenggut nyawa mereka.


Rio dan Sanda memandang ke arah pertempuran Ryu melawan Naga merah. Rio juga memperhatikan keselamatan dari Risa dan Alice. Namun, kekhawatirannya sirna ketika Clara dan Siana membantu mereka.


“Akhirnya mereka mundur, jika mereka terluka.. Ayah mungkin akan marah besar.” Rio menghela nafas lega. Dia tahu jika Risa maupun Alice mati, Roa akan bertindak dan mengamuk di Utara.


Selama ini yang ditakuti oleh Rio adalah ayahnya tersebut. Bagi Rio, ayahnya adalah monster yang paling berbahaya dari lainnya. Kekuatan ruang Roa sudah mencapai tingkat tinggi, bahkan ada kemampuan lainnya yang lebih kuat dibandingkan ruang.


“Kamu mengkhawatirkan mereka karena Roa, bukan?” Rio memandang ke arah Sanda, teman seperjuangan Ayahnya tersebut. Dia mengangguk tak berdaya ketika mendengar pertanyaan Sanda tersebut.


“Anda tahu sendiri bukan, Ayah kalau marah bagaimana?” Sanda melengkungkan bibirnya, dia memang mengetahui bagaimana perilaku Roa ketika keluarganya disentuh, apalagi dilukai.


“Memang benar, Roa akan langsung menghancurkan orang yang menyerangnya tersebut. Bahkan, seluruh keturunannya akan diburu olehnya.” Sanda memang memahami Roa, dia masih ingat ketika satu temannya terluka, Roa akan bertindak segera.


Sanda juga sama, siapapun yang mengancam keluarganya. Dia akan bertindak kejam, seperti kejadian sebelumnya. Dia sama sekali tidak mengetahui keadaan Melissa, namun dia beruntung bertemu dengan Ryu yang menyelamatkan anaknya tersebut.


***


Asap tebal akibat ledakan mulai menghilang, digantikan benturan dua serangan yang sangat kuat. Benturan kedua serangan tersebut, membuat gelombang yang tak terlihat. Gelombang itu sangat berpengaruh terhadap alam.


Langit yang terkena gelombang tersebut, mulai terbelah. Lautan yang terkena gelombang itu mulai menguap dan perlahan-lahan muncul pusaran. Udara yang terkena gelombang, juga mulai menunjukkan keanehan tersendiri.


Asap menghilang dan terlihat Ryu tengah melayangkan pukulan terus-menerus ke arah Naga Merah. Begitu juga Naga Merah, dia terus menggunakan kakinya menahan serangan Ryu yang datang secara beruntun.


Boom! Boom! Boom!


Ledakan terus terdengar, sampai akhirnya keduanya mundur satu sama lain. Ryu menstabilkan nafasnya, dia sedikit terlalu bersemangat kali ini. Sedangkan, Naga Merah masih memandang ke arah Ryu dengan serius.


Naga Merah juga kelelahan, namun fisiknya yang ditempa dengan api di dalamnya, membuat dirinya tidak merasakan lagi kelelahan.

__ADS_1


Inilah kemampuan curang para Naga. Mereka tidak akan pernah lelah, karena jeda kemampuan Naga sama sekali tidak ada.


Ryu memahami kemampuan Naga sebelumnya, dia tahu pihak lain dapat memulihkan tenaganya dengan cepat.


“Memang tenaganya pulih dengan cepat, namun bagaimana dengan luka?” Ryu mengangkat sudut mulutnya, kemudian tangannya terkepal kembali. Otot-otot miliknya mulai berkontraksi dengan hebat.


Naga Merah menyusutkan matanya, dia merasakan ancaman yang berbahaya dari lawannya. Dia menggeram pelan, kemudian tubuhnya diselimuti oleh api dalam sekejap.


“Roar!” Naga Merah mengaum dengan keras. Dia kemudian naik ke atas dan tiba di puncak ketinggiannya. Tatapannya langsung terkunci ke arah Ryu, lalu sayapnya mulai mengerut dan dia jatuh menuju ke Ryu dengan kecepatan mirip meteor.


Ryu menyadari serangan Naga Merah. Dia menambahkan ototnya menjadi sepuluh kali, ditambah penguatan sepuluh kali. Dia kali ini, mulai mengeluarkan setengah kekuatannya.


Aura berwarna hitam keunguan mulai melilit lengan kanannya itu. Kemudian, Ryu menggerakkan tangannya ke belakang, bersiap-siap untuk menyerang ketika Naga Merah tiba di depannya.


Banyak prajurit yang melihat hal itu, segera kembali ke pelabuhan. Eva dan Tea mulai bekerja sama, menahan gelombang angin nantinya. Mereka berdua membangun dinding kayu daun di sekeliling pelabuhan.


Sanda dan Rio memandang ke arah atas, di mana Ryu dan Naga Merah tengah saling bertarung satu sama lain. Clara dan Siana yang sudah membantu kedua istri Ryu, mulai menatap ke atas dan melihat pertarungan Ryu yang terlihat menegangkan.


***


Naga Merah terjun dengan cepat, dia kali ini terlihat meteor yang dapat menghancurkan satu kota dalam sekejap.


Ryu merasakan Naga Merah sudah tiba di area jangkauannya. Jejak cahaya melintas di mata Ryu, kemudian dia mengayunkan pukulan ke arah Naga Merah itu.


Pukulan melayang dan akhirnya bertemu dengan Naga Merah tersebut. Dua serangan saling berbenturan satu sama lain.


Booom!


To be Continued.


Silakan Like, Comment, Share, Vote, dan Hadiahnya.


Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.

__ADS_1


Thank you Minna-san.


__ADS_2