
Silakan Dibaca.
Sore hari, Perusahaan Kosmetik.
Ryu, Risa, dan Yuna selesai mengurus seluruh dokumen yang berada di perusahaan baru mereka. Melissa yang pingsan, perlahan-lahan bangun dan ikut membantu ketiganya.
Melissa membantu sambil menundukkan kepalanya karena malu dengan yang ia rasakan sebelumnya. Mengingat perlakuan Ryu dan kenikmatan yang tidak bisa ia lupakan, ia memerah kembali.
Sekarang, keempat orang itu selesai menyusun berbagai dokumen yang penting untuk perusahaan.
“Tuan dan Nyonya, karena pekerjaan sudah selesai, Saya undur diri terlebih dahulu.” Melissa menundukkan kepalanya.
“Sebelum kamu pulang, bukankah lebih baik kita makan bersama terlebih dahulu. Terkait pulangmu nanti, biar kami antar.”
Ryu menghentikan Melissa, ia ingin mengajak Melissa untuk makan bersama. Perayaan untuk lembaran awal perusahaan Mutiara Indah terbuka.
Namun, pikiran Ryu berbeda dengan Melissa. Perempuan itu, memiliki pikiran yang lain tentang ajakan dari Ryu.
“Kita makan bersama untuk merayakan pembukaan perusahaan kita yang baru ini, jadi Ryu mengajak kamu sekalian untuk makan bersama.”
Risa menatap Ryu tajam, ia menyalahkan Suaminya karena mengajak seorang perempuan dengan penjelasan setengah-setengah.
Ryu yang ditatap Risa dan mendengar penjelasan Risa, ia menyadari bahwa dirinya salah.
“Itu benar, ini hanya perayaan pembukaan. Namun, jika kamu tidak ingin datang tidak apa-apa.”
Yuna sendiri tertawa kecil melihat suaminya panik ketika ditatap oleh Risa. Dirinya juga tidak menyangka Melissa akan memikirkan hal liar.
Melissa sendiri linglung, ia benar-benar salah paham kembali. ‘Kenapa pikiranku tertuju pada kenikmatan yang diberikan Tuan Ryu.’
“Melissa, jadi bagaimana? Ikut atau tidak?” Risa bertanya dengan ringan. Melissa mengangguk menyetujui ajakan dari Risa.
“Baiklah, ayo turun.” Ryu berjalan terlebih dahulu, ia mengambil ponselnya dan menghubungi Tera untuk berkumpul di restoran yang ia pilih sebelumnya.
Ryu keluar terlebih dahulu, kemudian ketiga perempuan menyusul dirinya. Mereka memasuki lift dan turun ke lantai pertama.
Keempatnya keluar, kemudian mobil hitam muncul dan mereka berempat masuk ke dalam mobil hitam itu.
Ryu seperti biasa duduk di sebelah sopir yang tak lain Tera. Sementara para istrinya berada di belakang bersama dengan istri Tera.
‘Sistem, buka Status.’
[Nama : Ryu Adam.]
[Umur : 19 tahun.]
[Uang : 160 Juta.]
[Kekuatan : 70.]
[Pertahanan : 60.]
[Kecepatan : 65.]
[- Keterampilan.]
[+ Memasak (Pemula.)]
[+ Menulis (Pemula.)]
[+ Raja Perang (Pemula.)]
[+ Melatih (Pemula.)],
[- Sistem Level : 2.]
‘Kekuatanku sekarang berada di Level kedua, selepas ini apakah aku perlu meningkatkan keahlianku?’
Ryu sedikit terjebak, ia benar-benar bingung harus meningkatkan status atau keterampilan miliknya. Namun, tak butuh waktu lama untuk berpikir. Ryu menentukan pilihannya.
__ADS_1
‘Sistem tunjukkan harga ketika stat milikku.’
[- 5x Kekuatan : 65 Juta.]
[- 5x Pertahanan : 55 Juta.]
[- 5x Kecepatan : 60 Juta.]
‘Naikkan kekuatan dan pertahanan.’
[Selesai.]
[Uang : 20 Juta.]
Ryu mengabaikan sistemnya terlebih dahulu, karena ia sudah tiba di restoran yang dituju.
Tera mengarahkan mobilnya ke depan pintu, kemudian Ryu dan kedua istrinya, serta kedua perempuan lainnya turun. Sedangkan, Tera sendiri memarkirkan mobilnya terlebih dahulu.
Ryu dan keempat perempuan masuk ke dalam restoran, kemudian berjalan menuju ke meja dekat dengan kaca luar.
Mereka duduk dan Ryu memesan makanan yang terbaik. Selepas memesan, Tera berjalan ke arah mereka dan duduk di dekat Selina.
“Tera, apakah kau bisa merekrut seorang ilmuwan?”
Tera memandang ke arah Ryu, ia berpikir sebentar dan mengangguk.
“Aku bisa, Tuan. Namun, biaya seorang ilmuwan mencapai 50 juta. Apakah tidak masalah?”
Ryu memandang ke arah Tera, kemudian ia berkata dengan nada ringan.
“Jika, ilmuwan itu bagus. Aku akan membayarnya, jika tidak maka aku tidak akan membayarnya.”
“Cari yang benar-benar minat, jika tidak... Abaikan saja dan cari yang lain.”
Tera mengangguk, ia tahu beberapa kenalan ilmuwan. Namun, saat ia ingin menghubungi kenalan itu. Pelayan yang membawakan makanan tiba.
Pelayan membungkuk sebentar dan pergi ke dapur. Ryu dan yang lainnya segera memakan makanan yang sudah disiapkan itu.
Tak butuh waktu lama, mereka selesai makan dan mulai keluar dari Restoran. Total pembayaran keseluruhan ialah 19 Juta. Namun, Ryu memberikan 20 Juta dan sisa pembayaran ia berikan ke pelayan sebelumnya.
Ryu keluar dari restoran, ia melihat bahwa para perempuan sudah memasuki mobil hitam yang dikendarai oleh Tera. Ryu tersenyum dan berjalan ke arah mobil hitam dengan santai.
Ryu kemudian memasuki mobil hitam, ia duduk dan mulai melakukan pengembalian.
[Pengembalian di lakukan.]
[500 Juta dikembalikan.]
Ryu senang, ia mendapatkan uang banyak kali ini. Ia kemudian memikirkan tentang keterampilan miliknya.
‘Tingkatkan Keterampilan Raja Perang.’
[Menghitung...]
[Total 450 Juta : 0/10 -> 9/10.]
[Berhasil ditingkatkan.]
[Uang : 50 Juta.]
‘Tingkatkan Keterampilan Memasak.’
[Berhasil.]
[- Memasak (Pemula.)]
[Poin Level : 6/10.]
[Poin Naik : 60 Juta.]
__ADS_1
Ryu melihat bahwa Uangnya sudah habis, ia melakukan pengembalian kembali.
[Pengembalian di lakukan.]
[ Uang : 1 Milyar.]
[Selamat, Tuan Rumah telah menghabiskan pengembalian.]
[Selamat, Tuan Rumah mendapatkan Teko Pemanas.]
[Teko Pemanas.]
[Sebuah Teko yang akan membuat isi dari Teko tersebut akan terus panas meskipun tidak berada di nyala api.]
[Bagian luar akan tetap dingin. Namun, bagian dalam akan menjadi panas stabil.]
[Cocok untuk kebutuhan sehari-hari.]
Ryu tertegun, ia mendapatkan sebuah Teko? Namun, dilihat dari mana pun. Ia belum mendapatkan Teko sama sekali.
[Apakah Tuan Rumah ingin mengambil Teko?]
‘Tidak, aku akan mengambilnya saat tiba di rumah nanti. Juga, Sistem... Tingkatkan Keterampilan Raja Perang.’
[Peningkatan Berhasil.]
[Selamat, Tuan Rumah telah meningkatkan Keterampilan Raja Perang (Pemula.) Menuju ke Raja Perang (Baik.)]
Ryu merasakan insting miliknya meningkat, ia bisa merasakan beberapa tatapan mengarah kepadanya. Kemudian, beberapa informasi terkait penggunaan senjata maupun tangan kosong masuk ke dalam otaknya.
Ryu memejamkan matanya, ia mencerna keseluruhan informasi yang ia dapatkan kali ini. Ryu perlahan-lahan mulai menerima informasi baru tersebut, ia kemudian membuka matanya.
Tatapannya menjadi seperti Elang, menyapu keseluruhan orang dan melihat gerak-gerik orang yang berjalan di pinggiran.
Ryu juga menatap ke arah orang-orang yang mengintai kendaraannya. Tera tidak merasakan sama sekali, hanya Ryu saja yang merasakan.
“Tera, antarkan Melissa terlebih dahulu. Risa, Yuna, kalian akan mengikutiku atau ikut dengan Tera pulang nantinya?”
Risa dan Yuna terkejut dengan pilihan itu. Keduanya saling memandang, kemudian keduanya berkata, “Kami ikut denganmu.”
Ryu mengangguk, kemudian Mobil melesat menuju ke arah rumah Melissa.
***
Tiba di Rumah Melissa...
Ryu, Rina, Yuna, dan Melissa turun dari mobil. Ryu mendekat ke arah telinga Tera dan membisikkan sesuatu yang membuat Tera mengerti.
Selepas itu, Ryu juga membisikkan sesuatu kepada Selina. Bagaimanapun Tera dan Selina adalah orang kepercayaannya setelah kedua istrinya dan anak angkatnya.
Selina mengangguk paham, mobil kemudian pergi dari Rumah Melissa.
Ryu memandang ke arah Melissa dan berkata, “Masuklah, kami ingin menyelesaikan sesuatu terlebih dahulu.”
Melissa mengangguk patuh, ia memasuki rumahnya yang cukup mewah. Ryu baru sadar bahwa Melissa adalah orang kaya, ia sebelumnya fokus ke hal lain dan baru kali ini fokus ke Rumah Melissa.
“Jadi sayang, kita akan ke mana?” Risa bertanya dengan penasaran, ia awalnya terkejut ketika Suaminya akan turun dari mobil dan berjalan ke arah rumahnya nanti.
Ryu kemudian menunjuk ke arah jalan yang sepi, di mana ujung jalan tersebut ialah sebuah lapangan yang luas.
“Kita akan ke sana...”
[To be Continued.]
Silakan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.
Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.
Thank you Minna-san.
__ADS_1