
Silakan Dibaca.
Jack memandang ke arah Iko, ia menekuk kakinya ke atas, kemudian ia menghentakkan kakinya sekali dan melesat ke arah Iko dengan kecepatan bayangan.
Iko dapat melihat Jack, meskipun itu hanya kabur-kabur. Ia menyeringai, karena melihat lawannya benar-benar mengerahkan kekuatannya dan tidak meremehkan dirinya.
Iko mengayunkan kepalan tangannya ke depan, tepat ketika Jack muncul sambil mengayunkan tinjunya lurus ke arah Iko.
Boom!
Ayunan tinju Jack berhasil di tahan dengan kepalan tangan Iko. Jejak cahaya melintas di iris mata keduanya. Mereka memundurkan tangan, detik berikutnya berbagai siluet pukulan Jack dan Iko menjadi lebih cepat, bahkan hampir tidak terlihat sama sekali.
Boom! Boom! Boom!
Keduanya tidak menggerakkan kaki sama sekali, tidak mundur dan bertahan di tempat. Postur mereka tetap sama, hanya tinju dan pukulan terus-menerus bergerak sangat cepat.
Para penonton melebarkan matanya ketika melihat hal itu, mata mereka sama sekali tidak bisa melihat serangan kedua belah pihak. Mereka hanya melihat percikan gelombang tabrakan kedua pukulan saja.
“Si*al, sangat cepat.”
“Mataku tidak bisa mengikuti kecepatan tangan mereka.”
“Jangankan kamu, aku saja tidak bisa mengikutinya.”
Para penonton terpana, mereka benar-benar kagum akan kecepatan serangan kedua peserta di Arena Pertandingan.
***
Ryu melihat Jack dan Iko saling menyerang dengan kecepatan tinggi, ia benar-benar menyeringai. Entah kenapa dalam hatinya sangat ingin bertarung dengan salah satu dari mereka.
Keinginan bertarung Ryu dirasakan oleh kedua istrinya. Mereka menyadari hal itu, karena mereka adalah satu. Mereka akan saling mengerti hati masing-masing pasangannya.
Entah itu baik maupun buruk, mereka akan langsung mengerti. Inilah kelebihan dari hubungan nyata di Dunia Paralel.
“Sungguh kecepatan yang tinggi. Aku masih bisa melihatnya, seharusnya mereka berdua bisa menambah kecepatan serangan masing-masing.”
Ryu mengepalkan tangannya, ia benar-benar gatal dan ingin sekali melesat ke dalam arena dan ikut konfrontasi mereka berdua.
***
Sanda yang berada di ruang monitor hanya menatap dengan santai. Namun, jejak kekaguman terlihat di matanya. Ia sendiri tidak menyangka akan ada pertarungan yang begitu kuat.
Rock dan Emma memandang ke arah monitor dengan ekspresi serius, keduanya tahu kecepatan serangan kedua belah pihak peserta benar-benar tinggi. Mata mereka berdua masih bisa mengikuti, karena mereka memiliki Level 3, namun lebih tinggi dari Jack maupun Iko.
***
Di Arena Pertandingan, Jack dan Iko terus saling bertukar pukulan satu sama lain. Lantai di bawah mereka berdua, perlahan-lahan mulai menurun.
__ADS_1
Jack dan Iko ikut tenggelam ke bawah. Mereka berdua tidak peduli akan perubahan lingkungan mereka. Namun, saat lubang hampir sama dengan tanah.
Keduanya melompat kembali ke Arena. Mereka sedikit terengah-engah, bagaimanapun juga kecepatan serangan tinggi membuat jantung mereka dipacu dengan intens.
Jack dan Iko saling memandang, mereka berdua mulai mengatur nafas, agar lebih cepat tenang dan perasaan lelah mereka akan menghilang seketika.
Jack tidak bergerak, sementara Iko mulai melakukan posisi menyerang. Ia menghentakkan kakinya dan dalam sekejap melintas menuju ke arah Jack.
Jack menyeringai, ia sudah menyerang dua kali. Waktunya giliran Iko menyerang dirinya. Mereka tidak saling meremehkan melainkan, mereka saling memandang tinggi satu sama lain.
Tiba di depan Jack, Iko melayangkan tendangan miliknya. Gerakan Iko mirip dengan pedang menebas secara menyamping dari bawah ke atas.
Jack yang merasakan serangan Iko, ia menumpu kedua telapak tangannya dan menahan tendangan pisau milik Iko.
Bam!
Jack sedikit tersentak, ia melayang sedikit di udara dan mundur beberapa langkah. Ia benar-benar terkejut akan kekuatan tendangan dari Iko.
Iko tidak diam, ia memutar tubuhnya dan mengayunkan kaki kanannya lurus ke arah Jack dengan cepat.
Jack merasakan serangan kembali, ia menyatukan kedua tangannya untuk menahan serangan Iko.
Bam!
“Urh!” Jack benar-benar terkejut ketika merasakan rasa sakit akibat tendangan dari iko. Ia tidak menyangka akan kekuatan besar yang di miliki oleh Iko.
Jack sedikit menaikkan sudut mulutnya. Ia tidak menyangka lawannya kuat. Sesuai dengan pemikirannya, Jack merasakan kembali serangan Iko dari sampingnya.
Bam! Bam! Bam!
Jack menahan serangan Iko. Ia juga melakukan gerakan, agar serangan milik Iko sedikit berkurang karena momentum serangan sedikit jauh dari target.
Iko menyadari akan hal itu. Namun, ia sama sekali tidak peduli dan terus menyerang dengan intens. Ia sendiri tahu, bahwa Jack perlahan-lahan mulai kelelahan.
Hal itu karena Iko menekan Jack terus-menerus. Tangan dari Jack mulai terlihat memerah, belum sampai membiru yang mengartikan, bahwa cedera langsung.
“Mari kita lihat, sampai batas mana kekuatanmu, Jack Santa!”
Jack tidak menanggapi, ia masih menahan serangan dari Iko terus-menerus. Sampai akhirnya, Jack melihat tangannya mengeluarkan darah dan ada sobekan di tangannya.
Bam! Bam! Bam!
Jack menyadari bahwa kondisinya benar-benar parah. Namun, ia bukan tipe orang yang akan menyerah begitu saja. Siluet cahaya melintas tepat di iris matanya.
‘Aku tidak bisa terus-menerus ditekan!’ Jack meraung dalam hatinya, ia sekarang sangat kesal dan mulai mengepalkan tinjunya dan memukul tepat kaki Iko dengan keras.
Bam!
__ADS_1
Iko terkejut, ia merasakan kaki kirinya mati rasa. Dengan cepat, ia melakukan backflip dua kali dan menatap ke arah Jack, ketika sudah mendarat dengan stabil.
Jack sendiri melawan badai tendangan. Ia mempertahankan bahu kirinya untuk dapat memukul kaki milik Iko sebelumnya. Jika ia tidak melakukan hal itu, ia tidak akan bisa menghentikan badai tendangan Iko.
Iko menyipitkan matanya, ia tahu bahwa serangannya mengenai bahu kiri Jack. Ia mengangguk paham akan nafas Jack tersebut, selepas mengamati sebentar.
‘Orang ini memaksakan dirinya.’ Batin Iko dengan muram.
Iko menghela nafas sebentar, ia kemudian mengangkat kakinya dan menekuk tepat saat kaki mengambang di udara.
“Jack, mari kita akhiri pertandingan ini dengan satu serangan terakhir.” Iko menghargai Jack sebagai lawannya. Ia benar-benar menyukai semangat juang seseorang.
Jack sendiri mengatur nafasnya. Rasa sakit di bahunya mulai mereda. Namun, itu sama sekali belum menyembuhkan bahunya.
Ia kemudian memandang ke arah Iko, kemudian otot-otot tangan kanan Jack mulai berkontraksi dengan hebat.
“Ya, terima kasih atas pengertiannya!” Jack menyadari akan toleransi Iko. Ia menaruh seluruh kekuatan miliknya tepat di tangan kanannya.
Iko melihat hal itu, tidak berdiam diri. Ia juga mulai mengeraskan dan mengerahkan seluruh kekuatannya ke dalam kaki kanannya.
Kaki kiri yang mati rasa sudah kembali seperti sebelumnya. Alhasil postur bertarungnya stabil, ketika hanya bertumpu ke kaki kiri untuk sekarang.
Para penonton yang mendengar pertarungan akhir kedua peserta mereka dengan cepat menahan nafas mereka untuk melihat kekuatan seperti apa yang akan keluar kali ini.
Iko menekuk sedikit kaki kirinya. Kemudian, ia menghilang dari tempat. Sementara, Jack melihat lintasan Iko dan mengayunkan kepalan tangan kanannya dengan keras tepat ke arah Iko.
Boooom!
Ledakan keras terdengar mengguncang seluruh Arena, bahkan para penonton merasakan getaran yang sangat kuat. Mereka semua segera berpegangan dengan apapun yang berada di dekat mereka.
Ada yang berpegangan dengan sandaran bangku, ada yang berpegangan pada besi pembatas, ada juga yang berpegangan pada dad- tangan pasangan mereka masing-masing.
Gelombang kejut menyapa mereka, angin yang sangat kuat membuat mereka menutup mata dengan cepat. Debu bertebaran di mana-mana.
Detik berikutnya, para penonton mulai membuka mata mereka masing-masing dan melihat keadaan lapangan segera.
Namun, ketika melihat keadaan sekitar. Mata mereka melebar dengan bulat. Melihat kondisi lapangan, hanya dua kata yang muncul di pikiran mereka.
“Hancur Semuanya!”
To be Continued.
Silakan Like, Comment, Share, Vote, dan Hadiahnya.
Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.
Thank you Minna-san.
__ADS_1