
Silakan Dibaca.
Debu pasir terus bermunculan satu persatu. Risa yang tengah bertempur dengan kalajengking gurun benar-benar menikmati dengan senyum di wajahnya. Dirinya juga sudah melihat dua saudarinya yang telah menyelesaikan membunuh kalajengking gurun.
“Waktu permainan sudah selesai ... Sekarang waktunya serius!” Risa menyeringai dan mengeluarkan satu cincin di tubuhnya. Sinar cincin benar-benar sangat menyilaukan. Kalajengking gurun yang melihat, tidak bisa untuk tidak menaikkan capitnya.
Risa tersenyum dan dirinya duduk di cincin. Selepas itu dia menggerakkan cincin melesat ke arah kalajengking gurun. Kecepatan cincin mirip seperti cahaya. Hanya terlihat siluet dan dalam sekejap tiba di dekat targetnya.
Risa dalam sekejap tiba di dekat kalajengking gurun. Dirinya menyeringai dan satu cincin keluar dari tangan kanannya. Kemudian, dia melemparnya dengan cepat ke arah kalajengking gurun.
Kalajengking gurun merasakan bahaya. Indra buasnya memberikan sinyal yang sangat akurat, sehingga capit yang menghalangi sinar sebelumnya bergerak ke arah cincin Risa melesat.
Dentang!
Cincin terhalang oleh capit kalajengking, kemudian terbang ke arah lain dan menabrak pasir yang berada di bawah. Risa yang melihat kejadian tersebut, senyumnya masihlah terlihat jelas di wajahnya.
“Menarik, kalajengking gurun ini lebih kuat dibandingkan monster sebelumnya.” Risa sangat senang, dia melayangkan berbagai cincin ke arah kalajengking gurun. Dirinya tidak peduli apakah kalajengking gurun dapat menahan atau tidak.
Dentang! Dentang!
Kalajengking gurun menahan seluruh serangan cincin Risa. Dia sedikit kurang suka dengan serangan tersebut. Serangan Risa melukai capitnya meskipun itu luka kecil, akan tetapi luka tersebut dapat terus-menerus melebar.
Kalajengking gurun dengan cepat bergerak menghindar dan mengarahkan capitnya ke tanah dan berbagai pasir mulai naik ke atas membentuk gelombang yang siap menerpa Risa yang berada di udara.
Risa yang melihat serangan Kalajengking gurun sama sekali tidak menemukan celah untuk melarikan diri. Jantungnya berdebar tanda bahwa dirinya menjadi lebih senang karena terjebak oleh kekuatan lawannya.
‘Apakah aku membangkitkan hal lainnya?’ batin Risa, entah kenapa perasaan takut sama sekali tidak ada melainkan perasaan senang terus muncul ketika bertempur dengan lawan yang kuat.
Apa yang tidak diketahui Risa ialah energi yang diserap dirinya dari Ryu, ialah energi yang dapat membuat dirinya mendapatkan satu sifat dari pemilik energi tersebut. Inilah yang membuat Risa sangat menyukai lawan yang lebih kuat.
Bukan hanya Risa saja melainkan perempuan yang telah berhubungan badan dengan Ryu. Semuanya memiliki sifat senang melawan yang terkuat. Ryu sendiri juga ikut andil dalam pemberian sifat, dirinya tidak ingin istrinya takut melawan orang yang kuat.
__ADS_1
Kembali ke Risa, kini perempuan itu terjebak oleh gelombang pasir yang sangat tinggi dan sudah menutupi dirinya. Namun, Risa sama sekali tidak takut karena dia memiliki cara sendiri untuk melawan.
Risa memunculkan kembali cincin miliknya. Kemudian, cincin berputar dengan cepat dan panas yang dihasilkan mulai perlahan-lahan naik. Selepas itu, kobaran api berputar memadat di cincin tersebut.
Risa melempar cincin tersebut ke arah gelombang di depannya. Cincin segera terlepas dan kobaran api meletus menjadi kuat. Berikutnya desiran cincin sangatlah kencang, sehingga pasir yang berada di bawahnya terangkat naik membentuk pusaran.
Wush!
Cincin pusaran pasir dalam sekejap menjadi besar dan berikutnya berbenturan dengan gelombang pasir yang dibuat oleh kalajengking gurun.
Dua serangan saling berbenturan, keduanya tidak mengalah dan terus saling menguat. Pusaran menjadi lebih besar dan dorongan gelombang semakin menguat.
Boom! Boom!
Lingkungan di sekitar serangan berubah menjadi kacau. Yuna dan Alice menatap ke arah tempat pertempuran Risa dengan kalajengking gurun. Mereka sedikit terkejut melihat pertarungan yang intens tersebut.
Ryu yang tengah menghadapi raja kalajengking gurun segera menatap ke arah letusan kuat tersebut. Raja kalajengking gurun juga melakukan hal sama, dirinya sedikit terkejut melihat seorang manusia perempuan dapat mengimbangi salah satu sukunya.
“Lawanku benar-benar sangat kuat!” hanya kalimat tersebut yang keluar dari mulut Risa. Dia sangat senang dan tidak tahu harus mengungkapkannya dengan cara apa. Namun, dalam pikirannya selalu muncul cara efektif mengungkapkan kebahagiaannya.
Bertarung!
Risa memandang dua serangan yang sudah surut. Kali ini dirinya menemukan kalajengking gurun yang telah menaikkan capitnya dari tanah. Dia melihat kalajengking gurun terkejut melihat serangannya di tahan.
Risa menyeringai dan mulai membentuk berbagai cincin di udara. Kemudian dia memutarnya dan segera melemparkan ke arah kalajengking gurun. “Terima ini, kalajengking gurun!”
Weng! Weng!
Cincin bergegas menuju ke arah kalajengking gurun. Kemudian di tengah jalan, cincin terbakar dengan api gesekan. Hal ini membuat bilahnya semakin tajam dan kuat.
Kalajengking gurun melihat serangan cincin tersebut. Dia mengayunkan capitnya kembali ke tanah, kemudian pasir naik membentuk dinding di depannya. Dinding tersebut sangatlah tebal dan terlihat kuat.
__ADS_1
Boom! Boom!
Cincin Risa berbenturan dengan dinding yang diciptakan oleh kalajengking gurun. Dinding tersebut seketika runtuh dan terpotong menjadi dua akibat serangan cincin dari Risa.
Kalajengking gurun terkejut, akan tetapi dia melihat cincin Risa yang berhenti berputar selepas dinding pasir terpotong menjadi dua bagian. Hal ini membuat dirinya menjadi lebih serius dari sebelumnya.
Namun, saat berikutnya cincin yang berhenti berputar segera menghilang dan digantikan oleh cincin yang lainnya. Kalajengking gurun merasakan bahaya yang kuat, dia tanpa sadar menaikkan capitnya untuk perlindungan diri.
Slash!
Dua capit kalajengking gurun terpotong halus. Kalajengking gurun terkejut melihat capitnya terpotong, dia merasa bahwa apa yang dirinya lihat hanyalah ilusi, sampai akhirnya rasa sakit yang tajam dia rasakan di tangan.
Sha Sha!
Kalajengking gurun berteriak kesakitan. Darah ungu terus-menerus keluar dari kedua tangannya, di tambah panas dari matahari membuat rasa sakit menjadi lebih parah.
Risa menatap kalajengking gurun yang meronta kesakitan, dia tidak peduli karena dimatanya hanya yang kuat yang dapat berdiri. Inilah yang dia pelajari selama bersama dengan suaminya.
“Waktunya mengakhiri ...” Ucapan Risa tidaklah keras, akan tetapi dapat didengar oleh kalajengking gurun.
“Tebasan Putaran Bulan!”
Risa melantunkan tekniknya dengan keras, cincin yang memiliki ukuran dua meter kali dua meter muncul di belakang tubuhnya. Kemudian, cincin tersebut naik ke atas dan berputar dengan cepat.
Tidak ada efek api maupun angin. Namun, bayangan bulan purnama muncul di tengah cincin tersebut. Di tambah dengan sinar yang terang, membuat cincin semakin tidak terlihat.
Berikutnya, Risa menggerakkan tangannya ke depan dan cincin bulan dalam sekejap muncul di belakang kalajengking gurun. Lingkungan tersebut mulai sunyi dan akhirnya garis sinar kuning melintas di tengah-tengah kalajengking gurun.
Detik berikutnya, kalajengking gurun terpotong menjadi dua bagian. Risa yang melihat kejadian tersebut tersenyum dan jejak keringat muncul di keningnya.
“Akhirnya selesai.”
__ADS_1
To be Continued.