
Silakan Dibaca.
Lautan lepas.
Risa memandang ke arah para monster di depannya. Dia sangat tenang dan senang membunuh para monster tersebut. Perasaan senang membunuhnya akhirnya kembali.
Dia dulu adalah orang yang suka bertarung. Namun, selepas dimiliki oleh Ryu sendiri. Dia mulai cenderung tidak berlatih dan menjadi istri yang tidak dapat bertarung kembali.
Hal inilah yang membuat dirinya frustrasi, melihat suaminya terluka dan dia hanya bisa berteriak khawatir. Beruntung masih ada Yuna, di mana dirinya mulai tenang.
Namun, meski tenang. Risa mulai mengajak Yuna untuk meminta ijin Ryu untuk melatih mereka. Jika Ryu tidak menyetujui akan hal itu, mereka hanya bisa diam dengan hati yang sakit.
Namun, Ryu sendiri menyetujui hal itu. Risa dan Yuna senang, mereka berlatih dengan giat ditambah kedatangan saudari ketiga mereka. Keduanya mengajak Alice yang menjadi saudari ketiga untuk berlatih bersama.
Ketiganya berlatih dan bertekad agar berdiri sejajar dengan suaminya saat dipuncak nanti. Mereka tidak ingin menjadi beban dan hanya menjadi penghangat ranjang saja.
Sekarang, Risa yang frustrasi sebelumnya. Dia melampiaskan dengan membunuh berbagai monster tersebut. Dia menjadi kecanduan membunuh monster, entah itu monster tingkat rendah maupun monster tingkat menengah, Risa tidak peduli.
Boom! Boom! Boom!
Risa mengamuk dengan liar, hal ini mengundang monster tingkat atas bergerak. Monster yang bergerak adalah target Risa kali ini, yaitu Ular Kebesaran yang dilawan suaminya dulu.
Namun, Ular Kebesaran kali ini memiliki level 10. Sementara dirinya memiliki level 7.
(Note : Level Istri Ryu lebih besar dari Ryu sendiri, nanti akan ada penjelasannya sendiri.)
Risa merasakan bahaya tepat di depannya, dia mengetahui apa yang membuatnya bahaya tersebut. Sosok ekor tengah melintas menuju ke arahnya. Dirinya tidak bisa menghindar dan menyilangkan kedua tangannya.
Bam!
Risa terpental ke belakang dan jatuh ke dalam laut. Dia merasakan tangannya mati rasa, namun segera kembali membaik beberapa detik kemudian.
Risa yang berada di dalam lautan, memutar tubuhnya dengan kuat. Pusaran air besar tercipta dalam sekejap dan di tengah pusaran mulai menurun dan terbelah membentuk lingkaran.
Di lingkaran tersebut terlihat Risa yang tengah melayang dan tangannya mengendalikan pusaran tersebut, kemudian dia alihkan tangan menuju ke arah Ular Kebesaran.
Bush!
Pusaran air melesat menuju ke arah Ular Kebesaran dan Ular Kebesaran menajamkan matanya, kemudian dia mengayunkan ekornya secara vertikal menghancurkan pusaran tersebut.
Boom!
Ledakan keras terjadi, pusaran air berubah menjadi butiran-butiran air yang jatuh ke laut kembali.
Risa yang melihat pusaran yang dirinya buat dihancurkan. Hanya bisa tersenyum sambil memandang ke arah Ular Kebesaran.
__ADS_1
Detik berikutnya, Risa menghilang dari tempat. Hal ini membuat Ular Kebesaran menyusutkan matanya mencari di mana keberadaan Risa tersebut.
Namun, di saat dirinya tengah mencari keberadaan lawan. Dia merasakan bahaya di bagian tubuhnya. Hal ini membuat Ular Kebesaran segera menatap ke arah perutnya dan melihat Risa yang tengah menyatukan jari-jarinya.
Ular Kebesaran tidak tahu apa yang akan dilakukan oleh Risa, namun bahaya menjadi semakin dekat. Dia secara naluriah menggerakkan tubuhnya agar mengurangi luka yang didapat.
Risa yang selesai menyatukan jari-jarinya, mulai mengeluarkan aura biru di tangannya. Kemudian aura tersebut membungkus tangannya tersebut.
Risa mengayunkan tangannya dengan cepat ke arah perut Ular Kebesaran.
Ding!
Benturan benda keras terdengar begitu keras. Tangan Risa terpental ke belakang dan tubuh Ular Kebesaran meninggalkan luka goresan.
Risa merasakan bahaya menyebar dari atas, dia segera terjun ke dalam lautan dan maju menuju ke belakang Ular Kebesaran.
Ular Kebesaran menghirup udara dalam-dalam, kemudian terlihat jejak cairan hijau keluar di sudut mulutnya. Ular Kebesaran menyemburkan bola hijau ke lautan, dia tidak perlu untuk mencari di mana Risa berada, karena lautan secepatnya akan menjadi lautan racun.
Risa yang sudah berada di belakang Ular Kebesaran, melihat kejadian tersebut. Dia sedikit mengerutkan keningnya. Bagaimanapun juga, lautan adalah tempat ekosistem laut berada. Jika terkena oleh racun, maka lautan akan kehilangan ekosistem di sana.
“Sepertinya aku perlu menggunakan kemampuanku.”
Risa dengan cepat mengeluarkan kemampuan miliknya. Kemampuan yang terbangun ketika dirinya berada di Level 5 sebelumnya. Kali ini, dirinya dapat mengendalikan dengan sempurna kemampuan tersebut.
Tangan kanan Risa terangkat ke atas, kemudian udara memadat secara melingkar di sekitar tangan kanannya tersebut dan perlahan-lahan mengembun menjadi cincin dengan ujung yang sangat tajam.
Risa mengayunkan cincin dengan kuat ke arah Ular Kebesaran dari belakang. Cincin terlempar dengan keras dan mengenai tubuh Ular Kebesaran.
Dentang!
Ular Kebesaran terkejut, dia sudah merasakan bahaya di belakangnya. Dirinya ingin menghindar, namun kecepatan serangan melebihi dari kecepatannya.
Goresan yang ditinggalkan cincin lebih dalam dari sebelumnya. Risa mengangkat sudut mulutnya dan mulai mengendalikan cincin tersebut dengan liar.
Dentang! Dentang!
Ular Kebesaran tidak dapat merespons, dia merasakan bahaya di mana pun tempatnya. Tubuhnya yang sekeras baja, perlahan-lahan terkikis oleh serangan cincin tersebut.
“Shaa!”
Ular Kebesaran marah dan dia memutar tubuhnya kuat-kuat, Cincin yang dikendalikan oleh Risa terpental ke belakang. Bukan karena tidak kuat, melainkan cincin tidak memiliki kemampuan putaran.
Risa mengerti hal itu, dia juga sudah memunculkan cincin kedua. Baginya, dua cincin sudah cukup untuk mengatasi Ular Kebesaran tersebut.
Ular Kebesaran terus berputar menciptakan Tornado kuat di lautan. Tornado mulai mengembun dan tercampur dengan racun yang dirinya miliki.
__ADS_1
Para prajurit yang berada di dekat Ular Kebesaran, mulai menjaga jarak. Mereka segera mundur, agar tidak mengganggu pertarungan yang kuat tersebut.
Jejak cahaya dingin melintas di mata Risa. Kemudian, cincin yang berada di kedua tangannya berputar dengan kuat. Cincin tersebut tidak terlihat seperti cincin kembali, melainkan membentuk lingkaran penuh berwarna biru.
“Majulah!” Risa mengayunkan kedua cincin miliknya dan melesat menuju ke arah Tornado racun milik Ular Kebesaran. Risa menatap dengan tajam, kemudian berkata dengan pelan. “Hancurkan!”
Weng! Weng!
Dengungan cincin yang berputar semakin kuat, lalu cincin dengan kejam memotong Tornado yang besar menjadi angin yang berhamburan di mana-mana.
Ular Kebesaran yang berada di kejauhan, melebarkan matanya ketika melihat Tornado yang dia ciptakan dipotong sampai tak tersisa. Lalu, dia merasakan perasaan bahaya dari dua cincin yang tengah melesat ke arahnya.
“Shaa!”
Ular Kebesaran berteriak dengan keras. Dia mengangkat tubuhnya tinggi-tinggi, badai yang kuat menghantam tubuhnya dan petir biru terus-menerus menyambar dirinya.
Ular Kebesaran menyala, tubuhnya dialiri dengan listrik yang sangat kuat. Dia mengayunkan ekornya untuk berhadapan dengan dua cincin tersebut.
Risa mengetahui trik yang dilakukan oleh Ular Kebesaran. Sayangnya, Risa bukanlah orang yang mundur ketika musuh menjadi lebih kuat. Dia mengendalikan cincin dan memutarnya dengan cepat.
Risa merasakan energi di dalam tubuhnya mulai terkuras deras. Namun, dia tetaplah normal, karena jumlah energi yang terkandung dalam tubuhnya lebih besar dari konsumsi energi tersebut.
Weng! Weng!
Cincin perlahan-lahan membesar dan awan gemuruh yang berada di langit terpotong dan mulai berputar mengikuti aliran Cincin tersebut.
Petir yang tergantung di awan mulai mengembun menjadi satu dengan cincin. Hal ini membuat cincin membesar dan bersinar begitu terang.
Banyak pertarungan berhenti karena silau dari terangnya cincin milik Risa tersebut.
Risa juga terpana, namun dia segera menggerakkan cincin miliknya untuk menebas Ular Kebesaran tersebut.
Bang!
Benturan keras terdengar sangat nyaring. Berikutnya, Ular Kebesaran merasakan kulit yang setebal baja, terpotong dalam sekejap. Lalu, terdengar suara tebasan daging yang sangat kuat.
Slash! Slash!
“Shaa!”
Ular Kebesaran meraung penuh akan rasa sakit. Detik berikutnya, dia melebarkan matanya dan tubuhnya sudah terpotong menjadi dua bagian secara rapi.
To be Continued.
Silakan Like, Comment, Share, Vote, dan Hadiahnya.
__ADS_1
Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.
Thank you Minna-san.