
Silakan Dibaca.
Ryu tiba di Kedai miliknya. Sebelum dirinya turun, dia memandang ke arah Sopir Taksi tersebut.
“Paman, bagaimana kalau mampir terlebih dahulu?”
Sopir Taksi menatap ke arah Ryu dan menggelengkan kepalanya, kemudian dia berkata, “Aku tidak bisa sekarang, Nak. Mungkin kapan-kapan aku kesini.”
Ryu mengangguk dan keluar dari Mobil Taksi tersebut. Sopir Taksi melihat Ryu memasuki Kedai, dia kemudian menarik sudut mulutnya.
Sopir Taksi menyalakan mesin Mobil, kemudian melesat pergi menuju ke tempat pertemuan dengan beberapa orangnya.
***
Ryu memasuki Kedai, hal pertama yang dia lihat adalah tiga kecantikan tengah melayani beberapa pelanggan yang berada di Kedai miliknya.
Ketiga kecantikan itu adalah Risa, Yuna, dan Selina. Mereka melayani pelanggan dengan baik dan membuat para pelanggan senang karena makanan yang disajikan sangat lezat.
Ketiga perempuan itu menatap ke arah Ryu, mereka sedikit terkejut. Kemudian, Risa dan Yuna berkata, “Selamat datang, Sayang.”
Selina sendiri hanya tersenyum di belakang, dia sedikit membungkuk kepada Ryu tersebut. Beberapa pelanggan sedikit terkejut ketika melihat Risa dan Yuna menyapa seorang pemuda.
“Ya, kali ini aku akan membantu kalian.” Ryu mengecup pipi kedua perempuan tersebut. Kemudian, berjalan menuju ke arah dapur untuk membantu memasakkan sesuatu untuk para pelanggan.
Para pelanggan yang melihat adegan tersebut bersorak, mereka semua membawa pasangan mereka masing-masing. Jadi normal untuk bersorak senang ketika melihat ada adegan mesra.
Para pelanggan juga ada yang memeluk pasangan mereka masing-masing. Ryu tersenyum melihat tingkah pelanggannya tersebut. Dia sendiri tak menyangka bahwa dunia paralel benar-benar sangat mesra.
Ryu tiba di dapur, kemudian dia menghidangkan berbagai makanan untuk para pelanggan tersebut. Dia memakai hidangan baru, berbeda dari hidangan sebelum-sebelumnya.
Ketika Ryu mulai masak, aroma yang harum dan enak menyebar memenuhi ruangan. Berbagai pelanggan benar-benar tersihir oleh aroma tersebut.
Perut mereka dalam sekejap berbunyi tanpa lapar dan ingin memakan makanan tersebut. Ryu sendiri membuat banyak hidangan, dia tidak terlalu peduli dengan berapa kerugiannya nanti.
Risa dan Yuna tidak menegur, bagaimanapun juga keduanya tahu bahwa Ryu memiliki kekayaan yang tidak bisa habis. Jadi, hanya membuang-buang uang saja dengan membeli perusahaan atau restoran kecil maupun besar.
Tak butuh waktu lama, Ryu memanggil ketiga perempuan yang masih menunggu di tempat duduk mereka. “Sayang, bawa makanan ini kepada para pelanggan.”
Risa, Yuna, dan Selina yang tengah berbicara, seketika berhenti. Ketiganya berdiri dan berjalan menuju ke arah dapur. Mereka terkejut ketika melihat berbagai piring penuh dengan masakan.
__ADS_1
“Letakkan di depan pelanggan, biar mereka mencicipi.” Ryu berkata dengan ringan, ketiganya mengangguk. Kemudian, dengan cepat mereka membawa nampan dan mengisinya dengan piring penuh makanan.
Para pelanggan tertarik ketika melihat tiga perempuan cantik membawa nampan yang berisi piring penuh makanan.
Risa, Yuna, dan Selina menghidangkan makanan tersebut tepat di depan masing-masing pelanggan. Mereka juga berkata, “Silakan dinikmati.”
Berbagai pelanggan menatap ke arah piring yang terdapat makanan tersebut. Mereka kemudian mulai memakan makanan tersebut.
Mata seluruh pelanggan melebar, mereka benar-benar tidak menyangka makanan yang mereka makan sangat lezat. Kelezatannya melebihi dari makanan yang berada di Hotel maupun Restoran terkenal.
Risa, Yuna, dan Selina juga mencicipi makanan tersebut. Mata mereka seketika menjadi cerah, tubuh mereka memanas. Begitu juga pelanggan perempuan lainnya.
Para pelanggan dengan senang memakan makanan tersebut. Juga Ryu mengatakan bahwa makanan tersebut gratis, harapan Ryu sendiri adalah banyak orang yang mengetahui tentang makanan itu.
Para pelanggan mengangguk, mereka mengunggah makanan tersebut ke dalam forum.
Selepas mereka mengunggah dan memakan makanan tersebut, mereka pergi dan berterima kasih karena telah menghidangkan makanan yang lezat tersebut.
Para pelanggan sudah pergi, Kedai pun juga tutup. Selina juga sudah memanggil Tera untuk menjemputnya.
“Seli, apakah masih lama Tera datang ke sini?” Risa bertanya kepada Selina ketika berada di dekatnya. Selina menatap ke arah Risa dan mengangguk.
Risa mendengar itu sedikit mengerutkan keningnya, kemudian menatap ke arah Ryu yang berbaring di kursi panjang.
“Apakah, Nyonya tidak tahu?” Selina bertanya dengan heran. Risa menggelengkan kepalanya, dia benar-benar tidak diberitahu pasal membeli perusahaan kecil tersebut.
“Mungkin saja, dia membeli dadakan... Ryu kan selalu begitu.” Yuna mengelap tangannya yang basah dengan handuk sambil ikut dalam pembicaraan.
Risa memandang ke arah Yuna, kemudian dia mengangguk. Apa yang dibilang saudarinya tersebut sangat masuk akal, bagaimanapun juga Ryu jika ingin membeli sebuah perusahaan atau Restoran pasti akan memberitahu mereka, kecuali dadakan.
Tak lama kemudian, Tera tiba di kedai. Dia mendekat ke arah Selina, kemudian mengecup ringan bibirnya tersebut dan memandang ke arah Risa dan Yuna.
“Salam, Nyonya..” Risa yang mendengar itu melambaikan tangannya dan menjawab dengan nada datar.
“Jangan terlalu sopan, bukankah Ryu sudah bilang untuk tidak terlalu sopan. Kami sudah seperti keluarga.”
Tera hanya tersenyum tak berdaya dan mengangguk. Selina sendiri tertawa kecil ketika melihat ekspresi dari Tera tersebut.
Ryu yang berbaring memejamkan mata, seketika terbangun dan bertanya suatu hal yang bisa didengar oleh ketiga perempuan dan satu laki-laki tersebut.
__ADS_1
“Jadi, bagaimana Tera? Apakah Kirana dan kau sudah menyelesaikan orang-orang yang tak berkompeten di Perusahaan?”
Tera mengambangkan senyumnya ketika memandang Tuannya tersebut. “Semuanya sudah selesai dengan cepat, Tuan. Ada sekitar 15 orang yang membuat perusahaan rugi banyak.”
Ryu tersenyum, kemudian bangun dari tidurnya dan duduk di tempat. Kemudian, dia menatap ke sekeliling kedai, lalu berkata dengan lemah. “Ayo kita kembali.”
***
Di sebuah Gedung Pencakar langit, Gedung itu memiliki bentuk persegi yang semakin tinggi semakin mengecil, kemudian terlihat puncak sendiri terdapat penangkap petir yang sangat panjang.
Dalam Gedung tersebut, tepatnya di sebuah ruangan teratas, terdapat dua puluh orang yang duduk di masing-masing sisi sepuluh orang.
Di tempat tengah sendiri, terdapat seorang pria, dengan tampilan bermartabat. Meskipun, pakaian yang dia kenakan berbeda dengan Bangsawan lainnya.
Pria tersebut memakai pakaian Sopir Taksi, meski memakai pakaian tersebut. Tidak ada yang berani menertawakan maupun menghina pria tersebut, karena pria itu adalah orang terkuat di Seluruh Kota Arshna, seorang petarung level empat.
Macan dari Gunung, Torakawa Sanda.
“Jadi, apa yang menjadi masalah kali ini?” Sanda memandang satu persatu anak buahnya. Ada yang berasal dari orang kaya dan ada yang berasal dari orang kuat.
“Lapor Walikota, kali ini kami membahas terkait Turnamen Jalanan yang akan diadakan 10 Hari kemudian. Apakah kita akan meningkatkan performa Turnamen, atau menetapkan performa seperti dulu?”
Sanda berpikir sebentar, kemudian mengangguk dan berkata, “Menurutku lebih baik tingkatkan performa Turnamen. Meskipun itu hanya Turnamen kecil, tetap saja harus kita perhatikan.”
Sanda dan para anak buahnya terus melakukan pembicaraan terkait Kota Arshna sekarang.
***
Ryu dan yang lainnya tiba di Mansion miliknya. Tera dan Selina pergi terlebih dahulu, sehingga hanya menyisakan pemilik Mansion asli tersebut.
“Baiklah, ayo kita masuk.”
[To be Continued.]
Silakan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.
Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.
Thank you Minna-san.
__ADS_1