Sistem Kekayaan : Pengembalian

Sistem Kekayaan : Pengembalian
Chapter 73 - Ryu Vs Iko 1


__ADS_3

Silakan Dibaca.


Arena pertandingan.


Ledakan keras terdengar, lengkungan kawah tercipta sangat besar tepat di bawah Ryu dan Iko.


Banyak penonton melebarkan matanya ketika melihat efek dari benturan serangan kedua peserta yang berada di Arena Pertandingan itu.


Mereka tidak bisa berkata-kata kembali, namun mata mereka menunjukkan rasa kekaguman dan rasa semangat yang mendidih.


Kembali ke Arena, Ryu dan Iko masih menahan tendangan mereka masing-masing. Namun, detik berikutnya, Iko mundur beberapa langkah menjaga jarak dengan Ryu.


Selepas itu, ia melesat dengan cepat sambil mengayunkan kembali tendangannya dari samping. Iko sama sekali tidak menahan diri untuk sekarang.


Ryu merasakan serangan itu, ia dengan cepat menyilangkan kedua tangannya dan menerima serangan dari Iko itu.


Bam!


Ryu mundur beberapa langkah, ia sedikit merasakan rasa sakit di tangannya. Namun, ia menyadari bahwa Iko kembali menyerang dirinya.


Ryu bukan orang dengan tipe menahan serangan seseorang. Ia dengan serius membalas serangan dari Iko dengan tendangan miliknya.


Boom! Boom!


Ryu terus mengayunkan tendangan miliknya, begitu juga dengan Iko. Keduanya saling bertukar tendangan satu sama lain.


Kecepatan kedua semakin meningkat setiap satu menit. Mata para penonton tidak bisa mengikuti kecepatan gerak kaki mereka berdua.


Beberapa menit kemudian, lantai emas sudah tak berbentuk kembali. Berbagai kawah terus terbentuk, bahkan lantai itu berubah menjadi puing-puing dalam sekejap.


Namun, Ryu dan Iko sama sekali tidak peduli. Mereka berdua terus-menerus bertukar tendangan satu sama lain.


‘Tidak mungkin, kekuatan kakinya sangatlah kuat!’ batin Iko sedikit mengerutkan keningnya ketika merasakan setiap tendangan Ryu semakin berat.


Ryu sendiri sedikit mengangkat sudut mulutnya, membentuk senyuman tipis. Ia hanya menambahkan satu persatu otot miliknya ke dalam kaki.


Beberapa menit kemudian, Iko tersesat. Ia tidak bisa mengikuti kecepatan tendangan Ryu dan berakhir terbang ke sisi pojok Arena.


Bam!


Iko menstabilkan nafasnya dan berlutut dengan satu kaki. Ia merasakan kakinya mengalami ketegangan yang begitu kuat.


“Kekuatan kaki yang begitu kuat. Namun, aku tidak akan kalah!” Kata Iko sambil mulai perlahan-lahan berdiri dari berlututnya.


Sementara Ryu, kakinya memerah seperti terbakar. Kecepatan kakinya membuat dirinya mengalami gesekan yang terlalu kuat dengan udara.


‘Beruntung kekuatan kakinya tidak meningkat sama. Jika, kekuatan kaki Iko sama denganku, kemungkinan besar api akan tercipta.’ Batin Ryu sedikit keringat menetes dari pelipisnya.


Ryu menggelengkan kepalanya dan menghilangkan pikirannya. Kemudian, ia menghirup nafas dalam-dalam, ia mengatur pernafasannya agar segera stabil.


Di ruang monitor.

__ADS_1


Roa dan Sanda memandang pertandingan sambil menganggukkan kepalanya. Keduanya sedikit terkejut melihat kecepatan Ryu.


“Sungguh bibit yang cocok.” Kata Roa dengan cahaya melintas di matanya.


“Bibit itu adalah cucumu sendiri. Aku penasaran kekuatan apa yang akan ia bangkitkan nantinya.” Balas Sanda dengan wajah tertarik.


Roa mengangguk, ia juga penasaran kekuatan apa yang akan dibangkitkan cucunya nanti.


Rock dan Emma saling memandang, keduanya benar-benar kagum dengan kecepatan yang dimiliki oleh Putra Senior mereka.


Rock kemudian ingat akan sesuatu dan menatap ke arah Roa, kemudian bertanya, “Kakek Roa, kenapa Ryu tidak bersama dengan keluarga besar Adammu?”


Roa tertegun, ia kemudian melirik ke arah Rock, lalu beralih menatap ke arah monitor yang menampilkan pertandingan kembali Ryu dan Iko.


“Di keluarga Adam, ada aturan khusus.” Kata Roa.


“Di mana, para anak laki-laki ketika berumur dua tahun akan di kirim ke panti asuhan dan membiarkan mereka berkembang di sana.”


“Tujuan, Target, Masa Depan, biarkan mereka memilih sendiri. Namun, di saat umur mulai 18 tahun, semua anak laki-laki itu akan dilihat apa yang sekarang mereka lakukan.”


“Namun, salah satu orang yang mengawasi Ryu. Mereka mengatakan bahwa Ryu, berubah menjadi gelandangan atau sampah masyarakat. Awalnya aku sedikit kasihan, karena Ryu adalah anak dari Putraku.”


“Namun, aturan keluarga tetaplah aturan. Akhirnya kami mengabaikan laki-laki yang tidak berkompeten, seperti Ryu.”


“Satu tahun kemudian, aku mendengar Ryu mulai bangkit dan mengubah nasibnya menjadi orang yang mampu. Orang-orang Keluarga Adam sangat senang dan mereka ingin menjemput Ryu.”


“Namun, aku melarang mereka untuk sekarang. Biarkan Ryu berkembang dengan sendirinya, namun Ibunya menolak laranganku.”


Rock, Emma, dan Sanda sedikit terkejut akan peraturan dari Keluarga Adam. Mereka tidak menyangka akan seperti itu tradisi dari Keluarga Adam.


Buang anak laki-laki ke panti asuhan, biarkan mereka menentukan nasib mereka sendiri-sendiri. Hal itu, bukanlah hal mudah. Namun, Rock, Emma, dan Sanda memahami pengaturan tersebut.


Biarkan mereka mandiri dan menentukan garis jalan mereka sendiri tanpa ada campur tangan keluarga.


“Jadi, begitu. Terima kasih Kakek Roa.” Ungkap Rock sambil menghela nafas panjang.


Roa hanya mengangguk dan menatap ke arah layar monitor sambil tersenyum tipis ketika melihat Cucunya yang sedang bertarung.


Kembali ke Arena.


Ryu dan Iko kembali bentrok lagi. Lantai Emas perlahan-lahan mulai menurun dan hampir sejajar dengan tanah yang menunjukkan batas kekalahan peserta.


Robot yang menjadi wasit, mulai bersinar matanya menjadi merah. Tanda bahwa pembaharuan lantai akan di mulai kembali.


“Pemberitahun!”


“Lantai Emas sudah benar-benar melebihi dari kekuatan umumnya.”


“Waktunya memulai peningkatan Lantai menjadi Lantai Merah.”


Lantai seketika bersinar, Ryu dan Iko dengan refleks yang kuat melompat ke atas dan berdiri di lantai yang memiliki warna merah.

__ADS_1


Para penonton terkejut, akan kemunculan lantai merah. Bagi mereka sendiri, lantai emas itu sudah cukup untuk mengejutkan mereka. Namun, lantai merah berbeda kembali.


Kinerja Lantai merah lebih kuat dan dapat dihancurkan oleh orang-orang yang memiliki Level 5 ke atas.


“Pertarungan mereka benar-benar memicu lantai merah.” Ucap penonton A.


“Sungguh kuat.” Lanjut penonton B.


Berbagai bisikan-bisikan dari penonton membuat suasana Lapangan Pertandingan menjadi heboh dan ramai kembali.


Ryu tidak peduli akan perubahan lantai, apalagi sorakan dari penonton. Ia sekarang meretakkan lehernya ke kiri dan ke kanan.


“Apakah masih sanggup?” tanya Ryu dengan ringan.


Iko mendengar pertanyaan Ryu menaikkan satu alisnya, merasa dirinya benar-benar diremehkan kali ini.


“Ya, aku sudah selesai pemanasan dari tadi.” Jawab Iko sambil meretakkan tulang kakinya dan punggungnya.


Ryu menyeringai ketika mendengar hal itu, ia kemudian mengeraskan kedua kakinya dengan otot-otot yang dirinya tambahkan.


Iko sendiri mengencangkan kembali kakinya. Tatapannya sekarang terkunci ke arah Ryu, kemudian ia menghilang dari tempat, begitu juga dengan Ryu.


Boom!


Kedua tendangan saling bertemu dan mereka berdua terdorong ke belakang oleh efek dari benturan kedua tendangan mereka.


Ryu dan Iko saling menatap dengan tajam, keduanya saling mengerahkan tendangan mereka dengan cepat. Bahkan, serangan mereka berdua sama sekali tidak terlihat.


Boom! Boom!


Para penonton terperangah melihat kejadian itu. Mata mereka berkedip, memastikan apa yang tengah terjadi di Arena Pertandingan.


Robot yang menjadi Wasit memahami para penonton. Ia hanya menjentikkan kedua jarinya dan muncul berbagai layar dengan kecepatan yang dapat para penonton lihat.


Para penonton sangat senang ketika melihat Ryu dan Iko saling bertukar tendangan satu sama lain.


Namun, jika dilihat kembali. Iko benar-benar di tekan oleh Ryu dengan kuat, kemudian mereka melihat Ryu menendang keras Iko tepat perutnya.


Bam!


Iko terbang ke belakang. Namun, kali ini ia berputar dan mendarat dengan sempurna. Ryu sendiri tetap berdiri dengan tenang memandang ke arah Iko.


“Lanjut?”


To be Continued.


Silakan Like, Comment, Share, Vote, dan Hadiahnya.


Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.


Thank you Minna-san.

__ADS_1


__ADS_2