Sistem Kekayaan : Pengembalian

Sistem Kekayaan : Pengembalian
Chapter 25 - Salah Paham


__ADS_3

Silahkan Dibaca.


Wilayah Gelandangan, Wilayah tersebut dikhususkan oleh orang-orang yang tidak memiliki masa depan. Mereka hanya akan fokus terhadap makanan dan tidak peduli terkait masa depannya.


Wilayah Gelandangan sendiri tidak hanya berada di Kota Arshna, melainkan di Kota lain juga ada yang namanya Wilayah Gelandangan. Bagaimanapun juga, wilayah tersebut sangat terkenal dan paling menunjukkan antara kasta atas dan kasta bawah.


Ryu tiba di Wilayah Gelandangan, berbagai rumah terjejer dengan rapi. Meskipun Wilayah tersebut ditempati oleh berbagai gelandangan. Lingkungan dan rumah tetap bagus. Tidak ada tempat kotor melainkan bersih seperti tempat pada umumnya.


Namun, di sepanjang jalanan pasti ada orang yang duduk di dinding rumah. Mereka semua adalah Gelandangan yang tidak ada masa depan sama sekali.


Mobil Taksi melaju mengikuti arahan dari Ryu, kemudian tak berselang lama, akhirnya mobil berhenti di sebuah rumah yang terlihat biasa.


“Ini, Paman.” Ryu memberikan Uang 10 Juta Rupiah kepada Sopir Taksi tersebut. Melihat uang yang begitu banyak, Sopir Taksi tidak menunjukkan ekspresi apapun.


“Nak, ini terlalu banyak...” Ryu menggelengkan kepalanya dan mentransfer 10 Juta Rupiah tersebut ke dalam Kartu Sopir Taksi tersebut.


“Huff, kalau begitu... Aku akan menunggumu di sini.” Sopir Taksi berkata sambil tersenyum tipis. Ryu mengangguk tanda paham dan keluar dari Mobil Taksi.


Sopir Taksi masih menatap ke arah Ryu yang sudah masuk ke dalam Rumah biasa tersebut. Dia menyandarkan tubuhnya ke kursi sopir.


“Seorang Anak Muda yang menarik... Aku sebagai Walikota Arshna, benar-benar memujinya.” Sopir Taksi berkata dengan senyum senangnya. Kemudian, menutup matanya untuk tidur sambil menunggu Ryu keluar dari rumah yang dikunjungi.


Namun, sebelum Sopir Taksi melakukan tidur. Ponselnya seketika berdering, dia mengerutkan keningnya dan menekan tombol di mobil miliknya.


“Ya, ada apa?”


Terlihat layar dengan seorang pria tua yang tengah tak berdaya menatap sang Sopir Taksi tersebut.


“Pak Walikota, ada rapat di Gedung Riaka. Apakah bisa hadir, Pak?”


Sopir Taksi berpikir sebentar, kemudian berkata, “Aku bisa, tetapi biarkan aku menunggu seseorang. Selepas mengantarkan orang ini, aku akan datang ke rapat.”


Pria Tua yang berada di layar mengangguk dengan senang. Namun, dia benar-benar tak berdaya ketika melihat Walikota terkenal akan kekuatannya, sekarang mengemudi sebagai Sopir Taksi.


Siapa yang tak terkejut akan hal itu...


Sopir Taksi mematikan teleponnya, kemudian kembali menikmati tidur sambil menunggu Ryu yang masih belum keluar dari rumah yang dikunjungi.

__ADS_1


***


Di sisi Ryu, dia sekarang memasuki pekarangan rumah seseorang. Kemudian, dia merasakan sesuatu di belakangnya, dengan refleks yang dirinya miliki, dia sedikit maju dan berbalik melihat apa hal tersebut.


Terlihat seorang laki-laki tengah memakai pakaian Cowboy dengan pedang yang di sebut Katana. Ryu sedikit mengerutkan keningnya, kemudian dia mendengarkan suara dari orang tersebut.


“Siapa kau? Memasuki pekarangan seseorang tanpa izin.” Pria Cowboy bertanya dengan dingin. Dia memandang ke arah Ryu dengan tatapan tidak suka.


Ryu memandang ke arah Pria Cowboy tersebut. Kemudian, dia berkata, “Aku ingin menemui seseorang yang bernama Joran.”


Pria Cowboy tersebut tetap memasang wajah dingin, kemudian dia meluruskan katananya tersebut. Kemudian, dia memasukkan katananya ke dalam sarung.


“Joran? Tidak ada orang yang bernama Joran di sini. Jika, tidak ada hal lainnya, pergilah... Atau aku akan mengusirmu dengan kasar.”


Ryu sedikit mengerutkan keningnya, dia sebenarnya datang ke sini karena Risa memberitahu bahwa ada seseorang yang bernama Joran tengah bersembunyi di Wilayah Gelandangan.


Ryu bingung dengan nama Joran tersebut. Sampai akhirnya, Risa menjelaskan bahwa Joran adalah seorang Chef yang tengah tersesat di jalan. Dia selalu memegang pisaunya, tetapi pisau yang dipegang sangat unik. Risa tidak menjelaskan detail pisaunya tersebut dan hanya mengetahui nama pisau itu adalah...


‘Dragon Claw Knife.’


Pria Cowboy menatap Ryu kemudian melesat ke arah Ryu dengan cepat. Dia mengayunkan katananya secara vertikal.


“Aku tidak tahu kau siapa... Namun, sepertinya Pria bernama Joran ada di dalam rumah, melihat tingkahmu seperti itu.”


Pria Cowboy tidak menjawab dan melesat mulai menyerang Ryu. Tatapannya masih dingin, Ryu sendiri menghindari tebasan-tebasan pedang yang dipakai oleh Pria Cowboy tersebut.


Ryu ingin menyerang balik, tetapi katana Pria Cowboy selalu menghalangi jalannya. Dia hanya bisa memilih menghindar sambil mengamati langkah dari Pria Cowboy tersebut.


Beberapa menit kemudian, Pria Cowboy menyadari bahwa Ryu lebih cepat darinya yang menggunakan katana. Pria Cowboy itu segera melakukan backflip dan menatap dalam ke arah Ryu.


Ryu sendiri bingung dengan Pria Cowboy yang melakukan Backflip tersebut. Namun, waspadanya menjadi lebih tinggi di bandingkan sebelumnya.


“Nak, pergilah dari area ini... Aku peringatkan sekali lagi dan dengarkan apa perintahku!” Aura Mendominasi Pria Cowboy keluar dan menyelimuti area pekarangan tersebut.


Ryu sendiri sedikit terkejut, ketika merasakan tekanan aura dominasi tersebut. Dia kemudian sadar dan membalas Aura Dominasi tersebut.


Tatapan keduanya tajam, kemudian Pria Cowboy menancapkannya ke tanah. Sesaat kemudian, dia melepaskan sesuatu di tubuhnya dan melemparkan ke tanah.

__ADS_1


Boom.


Ledakan kecil terjadi, kemudian terlihat benda yang berada di lengan kanan Pria Cowboy sebelumnya tenggelam ke dalam tanah.


Ryu memasang ekspresi serius sekarang, dia benar-benar tidak menyangka bahwa ada pemberat di Dunia Paralel.


“Kau mengganggu, Nak. Jadi, aku akan mengusirmu secara kasar. Jangan diambil hati, karena itu adalah pilihanmu sendiri.”


Pria Cowboy melesat dan seketika muncul di depan Ryu. Ayunan kepalan tangan dengan cepat terarah tepat di perut Ryu.


Ryu terkejut akan kecepatan tersebut, dia merasakan bahaya di bagian perutnya. Dia dengan cepat menyilangkan kedua tangannya di depan perutnya.


Bughhh.


Ryu terpukul mundur, kemudian melakukan backflip cepat agar tidak mengenai pagar kayu rumah tersebut.


Pria Cowboy kembali muncul di depan Ryu, tetapi sebelum dia menyerang kembali. Pria Cowboy menghindar ke arah samping dengan cara berguling.


Jleb Jleb.


Sebuah pisau terlihat menancap di pagar kayu yang tepat berada di kedua sisi perutnya. Ryu terkejut akan perkembangan itu, dia kemudian mendengar suara yang begitu sombong di atas.


Ryu memandang ke atas rumah, begitu juga Pria Cowboy tersebut. Keduanya melihat sosok yang berada di atas rumah tersebut.


Terlihat seorang pemuda dengan topeng Putih dengan pakaian putih dan jubah putih. Dia juga memakai topi panjang putih, jika orang yang di Bumi melihatnya pasti akan mengira bahwa itu adalah Kaito KID.


Namun, jika di amati dengan detail. Orang itu sama sekali bukan pesulap yang memiliki pekerjaan pencuri, melainkan Seorang Pesulap yang menjadi seorang Chef.


“Joran sang Chef Pesulap...” Ryu yang mendengar suara Pria Cowboy terkejut, kemudian dia melihat ke arah pisau yang dilempar sebelumnya. Pisau itu seketika menghilang berubah menjadi merpati putih.


“Eh... Aku tidak menyangka, akan dikejar oleh seorang detektif terkenal...”


“Samurai No Shiku.”


[To be Continued.]


Silahkan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.

__ADS_1


Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.


Thank you Minna-san.


__ADS_2