
Silakan Dibaca.
Ledakan keras terdengar, getaran yang sangat kuat terasa di seluruh tempat. Rio, Siana, Ordolf, Elli, dan Red merasakan getaran tersebut. Mereka berlima tanpa sadar menatap ke arah tempat Ryu berada.
“Roar!”
Red melesat dengan cepat menuju tempat Ryu berada. Dia sebelumnya sudah mencari keberadaan Ryu, akan tetapi ketika kembali, dirinya sama sekali tidak menemukan keberadaan tuannya tersebut.
Akibatnya ketika mendengar ledakan dan getaran kuat. Red tahu bahwa tuannya tengah berhadapan dengan makhluk yang kuat. Hal ini tidak bisa dirinya terima karena sosok makhluk telah mencoba melukai tuannya.
Meski Naga Merah ialah sosok makhluk yang sombong dan arogan. Mereka tidak akan pernah mengkhianati teman yang sudah dirinya anggap penting.
Kesetiaan mereka mutlak dan adil. Namun mendapatkan kesetiaan tersebut sangatlah susah bahkan memerlukan pengorbanan misalnya kematian.
Sisi pertempuran, debu pasir membumbung tinggi ke atas. Namun seketika kumpulan debu di terpa oleh angin kencang.
Tepat di bawah debu pasir tercetak monster kalajengking gurun di pasir. Punggung monster tersebut menghitam seperti telah terbakar oleh sesuatu.
Ya, monster itu ialah raja kalajengking gurun yang tengah berhadapan dengan Ryu sebelumnya. Kali ini monster tersebut telah ditanam di pasir akibat pukulan terakhir Ryu.
Sementara itu, Ryu sendiri duduk di depan tepat raja kalajengking gurun. Dia menatap ke arah monster tersebut dalam-dalam, layaknya seseorang yang siap meminta piala kemenangannya.
Raja kalajengking gurun masihlah sadar, meski tubuhnya tidak dapat digerakkan untuk sementara waktu. Dia sendiri juga sudah sadar bahwa dirinya kalah, melihat luka yang begitu menyakitkan.
Raja kalajengking gurun memandang ke arah Ryu, piala kemenangan yang diinginkan Ryu ialah dirinya. Namun, raja kalajengking gurun juga memiliki kondisi agar dapat mengikuti Ryu tersebut.
“Bagaimana penawaranku, Kalajengking?” tanya Ryu sambil tersenyum cerah.
“Gra!” Raja kalajengking gurun menjawab pertanyaan Ryu, akan tetapi Ryu memiringkan kepalanya karena bingung dengan ucapan monster di depannya itu.
[Aku akan mengikutimu namun ada kondisi untuk itu!]
Ryu mendengar suara sistem miliknya dan panel terjemah bahasa berada di depannya. Senyumnya ditarik ke atas membentuk senyuman lebar.
“Apa kondisimu?” tanya Ryu kepada raja kalajengking gurun. Dia dapat memenuhi kondisi monster di depannya, asalkan tidak berlebihan.
__ADS_1
“Gu Gra Gra!” Raja Kalajengking menjelaskan kondisi dirinya.
[1. Seluruh suku kalajengking gurun ikut denganku.]
[2. Temukan aku dengan Kera Hitam. Ada sesuatu yang harus kubicarakan dengannya terkait ini.]
[3. Tolong bantu kami mengalahkan Vortex yang akan dibangkitkan!!]
Ryu melebarkan matanya, syarat pertama dan kedua tidak masalah. Namun, syarat ketiga bukan lagi syarat. Melainkan ini adalah informasi yang dirinya inginkan.
Melihat perubahan wajah Ryu, raja kalajengking gurun tahu bahwa manusia di depannya sama sekali tidak akan membantu dirinya. Dalam sekejap, dia menjadi pasrah dan siap untuk dibunuh.
“Vortex, apakah itu sebuah monster yang membuat hampir sebagian monster utara bermigrasi?” tanya Ryu sambil bangkit dari duduknya. Sementara raja kalajengking gurun yang pasrah akan nasib, hanya bisa mengangguk.
“Kamu tahu lokasinya? Aku kemari hanya ingin berurusan dengan monster itu. Untuk kondisi ketiga bukanlah kondisi, melainkan informasi bagiku. Jadi, terima kasih!” kata Ryu tegas.
Raja kalajengking gurun tertegun dengan perkataan Ryu. Dia tidak menyangka bahwa manusia di depannya ke utara hanya untuk melawan Vortex, makhluk yang telah dikurung lama di Sandar Foran.
“Roar!”
Di kejauhan, Risa, Yuna, dan Alice berjalan santai menuju ke tempat Ryu berada. Mereka ingin berkumpul kembali selepas mengalahkan keluarga kalajengking gurun.
Ketiganya juga menatap langit di belakang dan melihat Red yang siap untuk mendarat tajam. Mereka bertiga tersenyum melihat hal itu dan bergegas menuju ke arah Ryu berada.
Bumm!
Red mendarat tepat di depan raja kalajengking gurun. Tatapannya tajam dan siap untuk bertarung namun ketika mendengar suara tuannya. Red segera memalingkan wajahnya ke asal suara tersebut.
“Red!” Ryu menepuk perut besar Red dan Red yang melihat tuannya segera menyusut, kemudian bergegas mendekat ke arah tuannya tersebut.
“Rawh.” Red mengusapkan kepalanya ke kepala Ryu, dia sangatlah senang ketika bertemu dengan tuannya tersebut.
Ryu memeluk Red dan mengelus punggungnya, meski tubuh Red terasa sangat panas. Ryu sama sekali tidak peduli akan hal tersebut, panas Red dengan panas gurun memiliki ukuran yang sama. Apalagi Ryu sendiri sudah berlatih adaptasi akan gurun, sehingga tubuhnya kebal terhadap panas.
Raja kalajengking gurun tertegun, dia tidak menyangka bahwa manusia di depannya menjinakkan Naga Merah. Sosok monster yang paling susah untuk dimiliki dan dikalahkan. Bahkan jika monster itu kalah, mereka akan sulit ditaklukkan.
__ADS_1
Melihat momen di depannya, raja kalajengking gurun tahu bahwa Ryu ialah manusia yang sangat mengagumkan. Dia menaruh harapan kepada manusia tersebut, terutama untuk sukunya.
Ryu yang masih memeluk Red yang kecil, menatap ke arah raja kalajengking gurun di sebelahnya. Ryu tersenyum dan bertanya, “Bagaimana, apakah kamu setuju untuk mengikutiku?”
Red yang berada di pelukan Ryu seketika menatap ke arah raja kalajengking gurun. Dia akhirnya paham bahwa monster yang berada di dekat tuannya akan menjadi junior nantinya.
Entah mengapa selepas berpikir seperti itu, mata Red bersinar dan menggeram rendah membujuk raja kalajengking gurun untuk menyetujui ajakan tuannya tersebut.
Raja kalajengking gurun ingin menjawab, akan tetapi suaranya diinterupsi oleh suara lainnya.
“Sayang!!” teriak Risa, Yuna, dan Alice bersama-sama. Mereka berlari menuju ke arah Ryu berada dan mata mereka bersinar ketika melihat Red yang berada di pelukan suaminya.
Ryu yang mendengar teriakan istrinya, tanpa sadar menatap ke arah asal teriakan tersebut. Sedangkan Red, merasakan udara dingin di punggungnya dalam sekejap.
Tiga perempuan tersebut segera melompat untuk memeluk suaminya. Red yang melihat hal tersebut segera melepaskan diri dari tuannya dan berguling ke arah raja kalajengking gurun berada.
“Hati-hati!” Ryu segera memeluk ketiga istrinya tersebut. Kemudian, Ryu mengelus rambut mereka bertiga secara bergantian.
Ketiganya senang akan perlakuan suaminya dan mereka menikmati elusan tersebut sampai akhirnya melepaskan pelukan masing-masing.
Kemudian, tatapan ketiga perempuan tersebut jatuh ke arah raja kalajengking gurun. Mereka melebarkan matanya dan segera bersiap untuk menyerang, akan tetapi Ryu menghentikan mereka.
“Hentikan!” Ketiga perempuan berhenti dan menatap ke arah suaminya dengan bingung.
“Dia bukan lagi musuh, juga dirinya akan menjadi teman kita selanjutnya.” Ryu menjelaskan terkait pertempuran dirinya dan kondisi yang telah disepakati keduanya.
Risa, Yuna, dan Alice mengangguk dan mereka menghela nafas lega. Namun, dalam hati mereka sedikit bersalah karena membunuh tiga kalajengking gurun sebelumnya.
Raja kalajengking gurun dapat merasakan gelombang bersalah tersebut, dirinya dengan cepat menggeram pelan, memberitahu terkait sukunya tersebut.
Kalajengking gurun yang dibunuh akan kembali hidup nantinya. Perkataan raja kalajengking gurun mengejutkan Ryu dan ketiga istrinya.
Bagi mereka kebangkitan masihlah awam terutama Ryu. Namun, Ryu berpikir bahwa dia akan mencoba meneliti nantinya ketika pulau sudah diberikan.
“Kalajengking, saatnya untuk memenuhi kondisi kedua dan ketigamu...”
__ADS_1
To be Continued.