Sistem Kekayaan : Pengembalian

Sistem Kekayaan : Pengembalian
Chapter 112 - Bertemu Dengan Clara


__ADS_3

Silakan Dibaca.


Pagi hari.


Ryu terbangun dengan kepala yang sakit. Dia menggelengkan kepalanya segera dan secara bertahap, dirinya mulai sadar kembali. Ingatan tentang permainan sebelumnya langsung memasuki pikirannya.


Ryu memandang ke arah tiga istrinya, dia tidak bisa untuk tidak tersenyum kecut melihat mereka bertiga. Kemudian, dirinya menstabilkan dirinya terlebih dahulu, sebelum beranjak pergi dari ranjang.


Risa, Yuna, dan Alice bangun dari tidurnya sambil memegang kepalanya, mereka juga mulai mengingat permainan liar mereka kemarin malam. Wajah mereka seketika memerah karena malu.


“Oh, Sayang.. hari ini kamu akan pergi dengan Kak Clara kan?” tanya Risa, dia ingat bahwa Ryu akan bertemu dengan Clara hari ini, Yuna dan Alice segera sadar dan entah kenapa mereka mengangguk.


“Ya, aku akan bertemu dengannya hari ini. Seharusnya jam sembilan kita akan bertemu di taman Kota Arshna.” Ryu menjawab dengan jelas, kemudian ketiga istrinya bangun dan mendorong suaminya menuju ke kamar mandi.


“Kamu mandi cepat, sekarang sudah jam delapan. Perjalanan ke taman kota membutuhkan setengah jam.” Yuna berkata dengan senyum terukir di wajahnya.


Ryu tersentak, namun dia juga memeluk ketiganya. Kemudian mereka berempat mandi bersama-sama.


***


Beberapa menit kemudian.


Keempat orang itu keluar dari kamar mandi, pakaian ketiga perempuan adalah pakaian satu set olahraga, kali ini mereka akan melakukan pelatihan kembali dan segera meningkatkan kekuatan secepat mungkin.


Ryu sendiri memakai pakaian santai dengan celana pendek. Dia benar-benar malas untuk berpakaian formal, bagaimanapun juga hanya suatu bisnis tidak perlu untuk memakai pakaian berjas segala macam.


Ryu dan ketiga istrinya keluar dari ruangan, mereka berempat tiba di ruang makan dan makan roti lapis yang disediakan, selepas itu melakukan aktivitas mereka masing-masing.


Ryu dan ketiga istrinya keluar dari rumah dan melihat Tera dan Selina tengah berada di halaman rumah. Mereka melihat kehadiran Ryu, Risa, Yuna, dan Alice.


“Tuan..” Tera menundukkan kepalanya, bersama dengan Selina. Ryu mengangguk dan mulai menyerahkan semacam buku kepada mereka.


“Buku besar digunakan untuk melatih para pasukan. Sementara dua buku ini khusus untuk pelatihan kalian. Juga, kalian dapat mempelajari buku besar tersebut.”


Ryu menyerahkan tiga buku kepada keduanya. Ryu sama sekali tidak menganggap Tera adalah anak buahnya, melainkan dirinya anggap saudaranya yang selalu ada ketika jatuh maupun naik ke atas.


Tera memandang buku khusus untuk dirinya, dia menatap ke arah Ryu dan berkata. “Terima kasih, Tuan. Akan kupastikan bahwa aku akan mempelajarinya dengan cepat.”


Selina juga mengangguk setuju dengan ucapan suaminya. Mereka berdua senang akan perhatian tuannya tersebut. Kemudian, keduanya segera pergi selepas Ryu memberikan perintah untuk melatih pasukan.

__ADS_1


Ryu memandang ke arah tiga istrinya, kemudian melihat Siana yang tengah berlatih kekuatan fisiknya. “Kak Siana, aku titipkan ketiga istriku dalam bimbinganmu.”


“Di sini bukan tempat penitipan, juga kamu mau pergi ke mana? Oh, apakah pertemuan dengan Clara?” Siana bertanya dan dengan cepat menemukan jawabannya sendiri. Ryu tersenyum tak berdaya dan mengangguk.


“Kalau begitu segera pergi, juga hati-hati.” Siana berkata sambil tersenyum misterius, kemudian mendorong ketiga istri Ryu masuk dan mendorong Ryu keluar dari ruang latihan dan mengunci pintu ruang latihan.


Ryu yang berada di luar ruangan hanya bisa menggelengkan kepalanya tak berdaya melihat tingkah bibinya tersebut. Namun, dia baru kali ini melihat sisi lain dari bibinya tersebut.


Sebelumnya hanya perasaan datar, dingin, dan bicara dengan serius. Ryu akhirnya melihat sendiri sosok lain dari bibinya tersebut di rumahnya.


“Waktunya berangkat..” Ryu berjalan ke garasi dan menemukan mobil Lamborghini Aventador miliknya dan dia segera memasuki mobil.


Raungan mobil ketika dinyalakan benar-benar keras, Ryu sedikit mengerutkan keningnya dan dia melihat bahwa ada fungsi mengecilkan suara dari mobil tersebut.


Ryu kemudian menurunkan sampai titik rendah. Alhasil suaranya benar-benar mengecil dan terdengar sangat halus, berbeda dari sebelumnya.


Ryu dengan cepat menjalankan mobilnya dengan santai, menggunakan satu tangan dan tangan lainnya mengambil makanan yang berada di dashboard.


Keterampilan mengemudi sangatlah membuat Ryu santai. Ketika di depan terdapat pengatur kecepatan, Ryu dengan terampil mengurangi kecepatan.


Banyak pengendara lainnya benar-benar terkejut dengan keterampilan mengemudi seperti itu.


***


Beberapa menit kemudian.


Ryu melihat bahwa Clara hampir tiba dan dia mengangkat alisnya ketika melihat bahwa Clara sudah memesan kedai untuk mereka berdua berbicara, lalu bagian terakhir adalah alamat kedai tersebut.


Ryu segera beranjak pergi menuju ke kedai tersebut, dia mengikuti tanda alamat yang diberikan oleh Clara tersebut. Tanda alamat adalah sebuah petunjuk yang muncul di ponselnya.


Ryu mengikuti dengan mudah dan akhirnya tiba di kedai tersebut, namun Ryu mengerutkan keningnya ketika melihat dua orang berpakaian hitam dengan tubuh kekar tengah berjaga di depan pintu.


“Apakah aku salah kedai?” Ryu bertanya-tanya pada dirinya sendiri, dia mengeluarkan ponselnya kembali dan memandang tanda yang diberikan Clara.


“Benar kedai ini..” Ryu menggelengkan kepalanya ringan, lalu beranjak pergi ke kedai. Namun, saat di depan pintu, dirinya dihentikan oleh dua penjaga tersebut.


“Berhenti, Kedai ini tutup dan..” belum sempat mereka melanjutkan ucapannya, terdengar suara seorang wanita menyela ucapan penjaga tersebut.


“Biarkan dia masuk, orang ini yang sedang kutunggu.” Suara itu halus, namun tegas. Kedua penjaga itu tertegun dan tidak menghalangi pintu kembali.

__ADS_1


“Nyonya.” Clara mengangguk, kemudian menggandeng tangan kanan Ryu dan masuk ke dalam kedai tersebut. Dua penjaga penuh akan tanda tanya, mereka bertanya-tanya mengapa nyonya mereka begitu mesra dengan pemuda itu.


“Sepertinya rumit, jadi jangan ikut campur. Juga, ini bukannya perintah dari Nyonya, ingat? Ini adalah perintah dari Tuan Sanda, artinya tidak ada hal perselingkuhan seperti itu, kemungkinan besar, anak muda itu adalah orang yang selalu Tuan Sanda banggakan.”


“Kamu benar, aura anak itu sangatlah kuat. Kita berdua bukanlah tandingannya.” Kedua penjaga menghela nafas lega, jika mereka bertindak. Mereka akan hancur dalam sekejap oleh pemuda tersebut.


***


Di dalam kedai.


Ryu ditarik oleh Clara menuju ke dalam kedai, di sana sama sekali tidak ada pelanggan dan juga koki yang akan memasak di kedai tersebut. Ryu mengerutkan keningnya, dan terus mengikuti Clara yang tengah menarik tangannya.


“Kedai ini dijalankan oleh anak perusahaanku. Jadi tidak masalah untuk kita menutup sehari, para koki sendiri sudah tahu akan hal itu. Artinya ada hal penting, yang ingin dilakukan olehku dan Sanda.”


“Juga, para koki bukan koki sembarangan. Mereka adalah koki militer, yang diolah di Negara kita. Singkatnya, mereka adalah anak buah kita.”


Clara menjelaskan tentang kedai tersebut, dan Ryu mengangguk sambil terkejut. Dia tidak menyangka bahwa akan ada hal seperti itu.


Seorang prajurit menjalankan kedai, memang tidak aneh, karena biasanya prajurit yang pensiun, lebih menyukai hidup santai dan kecukupan.


Mereka sudah membakar masa mudanya dan waktunya di saat tua menjalani kehidupan dengan santai. Ryu benar-benar kagum dengan prajurit tersebut.


Tak butuh waktu lama, Clara membawa Ryu ke dalam ruangan yang tertutup. Kemudian, Clara melepaskan gandengan tangannya. Kemudian melepaskan tasnya.


“Duduklah di mana pun yang kamu inginkan.” Clara berkata dengan lembut, Ryu hanya mengangguk dan dia duduk di dekat tempat tidur yang tipis.


Tak butuh waktu lama, Clara memandang ke arah Ryu dengan pakaian yukata coklat, Ryu mengangguk dan berkata dengan nada ringan.


“Berbaringlah di tempat tidur, mari kita mulai.. terapinya.”


To be Continued.


Note : Yukata dan Kimono berbeda.. jika kimono biasanya digunakan di saat acara formal, seperti pesta, tradisi, dll. sedangkan Yukata biasa digunakan untuk sehari-hari.


Silakan Like, Comment, Share, Vote, dan Hadiahnya.


Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.


Thank you Minna-san.

__ADS_1


__ADS_2