Sistem Kekayaan : Pengembalian

Sistem Kekayaan : Pengembalian
Chapter 40 - Ryu Vs Shinkawa 3


__ADS_3

Silakan Dibaca.


Arena pertandingan Arshna.


Ryu menatap ke arah Shinkawa, ia melesat dengan sangat cepat. Seluruh penonton bahkan tidak bisa melihat di mana dirinya berada.


Ryu dalam sekejap tiba di depan Shinkawa dan melayangkan pukulan dengan cepat. Shinkawa menyilangkan kedua tangannya ketika merasakan bahaya di depannya tersebut.


Boomm.


Pukulan yang begitu dahsyat membuat Shinkawa terpental terbang ke belakang dengan keras. Shinkawa terkejut, ia dengan cepat sadar kembali dan mulai melakukan backflip satu kali.


Tepat dirinya akan mendarat, Ryu tiba di sampingnya dan siap untuk mengayunkan tendangan tepat tubuh kirinya.


Shinkawa dengan cepat melakukan backflip kembali, ia kemudian menjatuhkan dirinya dan berdiri dengan sempurna.


Ryu menendang tempat sebelum Shinkawa mendarat sebelumnya. Dirinya sedikit terkecoh, tetapi ia segera menatap ke arah Shinkawa.


Terlihat pipi Shinkawa tergores di saat terkena serangan Ryu tersebut. Shinkawa sudah menyadari hal itu, ia mengatur nafas kembali.


Ryu dengan langkah cepat menuju ke arah Shinkawa dan mengayunkan tendangan terus-menerus dengan kecepatan yang tinggi.


Shinkawa melihat hal itu, ia dipaksa untuk bertahan sambil mundur selangkah-selangkah.


Boom... Boom... Boom...


Setiap serangan di tahan, lantai arena retak, kemudian berubah menjadi kawah yang sedikit melebar dari sebelumnya.


Serangan Ryu tidak ada hentinya, hal itu membuat Shinkawa mengerutkan keningnya dan mulai membalikkan keadaannya.


Shinkawa mengangkat kakinya dan berbalik mengayunkan kaki tersebut menabrak kaki Ryu ke samping kanan, kemudian dirinya melompat dan mengirim tendangan lutut ke arah kepala Ryu.


Merasakan bahaya, Ryu secara naluri menggunakan kedua tangannya menahan lutut tersebut.


Boom...


Ryu sendiri terkejut akan kekuatan lutut Shinkawa, ia terpental ke belakang meskipun serangan lutut tersebut tidak mengenai kepalanya.


‘Kekuatan yang mengerikan...’


Shinkawa melihat Ryu terpental ke belakang, ia menekuk kakinya dan melesat dengan cepat ke arah Ryu.


Para penonton lagi-lagi tidak bisa melihat kecepatan bertarung keduanya tersebut.


Shinkawa tiba di dekat samping Ryu, ia melompat dan berputar sambil mengangkat kaki kanannya lurus ke atas.


Ryu tahu apa yang akan Shinkawa lakukan. Shinkawa mengayunkan tendangan miliknya secara vertikal ke arah perut Ryu.


Ryu dengan cepat melakukan putaran dan mengayunkan kepalan tangan ke arah kaki Shinkawa tersebut.


Boomm...


Ryu terjatuh ke bawah, ia merasakan rasa sakit di tangan kanannya dan punggungnya tersebut. Lantai yang berada di bawah Ryu seketika tercipta kawah yang sesuai ukuran tubuh Ryu.


Shinkawa sedikit terkejut, ketika ia merasakan kekuatan dari pukulan Ryu tersebut. Namun, ia mengabaikan dan segera sadar kembali.

__ADS_1


Shinkawa yang melihat Ryu di kawah, ia segera mengayunkan tendangan kembali ke arah Ryu yang berada di kawah tersebut.


Ryu menyadari hal itu, ia mengabaikan rasa sakit dan luka. Dirinya dengan cepat berguling ke kiri untuk menghindari tendangan vertikal dari Shinkawa.


Boom...


Lantai tempat Ryu sebelumnya hancur membentuk kawah yang melebar. Ryu dengan cepat bangkit dari terbaringnya. Dirinya melakukan kuda-kuda kembali.


Namun, di saat Ryu selesai melakukan kuda-kuda sempurna, sebuah serangan dari sampingnya melesat dengan cepat.


Ryu tidak bisa menghindar, ia terkena serangan tersebut dan terbang ke arah samping kanan dengan cepat.


Dirinya menahan rasa sakit kembali, ia berdiri dan melakukan kuda-kuda kembali. Namun, dirinya terus di serang di berbagai tempat.


Bugh... Bugh... Bugh...


Ryu terbang dan bangkit kembali di arena terus-menerus. Penampilannya berbeda dari sebelumnya, ia babak belur banyak darah keluar dari tubuhnya.


Shinkawa melihat hal itu berdiam diri di tempat, ia sendiri hanya mendapatkan memar kecil, ketika di serang Ryu sebelumnya.


“Menyerahlah, Nak... Tubuhmu tidak kuat untuk bertahan kembali...”


Ryu terengah-engah, ia tidak tahu kenapa tubuhnya dalam sekejap memanas hebat, uap panas menyebar dan menyelimuti tubuhnya tersebut.


Tidak ada balasan, Shinkawa menduga Ryu pingsan sambil berdiri. Namun, di saat Ryu mengeluarkan uap panas dan menyelimuti tubuh, ia tidak bisa tidak menjadi serius.


Ryu tidak tahu kenapa, ia merasakan tubuhnya benar-benar menjadi kuat, lebih kuat dari sebelumnya. Dirinya juga tidak merasakan rasa sakit sebelumnya.


Ryu memandang ke arah Shinkawa dengan tajam, bayangan hitam dengan berbagai angka dan mata merah terlihat di belakang Ryu tersebut.


Shinkawa tidak bisa tidak melakukan kuda-kuda terakhir. Aura Level 3 miliknya keluar, hal itu membuat para penonton terkejut melihat kejadian tersebut.


Ryu sendiri tidak peduli, ia ingin bergerak. Namun, tubuhnya menolak untuk bergerak.


[Tuan Rumah dalam bahaya...]


[Kendali Tuan Rumah akan diambil alih oleh Sistem..]


Dalam sekejap, Ryu mengeluarkan aura Level 3 bahkan lebih kuat dibandingkan Shinkawa tersebut.


Shinkawa, penonton yang melihat hal itu benar-benar terkejut. Mereka tidak menyangka bahwa Ryu mengeluarkan Level 3.


***


Di ruang Monitor, Rock dan Emma melebarkan matanya ketika melihat Ryu mengeluarkan aura Level 3.


“Bagaimana bisa...”


“Tidak, seharusnya tidak bisa, secara langsung naik Level...”


Rock dan Emma tidak percaya dengan hal itu. Namun, bukti ada di depan matanya. Bagaimana mereka berdua bisa menyangkal. Emma yang pintar dalam sekejap berpikir.


Rock masih memandang layar, ia hanya memperhatikan Ryu yang mengeluarkan uap panas dan aura tekanan Level 3.


‘Tidak ada yang aneh sama sekali...’

__ADS_1


Rock tidak akan pernah melihat, apa yang dilihat Shinkawa. Hal itu karena, sosok hitam tersebut akan terlihat ketika melihatnya secara langsung.


Para penonton tidak ada yang bisa melihat sosok hitam itu juga. Hanya terbatas terhadap orang yang Ryu pandang saja.


“Aku menebak bahwa, Ryu ada dua...”


Rock sedikit mengerutkan keningnya, kepribadian ganda memang kejadian tersebut ada semenjak dahulu. Namun, tidak semua orang memiliki kepribadian ganda.


“Kenapa kau berkata, dirinya memiliki kepribadian ganda?”


Emma mendengar pertanyaan Suaminya, sedikit mengingat beberapa kenangan. Kemudian, dirinya kembali menatap ke arah layar sambil tersenyum.


“Hal itu karena, kepribadian ganda artinya memiliki dua jiwa. Dua jiwa artinya memiliki dua tingkatan berbeda...”


Rock melebarkan matanya, apa yang diucapkan istrinya tersebut kebenaran. Kepribadian ganda artinya memiliki dua tingkatan berbeda.


“Itu, sedikit menjelaskan sekarang...”


Rock memandang kembali ke arah Ryu. Dirinya terkejut sebenarnya akan kepribadian ganda, apalagi identitas asli orang tua Ryu.


Rock perlu melakukan tes DNA untuk memastikan hal itu.


***


Area peserta, orang berjubah memandang ke arah Ryu. Dirinya tersenyum menyeringai, kakinya terus bergerak, tangannya juga bergerak.


“Sial, bocah ini... Segera kalahkan pria itu, agar aku bisa bertarung denganmu. Wajah dan sifat memang tidak bisa jauh dari Ayahnya...”


“Hahaha, dulu aku bertarung dengan Ayahnya... Sekarang, aku akan bertarung dengan Putranya... Benar-benar menarik.”


Texas menyeringai, dirinya benar-benar ingat ketika ia kalah dengan bangga melawan seorang laki-laki bertubuh penuh dengan otot dan memiliki senyuman khasnya.


***


Ryu memandang Shinkawa, ia tidak berkata apapun. Hal itu, karena tubuhnya dikendalikan oleh Sistem sendiri.


Shinkawa menatap ke arah Ryu, aura keduanya terus-menerus keluar. Lantai arena benar-benar tidak kuat menahan aura keduanya.


Sebelum keduanya memulai, Robot wasit muncul sambil berkata dengan nada tanpa ekspresi.


“Peningkatan Arena, selesai.”


Arena yang sebelumnya memiliki lantai berwarna putih, berubah menjadi emas. Banyak yang mengetahui, apa arti dari warna Arena tersebut.


Dalam pikiran mereka tidak menyangka bahwa akan mencapai arena emas tersebut. Arena emas sendiri menandakan satu hal.


Datangnya Bencana.


[To be Continued.]


Silakan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.


Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.


Thank you Minna-san.

__ADS_1


__ADS_2