Sistem Kekayaan : Pengembalian

Sistem Kekayaan : Pengembalian
Chapter 18 - Penilaian Seorang Gourmet


__ADS_3

Silahkan Dibaca.


Kota Sian.


Ryu keluar dari ruangan untuk Pertandingan memasak. Dia tersenyum senang, karena sudah menyelesaikan seleksi dan memasuki babak selanjutnya nanti.


Tera yang melihat Ryu keluar dari ruangan sedikit terkejut, dia bisa memperhitungkan bahwa Ryu masuk ke dalam ruangan hanya tiga puluh menit yang lalu. Sekarang, sudah terlihat keluar dengan senyum kemenangan.


“Tuan, apakah sudah selesai, pertandingannya?” Tera tidak bisa tidak bertanya, ketika melihat Ryu tersebut.


Ryu yang mendengar pertanyaan dari Tera, tersenyum ringan. Kemudian, dia menjawab dengan santai. “Aku baru menang seleksi, ternyata pertandingan aslinya adalah besok.”


“Ayo, kita mencari penginapan sementara untuk hari ini.” Ryu berjalan terlebih dahulu, diikuti oleh Tera yang mengangguk di belakangnya.


Keduanya sekarang berjalan pergi dari Gedung pusat dari Kota Sian tersebut. Tujuan mereka sekarang adalah sebuah penginapan yang cocok.


***


Di sebuah ruangan.


Terlihat dua puluh orang penilai makanan tengah melakukan rapat penting. Rapat kali ini menyangkut pertandingan memasak yang akan diadakan besok.


“Vivi, jadi bagaimana tentang milikmu?” Seorang pria yang setengah tua, bertanya dengan nada berat. Hal itu, karena perempuan yang dipanggil Vivi, tidak akan pernah meluluskan seorang peserta memasak.


“Aku hanya meluluskan satu.” Vivi menjawab dengan senyum senang di wajahnya. Pria setengah tua tersebut terkejut, dia sedikit menaikkan alisnya karena penasaran.


“Apakah ada seseorang yang lolos dari Vivi sang lidah emas?”


“Ini mengejutkan...”


Berbagai bisikan kagum dan terkejut terdengar di ruangan rapat itu. Pria yang setengah tua itu mengetuk meja dengan satu jarinya.


Bukk...


Seketika ruangan tersebut mulai diam kembali. Pria itu kemudian, menatap satu persatu orang yang berada di ruang rapat tersebut, tatapannya sangat tajam dan datar.


“Pembahasan kali ini selesai. Kembalilah ke ruangan kalian masing-masing, kecuali Vivi.”


Orang-orang yang berada di ruangan tersebut segera menunduk dan mulai berjalan keluar dengan tubuh yang gemetar karena ketakutan.


Melihat semuanya keluar, Pria itu menatap ke arah Vivi. “Apakah ada data tentang orang yang kau luluskan itu, Vivi?”


Vivi tidak takut, dia sudah mengetahui sifat pria tersebut. Vivi dengan ringan memberikan data tentang Joichiro. “Ini datanya, Kakek.”

__ADS_1


Pria setengah tua itu adalah Kakek Vivi, Elcia Georg. Seorang Gourmet terkenal, dia memiliki peringkat kelima dalam pertarungan antar koki seluruh Negara Red Star.


“Joichiro? Nama yang aneh, apakah kau tidak curiga bahwa nama ini, hanya nama samaran?” Georg berkata sambil mengerutkan keningnya.


Georg terus memandang data tersebut, dia bingung dengan nama masakan yang dibuat oleh orang yang diluluskan oleh Cucunya tersebut.


“Nasi Goreng? Makanan apa itu? Apakah dengan menggoreng nasi akan sangat enak. Aku pernah mencobanya dan itu menjadi keras dan hitam.”


“Pfft, Hahaha...” Vivi tidak bisa menahan tawanya ketika mendengar kakeknya menggoreng sebuah nasi. Apalagi sampai berwarna hitam dan keras.


“Kakek, sepertinya kamu memasak sampai berubah menjadi hitam. Namun, masakan orang itu beda. Rasanya benar-benar kaya, bahkan perasaan makanan itu masih ada di mulutku.”


Georg menjadi lebih penasaran sekarang, dia tidak menyangka cucunya dapat menilai dengan berlebihan.


Vivi yang melihat tampilan kakeknya, segera berhenti tertawa. Kemudian, dia berdiri dari tempat dan berjalan menuju ke arah piring makanan yang telah dia siapkan di dapur.


Di piring tersebut terdapat nasi goreng yang dibuat oleh Ryu sebelumnya. Vivi menyimpan makanan tersebut dalam mesin penghangat, dia sadar bahwa makanan yang dibuat oleh Ryu harus tetap dalam keadaan hangat ketika dihidangkan.


Georg memandang cucunya dengan penasaran. Tatapannya kemudian jatuh terhadap piring yang di bawa oleh cucunya tersebut.


Georg penasaran dan tidak bisa tidak bertanya, “Apakah itu yang namanya nasi goreng?”


Vivi mengangguk sebagai jawabannya, kemudian dia menghidangkan makanan tersebut tepat di depan kakeknya.


“Silahkan dinikmati, Kakek.”


Nasi goreng memasuki mulutnya, kemudian Georg melebarkan matanya. Dia benar-benar tersihir dengan makanan tersebut, dia merasa seolah-olah berada di Kerajaan Nasi berwarna coklat.


Georg terus mencicipi nasi goreng tersebut. Dia ingin memastikan apa itu bahan-bahan dari masakan tersebut.


‘Nasi, telur, tetapi apa ini... Kenapa ada rasa yang begitu semangat, seperti terbakar... Apakah ada rasa yang lebih sedap dibandingkan garam?’


Georg tahu itu sambal, tetapi sambal tidak seperti itu. Sambal lebih terasa panas dalam mulut dan tidak akan pernah digunakan dalam masakan sama sekali.


“Vivi, orang ini... Sepertinya bisa mengolah yang namanya cabai. Aku tidak tahu kenapa? Orang ini kemungkinan, memiliki kemampuan di atasku.”


Vivi terkejut dengan ucapan kakeknya. Dia tidak menyangka laki-laki yang dia temui dapat bersaing dengan kakeknya bahkan melebihi kakeknya.


“Vivi, nama lidah emas milikmu. Itu bukan sembarangan, kamu sudah mencicipi berbagai makanan dan hanya beberapa saja yang layak kamu nilai. Salah satunya adalah Nasi Goreng ini.”


Georg memandang ke arah Nasi Goreng, dia benar-benar tertarik dengan pembuat makanan tersebut. Senyum miliknya terlihat jelas di wajahnya.


“Besok kita akan menjadi juri, bukan?”

__ADS_1


“Itu benar, Kakek.”


Georg kemudian berjalan keluar dari ruangan pertemuan tersebut sambil berkata, “Besok akan menjadi hari yang bersejarah. Orang itu, dalam sekejap akan mengalahkan kursi pertama nantinya.”


Vivi terkejut, dia masih linglung memperhatikan Kakeknya itu. Dia tidak menyangka bahwa Joichiri, peserta yang dia loloskan menarik minat kakeknya tersebut.


Vivi tersenyum dan dia juga tertarik dengan orang yang bernama Joichiro tersebut.


“Besok kita akan bertemu kembali, Joichiro. Semoga kau membawa makanan baru yang enak.”


Vivi kemudian membawa piring yang sudah tidak ada nasi goreng sama sekali. Dia melempar piring itu ke sisi kanan, kemudian sosok robot mengambil piring tersebut dan mengembalikan ke tempat semula.


Piring itu seketika bersih tanpa noda ketika memasuki rak piring yang berada di tempat tersebut.


***


Ryu dan Tera tengah memandang ke arah penginapan yang dirinya temukan. Dia masuk ke dalam penginapan tersebut dengan senyum di wajahnya.


Tiba di dalam, Ryu memandang ke sekitar. Dia benar-benar terpana akan kebersihan setiap tempat. Meskipun itu penginapan, benar-benar mirip dengan hotel bintang lima dalam Bumi sebelumnya.


‘Layak diakui, aku tidak menyangka bahwa Dunia ini benar-benar keterlaluan majunya dalam teknologi apalagi pembangunannya.’


Tera kemudian berjalan ke arah resepsionis untuk melakukan check-in dua kamar. Resepsionis mengangguk dan mengajukan pilihan.


“Apakah VIP atau VVIP, Tuan?”


Tera memandang ke arah Ryu yang tengah berdiri di sebelahnya.


“Tuan, kita pilih yang mana?”


Ryu sendiri terkejut. Dia melupakan aturan dalam penginapan. “Check-In saja yang VVIP, kami hanya ingin tidur. Juga, apakah ada pelayanan seperti itu?”


Resepsionis mengangguk, kemudian dia berkata, “Semisal Anda memiliki pasangan. Kami dapat mengirim pasangan Anda ke ruangan Anda. Jika, belum ada pasangan... Maka kami sarankan untuk memilih pasangan.”


Ryu mengerutkan keningnya. Dia bingung maksud dari Resepsionis tersebut. “Mengirim pasanganku ke sini? Bagaimana caranya?”


Tera dan Resepsionis memandang ke arah Ryu dengan aneh. Resepsionis kemudian tersenyum dan menjawab dengan jujur.


“Kami dapat memanggil pasangan Anda, dengan cara melakukan perjalanan teleportasi...”


[To be Continued.]


Silahkan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.

__ADS_1


Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.


Thank you Minna-san.


__ADS_2