
Silakan Dibaca.
Di sebuah ruangan yang luas, duduk satu orang menatap ke arah dua orang yang berbeda jenis kelamin.
Tiga orang itu memiliki wajah sedikit serius. Namun, satu dari mereka sangat santai, bahkan dirinya merokok di tempat dengan ringannya.
Tiga orang tersebut ialah, Rock, Emma, dan Rio Adam.
“Jadi, Rio... Kenapa kau baru muncul?” Rock bertanya dengan nada penasaran dan ada sedikit jejak ketakutan ketika berhadapan dengan pria di depannya.
Rio masih merokok, meskipun dirinya ditanya, ia akan mengabaikannya sebentar untuk merokok. Rock dan Emma tahu sifat dari Rio tersebut, maka keduanya menunggu dengan santai.
Rio selesai merokok, ia mematikan rokoknya di asbak rokok. Kemudian, tatapannya tertuju ke arah Rock dan Emma.
“Yah, ada kendala sedikit di kamp pelatihan... Sebenarnya aku datang kesini ingin menguji seseorang. Juga, kudengar kau ingin membentuk sebuah Tim untuk menangkap Dragon, apakah aku benar?” Rio bertanya dengan nada santai.
Rock mengangguk, ia kemudian menjawab, “Ya, kami memang membentuk Tim dari orang-orang yang memiliki Level 2 ke bawah. Namun, siapa sangka akan ada Level 3 bahkan Level atas.”
Rio tidak terlalu peduli dengan hal itu, ia kemudian berkata, “Kalau begitu, ajak Ryu itu untuk menangkap Dragon. Dia bersembunyi terlalu dalam, waktunya ia melihat Dunia nyata.”
Rock mengangguk, ia memang berencana untuk merekrut Ryu ke dalam timnya untuk menangkap Dragon tersebut.
“Aku sudah paham akan hal itu, Putra Senior pasti akan kurawat.” Rock berkata dengan sungguh-sungguh, hal itu karena ia berhutang budi dan mengagumi Ayah Ryu.
“Pria itu... Dia pergi ke Bintang lain dengan pesawatnya, aku berharap ia tidak ditangkap oleh Anar. Sekelompok monster itu, benar-benar memiliki ilmuwan yang mengerikan.”
Rock terkejut, ia sebenarnya bingung maksud dari Rio tersebut. ‘Bintang? Anar? Monster ilmuwan, apa yang dimaksud orang ini?’
Rio menyadari bahwa ia berbicara salah, ia kemudian menatap ke arah Rock dan Emma. “Jangan beritahukan hal itu dan lupakan, jika kalian menyebutkan di antara hal itu... Ancaman kalian Level S.”
Rock dan Emma terkejut, hanya sekecil informasi tersebut. Ancaman Level S, dikeluarkan untuk mereka berdua.
Ancaman Level S, Ancaman ini dirilis ketika ada orang yang dapat menghancurkan Dunia yang mereka tempati sekarang.
“Oh, juga... Aku menyerah. Entah kenapa, keinginan bertarungku menurun ketika melihat peserta yang buruk.”
Rock mengangguk, ia kemudian mengambil laptop dan mengetikkan berita terkait dengan pemenang Seleksi pertama tersebut.
Rio bersandar di sofa, ia merasakan bahwa niat untuk bertarung dengan Ryu berkurang. Bukan karena keluarga, melainkan intuisinya mengatakan, Ryu masih sangat lemah untuk bertarung dengannya.
Rio bisa berpikir seperti itu karena, Bryan memiliki kekuatan yang lebih tinggi daripada Ryu dan Shinkawa. Bryan sendiri tidak bisa memuaskan semangat bertarungnya, bagaimana dengan Ryu...
Rio menggelengkan kepalanya, kemudian dirinya ingat bahwa pertandingan kali ini Beruang Perkasa. Seketika, sebuah pikiran melintas di kepalanya.
“Nah, Rock... Ada berapa Beruang Perkasa kali ini?”
__ADS_1
Rock yang sedang mengetik berita, tidak bisa tidak memandang ke arah Rio. Rock masih agak ragu, tetapi di depan orang kuat, sama sekali tidak ada pilihan untuk mundur.
“Ada sekitar 142 Ekor Beruang Perkasa yang kami tangkap...”
“Seluruh Beruang tersebut akan dilepaskan di suatu pulau dan peserta yang terpilih harus mengalahkan sekitar dua puluh Beruang...”
Rio menyeringai, kemudian ia berkata dengan nada serius. “Kalau begitu, tingkatkan saja Levelnya... Buat peserta tersebut mengalahkan seluruh Beruang.”
Rock terkejut, ia sendiri memegang dagunya. Kemudian, ia mengangguk setuju dengan pengaturan Rio tersebut.
Emma di sisi lain, memperhatikan kedua laki-laki tersebut. Dia hanya bisa menghela nafas ketika mendengar bahwa Level penyelesaian ditingkatkan.
‘Semoga Ryu bisa mengatasi semuanya...’
***
Ryu yang telah melihat Level Dunia, ia mengangguk puas. Kemudian berbaring tidur sambil memeluk kedua istrinya tersebut.
Malam hari, Ryu terbangun dari tidurnya. Matanya perlahan-lahan terbuka dan melihat kedua istrinya tengah mempersiapkan makanan untuknya.
“Oh, akhirnya kamu bangun, Sayang.” Risa tersenyum menatap ke arah Suaminya. Yuna yang berada di dekatnya juga tersenyum dan membawa nampan berisi makanan.
“Mari kita makan bersama.” Yuna memandang ke arah Suaminya dan Saudarinya. Keduanya mengangguk, kemudian ketiga orang tersebut makan bersama.
Selesai makan, Ryu turun dari tempat tidur. Dirinya yang masih memakai pakaian pasien, tidak bisa untuk tidak mengerutkan keningnya.
Risa dan Yuna yang mendengar keluhan Suaminya tidak bisa tidak tertawa kecil. Bagi keduanya, Ryu sangat lucu ketika mengeluh.
Ryu memandang ke arah kedua istrinya, kemudian tersenyum dan berkata, “Ayo keluar, ke atap.”
Risa dan Yuna saling memandang, mereka sedikit bingung dengan ajakan tersebut. Namun, tetap mengangguk menyetujuinya.
Ketiganya berjalan melalui lorong-lorong Rumah Sakit, ada yang sudah tertidur, ada yang masih kesakitan, ada suara hal aneh, ada hawa dingin di Ruang Mayat.
Ketiganya melalui tempat-tempat tersebut, sampai akhirnya tiba di sebuah tangga menuju ke arah atas. Ketiganya berjalan bersama dan akhirnya tiba di atap Rumah Sakit.
Pintu terbuka dan tampaklah berbagai bintang-bintang bersinar di langit-langit dengan empat bulan yang bersinar dengan terang.
Sebentar...
Ryu memandang langit dan tidak bisa tidak melebarkan matanya. Dirinya benar-benar tercengang dengan empat bulan yang bersinar begitu terang.
“Ahh, sudah memasuki Musim Dingin ternyata.” Risa berkata dengan jelas, Ryu sedikit menyipitkan matanya.
“Maksudmu, bulan itu menandakan Musim?”
__ADS_1
Risa mengangguk, begitu juga Yuna. Kemudian, Yuna memandang ke arah sekitar dan menemukan tempat untuk duduk.
“Ayo kita duduk di sana terlebih dahulu.”
Ryu dan Risa mengangguk, ketiga orang tersebut tiba di tempat duduk dan mereka berbaring di sana sambil memandang ke arah langit.
“Indah... Aku baru tahu, kalau malam hari langit begitu indah,” seru Risa, ia tidak menyangka akan begitu indahnya langit malam.
“Nah, Sayang... Kamu perhatikan di tiap Bulan itu, keempat Bulan itu memiliki hal yang berbeda.”
Ryu yang mendengar perkataan Yuna, memandang ke arah keempat Bulan tersebut. Matanya menyipit dan detail Bulan perlahan-lahan terlihat.
“Ini...”
“Itu benar, Bulan itu memiliki pola sendiri. Jika, orang hanya melihat sekilas... Mereka hanya beranggapan bahwa Bulan empat hanya tampak normal.”
“Namun, jika di amati dengan teliti... bentuk bulan penuh berbeda-beda.”
Ryu hanya bisa yakin dan percaya dengan ucapan kedua istrinya tersebut. Dalam hatinya, entah kenapa ingin sekali menjelajahi seluruh Dunia Paralel tersebut.
“Nah, jika aku menjadi penjelajah... Apakah kita bisa bertemu kembali?”
Risa dan Yuna memandang ke arah Suaminya, mereka mengerutkan keningnya ketika mendengar pertanyaan Suaminya tersebut.
“Nah Sayang, apakah kamu benar-benar tidak tahu konsep Suami-Istri?”
Ryu memandang ke dua istrinya, ia bingung maksud dari ucapan kedua istrinya itu.
Risa yang paham bahwa Ryu tidak tahu apapun, ia hanya bisa menghela nafas. Selepas itu menjelaskan lebih detail terkait hubungann Suami-istri.
“Kita akan selalu bertemu... Bahkan kamu pergi jauh dari Negara ini, kita akan bertemu di sana. Hal itu karena, kita terhubung satu sama lain.”
Yuna mengangguk setuju dengan pernyataan dari Saudarinya dan dirinya menambahi. “Apa yang dibilang Saudari Risa benar, kita bisa melakukan teleportasi atau Robot pengantar.”
“Robot pengantar?” Ryu memiringkan kepalanya, ia tidak tahu tentang Robot tersebut, kecuali Robot pengantar benda.
“Robot pengantar, akan mengantarkan seseorang menuju ke Suami maupun Istrinya nanti. Perjalanannya hanya butuh beberapa detik saja.”
Ryu sendiri terkejut, ia benar-benar mengagumi teleportasi yang belum ditemukan. Namun, melihat Robot Pengantar yang begitu cepatnya, ia tetap terkejut.
‘Teknologi benar-benar menguasai...’
[To be Continued.]
Silakan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.
__ADS_1
Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.
Thank you Minna-san.