Sistem Kekayaan : Pengembalian

Sistem Kekayaan : Pengembalian
Chapter 60 - Sanda Bertindak


__ADS_3

Silakan Dibaca.


Perusahaan Mutiara Indah...


Ryu, Risa, dan Yuna masuk ke dalam ruang pemimpin. Mereka melihat ada Tera, Selina, Sanda, dan Melissa yang tengah duduk di sofa tamu.


“Oh, kalian sudah bertemu ternyata.” Ryu berkata sambil tersenyum. Melissa berdiri dan membungkukkan tubuhnya.


“Terima kasih Tuan, telah mempertemukanku dengan Ayahku.” Melissa mengungkapkan terima kasih dengan sangat tulus. Ia sebenarnya bisa bertemu dengan ayahnya secara langsung. Namun, ia takut seseorang akan menangkapnya kembali.


Tanpa sadar air matanya keluar, ketika mengingat saat-saat dirinya diculik dan melarikan diri dari tempat yang sangat tidak ia sukai.


“Sama-sama... Juga, mulailah ceritakan apa yang terjadi dengan dirimu selepas diculik. Aku akan ikut mendengarkan bersama dengan mereka.”


Melissa berdiri tegak kembali, ia menghapus air matanya dan mengangguk. Risa dan Yuna membantu Melissa dengan pelukan hangat.


Sanda sendiri berdiri, ia menatap ke arah Ryu dan membungkuk sedikit. “Aku berhutang budi kepadamu, Nak. Lain kali, aku akan membalasnya. Serta, aku benar-benar berterima kasih kepadamu telah membantu putriku.”


Ryu tersenyum dan melambaikan tangannya. “Sama-sama, Paman. Aku yang seharusnya berterima kasih sejak awal bertemu denganmu. Kamu selalu menolongku, Paman.”


Sanda mengangguk, kemudian mengambil topi taksinya. Ia memakai topi dan siluet matanya menyala sekejap. Pandangannya menjadi dingin.


“Aku akan keluar, ada yang harus kuurus sekarang. Sampai jumpa...”


Ryu mengangguk, ia tidak menghentikan Sanda. Ryu sendiri tahu, bahwa Sanda tengah terlelap oleh amarah besar sekarang. Ia juga memiliki firasat bahwa, akan ada perang tak lama kemudian.


Ryu masih menatap ke arah Sanda sampai akhirnya pria itu menghilang dari balik pintu.


Ryu menghela nafas tak berdaya, ia kemudian menatap ke arah Melissa yang sudah berada di sofa tamu berada. Ryu perlahan-lahan mendekat dan duduk di dekat Tera.


Melissa yang ingin mengulang ceritanya, sudah siap. Kemudian ia mulai menceritakan kisahnya saat diculik...


***


Sanda keluar dari perusahaan Mutiara Indah. Wajahnya menggelap dan dirinya terlihat siap untuk menghancurkan musuhnya dengan kejam.


Sanda mengambil ponsel miliknya, kemudian ia menghubungi seseorang yang paling dirinya kenal sejak dahulu.


Panggilan diangkat oleh seseorang, kemudian terdengar suara berat dari balik ponsel Sanda.


“Ada apa, Sanda?” suara itu tidak ada emosi sama sekali, seperti orang yang sudah tidak peduli akan apapun.


“Vinci, mulai melakukan hal yang keterlaluan. Ia menculik berbagai perempuan, bahkan Putriku sendiri diculik. Kau tahu kan, maksudku?”


Orang yang berada di balik ponsel, mengetuk jarinya ke ujung kursi yang ditempatinya.

__ADS_1


“Vinci... Keluarga Vinci, kah... Apakah kau ingin meratakan Keluarga itu?”


“Ya, kirimkan surat pemberitahuan kepada pemerintahan. Jika, mereka menolak. Suruh mereka bersiap-siap, untuk perang saudara denganku nantinya.”


Orang yang berada di balik ponsel Sanda tidak bisa untuk tidak gemetar. Ia kemudian menghela nafas panjang, sambil berkata, “Akan kuusahakan, Sanda.”


“Baguslah, Erik. Aku akan memesan pesawat menuju ke Negara Blue Star.” Sanda menutup panggilan, tanpa mendengarkan jawaban pihak lainnya.


Ia sekarang masuk ke dalam mobil taksi dan mulai menyalakan mobilnya, kemudian menekan tombol CS.


Seketika mobil taksi berubah menjadi Lamborghini Aventador berwarna hijau dengan modifikasi terlihat mirip dengan Ular.


Sanda menyalakan mobilnya, raungan mobil miliknya menarik berbagai pasang mata. Para pejalan kaki yang melihat Lamborghini Aventador tersebut benar-benar melebarkan matanya.


Sanda sendiri tidak peduli, ia menggunakan pengalihan mesin kendali otomatis tercepat. Kemudian, Sanda memesan tiket pesawat secara langsung.


Tak butuh waktu lama, tiket sudah tiba. Sanda mengambil tiket tersebut, ia tidak memerlukan barang atau pakaian ganti untuk bepergian keluar Negara.


***


Tiba di Bandara...


Sanda keluar dari mobilnya, kemudian Robot menggerakkan mobil tersebut menuju ke rumah Sanda. Robot bergerak dengan lancar, bahkan tanpa halangan sama sekali.


Sanda sendiri masuk menuju Bandara dan dengan cepat memilih tempat VIP. Para penjaga Bandara tidak menghentikannya, karena tahu siapa Sanda sendiri.


Pesawat meluncur dengan cepat. Badai yang kuat, pesawat itu terjang dengan keras. Perjalanan antar Negara tidak membutuhkan waktu satu menit, itulah kelebihan dari Pesawat kelas atas.


***


Di Perusahaan Mutiara Indah...


Ryu sudah mengetahui seluruh kejadiannya dan siapa dalang di balik penculikan para perempuan itu. Ia sendiri geram akan tingkah orang yang menculik para perempuan itu.


“Vinci Lewis, orang dari Negara Blue Star, Anak pertama dari keluarga kaya Vinci.” Ryu sudah menangkap semuanya.


Risa dan Yuna membawa Melissa menuju ke ruangan sebelah, ruangan istirahat. Selina juga mengikuti mereka, sekarang di ruangan pemimpin hanya ada Ryu dan Tera.


“Apa langkah kita, Tuan?”


“Tidak perlu... Paman Sanda sudah bergerak menuju ke Keluarga Vinci kemungkinan.”


Tera melebarkan matanya ketika mendengar pernyataan dari Ryu. Ia tahu siapa Paman Sanda, ia sendiri tahu kekuatannya cukup untuk menghancurkan Keluarga Vinci.


“Apakah ini nanti, tidak apa-apa?”

__ADS_1


“Siapa yang tahu, Tera... Jika, Negara Blue ingin berperang dengan Red. Maka kita siap saja untuk menghancurkan mereka.”


***


Tempat Pertemuan Para Petinggi Red Star...


Sebuah tempat dengan berbagai pilar besar mengelilingi seluruh bangunan itu. Tempat yang memiliki warna dominan putih, benar-benar sangat megah dan suci.


Di dalam tempat tersebut, di aula utama. Terlihat berbagai para petinggi Negara tengah duduk melingkar di kursi masing-masing.


“Vinci sudah keterlaluan. Juga, Sanda tidak bisa mengontrol emosinya. Apakah kalian memiliki pendapat?” Petinggi1 bertanya kepada Petinggi lainnya.


“Sulit, jika Blue ingin mengajukan perang. Kita akan melayaninya.” Petinggi2 menjawab secara tegas. Ia bagaikan komandan yang siap akan perang.


“Hahaha, Komandan Joseph memang benar. Jika, mereka ingin berperang antar Negara. Maka, lancarkan saja serangan.” Petinggi3 memberikan jawaban serta dukungan kepada Petinggi2 yang tak lain Komandan Joseph.


“Erwin, aku setuju dengan Komandan Joseph. Daripada kita melawan Sanda, lebih baik kita melawan Blue Star.” Petinggi4 mendukung Komandan Joseph.


“Bagaimana yang lainnya?” Petinggi1 bertanya ke arah Petinggi lainnya selain ketiga petinggi sebelumnya.


“Kami setuju dengan usulan Komandan Joseph. Lebih baik berurusan dengan Blue Star dibandingkan berurusan dengan Sanda.”


Petinggi1 tersenyum, ia tidak menyangka pengaruh akan kekuatan Sanda sebelumnya menyebabkan tragedi kepada para petinggi lainnya.


Petinggi1 yang bernama Erwin, sedikit bersyukur dengan adanya Sanda. Baginya, dengan adanya Sanda. Seluruh Negara Red Star dapat stabil.


“Kalau begitu, Lock... Beritahu Erik bahwa, Sanda bisa meratakan Keluarga Vinci.”


Pria besar dengan pakaian putih dan Jas Hitam mengangguk ketika mendengar perintah dari Erwin.


“Selanjutnya, kita akan membahas Turnamen Jalanan yang akan diadakan besok di setiap kota. Apakah kalian semua sudah mempersiapkan keseluruhannya?”


Seluruh Petinggi menatap ke arah Erwin, kemudian berkata bersamaan. “Sudah siap semuanya.”


“Baiklah, dengan begini. Rapat tidak jelas ini mari kita tutup.” Erwin tersenyum, kemudian para petinggi lainnya tertawa, akan lelucon Erwin.


Semua petinggi bubar, mereka ingin memastikan kembali acara Turnamen Jalanan besok akan lancar.


Erwin sendiri memasuki mobil, ia ingin melaporkan keseluruhan rapat ke Presiden Red Star sekarang.


“Ada perang, Ada Turnamen... Baguslah, Negara mulai hidup...”


[To be Continued.]


Silakan Like, Comment, Share, Vote dan tip koinnya.

__ADS_1


Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.


Thank you Minna-san.


__ADS_2