Sistem Kekayaan : Pengembalian

Sistem Kekayaan : Pengembalian
Chapter 67 - Ito Vs Erik 1


__ADS_3

Silakan Dibaca.


Arena Pertandingan...


“Dimulai!!!” Suara Robot yang begitu keras menggema ke seluruh lapangan. Ia menghilang dari tempatnya dan muncul di platform tertinggi.


Di saat Robot menghilang, Ito dan Erik melesat meja ke arah depan dengan cepat. Keduanya memiliki kecepatan yang sama, tetapi terlihat Erik hanya sekali nafas dan tiba di tengah Arena.


Keduanya tiba di tengah Arena, Erik mengepalkan tangannya dan memukul Ito yang berada di depannya. Ito menanggapi hal itu dengan tendangan cepat miliknya.


Bam!


Kedua serangan saling berbenturan satu sama lain. Kedua kekuatan sama, keduanya imbang dan tidak ada yang memiliki kekuatan lebih.


Bam! Bam! Bam!


Keduanya terus saling bertukar serangan satu sama lain. Mereka berdua benar-benar imbang, sampai akhirnya keduanya mundur ke belakang.


Ito menstabilkan tubuhnya, ia memandang ke arah Erik. Ito sama sekali tidak menyangka akan imbang dengan lawannya kali ini. Ia menyeringai dan mulai melesat kembali ke arah Erik.


Tiba di depan Erik, Ito melompat ke atas dan melakukan putaran dan kakinya melesat lurus dari atas menuju ke kepala Erik.


Merasakan bahaya dari atas, Erik tidak tinggal diam. Ia menyilangkan tangannya ke atas dan menahan serangan berat dari Ito.


Bam!


Erik sedikit menekuk lututnya, kemudian dengan kekuatan penuh. Ia mendorong Ito mundur ke belakang.


Ito melakukan putaran backflip ke belakang. Namun, hal yang tidak ia duga adalah, saat pendaratan Erik tiba di depannya sambil mengayunkan kaki kanannya tepat ke arah perut kirinya.


Ito merespons dengan cepat, ia menekuk kakinya ke atas dan menahan tendangan dari Erik itu.


Bam!


Ito terdorong ke samping beberapa langkah, ia kemudian merasakan bahaya dari depan. Ia dengan cepat menyatukan kedua tangannya tepat di depan tubuhnya.


Erik dalam sekejap tiba di depan Ito, ia dengan kuat mengayunkan tangannya tepat ke arah perut Ito.


Bam!


Ito merasakan pukulan berat Erik, tangannya sedikit mati rasa. Ia kemudian merasakan bahaya dari depan kembali.


“Tidak untuk kedua kalinya!!” Ito melayangkan tendangan ke depan. Pukulan Erik melayang dengan cepat mengenai perut Ito, sementara tendangan Ito tepat mengenai bahu kiri Erik.


Bugh!

__ADS_1


Ito terdorong mundur beberapa meter, sementara Erik terdorong ke samping. Ito memegang perutnya, ia tidak menyangka pukulan Erik begitu kuat.


Erik sendiri terhuyung-huyung, ia merasakan bahunya sedikit sakit. Namun, Erik yang sudah mengalami pertempuran setiap hari dengan ringan meretakkan tulang bahunya.


Krak! Krak!


Erik seketika tidak merasakan sakit dari bahunya. Ia kemudian memandang ke arah Ito yang masih memegang perutnya sekarang.


“Perut sama Bahu, lebih menyakitkan perut.” Erik mengibaskan tangannya, kemudian ia melesat ke arah Ito dengan cepat. Ia harus memanfaatkan momentum yang terjadi sekarang.


Ito memandang Erik, ia kemudian merasakan bahaya dari depannya. Erik seketika muncul tepat di depannya sambil mengayunkan pukulan dengan keras menuju ke arah kepala Ito.


Namun, Ito dengan cepat merespons dan memiringkan kepalanya ke samping, kemudian mengayunkan kakinya ke atas secara lurus.


Bam!


Kaki Ito tepat mengenai dagu dari Erik. Hal itu, membuat Erik terkejut dan terdorong ke belakang dengan keras.


Ito merasakan perutnya sudah membaik, ia memandang ke arah Erik yang hampir menstabilkan tubuhnya yang masih terguncang.


Ito dengan cepat melesat ke arah Erik, ia tidak akan membiarkan lawannya memulihkan keadaan segera.


Pandangan Erik masih kabur, ia melihat dua Ito melesat ke arahnya. Erik segera menggelengkan kepalanya untuk memulihkan penglihatan.


Bam! Bam! Bam!


Erik tersentak akan serangan Ito, ia membuka matanya lebar-lebar dan terus merasakan rasa sakit di tubuhnya. Tendangan Ito sangatlah berat, ia tidak terkejut jika hal itu menyakitkan.


Ito menendang Erik dengan keras. Ia mundur beberapa langkah untuk mengatur nafasnya, ia benar-benar terpana dengan ketahanan dari Erik tersebut.


Ito melihat, Erik yang masih berdiri dengan darah menetes dari tubuhnya. Ia benar-benar kokoh dan sama sekali tidak jatuh maupun berbaring.


‘Kuat, pertahanan orang ini sangatlah kuat.’


Erik kembali sadar, ia meludahkan darah dari mulutnya dan memandang ke arah Ito dengan ganas. Ia sekarang terlihat berbeda dari sebelumnya.


“Hanya sedikit memar. Mari kita lanjut, putaran kedua.” Erik berkata dengan suara dalam, pandangannya mulai berubah, auranya keluar dan membentuk bayangan Ular yang siap memangsa targetnya.


Ito merasakan Erik sedikit berbeda, ia tahu bahwa Erik mulai mengeluarkan seluruh kekuatannya. Ito menyeringai, ia juga mengeluarkan kekuatannya.


Aura keluar dari tubuh Ito dan menyerbu ke arah Erik, tekanan aura sama sekali tidak membuat Erik terpengaruh.


Ia masih kokoh layaknya dinding yang sangat kuat, Erik memandang ke arah Ito, kemudian ia melesat dengan cepat menuju ke arah Ito.


Ito segera melakukan kuda-kuda pertahanan, ia sama sekali tidak tahu Erik akan menyerang dari arah mana. Hal itu, tidak bisa ia prediksi ketika melihat gerakan Erik yang begitu membingungkan.

__ADS_1


Erik seketika muncul di samping Ito, ia mengayunkan pukulan dengan keras ke arah bahu Ito.


Bam!


Ito terkejut akan rasa sakit yang ia alami. Ia terlempar dengan kuat ke samping, kemudian melakukan putaran dan mendarat dengan berlutut.


Ito memegangi bahunya, ia melihat bahunya sedikit membengkak karena pukulan dari Erik. Ito terkejut, akan tetapi ia segera kembali waspada.


Memandang sekitar, Ito ingin melihat lintasan dari Erik. Ia dalam sekejap merasakan rasa sakit di perutnya. Ia melihat Erik muncul di depannya seketika dan memukul keras perutnya.


Ito terlempar ke belakang dan terbaring di lantai sambil memegang perutnya yang sangat menyakitkan.


Erik menatap ke arah Ito, ia sama sekali tidak bergerak dan menunggu Ito menyerah. Ia bukan tipe orang yang kejam yang akan membunuh seseorang.


“Menyerahlah, kau tidak bisa mengalahkanku.”


Para penonton benar-benar tegang dengan pertempuran kali ini, berbeda dengan Ryu sebelumnya yang sangat mendominasi. Pertempuran kali ini, kedua peserta imbang dan mencari celah satu sama lain.


Mereka semua sangat yakin kemenangan jatuh kepada Erik ketika melihat Ito yang terbaring kesakitan. Mereka menyadari bahwa pukulan Erik sangatlah berat dan mematikan.


Ryu yang memandang hal itu, sedikit mengerutkan keningnya. Ia tidak menyangka, Ito akan dipukuli dengan keras.


Kembali ke Arena, Erik berbalik ketika melihat Robot keluar dari lantai. Namun, di saat ia akan turun. Ia merasakan aura besar dan mengamuk muncul di belakangnya.


“Wow, lihat ia bangkit kembali!!” Para penonton sangat meriah ketika melihat pemandangan di Arena pertandingan.


Erik berbalik ketika merasakan aura besar itu, apalagi ditambah antusias para penonton, membuat Erik begitu penasaran. Namun, saat ia melihat ke belakang, ia terkejut.


“Tidak mungkin...” dua kata yang diucapkan Erik begitu melihat pemandangan di depannya sekarang.


Terlihat Ito berdiri dengan tubuh penuh akan darah, aura yang begitu membara keluar dari tubuhnya. Sorot matanya menjadi tajam dan liar dari sebelumnya.


Robot yang menjadi wasit menghilang kembali ketika melihat pemandangan itu.


Ito menarik nafas dalam-dalam, kemudian menghembuskan kembali. Ia memandang ke arah Erik.


“Putaran Ketiga, ini akan menjadi penentuan kita!”


[To be Continued.]


Silakan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.


Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.


Thank you Minna-san.

__ADS_1


__ADS_2